Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Di Penjara Bawah Tanah


__ADS_3

GUAN SHU yang telah mengeluarkan racun cair dari saku gaunnya pun terkejut ketika melihat pil hitam yang dikeluarkan Li Chang Su. Matanya menyipit. Aroma dari pil hitam itu memang menandakan racun, tapi tidak tahu jenis apa.


Meski dalam peraturan membandingkan ini tidak boleh menyebutkan nama racun, Guan Shu telah menebak beberapa. Sayangnya dia masih belum yakin.


Guan Shu memberikan botol giok kecil berusia racun cair miliknya pada Li Chang Su. Lalu keduanya harus menelan racun bersama-sama.


Li Chang Su tidak lupa jika saat ini dirinya sedang hamil. Dia meminta He Ze untuk melindungi janin di perutnya. Khawatir jika racun sembarangan milik Guan Shu akan menyakiti anak yang belum lahir.


Seandainya Guan Shu tahu itu, mungkin akan muntah darah di tempat.


Keduanya langsung menelan racun yang diberikan dan efeknya mulai terlihat.


Li Chang Su langsung merasa lemas dan wajahnya agak pucat. Dia mengidentifikasi racun yang diberikan Guan Shu padanya. Ini sejenis racun pelumpuh otot tapi dicampur dengan racun darah.


Racun darah ini merupakan sejenis racun yang mampu membuat aliran darah ke jantung menjadi beracun sehingga menyebabkan kelainan jantung. Pada akhirnya jika tidak ditangani dengan benar, kematian pasti menantinya.


Kondisi Guan Shu masih baik-baik saja saat ini. Bukan karena racun yang diberikan Li Chang Su tidak bekerja, tapi efeknya tidak langsung terlihat. Li Chang Su hanya ingin tahu apa yang akan dilakukan Guan Shu dan Permaisuri setelah ini.


"Putri Xian sepertinya tidak berniat untuk mengambil penawar? Lagi pula, racun yang kuberikan pada Putri Xian bukan hanya satu jenis, melainkan dua jenis. Aku harap Putri Xian tidak akan mengeluh pada raja Xian tentang ini," jelas Guan Shu, hanya merasa sesak napas sedikit.


Huh, benar saja. Seorang gadis yang belum tahu dunia racun lebih banyak  seperti Li Chang Su, tidak mungkin mampu meracuninya. Jadi dia dengan berani meminta Permaisuri untuk membawa sang putri ke suatu tempat.


"Putri Xian perlu merawat dirinya saat ini dan racun yang diberikan olehku tidak bisa sembarangan diberikan penawar. Karena Putri Xian tidak langsung mengeluarkan penawarnya, maka aku yang menang," kata Guan Shu, berdiri tegak di depan Li Chang Su.


Li Chang Su tidak panik. Dia tersenyum dan tubuhnya yang lemas membuatnya harus menahan diri agar tidak jatuh.


"Apakah Putri Xian bermaksud untuk mengurungku?" tanyanya datar.


Guan Shu tersenyum sedikit lebih dalam. "Sang Putri terlalu serius. Aku hanya ingin mempertemukanmu dengan pensiunan kaisar dan ibu suri di sana. Raja Xian juga tidak akan keberatan. Raja Xian pasti tidak akan membiarkanmu menderita. Dia pasti akan datang dan membuat kesepakatan denganku," jelasnya.

__ADS_1


Permaisuri tidak memiliki rencana lain saat ini dan setuju dengan apa yang dikatakan Guan Shu. Jika Li Chang Su ada di tangannya, maka Mu Xianzhai tidak akan terlalu impulsif. Jika itu sampai terjadi, dia bisa menggunakan nyawa Li Chang Su sebagai taruhan.


Adapun Li Chang Su yang hanya terkekeh saat ini, tidak menolak. Dia menundukkan kepala, tubuhnya sangat lemah saat ini dan pelayan membantunya untuk tetap stabil, membawanya ke tempat di mana penjara bawah tanah berada.


Ketika menundukkan kepala, cahaya dingin dan senyum misterius menghiasi wajah Li Chang Su. Namun segera kembali ke ekspresi normalnya.


"Nona Guan akan menyesali ini nanti. Jangan datang padaku untuk penawar dari racun yang ada di tubuhmu," katanya.


Guan Shu mencibir, "Jangan khawatir, aku sudah kebal terhadap segala jenis racun sejak kecil. Racun kecilmu tidak ada apa-apa nya."


"Kalau begitu ... menantimu," kata Li Chang Su.


Dia segera dibawa ke ruang bawah tanah di mana udara di sana terasa lembap dan sedikit kotor.


Li Chang Su mengerutkan kening. Penjaga membiarkannya masuk dengan sopan. Bagaimana pun juga, penjaga di istana ini mengenal Mu Xianzhai dan tidak berani macam-macam dengan Li Chang Su.


"Putri, jika membutuhkan sesuatu ... tolong beri tahu kami nanti," bisik penjaga.


Penjaga penjara itu mengangguk dan segera meninggalkan penjara bawah tanah.


Li Chang Su akhirnya bisa melihat dua orang yang dikurung bersama tak jauh dari ruang tahanannya saat ini.


Pensiunan kaisar ada di sini, kedua tangan dan kakinya di rantai. Adapun ibu suri yang berbaring lemas di sampingnya, Li Chang Su samar-samar bisa merasakan jika keduanya diracun.


"Kakek ...," panggilnya. "Kakek," panggilnya lagi.


Pria tua yang dirantai di ruang tahanan di seberangnya membuka matanya, wajahnya pucat dan pandangannya sedikit kabur saat ini. Sepertinya dia baru  saja mendengar suara gadis itu.


"Kakek, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Li Chang Su.

__ADS_1


"Su'er?" Pensiunan Kaisar mengerutkan kening, bergumam dan memastikan jika dia tidak salah dengar.


"Ini aku." Li Chang Su mengangguk.


Dibandingkan dengan ekspresi lemasnya tadi, kini dia tampak baik-baik saja. Racun pelumpuh otot dan racun darah di tubuhnya kini mulai berkumpul di dekat telapak tangan kirinya.


Pensiunan Kaisar akhirnya tersadar sepenuhnya. "Kamu, Gadis! Ini benar-benar kamu. Sudah lama tidak melihatmu. Apakah kamu baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja. Kami baru saja kembali kemarin setelah mendengar jika pangeran keempat akan melawan pangeran kedua hari ini," jawabnya.


"Ini sungguh kejahatan istana," gumam pria tua itu. "Bagaimana kamu bisa dikurung di sini? Apakah wanita jahat itu menangkapmu? Di mana Zhai'er?"


"Guan Shu dan aku sama-sama menelan racun untuk menentukan siapa yang paling mampu dalam mengolah racun. Tapi aku berpura-pura tidak bisa mengurus diriku sendiri saat ini untuk mendatangimu," jawab Li Chang Su jujur.


Dia segera mengeluarkan belati dari ruang artefak naga emasnya dan menyayat telapak tangan kiri di mana racun terkumpul di sana.


Pensiunan Kaisar tidak terkejut saat ini namun ketika melihat gelang naga perak kini berubah menjadi gelang naga emas, dia terkejut.


Li Chang Su menceritakan detail dari awal hingga akhir dan alasan kenapa tidak langsung kembali setelah berhasil mengalahkan Zi Long.


Meskipun Pensiunan Kaisar merasa sedih dan penuh penyesalan, kini langsung bersyukur jika cucu kesayangannya baik-baik saja.


"Mulai sekarang, dunia telah damai. Benteng perbatasan negara bisa dibangun lebih kokoh lagi dan pemeliharaan binatang mutasi bisa dikembangkan. Bagaimana pun juga, jumlah binatang mutasi dan beberapa yang telah telah menjadi binatang normal juga tidak banyak." Pensiunan Kaisar membuat rencana.


Jika dia mampu melewati kematian kali ini, dia akan pergi untuk membantu binatang mutasi berkembang lebih baik. Meski sebagian mereka mungkin hanya akan menjadi binatang semi mutasi, setidaknya memiliki umur panjang.


"Kakek, kamu diracun oleh Guan Shu dan harus segera dikeluarkan. Kondisi nenek juga tidak baik," ujar Li Chang Su langsung kembali ke topik.


Saat membicarakan ibu suri, Pensiunan Kaisar merasa marah. Dia marah pada permaisuri dan kini putranya yang menjadi kaisar mungkin juga tidak dalam keadaan yang baik.

__ADS_1


"Apakah Su'er memiliki penawarnya?" tanyanya penuh harap.


__ADS_2