
PENSIUNAN kaisar sedikit heboh sendiri dan segera mengatakannya hal-hal baik tentang keduanya. Li Chang Su tidak perlu datang seminggu sekali. Setidaknya dua Minggu sekali atau satu bulan sekali. Ia juga ingin keduanya segera memiliki anak agar dirinya bisa bermain dengan seorang cicit.
Setelah tak ada hal-hal lain, pensiunan kaisar mengusir keduanya untuk pulang. Hari sudah mulai malam. Mu Xianzhai tidak ingin makan malam di Istana Kekaisaran sehingga segera mengajak Li Chang Su untuk pulang.
Ketika keduanya memasuki kereta, snag kusir Istana Raja Perang segera menggerakkan tali pengekang kuda agar berjalan agak cepat. Kusir itu khawatir jika Pangeran Ketiga dan Sang Putri akan kemalaman di perjalanan.
Di dalam kereta, Mu Xianzhai segera meraih istrinya agar jatuh ke pelukan, lalu mencium sudut bibirnya.
"Xian ..." Gadis itu memerah ketika menyadari jika Mu Xianzhai sedang bermain hooligan lagi. Kedua tangannya bertumpu di dada bidang pria itu. Samar-samar, aroma cendana menusuk indera penciumannya.
"Su'er ... Tahukah kamu apa yang akan Raja ini lakukan untuk menghukummu? Hm? Tidak lupa 'kan?" bisik Mu Xianzhai segera mengembuskan napas hangat di daun telinga istrinya.
"Hukuman?" Gadis itu sepertinya sedang memutar otaknya untuk mengingat-ingat kejadian di Pesta Bunga.
"Ya, ingat ... tarian itu?"
"..." Li Chang Su kini langsung teringat dengan pertunjukan menari. Ia memakai pakaian yang cukup terbuka sebelumnya sehingga membuat Mu Xianzhai marah.
Mengingat ini, tiba-tiba saja dia berkeringat dingin. Telapak tangan Mu Xianzhai berada di punggungnya. Ia seperti kelinci tak berdaya yang jatuh ke sarang serigala abu-abu besar. Habislah sudah! Dia tak tahu apa yang diinginkan Mu Xianzhai untuk menghukumnya nanti.
"Apa yang akan kamu lakukan untuk menghukumku?" Gadis itu sedikit bergumam.
"Mm ... Bagaimana jika 'makan' kamu saja?" tawarnya.
"Mu Xianzhai, jangan bermain hooligan!" Gadis itu menolak.
"Oh." Terdengar suara tawa ringan pria itu. "Siapa yang bermain tak tahu malu di sini? Su'er harus dihukum. Raja ini akan menghukumnya di rumah nanti. Lihat saja," bisiknya, lalu segera menenggelamkan wajahnya di leher gadis itu. Ia melakukan sesuatu yang cukup untuk membuat gadis itu sedikit gemetar.
"Xian ... Kamu—" Li Chang Su memerah dan tiba-tiba saja melemah di pelukannya. Gaunnya menjadi lebih longgar. Selama beberapa waktu, Li Chang Su cukup tersiksa oleh godaan Mu Xianzhai.
Hingga akhirnya kereta sampai di kediaman Istana Raja Perang. Gadis itu masih memerah saat turun dari kereta. Meski tidak ada hal intim lainnya yang terjadi di dalam, tapi Mu Xianzhai tampaknya belum puas. Pria itu keluar dengan gaya yang penuh kesombongan, mengejar istrinya yang mencoba untuk lari.
Li Chang Su tahu jika dia tidak segera lari, maka pria itu pasti akan benar-benar memakannya. Namun dia beruntung karena Mu Xianzhai tidak mengejar.
__ADS_1
"Putri ... Apakah Putri dan raja bertengkar?" tanya Xuxu polos.
"Tidak." Gadis itu masih memerah.
"Lalu—"
"Lupakan, aku tidak mau membahasnya," tukas gadis itu segera menuju ke kamarnya. Pria itu paling juga menyerah dan memilih untuk mengurus tugasnya yang masih menumpuk. "Kalian urus kotak hadiah dari kaisar. Aku akan memilahnya besok," katanya.
"Baik, Putri." Kedua pelayannya segera pergi setelah tiba di depan pintu kamar.
Li Chang Su segera masuk ke kamar dan mengunci pintu dengan cepat. Tapi saat berbalik untuk beristirahat, dia hampir saja berteriak. Matanya melebar ketika melihat sosok yang sudah berbaring santai di ranjang.
Sosok itu terkekeh dan menatao Li Chang Su dengan sentuhan licik. "Su'er mau lari?" tanyanya.
"Mu Xianzhai, bagaimana kamu bisa ada di sini? Sejak kapan?" tanya gadis itu curiga.
"Baru saja tiba." Pria itu mengambil duduk dan turun dari ranjang.
"Xian ...," ujarnya.
"Su'er tidak bisa lari dari hukuman." Pria itu menghampiri lemari dan membukanya. Lalu memilih salah satu gaun untuk Li Chang Su.
Gadis itu tidak tahu apa yang ingin dilakukan Mu Xianzhai padanya. Tapi ketika melihat sebuah gaun yang cukup seksi, dia yakin ... Mu Xianzhai ingin membiarkan dirinya memakai itu?
Setelah mengambil gaun, Mu Xianzhai menghampiri istrinya dan menyerahkan pakaian tersebut. "Pakai ini untuk Raja malam ini," bisiknya.
"Xian ... Kamu sebenarnya—"
"Raja ini menunggu di luar. Jangan coba-coba untuk lari atau kedua pelayanmu itu akan Raja kirim ke tempat yang jauh hingga tak akan kembali," bisiknya lagi sedikit menggoda.
Li Chang Su melihatnya keluar kamar dan segera menyentuh degup jantungnya. Mu Xianzhai benar-benar memiliki aura yang mendominasi. Dia sendiri agak tertekan. Mungkin karena sebelumnya juga melakukan sebuah kesalahan sehingga merasa dia telah berdosa.
Melihat gaun terbuka yang dipegangnya, ia sedikit merinding. Bisakah aku selamat malam ini? Pikirnya.
__ADS_1
Lalu, Li Chang Su mendengar suara Mu Xianzhai dari luar kamar. "Su'er ... Jangan lama-lama. Atau aku akan masuk sebelum kamu selesai."
"..." Li Chang Su hanya mengiyakan dengan cepat dan mengganti pakaiannya. Padahal hari ini dia cukup lelah. Tidak bisakah pria itu membiarkannya beristirahat?
Setelah menghabiskan waktu cukup lama, Li Chang Su telah selesai berpakaian. Ini cukup dingin. Mungkin rasa dinginnya berada dari Mu Xianzhai yang tidak akan membiarkannya lolos malam ini. Menatap pintu dengan perasaan frustasi, gadis itu hanya bisa berkata jika dirinyalah telah selesai berpakaian.
Ketika Mu Xianzhai masuk, gadis itu memeluk tubuhnya sendiri. Dia tertegun untuk waktu yang cukup lama. Membuat Li Chang Su segera berwajah gelap.
"Mu Xianzhai! Ini bukan gaun yang sama seperti saat aku menari tadi. Ini bahkan lebih terbuka!" Dia menggertakkan giginya dan ingin sekali memukul wajah pria itu. Tapi ... Siapa itu Mu Xianzhai? Bisakah dia memukulnya dengan santai?
Melihat bahwa pria itu cukup linglung, Li Chang Su justru semakin canggung. Sempat ada keheningan selama beberapa saat sebelum akhirnya Mu Xianzhai mendekati dia perlahan.
"Jangan memakai pakaian seperti ini lagi di masa depan," kata pria itu setelah menghela napas dan menenangkan pikirannya.
"..." Bukankah kamu yang memintaku memakainya? Pikir gadis itu.
"Jangan memakai pakaiannya seperti ini di depan orang banyak. Ingat, hanya di depan Raja saja," imbuh pria itu justru mematahkan harapan Li Chang Su.
"...??!" Ini bahkan lebih mengerikan. Li Chang Su tiba-tiba saja merinding saat melihat senyumnya.
Setelah itu, Mu Xianzhai memeluknya tanpa melakukan apapun. "Su'er ... Aku tidak tahu bahwa kamu memiliki banyak kemampuan. Kadang aku khawatir jika kamu akan pergi suatu hari nanti, meninggalkanku," gumamnya.
"Kenapa aku harus meninggalkanmu?" tanya gadis itu merasa aneh.
"Karena Su'er bisa segalanya dan tidak membutuhkanku lagi," jawabnya.
"..." Apakah aku begitu jahat? Pikir gadis itu.
"Tapi malam ini Su'er tidak bisa lepas dari hukuman. Raja ini sudah menentukan hukuman apa yang harus Su'er jalani. Jangan Khawatir, ini tidak akan menyakitkan ... tapi justru sebaliknya." Pria itu terkekeh dan membopongnya kebatas ranjang.
"Kamu ... Kamu ... Mu Xianzhai, apakah pikiranmu selalu dipenuhi oleh hal-hal yang hooligan?!" Gadis itu mulai protes dan mencoba untuk melarikan diri darinya.
"Bagaimana jika itu benar?" Mu Xianzhai menekan gadis itu dan melepaskan topeng peraknya.
__ADS_1