
TENTU SAJA Li Chang Su sedang berada di suatu tempat yang cukup jauh dari keberadaan mereka. Semenjak mengetahui jika Mu Lanfen dan Mu Chuxin terjebak, dia memanggil kedua pelayannya untuk pergi ke arah mereka. Lakukan penyelamatan. Sedangkan dirinya melanjutkan penyisiran.
He Ze membawa dia ke suatu tempat yang cukup terpencil. Ada banyak jejak kaki binatang mutasi di salju, masih baru. Dia bersembunyi di suatu tempat dan ingin tahu apa yang terjadi. Tapi yang dia lihat hanya beberapa tikus mutasi, keluar dari bawah batu besar yang berlubang. Tampaknya, mereka menggali.
Sangat tidak mungkin baginya untuk pergi melalui lubang tikus mutasi.
"Tidak bisakah kita menggali tempat lain?"
"Membutuhkan waktu. Apa kamu mau menggali sedalam lima meter?"
"Apa sedalam itu?" Li Chang Su merasa tidak terduga.
"Ya ...," Jawab He Ze dengan enteng.r dan
"....."
Li Chang Su hanya bisa menyerah untuk ini. Tampaknya harus mencari alternatif lain untuk membuat lubang. Sampai pada akhirnya, kelinci mutasi kembali dan menghampiri Li Chang Su secara tidak langsung.
He Ze berkata jika kelinci itu ingin Li Chang Su mengikutinya.
Setelah mengikuti kelinci mutasi itu, Li Chang Su berada di sebuah wilayah terpencil yang jarang digunakan oleh pejalan kaki. Tampaknya jarang dilewati. Namun di sini tidak ada seekor binatang mutasi yang lewat. Mungkin karena aura dari kelinci mutasi.
"Kenapa membawaku ke sini?" Tanyanya.
"Lihat di sana," He Ze turun dari puncak Li Chang Su dan berlari ke suatu tempat. Ada lubang galian di dekat pohon besar. Sekitarnya ditutupi salju.
Li Chang Su segera menyusulnya dan mengukur jika lubang ini memiliki diameter yang cukup untuk dimasuki dua orang secara langsung.
Tapi bagaimana bisa ada lubang di sini? Tampaknya, juga baru saja digali. Gadis itu menatap kelinci mutasi. Dan melihat jika bulu putihnya itu kotor. Dia mengangkatnya dan memperhatikan jika tubuh bawahnya memang kotor.
__ADS_1
Sekarang dia tahu jika kelinci mutasi ini menggali lubang. He Ze memberi tahu jika binatang mutasi memiliki kemampuan yang baik. Kelinci memiliki kuku yang cukup tajam. Sehingga tidak heran bisa menggali.
Hanya saja menggali lubang sedalam lima meter ini tidak akan secepat itu. Tapi kelinci mutasi ini sungguh mampu untuk melakukannya dalam waktu singkat. Melihat manusia itu memperhatikan, kelinci mutasi tampak bangga. Bukankah itu hanya menggali lubang? Tidak masalah baginya.
"Sepertinya di masa depan, urusan menggali lubang akan diserahkan padamu," kata Li Chang Su setelah berpikir lebih jauh.
"....." Kelinci mutasi merasa otaknya kosong untuk waktu yang lama. Apakah dia menggali lubang api untuk dirinya sendiri?
Lubang galian telah terhubung ke terowongan. Li Chang Su melihat dulu kedalamannya sebelum mengeluarkan tali dari ruang artefak. Dia mengikatkannya pada batang pohon. Setelah itu turun ke bawah dengan lancar.
Saat menginjak terowongan, dia mengeluarkan senter. Tempat ini cukup gelap. Lebih tepatnya, tidak ada satupun penerangan lain.
"Tampaknya ini telah lama ada," kata Li Chang Su setelah memperhatikan struktur dinding terowongan. Ia menyoroti sekitarnya. Tempat ini cukup bersih tapi dipenuhi oleh jejak kaki binatang. Belum lagi, tanahnya cukup lembab.
He Ze menghela napas, "Jika aku perkirakan, mungkin sudah puluhan tahun."
"Selama itu? Dan belum ada yang mengetahuinya? Bukankah ada sumur yang memungkinkan orang lain akan mengetahui to terowongan ini?"
"Kalau begitu mari kita periksa."
Li Chang Su berhati-hati untuk menyoroti sekitar. Untungnya tidak ada orang di dalam tempat ini. Setidaknya, dia belum mengetahuinya keberadaan tanda-tanda manusia hidup. Dengan kemampuan mata dewa, dia bisa melihat dalam gelap. Mudah juga untuk mengetahui keberadaan orang lain jika tanpa sengaja menemukannya.
Setelah berjalan kurang lebih seratus meter, Li Chang Su sayup-sayup mendengar suara keramaian. Dia mematikan senter dan berjalan hati-hati, mendekati suara-suara itu. Suaranya seperti sedang menambang. Belum lagi ada pencahayaan dari lentera yang tergantung di dinding terowongan.
Li Chang Su mencari posisi yang cocok untuk memperhatikan. Di depan sana, ada banyak orang berbadan kurus kering, pakaian compang-camping dan juga kotor. Ada pria dan wanita, sama-sama kekurangan gizi. Seperti orang yang jarang makan dengan baik.
"Apa itu?" Bisiknya.
"Sepertinya para penambang bijih," He Ze memperhatikan dengan seksama. Ia bisa mencium aroma bijih yang kuat dari bebatuan yang mereka hancurkan.
__ADS_1
Ternyata, selain menjadi terowongan binatang mutasi, tempat ini juga dijadikan kegiatan penambangan bijih. Masalahnya, dari mereka keluar masuk?
Keduanya memperhatikan dengan baik. Dari para pekerja yang kurus itu, ada juga pria-pria berpakaian prajurit. Serta seorang pria paruh baya berpakaian bangsawan. Wajah mereka terlihat tidak baik, sombong dan juga kejam. Jika ada pekerja yang malas dan lambat, mereka memukulnya atau mencambuk.
Melihat pemandangan ini, Li Chang Su tidak tahan. Bagaimana keadaannya? Ini kerja paksa tanpa bayaran. Dia yakin itu. Mungkin saja, orang-orang kurus yang menambang bijih masih korban penculikan. Apalagi mereka memakai rantai pada kaki.
Setiap kali mereka melangkah, rantai itu akan bergesekan dan berbunyi. Tak ada yang bisa melarikan diri. Seorang pria paruh baya yang memakai pakaian bangsawan pun memegang cambuk, memperhatikan dengan seksama. Dia mencambuk seorang pria kurus yang baru saja jatuh.
"Apa yang kamu lakukan? Membuatku rugi?! Cepat bangun dan bekerja!"
Pria kurus dengan rambut kusut itu pun memohon dengan gemetar. Seluruh tubuhnya terlihat tidak baik dan kekurangan cairan. Wajahnya juga pucat. Dia tidak lagi kuat untuk mengangkat beban.
"Tuan, Tuan ... Tolong kasihanilah. Aku belum makan sejak kemarin. Perutku kelaparan. Setidaknya, beri aku minum. Aku berjanji akan bekerja lebih keras lagi ...," Suara pria kurus itu sedikit serak. Tidak terbayangkan bagaimana penampilannya saat ini. Dia hanya bisa memohon belas kasihan.
Tapi pria paruh baya yang berpakaian bangsawan itu tidak memiliki sedikitpun rasa kasihan. Dia menendang pria kurus itu cukup keras, "Jangan berharap minta makan! Apa kamu pikir dunia ini aman? Binatang mutasi ada di mana-mana, musim dingin yang ekstrim, makanan juga berkurang. Kamu masih mau minta? Jangan mimpi! Cepat bekerja atau salah satu dari mereka akan kubunuh!"
Pria kurus itu jatuh ke samping dengan gemetar. Ada darah dari sudut mulutnya. Terlihat menyedihkan. Tentu saja tidak memungkinkan dia untuk membiarkan salah satu dari pekerja meninggal. Jadi dengan sekuat tenaga, dia bangkit dan meraih wadah, mulai bekerja.
Yang lainnya hanya diam-diam berduka dan ketakutan. Terutama wanita. Mereka menangis dan menahan diri untuk terus bekerja. Bahkan jika beberapa di antara mereka sedang hamil muda, tak ada yang bisa dilakukan.
Pria paruh baya berpakaian bangsawan itu mencambuk beberapa pekerjaan lagi. Dan empat pengawal yang bersamanya mulai berbicara kotor tentang wanita.
"Tuan, tampaknya kita harus menambah pekerja wanita lagi. Sekarang paa pekerja wanita di sini kurus dan tidak menarik ...," Salah satu pengawal bicara dengan nada menggoda.
"Mereka juga hamil. Ini tidak baik. Tuan ...," Pengawal yang lain juga sedikit kurang nyaman.
Tapi pria paruh baya berpakaian bangsawan itu mencibir, "Jadi bagaimana dengan itu? Mereka memiliki tubuh yang lembut dan menjanjikan. Tapi hanya bsia menjadi mainan. Kalian benar, biarkan para wanita yang hamil ini menyingkir janinnya dan rawat dengan baik. Lalu gantikan dengan para pekerja wanita yang segar. Kalian bisa bersenang-senang."
Lalu mereka tertawa senang. Tapi para pekerja wanita di sana menangis dan tidak kuat lagi. Selain dipekerjakan paksa, mereka juga disentuh para penjaga. Sungguh tubuh yang kotor.
__ADS_1
Sedangkan Li Chang Su yang bersembunyi di bayang-bayang, wajahnya gelap. Kedua tangannya terkepal. Ada cahaya berbahaya di matanya. Berani melecehkan wanita dan membunuh anak-anak dalam perut. Apakah mereka masih manusia?
He Ze yang ada di pundaknya merasa seluruh bulu di tubuhnya meremang, "Apakah kamu marah?" Tanyanya.