Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Persiapan Untuk Meninggal Camp Militer


__ADS_3

KARENA TERIAKAN He Ze, istrinya yang sedang berada di dapur pun segera menghampiri ruangan. Ingin tahu apa yang terjadi. Melihat kompor kecil yang menyala dan ada manisan nanas tengah dipanaskan, dia mengerang.


Kenapa He Ze meninggalkan manisan nanas yang tengah mendidih ini begitu saja? Nanti akan gosong dan tidak enak. Ini dipenuhi oleh gula pasir yang dilarutkan.


"Kenapa dia berteriak?" tanyanya pada Mu Xianzhai.


"Ekornya terbakar." Mu Xianzhai menjawab dengan nada malas.


"Kenapa kamu tidak memperingatinya lebih awal?"


"Sudah. Tapi dia tidak percaya."


"Aku harap ini bukan ulahmu." Kali ini Li Chang Su yakin jika kemampuan Mu Xianzhai bukan sembarang ilmu tenaga dalam saja. Tapi ada jenis ilmu tenaga dalam yang mampu mengeluarkan beberapa elemen roh.


"...." Mu Xianzhai hanya terbatuk kecil, tidak menjawabnya. Tidak ada salahnya jika dia mem-bully tupai putih itu untuk sementara waktu.


Li Chang Su menggelengkan kepala dan kembali ke dapur. "Sebelum tupai itu kembali, jangan sampai manisan nanasnya gosong. Itu tidak akan enak. Aduk yang benar!" suaranya terdengar di kejauhan.


"...." Kali ini Mu Xianzhai mengalihkan perhatiannya pada panci kecil berisi manisan nanas. Apakah ini enak? Pikirnya.


Tapi meski enggan, dia masih mengaduk manisan nanas itu dengan hati-hati. Setidaknya sebelum He Ze kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah waktu yang cukup lama di ruang artefak, Li Chang Su sudah memasak beberapa hidangan yang enak. Dia menyimpan semua hidangan itu di dalam kotak anti panas dan juga bisa mengunci panas di dalamnya.


Dahinya berkeringat. Setelah melepaskan celemek dan mengelap keringat, tiba-tiba saja tubuhnya dipeluk dari belakang. Ia hampir saja menjatuhkan kotak makan di tangannya.


"Mu Xianzhai ...." Ia tidak berdaya saat melihat tangan yang melingkar di pinggangnya.


"Istriku lelah. Apakah semuanya sudah selesai?" tanyanya.


"Ya."


Mu Xianzhai meraih sapu tangan dan membantunya mengelap keringat. Lalu mencium dahinya. "Istriku bekerja keras."

__ADS_1


Pipi gadis itu memerah. "Baiklah, lupakan. Aku ingin mandi. Meski ini musim dingin, di ruang artefak suhunya normal." Dia mencubit lengan pria itu, sangat malu.


"Istri suka sekali mencubit." Pria itu terkekeh dan melihat beberapa kotak makan yang telah disiapkan. "Baiklah, pergi mandi. Aku akan mengurus sisanya."


Gadis itu pun mempercayakan sisanya pada Mu Xianzhai. Dikarenakan ada kamar mandi di sini, ia jadi lebih mudah dan leluasa untuk membersihkan diri. Setelah membersihkan diri, ia memakai gaun zaman kuno yang terlihat indah. Lalu merapikan rambut serta berdandan.


Tak lupa, menyemprot parfum mahal yang dia miliki di laci meja rias. Parfum ini, sudah lama dia tidak memakainya lagi.


Ketika keluar kamar, Mu Xianzhai yang menunggunya pun hampir tidak bisa menahan napas. Istrinya berpakaian seperti ini. Sangat cantik. Tapi ini terlalu cantik.


Li Chang Su tidak memedulikan seperti apa reaksi asli pria itu. Hanya menatap tubuhnya sendiri. Gaun ini sangat nyaman. Ia menyukainya.


"Bagaimana menurutmu? Apakah ini cocok?" tanyanya meminta pendapat. Pria itu hanya linglung seperti orang bodoh saja.


"Ya ... Tapi ...." Mu Xianzhai meraih pinggangnya. "Ini terlalu cantik. Su'er, ganti gaunnya saja?" Dia membujuk.


Gaun putih dengan gradiasi biru langit ini memiliki taburan benda putih kecil berkilau yang berkelap-kelip. Sangat indah. Dengan rambut panjang tergerai dan hiasan kepala yang elegan, Mu Xianzhai jelas memujinya.


Tapi di matanya, ini terlalu cantik. Ada banyak tentara pria di camp militer. Ia tidak ingin istrinya menjadi sesuatu yang mencuci mata para prajurit. Li Chang Su mengerutkan kening dan dan curiga. Apakah pria ini ingin dia mengganti gaun lagi?


"Apa yang salah dengan gaun ini? Aku menyukainya." Dia jelas menolak.


Di ruang pakaian, Mu Xianzhai jelas mencari gaun yang lebih sederhana dan elegan. Dia meminta Li Chang Su memakai salah satu gaun berwarna merah muda. Jelas lebih elegan dan pas di tubuhnya.


Saat Li Chang Su melihat gaun yang dipilihnya, segera mengerucutkan bibir. "Apakah kamu benar-benar tidak memiliki selera?"


Tidak menunggu pria itu menjawab, Li Chang Su sudah pergi untuk mengganti pakaiannya. Mu Xianzhai merasa kepalanya mati rasa dan tidak berdaya.


Su'er ... Raja ini bukannya tidak peduli, tapi kecantikanmu hanya bisa dinikmati olehku. Pikirnya.


Tak berapa lama, gadis itu keluar dengan gaun yang dipilihkan Mu Xianzhai. Ini lebih ringan dan juga sederhana. Tapi terkadang, dia memiliki gaun yang bagus di ruang pakaian. Kenapa hanya bisa jadi pajangan.


Saat Mu Xianzhai melihatnya, akhirnya bisa menghela napas lega. Namun ekspresi gadis itu tidak menyenangkan matanya.


"Apakah kamu marah? Jangan khawatir, gaun-gaun itu bisa Su'er pakai ketika berada di ibu kota. Ingat, ada pesta bunga suatu hari nanti. Pakailah yang tercantik nanti. Istriku pasti akan menjadi yang tercantik." Dia sedang membujuknya untuk tenang.

__ADS_1


Li Chang Su tahu jika pria ini pasti sengaja untuk membuatnya tampil lebih sederhana di barak militer. Hanya karena tidak ingin orang lain melihatnya memakai gaun itu.


Dia tidak menyalahkannya. "Lupakan saja. Ayo pergi. Ini sudah lama kita di sini. Mu Hongzhi bisa mencari kita."


Pria itu mengangguk dan mengikutinya pergi. Sebelum meninggalkan ruang artefak, Mu Xianzhai melihat He Ze tengah menikmati manisan nanas di atas batu dekat kolam air terjun. Tupai putih itu kehilangan bulu ekornya sedikit. Namun pasti akan tumbuh lagi dengan baik.


Ia memegang tangan istrinya yang bersiap untuk meninggalkan ruang artefak. Diam-diam, dia menjentikkan jarinya dan menembak He Ze dengan ilmu tenaga dalam.


Tetap saat dia dan Li Chang Su menghilang dari pandangan, He Ze berteriak dan tercebur ke kolam air roh. Mangkuk berisi manisan nanas itu pun tumpah.


"Ahh!! Dasar tidak menghormati leluhur. Pria sialan! Jangan kembali lagi! Huh!" He Ze kesal karena dia terus saja terkena sial di saat ada pria itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Li Chang Su dan Mu Xianzhai muncul di dalam tenda dengan kotak besar berisi makanan. Ini akan dibawa untuk bekal di perjalanan. Saat Mu Xianzhai melihat ke luar tenda, salju masih turun. Tapi tidak selebat tadi.


Sementara Li Chang Su telah menyiapkan beberapa buku latihan sederhana untuk sepuluh prajurit khusus yang dipilihnya. Ia meminta Mu Xianzhai untuk memberikan buku tersebut pada mereka.


"Kita akan berangkat siang nanti." Mu Xianzhai akhirnya memutuskan.


"Baiklah."


Setelah Li Chang Su tenang, pria itu akhirnya meminta penjaga gelap untuk menyiapkan kereta kuda. Memastikan tidak ada yang salah dengan keretanya. Selama menunggu siang tiba, ia memanggil Mu Hongzhi juga untuk bersiap. Atur para pasukan dan jenderal agar bersiaga selama mereka tidak ada.


Keberangkatan raja perang untuk meninggalkan perbatasan ini telah sampai di telinga semua jenderal dan bawahannya. Mereka pun segera menyampaikan salam perpisahan sejenak dan meminta Mu Xianzhai serta sang putri untuk berhati-hati di perjalanan.


Awalnya mereka menyarankan Mu Xianzhai untuk membawa beberapa prajurit. Namun ditolak. Ini hanya akan memakan banyak waktu dan juga menghambat perjalanan.


Ketika siang hari tiba, Li Chang Su sudah memakai jubah hangatnya. Memasuki kereta kuda yang terparkir di luar perbatasan. Sedangkan beberapa binatang mutasi raja yang masih di tenda cadangan pun hanya bisa mengucapkan sampai jumpa.


Yakinlah, bahwa camp militer ini akan aman di bawah perhatian mereka. Adapun Mu Xianzhai, itu hanya mencibir. Berusaha menyenangkan istrinya? Mimpi!


Adapun Mu Hongzhi yang berada di kereta terpisah pun, memeluk Xue Zi dengan menjinjing beberapa kotak makan yang disiapkan Li Chang Su.


Para jenderal melakukan hormat prajurit saat kereta raja perang berangkat. Mereka berharap jika kepergiannya akan membawa hasil.

__ADS_1


Di dalam kereta, Li Chang Su membuka sedikit tirai jendela. Angin dingin segera menyambutnya. Melihat salju yang turun, ia menghela napas panjang.


Perjalanan ini, akhirnya dimulai juga ....


__ADS_2