Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Tuhan Memberkati Takdir Keduanya


__ADS_3

PADA SAAT Li Chang Su jatuh ke lubang pengisap jiwa, Mu Xianzhai sudah memanggilnya berulang kali. Rambut pria itu berubah menjadi putih keperakan, kulitnya putih agak pucat dan iris mata keemasannya memancarkan rasa dingin yang agung.


"Xian Xian!" Li Chang Su berteriak parau.


Pada akhirnya gadis itu masih tidak mau berpisah darinya. Meski dia mengulurkan tangan ke arah Mu Xianzhai yang tengah lari kencang, tidak mungkin untuk menggapai tubuhnya.


Pikiran Li Chang Su seketika menjadi kacau ketika jatuh ke lubang yang seperti akan mengisap jiwanya sampai habis.


Dia memejamkan mata, hanya menyerah pada takdir. Namun sebelum Li Chang Su kehilangan kesadaran dan jiwanya perlahan ditarik keluar, Jin Long telah menggunakan teknik rahasia untuk melindungi jiwa gadis itu.


Awalnya, Jin Long bisa menggunakan teknik rahasia untuk melindungi jiwanya sendiri. Tapi dia tak bisa membuat Mu Xianzhai bersedih dan dendam padanya karena pertarungan berdarah yang berakibat kehilangan istrinya. Jadi Jin Long hanya bisa mengorbankan teknik rahasia tersebut untuk melindungi gadis itu.


Sebelum Jin Long yang masih membelit tubuh Zi Long menggunakan teknik rahasia, sosok jangkung berambut putih keperakan langsung memeluk tubuh Li Chang Su yang semakin jatuh dengan kecepatan tak terduga.


Topeng perak pria itu akhirnya pecah dan hancur akibat tekanan aura pengisap jiwa.


Jin Long membelalakkan mata. "Kamu ... Kamu bahkan berani! Aku bisa melindungi jiwa istrimu agar tetap hidup aman. Tapi kamu di sini, apakah kamu tidak takut mati?!" Dia setengah marah. Sisanya adalah kejutan tak terduga.


Mu Xianzhai yang kini memiliki ekspresi marah yang tampak dingin dan mengerikan pun menggertakkan giginya.


"Aku lebih baik mati bersamanya daripada harus membiarkan dia berkorban untuk naga jelek sepertimu! Simpan kekuatan terakhir untuk dirimu sendiri!" geramnya.


"Kamu—" Jin Long tidak berdaya. "Sungguh pemilik yang rela berkorban. Jika aku berhasil selamat dari tempat ini ... Aku bersumpah kepada langit, Negara Bingshui akan kulindungi sampai akhir," sumpahnya.


Jin Long terus mendorong Zi Long ke bawah dengan aura spiritualnya yang tersisa. Zi Long meraung. Petir ungu yang ada di tubuhnya sudah lama menghilang.


Naga ungu itu sangat membenci Jin Long saat ini. Kebencian yang sangat besar.


"Jin Long! Kamu tak bisa membuatku seperti ini! Kamu tak bisa melakukannya pada sejenismu sendiri! Kita berdua adalah naga abadi! Kita akan menguasai dunia. Cepat lepaskan aku!" Raung naga ungu itu sangat panik.


"Tidak! Kita akan hancur bersama." Jin Long tela bertekad.

__ADS_1


"Tidak mungkin! Semua ini tidak mungkin terjadi padaku ....!"


Suara Zi Long dan Jin Long semakin jauh. Keduanya telah jatuh lebih cepat hingga hampir tak terlihat di mata Mu Xianzhai yang mulai tak jelas saat ini. Dia sudah merasa jika jiwa dan tubuh mulai berpisah.


Tapi dia tak bisa melepaskan pelukannya dari Li Chang Su.


Li Chang Su setengah sadar dan tidak sadar. Dia merasakan pelukan erat yang sangat familiar namun penglihatannya sudah lama kabur.


"Xian Xian ...," gumamnya.


Mungkin ini hanyalah ilusi karena dia tak rela berpisah darinya.


Kalung batu giok hijau yang ada di lehernya tiba-tiba bersinar hijau terang. Sangat menyilaukan. Tak lama setelah itu, sebuah bayangan putih membentuk tubuh manusia terlihat di  samping keduanya yang sudah tidak sadarkan diri.


Seorang anak berusia sekitar tujuh tahunan mulai terbentuk. Pakaian kuno bangsawan yang mahal serta rambut pendek pirang terlihat lembut. Anak itu memiliki sepasang mata kecokelatan, sangat menggemaskan.


Dia adalah jiwa dari senjata artefak kalung batu giok hijau yang baru saja terbentuk di dunia.


"Huh! Manusia bodoh! Kenapa kalian begitu bodoh dan kenapa aku harus memiliki tuan yang bodoh?!" Dia menatap Li Chang Su. Dia adalah gadis yang memakai kalung  tersebut dan pria itu ... Dia ingat adalah pria yang membeli kalung dari pelelangan.


"Karena kamu membuat jiwaku terbentuk, maka aku akan menyelamatkan kalian kali ini ... Anggap saja melunasi utang," imbuhnya lagi,kali ini lebih tulus.


Jiwa senjata artefak kalung batu giok hijau pun membuat pola di kedua tangan kecilnya. Lalu sebuah cahaya hijau menyelimuti mereka, melindungi jiwanya dari serangan aura lubang pengisap jiwa.


Tangan-tangan gelap muncul di setiap dinding lubang pengisap jiwa—sangat ingin menarik jiwa Li Chang Su dan Mu Xianzhai pun membentur dinding spiritual di sekeliling keduanya. Karena kekuatan dinding spiritual sangat besar, tangan-tangan gelap yang tampak mengerikan itu akhirnya hancur lebur.


Ada jeritan mengerikan seperti iblis, membuat siapapun akan merinding dan bermimpi buruk. Tapi bagi jiwa kalung batu giok hijau, suara itu bukan apa-apa.


"Humph, lemah!" gumam anak itu tampak sombong.


Di puncak pertama pegunungan dewa, Wen Lao berdiri lesu. Tubuhnya sedikit kelelahan dan ada perasaan bersalah yang dalam. Dia mendapat laporan jika Mu Xianzhai telah masuk ke lubang pengisap jiwa, menyusul istrinya yang berkorban.

__ADS_1


Bell dan Orange juga sedih. Keduanya tak memiliki minat untuk membuka suara dan pada akhirnya pergi menyendiri.


Wen Lao melihat cahaya merah di puncak ketiga pegunungan dewa yang hancur itu mulai redup dan hilang. Dia tahu jika lubang pengisap jiwa sudah tertutup dan lingkaran totem penyegel pasti menghilang.


"Aku berharap bahwa Tuhan memberkati takdir mereka ...," gumamnya langsung mengembunkan napas panjang.


Karena lingkaran totem penyegel Zi Long telah menghilang, maka lingkaran totem penyegel milik Jin Long juga hilang.


Di sisi lain, Flare muncul kolam lava. Dia terkejut saat melihat lingkaran totem penyegel Jin Long menghilang seolah-olah tidak pernah ada.


"Tidak mungkin! Tidak mungkin naga itu—" Napas Flare sedikit mandek. Lalu bagaimana dengan Li Chang Su dan Mu Xianzhai?


Hanya ada satu alasan kenapa lingkaran totem penyegel bisa hilang, Jin Long pasti tidak ada di dunia ini atau … mati.


Flare menatap ke langit.


Badai salju tiba-tiba saja mereda dan awan gelap yang menyelimuti semua negara di benua tersebut juga telah menghilang perlahan. Tidak ada petir yang menyambar atau saling bersahutan.


Setelah itu, sinar matahari terlihat jelas. Ini adalah matahari sore yang indah. Cahaya hangatnya melelahkan semua salju yang ada di luar wilayah pegunungan dewa. Namun kekacauan di semua tempat tidak bisa dihindari. Sangat kacau!


Seakan kembali ke musim panas yang nyata, salju yang turun itu seperti tak pernah ada.


Dunia kembali damai tapi kesedihan di pegunungan dewa tak bisa dihindari.


Lict dan Mu Hongzhi merasakan banyak keluhan dan emosional, menatap tanah bersalju yang kini sudah tak menampakkan lingkaran totem penyegel lagi.


“Sepupu … Sepupu Ipar …,” gumam Mu Hongzhi langsung mengepalkan kedua tangannya.


Dia harus yakin jika keduanya baik-baik saja. Berharap ada keajaiban tiba.


Namun … sampai kapan mereka harus menunggu?

__ADS_1


__ADS_2