
"SU'ER MUNGKIN lupa jika ilmu tenaga dalamku sudah dipulihkan. Aku memiliki kemampuan di atas rata-rata dari ahli seni bela diri lainnya." Mu Xianzhai menjelaskan dengan sabar.
Lalu Mu Hongzhi menambahkan, "Sepupu Ipar, Sepupu sangat kuat. Dulu, sebelum meridian masih baik-baik saja dan dantiannya melimpah oleh ilmu tenaga dalam, Sepupu sangat kuat. Bahkan kaisar saja kewalahan saat melawannya."
Dengan cerita antusias Mu Hongzhi, gadis itu akhirnya mengerti. Ketika masih remaja, Mu Xianzhai sebenarnya masih memiliki ilmu tenaga dalamnya. Dan itu langsung terblokir tanpa alasan yang pasti. Selama beberapa tahun, pria itu mengandalkan ilmu seni bela diri untuk bertahan di medan perang.
Padahal selama ini, ilmu tenaga dalam sangat penting. Apalagi jika digunakan dalam perang. Selain bisa mempertahankan tubuh, juga bisa menambahkan kekuatan saat mengangkat pedang. Sayangnya, Mu Xianzhai harus mengalami hal pahit seperti itu.
Ketika Mu Xianzhai mendengar sepupu bodohnya bicara tentang masa lalu, dia ingin menghentikan. Tapi melihat ekspresi istrinya yang tenang dan tertarik dengan topik ini, dia menelannya lagi. Lagi pula, dia tidak memiliki sejarah kelam terhadap wanita manapun. Tidak apa jika istrinya tahu tentang beberapa hal kecil di masa lalu.
“Apakah menurut Su’er, aku lemah waktu itu?” tanya Mu Xianzhai sedikit malu.
“Bagaimana mungkin lemah? Kamu menjadi raja perang hingga hari ini. Itu menunjukkan jika kamu punya kemampuanmu sendiri.” Li Chang Su justru mengerutkan kening. Pria ini tidak akan merasa merendahkan dirinya bukan?
“Ya, Su’er benar. Waktu itu aku tidak memiliki ilmu tenaga dalam lagi dan merasa bahwa dunia cukup pelit. Oleh karena itu, sifatku kadang jadi pemarah, berharap orang-orang di bawah latihanku tidak akan berkhianat. Setelah bertemu Su’er, aku sangat beruntung.” Pria itu terkekeh dan merangkulnya, memberi kecupan di dahi.
Mu Hongzhi menonton, benar-benar anjing tunggal. Dia ingin mencari istri juga di masa depan. Sehingga sepupunya yang penuh cinta ini tidak akan selalu pamer di depannya.
“Kalian mengejekku.” Dia akhirnya mendengus dan membenamkan pikirannya pada makanan.
Namun Li Chang Su dan Mu Xianzhai tidak peduli.
Setelah menyelesaikan makan siang, mereka harus melanjutkan perjalanan. Dan mungkin bermalam di dalam kereta. Benar saja, semua makanan yang dipesan tidak habis. Tapi dimakan semua oleh kelinci mutasi dan juga He Ze.
Pemilik kedai segera memberi mereka diskon untuk membayar rasa kelalaiannya terhadap wanita pelayan dari rumah harum tadi. Setelah membayar, mereka kembali ke kereta dan melanjutkan perjalanan. Gerbang kota dibuka dan membiarkan mereka. Penjaga gerbang masih berasal dari barak militer, kepercayaan kaisar.
“Setelah keluar dari gerbang kota, kita mungkin akan bertemu dengan binatang mutasi yang bersembunyi. Jangan lalai,” kata Mu Xianzhai pada penjaga gelap yang mengikuti dalam bayang-bayang.
__ADS_1
“Ya.” Mereka membalas dengan baik. Lalu mengikuti kereta diam-diam.
Setelah meninggalkan gerbang kota, memang hanya mengikuti jalur kebun dan hutan. Cukup gelap. Belum lagi, Li Chang Su tahu jika di zaman kuno seperti ini, berbagai lahan kosong masih tersedia. Gerbang kota akan dibuat untuk mencegah keluar-masuknya warga asing yang berhasil menyelinap dari benteng perbatasan.
Ada banyak tumpukan salju. Selama musim dingin ini, orang-orang kedinginan. Banyak yang kelaparan dan juga kekurangan persediaan kebutuhan anak-anak dan bayi. Semuanya begitu sulit untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Karena semuanya sama-sama tidak memiliki banyak dana dan kebutuhan yang mencukupi.
Mu Xianzhai saja harus mengeluarkan dana priabdi untuk kebutuhan para prajurit. Bahkan gaji mereka. Namun sejak dia bertemu Li Chang Su hari itu, semua kebutuhan makanan di barak militer terpenuhi. Dia hanya perlu membayar gaji saja.
Walaupun pria itu tidak kekurangan uang dan emas di rumah, namun pasukannya juga tidak sedikit. Sekarang dia memiliki istri yang sedang dibesarkan. Dia harus mencari banyak uang untuk memenuhi kebutuhan istrinya di masa depan.
Wanita mencintai uang, tapi Li Chang Su tidak terlalu mementingkannya. Bukan hanya itu, Li Chang Su memiliki banyak gaun bagus di ruang artefak, membuat Mu Xianzhai sedikit iri. Dia harus merencanakan untuk memesan banyak lain bagus untuk membuat gaun istrinya.
Dua kereta melaju di jalan bersalju. Sesekali, akan ada suara pedang yang menebas sesuatu serta intruksi para penjaga gelap untuk menyerang.
"Binatang mutasi telah masuk ke wilayah perbatasan gerbang kota. Ini menunjukkan jika sedangkan Sekte Hitam tidak kecil," kata Li Chang Su.
"Ya. Butuh waktu untuk menyelesaikan ini. Setelah Mu Peizhi sembuh, dia akan menangani urusan perbatasan kota."
Mu Xianzhai mendengus ketika memikirkan pria itu. "Bagian apa? Permaisuri Chun tidak mengizinkan putranya bertindak untuk apapun. Tapi memintanya tetap sehat demi takhta. Tapi permaisuri Chun tidak tahu jika putranya itu memiliki banyak catatan hitam bagi beberapa wanita muda."
"Jika dia menjad kaisar, bukankah itu memelihara banyak selir untuk kesenangannya?"
"Tentu saja. Dia lebih menyukai kecantikan. Tapi tidak mengizinkan mereka memiliki pemikiran tentang urusan pengadilan. Wanita yang terlalu pintar kadang diwaspadai pria," jelas pria itu sedikit menyipit matanya di balik topeng perak yang elegan.
Mu Xianzhai mulai berwaspada. Pria seperti putra mahkota sepertinya sedang menargetkan istrinya untuk mengisi istana belakang. Kecerdasan Li Chang Su bisa membuat Mu Lizheng selaku putra mahkota bisa lancar berada di takhta.
Ya, itu benar. Wanita tidak perlu terlalu menjadi pintar. Apalagi campur tangan dengan urusan pengadilan dan politik. Cukup menghibur dan melayani suaminya saja. Tapi, saat dia melihat Li Chang Su, ada sedikit perbedaan. Gadis itu kini mengerutkan kening, seakan-akan memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Dia mencubit hidungnya, senang rasanya sedikit menggertak gadis ini.
"Lalu bagaimana denganku?"
Benar saja, Li Chang Su menanyakan ini. Untungnya Mu Xianzhai telah tahu jawabannya sejak lama. Bagaimana dengan gadis ini. Bahkan waktu itu berteriak di aula istana, mengajari Kaisar Mu tentang tata cara hukum dan keamanan rakyat.
Belum lagi, kaisar meminta Li Chang Su menulis banyak ide untuk pemerintahan yang lebih baik. Dan itu ditukar dengan beberapa informasi.
"Aku suka." Dia menjawabnya sambil memeluk gadis itu, membiarkannya bersandar di dada bidangnya yang kokoh. "Su'er ku sangat cerdas hingga ayah kaisar memuji. Tidak perlu merasa takut. Nenek juga orang yang pintar, bercampur dengan pengadilan dan politik. Kakek tidak pernah mengeluh ataupun mengejeknya. Justru dengan keberadaan nenek, Negara Bingshui menjadi lebih baik dan lebih baik lagi."
"Kenapa kalian suka merendahkan wanita? Apa salah kami?"
Pria itu meremas pinggangnya, sangat ingin mencium bibir gadis ini. Masih berpikiran buruk tentang para pria yang merendahkan wanita? Bagaimana dengannya?
"Apakah Su'er menyangka jika aku juga jahat?"
"Tidak. Mungkin kamu terlalu mendominasi."
"Mendominasi itu bagus untuk membiarkan orang-orang tidak memiliki pemikiran bengkok terhadapku. Termasuk wanita yang selalu berpikir bisa memasuki Istana Raja Perang, itu hanya neraka bagi mereka.
Walaupun dia tidak pernah mengampuni siapapun yang menentang otoritasnya, dia tidak pernah meremehkan otak wanita. Apalagi istrinya yang cantik dan masih muda ini. Dengan pemikirannya yang tajam dan juga mantan tentara di zaman modern, Mu Xianzhai selalu merasa masih di bawahnya.
Kemampuan bertarung dan teknik menjebak musuh masih belum sebagus gadis ini. Karena itu, dia benar-benar berniat untuk membawanya ke barak militer untuk membantunya, berada di sampingnya sepanjang waktu sambil memeluk. Dia tidak akan menjadi suami yang kesepian seperti para jenderal yang bermain wanita di kala senggang.
Li Chang Su belum tahu pikiran pria itu. Hanya ingin mengatakan sesuatu. Tapi, dia mendengar Mu Xianzhai bertanya padanya dengan nada memohon.
"Jika nanti aku membawamu ke barak militer untuk selalu di sisiku, apakah Su'er merasa dirugikan?"
__ADS_1
...****************...
DI LUAR TOPIK: Chapter lain di-update nanti karena draftnya belum rampung. Tentu saja setelah daya baterai handphone penuh. Author charger handphone dulu sambil istirahat.