
LI CHANG SU akhirnya bangkit dan meminta pelayan untuk mengantarkannya ke halaman utama. Tak berapa lama, Mu Xianzhai tidak tahan lagi dan meneriaki pelayan untuk menyiapkan kereta kuda.
Bawa Li Chang Su ke istana permaisuri. Hanya tinggal menunggu besok lagi, pernikahan segera dilaksanakan. Li Chang Su tidak bisa menemui orang lain sebelum pernikahan.
Ini adalah alasan yang tidak bisa dibantah. Dan Li Chang Su seketika berekspresi buruk. Mu Xianzhai ini sebenarnya sengaja untuk tidak membiarkan dia bertemu dengan Ye Tianli bukan? Apakah begitu kesal terhadap pria itu?
“Mu Xianzhai, apa maksudmu dengan ini?” Tanyanya.
“Sama seperti alasan sebelumnya, kita akan menikah. Tidak baik untuk wanita bertemu dengan pria lain saat hari pernikahan sudah dekat.”
“Aku bukan anak kecil yang akan tertipu dengan alasanmu. Apakah kamu begitu cemburu?” Cibirnya.
“Bagaimana jika itu benar? Su’er sekarang tahu bahwa aku cemburu, itu normal sebagai pria yang menyukai wanitanya.”
Li Chang Su tidak tahu harus berkata apa saat Mu Xianzhai benar-benar mengakuinya dengan mudah. Dan itu membuatnya sedikit bingung. Apakah harus begitu berlebihan? Tapi Mu Xianzhai sama sekali tidak bercanda. Dia segera membiarkannya pergi ke istana janda permaisuri.
Awalnya pria itu ingin mengirimnya secara pribadi. Tapi karena kedatangan Ye Tianli yang tidak diduga, dia terpaksa melakukan ini. Jangan berpikir dia egois. Dia sangat tahu seperti apa Ye Tianli. Walau memiliki banyak selir di halaman belakang, tapi posisi istri resmi masih kosong. Dan sebenarnya masih berani untuk merindukan takdir gelang naga peraknya.
Saat Li Chang Su meninggalkan Istana Raja Perang, dua penjaga gelap mengikutinya dari bayang. Tentu saja dia tahu. Xuxu dan Xuyao juga tergesa-gesa ketika Mu Xianzhai meminta keduanya untuk mengikuti Li Chang Su. Setelah mengurus beberapa hal, pria itu akan mengunjungi istana janda permaisuri.
“Nona, apa kamu baik-baik saja?” Tanya Xuxu sambil memeluk kelinci mutasi yang sebenarnya Li Chang Su keluarkan untuk bermain. Dan tidak tahu kenapa, kelinci mutasi itu menjadi begitu dekat dengan Xuxu.
Li Chang Su mendengus, “Aku baik-baik saja,” jawabnya dengan enggan.
Xuyao ingin mengeluh dan mengatakan jika Mu Xianzhai melakukan ini untuk kebaikannya. Dan tidak bermaksud untuk curiga atau tidak mengizinkannya menemui Ye Tianli. Lagi pula, Ye Tianli adalah pemuda dengan bisnis besar. Sebenarnya tidak kalah dari Mu Xianzhai.
Li Chang Su tidak tahu jika pria itu ternyata juga memiliki bisnis lain selain menjadi seorang jenderal. Yaitu memiliki pertambangan batu giok. Belum lagi memiliki gelar Raja Perang yang ditakuti oleh musuh. Menurut informasi yang dia dapatkan, Mu Xianzhai menghabiskan banyak waktunya di barak militer. Dan sama sekali tidak diketahui memiliki bisnis yang satu ini.
Siapa yang tahu apa yang dilakukannya di saat santai? Dan mungkin saja hal ini juga ada hubungannya dengan Mu Hongzhi.
“Seberapa baik bisnis batu giok nya? Apakah masih di di kawasan perbatasan?”
Xuyao menggelengkan kepala, “Pelayan ini tidak tahu. Tapi Raja Xian memiliki bisnis. Dan kemungkinan Tuan Ye yang tahu banyak tentang ini.”
__ADS_1
“Mungkinkah uang yang dia miliki semuanya dari bisnis ini?” Gadis itu bergumam. Ini memungkinkan. Karena uang hasil berperang tidak akan sebanyak ini.
Dan jangan lupa, Mu Xianzhai memiliki harta warisan turun temurun dari pewaris gelang naga perak sebelumnya, yaitu pensiunan kaisar. Sebenarnya, keluarga kekaisaran tumbuh pesat dan berada di beberapa kota. Walau bukan lagi berstatus pangeran atau putri, mereka masih memiliki gelar bangsawan kekaisaran. Dan statusnya berada satu tingkat di bawah bupati.
Kereta kuda akhirnya sampai di halaman istana janda permaisuri. Bahkan Mu Hongzhi juga ada di sini. Pria itu baru saja selesai menghukum para penjaga gelap yang datang sendiri ke pintu, meminta hukuman. Mereka terlihat sangat menyedihkan dan berencana untuk meminta keluh kesah kepada Li Chang Su.
Saat gadis itu datang dan turun dari kereta, para penjaga gelap yang baru saja menyelesaikan hukuman pun segera melarikan diri. Membuat banyak alasan yang tak masuk akal, seperti harus segera kembali untuk menjaga Istana Raja Perang. Atau memberi alasan untuk meminta perintah pada Mu Xianzhai.
“....,” Mu Hongzhi menduga jika hukuman mereka pasti ada kaitannya dengan sepupu ipar.
Li Chang Su tidak mau menanyakan kenapa para penjaga gelap itu langsung melarikan diri saat melihatnya. Dai hanya memperhatikan jika kelinci mutasi segera melompat dari pelukan dan menerkam pakaian Mu Hongzhi.
Pria itu terkejut dan tanpa sadar ingin melepaskannya. Namun siapa tahu jika kelinci mutasi itu memiliki kuku yang tajam hingga menggores pakaian depannya.
“....,” Semua orang ingin tahu apa yang diinginkan makhluk berbulu putih ini.
Karena kesal, Mu Hongzhi menatap kelinci itu dan meraih telinganya. Pada akhirnya kelinci mutasi itu melepaskan pegangannya pada pakaian Mu Hongzhi dan memberi tatapan remeh. Humph! Apa maksudmu menangkapku? Manusia macam apa kamu? Pikirnya.
Kelinci mutasi itu ingin berbicara layaknya manusia, tapi khawatir identitasnya sebagai Raja Kelinci Mutasi akan terbongkar. Dan manusia suka sekali berburu kelinci. Sebenarnya kelinci mutasi mengikuti Li Chang Su karena merasa damai ketika di dekatnya.
...----------------...
NOTE: Mungkin kalian masih ingat saat Mu Hongzhi dilempar wortel di gua oleh kelinci mutasi. Ada di bagian bab yang berjudul “Mu Hongzhi Datang”.
...----------------...
“Kelinci mati! Jadi bagaimana jika kamu spritual? Itu masih seekor kelinci. Berani merusak pakaianku, lihatlah nanti akibatnya. Aku yakin jika sepupu ipar tidak akan keberatan,” katanya dengan penuh percaya diri.
Kelinci itu tampaknya kesal dan sama sekali tidak takut pada Mu Hongzhi. Dia dengan cekatan segera menendang wajah pria itu dengan kedua kakinya. Lalu saat Mu Hongzhi terkejut, makhluk itu juga memberinya cakaran di pipi kanan.
Lagi-lagi hal ini membuat Li Chang Su dan dua pelayannya tertegun. Li Chang Su sendiri tidak terlalu heran dengan kelakuan kelinci mutasi. Mereka masih memiliki kemampuan untuk mengerti bahasa manusia.
Kelinci mutasi itu melepaskan diri dan mendarat di pelukan Li Chang Su, mengebor ke dalam pelukannya. Sementara He Ze yang ada di ruang artefak pun berteriak curang dan pura-pura lemah. Kelinci mutasi itu masih raja binatang mutasi yang buruk. Dan berpura-pura manis di depan gadis itu.
__ADS_1
Tapi bagaimanapun juga, He Ze tidak bisa mengatakan apa-apa di depan Li Chang Su. Hanya hal konyol yang tidak masuk akal. Dia sendiri berpura-pura tidak tahu jika kelinci mutasi itu bisa bicara. Meski sebenarnya dia lebih kuat dari kelinci mutasi, mungkin saja kehadirannya akan membawa perubahan di masa depan.
Terutamanya tentang pandangan manusia terhadap binatang mutasi, terlihat sangat buruk.
Mu Hongzhi yang melihat bekas cakaran di pipi kanannya sedikit berdarah dan perih, wajahnya memerah karena marah. Binatang yang sudah mati itu! Lihat saja bagaimana dia akan menjadikannya sup kelinci di masa depan. Tak heran jika sepupunya tidak menyukai binatang ini. Kelakuannya sangat buruk.
"Apa kamu baik-baik saja?" Li Chang Su sama sekali tidak bersimpati dengan luka di pipi kanan Mu Hongzhi. Tapi dia penasaran dengan apa yang terjadi.
"Sepupu ipar, dari mana kamu mendapatkan binatang yang aneh seperti ini? Kenapa begitu nakal?"
Seberapa dia marah dalam hatinya, tidak berani untuk berteriak pada Li Chang Su. Selain sepupunya yang kejam, sepupu ipar ini juga tak berbeda jauh. Ini mungkin seperti singa yang bertemu dengan harimau betina di tengah jalan.
"Mungkin mencium sesuatu dari tubuhmu," jawabnya.
"Hah? Sesuatu? Apa yang begitu menarik tentang itu?" Dia sendiri kebingungan.
Li Chang Su mengelus bulu-bulu kelinci mutasi yang lembut. Lalu mengerutkan kening, sedikit berpikir. Setelah cukup lama, dia mungkin memiliki satu hal.
"Apakah kamu maka wortel?" Tebaknya.
"Ah ... Itu ..."
Mu Hongzhi mengingat-ingat lagi kejadian saat pulang dari restoran. Kemudian wajahnya sedikit pucat. Mungkinkah karena ....
Dia tanpa sadar merogoh saku di lapisan baju dalam. Dan mengeluarkan bungkusan. Isinya jelas adalah irisan wortel yang dia gunakan untuk menggoda kelinci di kediaman janda permaisuri. Tapi siapa yang tahu kelinci mutasi ini mengetahuinya dengan baik. Bahkan menggores pakaiannya.
"Aku lupa tentang ini," kata Mu Hongzhi setengah malu.
"Nah, jadi itu bukan salah kelinci?" Li Chang Su menarik sebelah alisnya. Senang bermain pikiran dengan orang seperti dia.
"....," Mu Hongzhi yakin jika ini memang bukan salah kelinci. Tapi kesalahannya.
Dan Mu Hongzhi pun hanya bisa menampar mulutnya sendiri. Menatap kelinci mutasi itu dengan enggan. Entah kenapa, dia selalu merasa jika kelinci itu menyimpan sedikit dendam padanya. Lalu memberikannya bungkusan irisan wortel itu untuknya.
__ADS_1
"Jadi sepupu ipar kenapa ke sini begitu cepat? Bukankah sepupu berkata akan datang sore nanti?"