
LI CHANG SU merasa jika otaknya hampir mati rasa. Dia menatap Mu Xianzhai dengan ekspresi masam. Apakah dia harus tertawa atau menangis saat melihatnya. Sungguh, dia terkejut. Pantas saja jika itu dipanggang hampir dua jam lamanya. Lihatlah seberapa besar ayam itu di sini.
Ayam panggang di atas nampan itu mungkin tiga kali lebih besar dari ayam biasa. Dan Mu Xianzhai mengaku jika itu merupakan ayam hutan yang ditemukan di pegunungan. Ukurannya memang besar, tapi bukan binatang mutasi, sehingga aman dikonsumsi.
Jelas, pria itu telah meminta penjaga gelapnya untuk memburu ayam ini dengan susah payah. Lalu meminta para juru masak mengurusnya. Saat para masak tahu raja mereka membawa ayam hutan untuk dipanggang demi sang istri, mereka mungkin ingin kenaikan bayaran perbulan.
Ini kali pertama bagi mereka untuk mengurus ayam sebesar itu. Apalagi tidak boleh dipotong dua, hanya belah dada saja, hilangkan kaki dan kepala. Lalu taburi bumbu dan bakar.
"Mu Xianzhai, bagaimana kamu memiliki ide untuk memanggang ayam sebesar ini? Aku memang ingin ayam panggang, tapi bukan berarti yang besar. Cukup seekor saja yang berdaging dan muda." Li Chang Su tidak berdaya dan ingin mengusap dahinya. Lalu berdo'a kepada dewa, apa yang salah dengan suaminya sekarang.
Mu Xianzhai tampaknya tidak setuju. "Su'er, bagaimana bisa seperti itu? Jelas kita kelelahan dan butuh tenaga untuk memulihkan tubuh. Daging ini akan menambah stamina lain. Dan dagingnya dijamin tidak keras selama aku yang memanggangnya."
"....." Li Chang Su kehilangan kata-kata untuk membalasnya.
Melihat ayam panggang besar di nampan, aromanya memang enak. Ada beberapa bagian kulit ayam yang hitam karena gosong. Tapi tidak parah, hanya sedikit saja. Mungkin ini juga tanda ayam benar-benar matang.
Walaupun Li Chang Su meragukan kematangan ayam hutan ini, dia masih ingin mencobanya.
"Tapi, bagaimana ada ayam hutan sebesar ini? Mu Xianzhai, ini bukan anak elang gunung kan?" Dia memastikan.
"Su'er tidak perlu khawatir. Ini benar-benar ayam. Karena saat ditangkap, makhluk berkaki dua ini berkokok nyaring. Lalu pada akhirnya aku segera membunuhnya." Mu Xianzhai menjelaskan dengan polos.
"....."
Jadi, ayam betina? Membunuhnya? Sepertinya akan lebih baik juga pria itu menyebut ini dengan menyembelih. Dia khawatir Mu Xianzhai menggunakan pedang lagi untuk menebas kepala ayam. Sama saat keduanya mengambil rebung waktu itu.
Ayam hutan sebesar ini memang jarang. Di zaman modern sendiri, sepertinya tidak ada lagi. Atau mungkin ayam purba? Ah, apapun itu, Li Chang Su tidak peduli. Yang jelas dia ingin mencobanya. Apakah ini enak atau tidak.
Belum lagi, Mu Xianzhai memanggang ayam sungguh di luar dugaannya. Dia pikir akan menolak, dan meminta orang lain memanggang. Siapa yang tahu itu benar-benar dilakukan. Ia tahu ini karena melihatnya dengan kemampuan mata dewa.
Gadis itu mengambil duduk di kursi lain. Mu Xianzhai meletakkan nampan berdaun itu di meja bundar yang cukup lebar. Lalu Li Chang mengeluarkan pisau potong khusus untuk memastikan apakah daging dan tulangnya matang atau tidak.
__ADS_1
Jika tidak, Mu Xianzhai harus memanggangnya lagi.
Pria itu tampaknya tidak khawatir sama sekali. Dia mengetahui kemampuannya sendiri dalam mengurus diri di alam bebas. Tidak berbeda jauh dengan Li Chang Su. Gadis itu memotong ayam dari paha. Lalu memotongnya menjadi dua.
Karena agak panas, masih menyisakan kepulan uap panas. Dan ternyata daging ini benar-benar matang. Li Chang Su suka bagian ayam panggang yang agak gosong mungkin karena kulitnya lebih gurih dan mengeluarkan aroma yang lebih tajam.
"Bagaimana? Apakah Su'er puas dengan hasilnya?" Pria itu terkekeh.
"Ya, ya .... Puas." Gadis itu memengang paha ayam panggang besar dan ingin memakannya dengan tenang.
"Su'er tidak serius," kata Mu Xianzhai sedikit sedih, walaupun hanya pura-pura.
"...."
"Mengucapkan 'Ya' lebih dari satu kali, itu tidak serius. Su'er ...." Mu Xianzhai mengeluh. Sebenarnya tidak peduli, tapi ingin menggodanya sedikit.
"Baiklah. Aku tahu itu. Tapi ini enak. Bagaimana aku harus mengungkapkannya lagi?" Dia kesal, hendak menggigit paha ayam panggang. Tapi Mu Xianzhai menahannya. Li Chang Su mengerutkan kening. "Apa lagi?"
"....."
Apakah pria itu meminta hadiah lagi? Li Chang Su curiga jika Mu Xianzhai terbentur batu di kepalanya. Jika tidak, bagaimana mungkin memiliki nada lembut dan baik ini. Di mana sikap dingin dan pemaksanya berada?
Mu Xianzhai tidak menunggu Li Chang Su untuk mengatakan sesuatu, dia langsung merendahkan kepalanya dan mencium bibir gadis itu.
Awalnya Li Chang Su menikmati ciumannya, beradu lidah dan sebagainya. Dia memejamkan mata untuk menikmati sensasinya. Tapi lama-kelamaan, dia membuka matanya dan memiliki ekspresi yang sedikit aneh.
Di saat Mu Xianzhai meraih belakang kepalanya untuk memperdalam ciuman, Li Chang Su menampar wajah pria itu dengan paha ayam panggang yang dipegangnya.
"...." Mu Xianzhai terkejut. Tautan bibir keduanya berakhir dan dia mengelus pipi kirinya yang dipukul paha ayam panggang itu.
"Su'er ...." Apakah gadis itu kesal lagi?
__ADS_1
Li Chang Su mencibir dan akhirnya menggigit daging ayam yang empuk. Ciuman itu memang memiliki sensasi yang beda. Tapi makan ayam panggang lebih mengenyangkan perut daripada mengenyangkan hati.
"Kamu sangat pintar merayu sekarang? Dari mana belajar?" tanyanya.
"...." Mu Xianzhai tidak mungkin berkata jika itu didapatkan dari buku yang diberikan He Ze padanya bukan?
Dia terbatuk kecil dan terkekeh. Sangat pandai menyembunyikan ekspresi. Dia hanya mencubit daging ayam panggang dan mencelupkannya ke sambal khusus. Rasanya sangat enak. Dagingnya tidak keras.
"Belajarlah sendiri. Ada istri cantik. Tentu saja tidak akan sungkan."
"...." Li Chang Su ingin memuntahkan darah mudanya. Lagi-lagi prianitu menggoda tanpa disengaja.
"Cobalah sambal khusus ini. Walaupun ini tidak seenak segala sesuatu di zaman modern, tapi sambal ini telah ada sejak zaman dulu di negara ini." Mu Xianzhai mengalihkan topik dan menunjuk sambal merah kehijauan di mangkuk.
Li Chang Su melihatnya juga. Tidak berbeda jauh dengan sambal merah biasa. Namun, ia mencium aroma, ada banyak rempah dimasukkan. Sepertinya berbeda. Dia pun segera mencicipinya dan sedikit rasa pedas menggoyang lidah.
Tidak terlalu pedas, tapi enak. Ini memang berbeda. Mu Xianzhai berkata jika sambal khusus ini dibuat dengan cabai rawit, sedikit garam, beberapa rempah serta daun herbal yang berfungsi untuk menghangatkan tubuh. Dia juga membuatnya sendiri.
"Ini enak! Jadi, apakah kamu bisa memasak?" tanya Li Chang Su sambil memegang mangkuk sambal itu dan mencubit daging ayam panggang sedikit demi sedikit.
"Hanya makanan lokal sederhana. Lagi pula, para pangeran seperti kami tidak mungkin memasuki dapur. Aku mempelajarinya di barak militer dan di alam liar." Pria itu juga ingin mencampuri daging dengan sambal. Namun Li Chang Su tidak memberikannya. Mu Xianzhai hanya bisa menyerah saat istrinya ingin menguasai sambal itu sendiri.
"Tapi sungguh, ini enak. Aku jarang memuji orang. Berbahagialah."
"....." Istriku, kamu terlalu polos. Suami ini tidak akan mengizinkanmu memuji pria lain, apalagi dipuji banyak orang. Pikirnya dengan hati-hati.
Hari ini sudah sore. Akan terlambat untuk makan malam. Atau mungkin sudah kenyang sebelum waktunya. Jadi Mu Xianzhai tidak akan membiarkan juru masak unthk menyiapkan menu makan malam.
Li Chang Su juga tidak memerlukan ini. Dia akan makan apa saja jika lapar. Ada banyak makanan di ruang artefak. Dia tidak kekurangan apapun.
"Nah, di mana Xue Zi dan Mu Hongzhi? Kamu tidak membiarkan mereka menderita kan?" Li Chang Su baru saja teringat dengan pria itu. Serta kelinci mutasi yang ditendang My Xianzhai dengan ilmu tenaga dalamnya.
__ADS_1
Mu Xianzhai merasa masam. "Apakah Su'er sangat memperhatikan keduanya?