Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Para Binatang Mutasi Kegelapan Di Luar Benteng


__ADS_3

LI CHANG SU merasa tidak menduga jika wanita itu akan kembali lagi ke barak militer. Setelah tidak bertemu selama kurang dari sebulan, ternyata penampilan Rongyu semakin cantik. Hanya saja kecantikan ini mengandung aura ilmu yang kental.


Dia mengerutkan kening, membuat Mu Xianzhai mencibir. "Dia jelek. Kenapa Su'er harus cemburu?"


"Aku tidak cemburu. Hanya saja kenapa dia mau melakukan ritual mandi darah untuk mengembalikan kecantikannya?" Dia masih sedikit kebingungan meski dulu He Ze pernah bercerita tentang ritual mandi darah.


"Dia akan mati cepat atau lambat," kata pria itu lagi.


"Apakah kamu mampu melihatnya juga?" Gadis itu agak terkejut saat berpikir jika Mu Xianzhai sebenarnya mampu melihat penampilan asli Rongyu yang penuh luka bakar dan juga nanah menjijikkan.


"Jangan lupa, Raja ini pemilik gelang naga perak asli. Apa yang tidak bisa terlihat? Kecuali tembus pandang seperti mata dewa." Dia terkekeh.


Tanpa sengaja, Rongyu juga melihat ke arah di mana Li Chang Su dan Mu Xianzhai berbincang ringan. Ada kebencian di hatinya. Sejak kejadian tahun lalu, dia membenci tubuhnya yang cacat. Ia yakin di masa depan, gadis itu akan menderita di tangannya.


Awalnya Rongyu yang memakai baju zirah itu ingin menghampiri mereka dan menyapa. Tapi ayahnya segera menghentikan dia. Saat ini bukan waktunya untuk berselisih. Urusan negara lebih penting. Lagi pula putra mahkota memintanya untuk tetap menjaga diri dan tidak perlu memedulikan keberadaan Mu Xianzhai.


Tapi mungkin keluarga Rong tidak tahu jika putra mahkota masih memikirkan kecantikan Li Chang Su diam-diam. Walaupun hanya melihatnya satu kali saja saat itu, putra mahkota masih memikirkannya dengan baik. Mu Xianzhai mungkin akan muntah darah saat pria lain selain Ye Tianli dan Ye Shi—juga mendambakan istrinya.


Memikirkan masalah lain ...


Malam semakin larut. Lolongan serigala mutasi golongan cahaya saling bersahutan dengan golongan kegelapan. Mereka berkomunikasi dan saling memprovokasi. Bahkan para binatang mutasi lain juga tak kalah hebohnya.


Sehingga malam itu, suasana yang sunyi menjadi begitu riuh. Sebagian dari masyarakat mungkin mendengar suara lolongan dan teriakan para binatang mutasi. Mereka tahu jika malam ini, segala sesuatu akan berbeda dari hari-hari biasanya. Keadaan di ibu kota juga hening. Beberapa desa juga memilih untuk menutup diri dan mengunci pintu rumah serta jendela.


Di sepanjang luar perbatasan negara, para binatang mutasi kegelapan berbondong-bondong untuk menghancurkan benteng. Para jenderal memimpin pasukan untuk menuju garis depan. Terutama para pemanah sangat penting bagi mereka.


Li Chang Su awalnya ingin menunggangi kudanya sendiri, namun Mu Xianzhai mengkhawatirkan istrinya. Bukan karena dia terlalu overprotektif, tapi karena kuda yang ditungganginya itu telah mencapai usia dewasa. Tidak sesuai dengan tubuh Li Chang Su yang pendek.


Sehingga mau tidak mau, Li Chang Su hanya bisa meratapi sosoknya yang masih berusia lima belas tahun. Dia duduk di depan dan memegang tali kuda, lalu meniup peluit untuk memanggil sepuluh orang prajurit khususnya.


"Seharusnya aku melatih mereka selama beberapa hari dulu. Tanpa diduga akan menggunakannya malam ini," kata Li Chang Su serius.

__ADS_1


"Apakah Su'er yakin ingin menggunakan mereka? Walaupun para prajurit khusus memiliki ketahanan yang baik dalam segi bertarung, mereka akan lemah dengan pertarungan jarak jauh." Mu Xianzhai mengerutkan kening di balik topeng peraknya.


"Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja." Li Chang Su optimis dengan mereka, meski tidak sepenuhnya percaya. Dia segera memanggil He Ze dan juga Mao Mao untuk bergabung diam-diam.


Kesepuluh prajurit khusus yang telah melakukan pelatihan dengan metode Li Chang Su pun segera terjun ke luar benteng perbatasan, lalu menyerang para binatang mutasi kegelapan dengan menggunakan belati.


Sesekali mereka akan menghindari para pemanah dan menyerang lagi dari bayang-bayang. Heifang mungkin yang terlihat cukup galak. Dia maju sambil mengibaskan belatinya ke arah leher salah satu binatang mutasi kegelapan. Akhirnya binatang mutasi kegelapan yang masih berada di bawah tingkat raja pun mati dengan mudah.


Untungnya tidak banyak para binatang mutasi kegelapan di atas tingkat raja, sehingga para prajurit lebih mudah untuk menyelesaikannya.


Li Chang Su juga pergi. Dia langsung menghilang dari kudanya. Membuat Mu Xianzhai yang duduk di belakang segera berwajah gelap. Istrinya melarikan diri lagi!


"Sepupu!" Mu Hongzhi tiba dengan kuda putih mutasi yang ditungganginya. Ada Ye Shi dan Ye Tianli di kiri dan kanannya, sama-sama menunggangi kuda.


Mu Xianzhai yang baru saja memikirkan istrinya pun segera menoleh. "Kalian datang tepat waktu. Jaga sekitar tempat, aku akan keluar benteng perbatasan lebih dulu," katanya.


"Ah? Bukankah para prajurit dan jenderal saja sudah cukup? Kamu mau ke mana?" tanya Mu Hongzhi.


Melihat bahwa pria itu sudah pergi, Mu Hongzhi menghela napas. Sepupu ipar mungkin saja terjun langsung ke lapangan. Ia memandang Ye Shi yang selalu memakai topeng rubah.


"Nah, di mana para anak buahmu?" Ia mengerutkan kening. Pria bertopeng rubah itu tidak datang dengan tangan kosong kan?


"Aku tidak membawa anak buahku." Ye Shi menjawab dengan nada datar.


"Kenapa kamu tidak membawanya? Semakin banyak bantuan maka lebih baik," ujar Mu Hongzhi kesal.


"Jangan lupa, aku adalah bos pembunuh bayaran. Jika mereka muncul, bukan membantu, tapi membuat yang lain resah. Aku tidak ingin kehilangan anak buahku." Ye Shi mencibir.


"..." Aku lupa jika kamu seorang pembunuh, pikir Mu Hongzhi.


"Nah, di mana laki-laki itu?" Kali ini Ye Shi bertanya-tanya tentang laki-laki seusia Li Chang Su yang sebelumnya ikut ke barak militer.

__ADS_1


"Oh ... Jika kamu tidak bertanya, mungkin aku lupa. Aku tidak tahu di mana dia, tapi yang jelas bersama Xue Zi."


Mereka tidak tahu di mana Lict saat ini. Jadi hanya bisa memperhatikan sekitar. Ye Shi mungkin tidak membawa anak buahnya untuk ikut bertarung dengan para binatang mutasi, tapi ia memanggil seekor binatang mutasi yang cukup untuk membantu malam ini.


Tak berapa lama, seekor kelinci putih besar berlari ke arah mereka. Ada Lict yang menungganginya dengan umpatan tanpa ampun. Ketikan menoleh dan memperhatikan laki-laki berambut pendek itu menuju ke arah mereka. Ketika seekor kelinci putih besar itu berhenti tak jauh dari mereka, Lict sudah jatuh tersungkur akibat goncangan.


Laki-laki itu memakan salju dan segera bangkit dengan mengeluhkan sakit. Xue Zi berkedip ringan dan meminta maaf.


"Kamu terlalu ringan bagiku. Lain kali, makanlah lebih banyak daging agar aku merasa memiliki beban di punggung," kata Xue Zi seraya menunjukkan dua gigi besar di rahang atasnya.


"Kamu hanya kelinci kecil, bagaimana kamu mengira aku terlalu ringan? Tidak tahukah kamu bahwa aku membawa tas berisi wortel milikmu?!"


"..." Aku tidak ingat, pikir kelinci putih mutasi.


"Kalian berdua terlambat," kata kuda putih mutasi yang menjadi hewan tunggangan Mu Hongzhi.


"Paling juga kamu baru datang," timpal Xue Zi ingin mencibir. Sayangnya dia tidak bisa mencibir.


"..." Bagaimana kamu tahu? Batin kuda putih mutasi sedikit malu.


"Lalu di mana si cantik? Kenapa aku tidak melihatnya?" Xue Zi mencari Li Chang Su di sekitar, tapi tidak menemukannya.


"Dia sudah pergi ke luar benteng perbatasan." Kuda putih mutasi itu mendengus saat merasa jika hidungnya gatal.


"Oh, tunggu aku! Aku juga ikut!" Tiba-tiba saja Xue Zi berlari menuju luar benteng perbatasan.


Lict yang memegang tas berisi puluhan wortel pun langsung terkejut dan berusaha mengejarnya. "Sialan! Kelinci bodoh, tunggu aku! Kamu meninggalkanku!" teriaknya.


"..." Mu Hongzhi dan dua saudara Ye itu hanya bisa memperhatikannya dengan tiga garis hitam di kepala.


Lalu Ye Tianli menghela napas panjang. "Sepertinya otak laki-laki itu menular darimu," katanya seraya menatap Mu Hongzhi.

__ADS_1


"..." Apa salahku? Pikir Mu Hongzhi yang tidak tahu apapun.


__ADS_2