Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Lapisan Array Ketiga


__ADS_3

SEGERA, jauh di belakang, gerombolan rubah hitam ekor tiga berlari dengan semangat, ingin mencabik mereka. Li Chang Su tak bisa menunda dan menyentuh permukaan array pelindung lapisan ketiga tanpa kesulitan. Setelah gelombang cahaya ungu muncul, mereka menerobosnya.


Tak lama setelah itu, gerombolan rubah hitam ekor tiga terus berlari melewati mereka seolah-olah tidak melihatnya. Tapi dalam sudut pandang rubah hitam ekor tiga, jalan di depan hanyalah hutan dingin biasa.


Hanya bernapas lega, Li Chang Su disambut oleh angin yang sangat dingin. Sesuatu yang dingin jatuh mengenai pipinya. Saat disentuh, ternyata kepingan salju. Dia menengadah, melihat kepingan putih turun dari langit disertai dengan angin yang cukup kencang.


"Ah, ini salju!" Lict terkejut saat menyadari jika kakinya tenggelam di antara tumpukan salju.


Mu Hongzhi mengerutkan kening. Perubahan ini sungguh luar biasa. Namun karena sudah diberi tahu sebelumnya, dia tidak terlalu terkejut seperti Lict.


Mu Xianzhai membenarkan jubah hangat istrinya dan secara alami memandang sekitar. Li Chang Su mengeluarkan beberapa jubah lagi untuk mereka. Terutama Lict yang sedikit kedinginan.


"Meski aku hidup di tentara dan melewati dinginnya salju saat menjalankan misi, tempat ini lebih dingin." Lict ingin tersedak sesuatu, merasa tidak berdaya dan agak malu.


Dia sendiri seorang prajurit, tapi kalah oleh musim dingin yang satu ini.


"Cuaca di sini di atas rata-rata musim dingin. Belum lagi suhu pegunungan di musim semi juga dingin. Sekarang turun salju tanpa henti, tak mengherankan jika suhunya akan lebih rendah," jelas Li Chang Su, hidungnya memerah dan dia membenarkan tudung jubah berbulunya.


Mereka melihat banyak bebatuan yang menonjol, sebagian tertutup salju. Bahkan ada bongkahan es besar di celah-celah bebatuan—yang mengejutkan mereka.


Uniknya, di sini tidak ada pepohonan seperti di dalam dua lapisan array sebelumnya, justru kosong. Hanya ada beberapa pohon mati bersalju. Sangat disayangkan.


Sepertinya pegunungan dewa ini sangat aneh dan tingginya melebihi rata-rata gunung sekalipun.


Hanya saja, mereka tidak lega saat ini.


Setelah memasuki array pelindung lapisan ketiga, jalan menuju puncak masih jauh. Mereka harus mendaki lagi selama beberapa waktu, tidak mungkin sampai di tempat Bell dan Orange begitu saja.

__ADS_1


"Yin Long, apakah di atas benar-benar ada orang yang hidup?" tanya Li Chang Su seraya menyentuh gelang naga perak.


Jiwa naga perak yang berada di ruang artefak pun membuka matanya dengan malas. Dia kini bertubuh sedang, melingkar di dekat kolam air roh. Mendengar pertanyaan gadis itu, dia tidak ragu untuk menjawabnya.


"Ya. Dia di atas. Mungkin akan menyusul kalian. Tidak perlu terburu-buru. Lagi pula ..." Jiwa aga perak yang berada di ruang artefak pun sedikit mengangkat kepalanya. "Pertempuranku dengan Hei Long belum memiliki takdir," imbuhnya.


"Takdir? Apakah kalian bergantung pada ramalan?" tebak Lict.


Mereka bicara sambil berjalan, mencari tempat teduh untuk beristirahat. Di sini, hari sudah mulai siang. Sungguh tidak terasa, waktu berlalu begitu cepat.


Jiwa naga perak di ruang artefak pun mendengus. "Sungguh, manusia yang suka memberontak pada para dewa. Ramalan tidak selamanya dipercayai tapi kehendak Tuhan itu nyata. Hei Long bisa dibebaskan oleh penjaga pegunungan dewa. Tunggu saja waktunya tiba."


Pada saat kaisar pertama masih berjaya, naga perak tahu jika ramalan tentang dirinya dan Hei Long menjadi kenyataan. Keduanya terkurung oleh segel. Sekarang naga perak bebas dari rantai segel. Pada masanya tiba, Hei Long juga akan melakukannya.


Yang membedakan, Hei Long akan terbebas dari rantai segel setelah aura dari binatang hitam mutasi diserap olehnya. Lalu Hei Long bisa memecahkan rantai segel yang membelenggu tubuh aslinya.


Untungnya di dalam array pelindung lapisan ketiga ini tidak memiliki binatang buas apapun. Hanya hamparan salju dan bebatuan di mana-mana, seperti pegunungan mati tanpa penghuni.


Dengan tempat sakral seperti ini, memang cocok dijadikan tempat pengurungan naga hitam.  Li Chang Su tidak sabar untuk bertemu Wen Lao yang selalu memberinya kabar tentang hal-hal penting mengenai naga perak dan naga hitam. Tidak tahu bagaimana pihak lain menjalani kehidupan di tempat bersalju sepanjang tahun ini?


"Sepupu, sepertinya ada gua," kata Mu Hongzhi seraya menunjuk ke arah tertentu.


Mereka melihat ke arah yang ditunjuknya. Sepertinya ada lubang yang cukup besar. Setelah didekati ternyata memang sebuah gua batu dengan tinggi kurang lebih tiga meter dan lebar mulut gua setidaknya empat meter. Cukup luas tapi tidak terlalu kecil.


Mereka segera berteduh. Mu Xianzhai membantu Li Chang Su melepaskan jubah, mengusap kepingan salju di wajah cantiknya. Dia tidak ingin istrinya kedinginan jadi segera meminta gadis itu untuk mengeluarkan potongan kayu bakar dari ruang artefak.


"Apakah kamu memasukkan kayu bakar ke ruang artefak?" tanya Lict merasa aneh saat Li Chang Su mengeluarkan beberapa potong kayu bakar kering.

__ADS_1


"Tentu saja. Ini menghemat waktu dan tenaga agar tidak terlalu repot di luar. Jika lapar, aku hanya mengambil makanan dari ruang artefak, tidak sulit," jawab Li Chang Su bangga. Dia sedikit lelah dan kedinginan tidak jelas. Sepertinya efek kehamilan pertama ini benar-benar aneh.


Lict ingin tersedak. Senang punya ruang ajaib!


Mu Xianzhai segera membuat api unggun, membiarkan mereka menghangatkan diri. Kelinci putih mutasi sudah melompat dari pelukan Lict dan duduk di dekat api unggun yang hangat sebelum akhirnya mengambil posisi rebahan.


Ini sudah siang hari, cuaca yang dingin membuat awan gelap di atas pegunungan dewa tidak pernah menyentuh cahaya matahari. Rasanya seperti hari akan gelap sepanjang waktu.


"Mari kita buat makanan untuk menghangatkan tubuh."


Li Chang Su mengeluarkan beberapa bungkus serbuk teh jahe lebih dulu dan mendidihkan air sebelum menyeduhnya. Lict terbiasa dengan minuman teh jahe ini tapi Mu Hongzhi dan Mu Xianzhai batu pertama kalinya mencoba minuman teh dengan rasa khas jahe yang agak pedas hangat.


Belum lagi aroma dan rasanya pas.


"Enak sekali. Tubuhku merasa lebih hangat," kata Mu Hongzhi langsung menghela napas.


Li Chang Su hanya bisa minum susu hangat. Dia tidak memiliki susu khusus ibu hamil karena di zaman modern, dia tidak pernah menyentuh yang satu ini sehingga tidak ikut dalam ruang. Mau tidak mau, dia hanya bisa minum susu cair yang aman untuk kondisinya.


Setelah menghangatkan tubuh, Li Chang Su mulai mengeluarkan beberapa wortel, jamur, jagung manis, potongan ayam yang telah dibersihkan, seledri serta bumbu dan bahan lainnya untuk membuat sup ayam.


Dia menatap Mu Xianzhai yang sudah membantunya. "Aku ingin makan sup ayam dan acar sayuran," katanya.


Mu Xianzhai tertawa ringan dan mengangguk. Tatapan matanya di balik topeng perak sangat memanjakan. "Nah, maka aku akan memasaknya untukmu. Istirahatlah dan makan sesuatu untuk mengganjal perutmu," katanya.


Li Chang Su juga tidak memaksakan diri. Dia benar-benar sedikit tidak sehat. Jadi dia mengeluarkan makanan ringan dari ruang artefaknya. Namun sebelum dia ingin membuka bungkusnya, Mu Xianzhai sudah merampasnya.


Pria itu mengerutkan kening, ekspresinya sedikit tidak senang. "Su'er, makanan ini tidak sehat untukmu. Makanlah buah. Perut kosong tidak diperbolehkan untuk makanan camilan seperti ini."

__ADS_1


"..." Li Chang Su memandang bungkus keripik jagung dengan bumbu balado, terlihat sangat enak.


__ADS_2