Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Pria Bertopeng Rubah


__ADS_3

TIDAKKAH tupai itu tahu bahwa kelinci mutasi sedang menggunakan giginya untuk menggigit batang pohon. Seperti tupai yang suka melubangi buah kelapa, kelinci mutasi itu juga menggigit batang pohon sedikit demi sedikit. Dan menimbulkan sedikit bunyi.


Bulu di tubuh He Ze meremang. Lalu berteriak kesal. Dia tidak tahu jika kelinci mutasi itu menggigit batang pohon dengan cepat. He Ze ingin melompat ke sisi lain dan melarikan diri, tapi terlambat. Kelinci mutasi itu sudah berhasil menggigit batang pohon hingga tumbang. Tupai putih itu berteriak nyaring.


Dan malam itu ... Tidak tahu seperti apa nasib He Ze.


Di sisi lain, Li Chang Su mengerutkan kening ketika mendengar suara teriakan He Ze. Ada perasaan aneh. Ia ingin pergi dan melihat apa yang terjadi, namun Mu Xianzhai menahannya.


"Su'er ... Aku masih memiliki beberapa gatal di ruam-ruam. Bisakah kamu mengoleskannya lagi?" Tanyanya.


Di mana Mu Xianzhai akan membiarkan dua binatang pengganggu itu mengalihkan perhatian Li Chang Su?


Sekarang Mu Xianzhai dipenuhi banyak ruam. Baru saja selesai makan. Ketika pria itu berkata, Li Chang Su pun menghela napas tak berdaya dan melupakan apa yang mungkin sedang terjadi di luar. Paling juga tupai putih itu mencuri kacang dan ketahuan.


Dia membantu mengoleskan salep lagi. Ketahanan obatnya apakah begitu sebentar?


Walaupun dia merasa jika Mu Xianzhai berbohong, tapi ruam-ruam di tubuhnya itu membuat dia tidak tega.


"Setelah menikah, aku akan pergi untuk melanjutkan perjalanan," katanya.


"Aku tahu."


"...."


Li Chang Su tidak tahu apa yang dipikirkan Mu Xianzhai selama ini. Pria itu selalu mengiyakan atau setuju tanpa tahu apa alasannya lebih dulu. Dan sejak siang tadi, sifat pria ini menjadi begitu berbeda. Setelah mengoleskan salep, Mu Xianzhai harus beristirahat. Selama ruamnya belum membaik, dia tidak bisa terkena angin.


Li Chang Su akhirnya memberi nasihat pada pelayan agar tidak membuka jendela sebelum besok matahari membuat bayangan. Sehingga ruam-ruam di tubuhnya akan mereda. Meski Mu Xianzhai enggan untuk membiarkannya pergi, tapi hari pernikahan mereka semakin dekat. Dia tidak bisa tampil di depan banyak orang dengan ruam merah seperti ini.


Lalu bagaimana dia nanti akan menghabiskan malam pernikahan dengan Su'er nya?


Di sisi lain, Li Chang Su sudah kembali ke halamannya. Tapi tidak melihat He Ze ataupun kelinci itu. Dia meminta Xuyao dan Xuxu untuk mencari keberadaan mereka berdua. Jangan sampai terkubur salju.


Dikarenakan kelinci mutasi itu bisa mengerti ucapan manusia, maka kemungkinan besar akan berselisih dengan He Ze dalam beberapa aspek. Dan dia yakin jika teriakan yang nyaring tadi, berasal dari He Ze.


Baru saja dia hendak melepaskan sepatu dan naik ke tempat tidur, aura di tubuhnya segera menemukan beberapa orang di atap. Orang-orang ini berusaha untuk menyelinap ke ruangannya. Yang kemungkinan besar pasti suruhan keluarga Jenderal Rong ataupun Rongyu.

__ADS_1


Dia mencibir lagi dan lagi. Ini merupakan kedua kalinya dia mendapatkan beberapa orang yang mengawasinya.


"Lagi-lagi ingin mengambil darahku ...," Gumamnya.


Dia tidak takut atau khawatir, tapi sedikit menyipitkan matanya. Para penjaga gelap yang datang kali ini lebih kuat dari sebelumnya. Belum lagi ada satu orang di antara mereka yang memiliki tenaga dalam yang tinggi. Tapi mungkin masih di bawahnya juga.


Dia tidak jadi untuk melepaskan sepatu dan justru menghilang dari kamar. Ketika jendela di buka dengan hati-hati sambil menghunuskan pedang, mereka bingung. Gadis itu sama sekali tidak ada di depan mereka. Tapi jelas tadi auranya ada di sini. Sekarang menghilang begitu saja.


"Bos, dia tidak ada," kata bawahannya.


"Dia pasti bersembunyi. Cari dengan hati-hati ...," Pria bertopeng rubah itu segera memerintahkan mereka untuk mencari ke sekitar, tempat tersembunyi dan bawah ranjang. Namun tidak menemukannya.


Mereka kebingungan dengan hal ini. Terutama pria bertopeng rubah itu, hanya memegang pedang dengan sedikit tidak pasti. Mungkin memikirkan sesuatu. Napas pria itu menjadi berat dan mengerikan, lalu berencana untuk membakar halaman ini.


Tapi jika dipikir-pikir lagi, ini masih kediaman janda permaisuri. Membuat keributan di sini akan dianggap sebagai kejahatan besar. Dan dirinya sebagai pembunuh bayaran pun tidak bisa dicurigai. Walau anak buahnya menyamar menjadi penjaga gelap, tapi pekerja mereka yang sesungguhnya adalah pembunuh bayaran.


Mereka telah mencari lebih detail dan sama sekali tidak menemukannya.


"Bos. Ini tidak ada sama sekali ...," Kata bawahannya memastikan dan semuanya benar.


“Oh, sungguh tidak terduga, gadis yang licik," pria bertopeng rubah itu terkekeh.


Li Chang Su telah memperhatikannya dari ruang artefak. Dan pria itu sangat asing baginya. Tidak pernah bertemu di manapun. Dengan begitu, dia dapat memastikan jika pria bertopeng yang menyelinap masuk untuk menyerangnya ini berasal dari pihak musuh.


Dia akhirnya muncul di kusen jendela. Dengan begitu, pria bertopeng itu sebenarnya masih mampu mengetahui di mana dia berada. Membuat Li Chang Su menemukan bakat yang baik. Sayangnya, pria lain adalah musuh.


"Ishh, datang untuk mengganggu istirahat nona ini, kalian sungguh berani,” kata Li Chang Su dengan senyum main-main.


Dia agak kedinginan. Bagaimana juga, salju turun beberapa saat yang lalu dan kini mungkin akan lebih lebat sepanjang malam. Pria bertopeng itu mungkin tersenyum di balik topeng rubah nya. Namun Li Chang Su sama sekali tidak tertarik dengan seperti apa wajahnya.


Ada keheningan di ruangan itu. Dan para penjaga gelap yang sebenarnya merupakan seorang pembunuh bayaran langsung tertegun ketika melihat target mereka sebenarnya dan di kusen jendela.


Pria bertopeng rubah itu tidak langsung bicara, namun memperhatikan Li Chang Su dengan sedikit pemikiran lain, “Apakah kamu mengenal Ye Tianli?” Tanyanya.


Ye Tianli?

__ADS_1


Gadis itu menaikkan sebelah alis dan mencoba menebak sesuatu? Mungkinkah pria ini memiliki hubungan dengan Ye Tianli? Tapi seberapa kenalnya dia dengan Ye Tianli, tidak mungkin memberikan identitas orang lain sembarangan.


Berdasarkan pengalamannya sebagai tentara khusus wanita, ia sudah melihat banyak orang yang memiliki tipuan. Mungkinkah pria bertopeng rubah ini ingin membujuknya untuk memberi tahu seperti apa Ye Tianli?


Huh, memikirkannya saja hanya akan menjadi angan-angan mereka.


“Kedatangan kalian ke sini pasti bukan untuk menanyakan aku kenal Ye Tianli atau tidak bukan?” Cibirnya.


“Nona Su memang benar. Tapi kebetulan aku tahu sedikit tentang kamu dekat dengannya.”


“Kenapa aku harus memberitahumu tentang ini?”


“Nona Su, jika kamu mengetahui sesuatu tentang Ye Tianli, tolong beri tahu aku. Dengan begitu, kita akan barter,” kata pria bertopeng rubah itu. Niatnya mulai berubah.


“Sayang sekali, aku tidak tertarik.”


Li Chang Su tidak akan mengatakan apapun tentang Ye Tianli. Apapun yang mereka tawarkan, pasti tidak akan berguna untuknya. Karena itu, dia tidak ragu untuk menjawab.


Pria bertopeng rubah itu sebenarnya terlihat memiliki aura bangsawan. Dan jika mengenal Ye Tianli, pastilah buka identitas biasa. Namun kenapa ada dalam anggota pembunuh bayaran? Mungkinkah itu bos aslinya?


Gadis itu memiliki banyak pemikiran, tapi bukan berarti harus bersikap bodoh.


“Nona Su, apakah kamu tidak tertarik dengan kisah hidupmu sendiri?” Tanya pria bertopeng rubah itu dengan nada membujuk.


“Oh, ada apa dengan kisah hidupku?” Gadis itu menaikkan sebelah alisnya dengan sentuhan kata main-main.


“Aku tahu kamu bukan dari Negara Bingshui, tapi dari tempat yang jauh dari negara ini. Tidak bisa menemukan orang tuamu? Aku tahu siapa mereka dan bisa memberi tahumu,” jelasnya.


Namun setelah hal ini diketahui oleh Li Chang Su, tiba-tiba saja ada perasaan ingin tertawa. Orang ini mengetahui siapa dirinya dan orang tuanya. Apakah dia ingin bermain kucing yang berperan untuk mengejar tikus?


Dia mencibir dan tanpa sadar ingin berkata jika semua itu jelas adalah kebohongan yang terbuka secara tidak sengaja. Dia memang bukan dari Negara Bingshui. Juga tidak pernah melihat orang tua kandungnya. Dan pria ini tiba-tiba datang bertukar informasi.


Sayangnya, informasi pria tampaknya dibuat-buat secara sengaja untuk mengelabuinya. Sungguh ironis. Tapi Li Chang Su mencoba menahan diri untuk tertawa.


“Kamu pasti memiliki informasi yang salah. Aku sama sekali bukan rakyat Negara Bingshui, ataupun di negara lain. Apa yang kamu ketahui? Tentang orangtua? Maaf, aku sudah yatim piatu sejak kecil," dia tersenyum penuh ejekan.

__ADS_1


Kini, pria jangkung dengan topeng rubah itu tertegun.


Apakah kini dia salah target?


__ADS_2