
LI CHANG SU hampir goyah oleh serangannya yang tiba-tiba. Pria itu akhirnya membuang pedang dan meraih belakang kepala istrinya, memperdalam ciuman.
Mu Xianzhai merasa jika Li Chang Su terlalu pendek. Jadi dia melepaskan ciumannya sementara, kemudian meriah dagunya, biarkan sedikit menengadah. Setelah itu, dia menciumnya lagi dengan dalam. Tanpa melewatkan satupun sensasi lidah bermain di mulutnya.
Gadis itu tidak berdaya walaupun telah berusaha untuk melepaskan diri. Pelukan pria ini sangat kuat. Seberapapun kuatnya dia sendiri, tetaplah seorang wanita muda.
Akhirnya setelah waktu yang cukup lama, pria itu melepaskan ciumannya. Menatap Li Chang Su dengan mata panas. Dia juga mencium mata dan pipinya. Gadis ini tadi melihat hal itu. Matanya ternoda. Dia ingin membersihkan. Cium kelopak matanya dengan lembut.
"Mu Xianzhai ....? Apakah kamu baik-baik saja?" tanya gadis itu agak malu.
"Panggil suami." Pria itu meminta, memejamkan matanya saat memeluk tubuh ramping itu.
"...." Li Chang Su tertegun lagi. Memanggilnya suami? Apakah begitu harus?
Setelah ragu-ragu, dia akhirnya menghela nafas panjang. "Suami, apakah kamu terluka?" tanyanya.
"Ya. Di sini," jawabnya sambil melepaskan pelukan. Kemudian meraih tangan gadis itu, meletakan telapak tangannya di dada. Dia mengerutkan kening. Dadanya memang sakit. Sepertinya karena dampak serigala mutasi tadi.
Li Chang Su melihat jika pakaiannya berdarah. Mungkin juga bukan karena binatang mutasi itu, tapi terluka sungguhan. Seingat Li Chang Su, pria itu juga pernah terluka di dadanya. Ada memar. Meski sekarang sudah sembuh, tapi luka baru muncul. Ini tidak baik.
"Ayo kembali ke kereta. Aku akan memeriksa lukamu." Gadis itu menghela napas tidak berdaya.
Adapun Mu Hongzhi yang kini telah berganti pakaian baru, lukanya tidak terlalu banyak. Hanya luka ringan yang bisa dioleskan salep saja. Setelah dia memberikan salep, Mu Xianzhai sudah masuk ke kereta, melepaskan sabuknya.
Kali ini dia tidak main-main. Meski serigala mutasi itu kini telah mati, dia mengalami sedikit sesak napas lagi. Para binatang mutasi memiliki racun di tubuh. Bahkan kukunya sendiri juga beracun.
Ketika Li Chang Su kembali ke kereta, wajahnya tiba-tiba memerah. Bagaimana mungkin dia baru saja datang, pria itu sudah melonggarkan sabuk dan menurunkan bajunya. Memperlihatkan otot dada serta perutnyaya yang kencang.
Namun setelah melihat luka cakaran di dadanya, dia mengesampingkan semua itu. Mu Xianzhai sendiri tidak terlalu memikirkan apapun. Hanya merasa dadanya sesak.
"Ini bukan kali pertama kamu sesak napas lagi akibat racun," kata Li Chang Su membangunkan pria itu dari pikirannya yang tidak menentu.
__ADS_1
"Ya." Mu Xianzhai menjawabnya pelan.
Li Chang Su mengeluarkan kotak obat dari ruang artefak. Meminta bantuan He Ze untuk mengambilkan segelas air roh.
"Minumlah dulu." Gadis itu menyodorkan segelas air roh padanya. Setelah Mu Xianzhai meminumnya sampai habis, tubuhnya terasa lebih segar secara perlahan.
Air roh tersebut ternyata memiliki efek yang luar biasa. Dia tidak ingin orang lain meminumnya di masa depan. Kecuali untuk Mu Hongzhi. Setelah minum, pria itu bersandar dengan nyaman, membiarkan istrinya merawat luka.
Tak berapa lama, Mu Hongzhi menyingkapkan tirai kereta sambil menyodorkan beberapa buah liar yang manis.
"Apakah luka Sepupu lebih parah? Tadi Sepupu diterkam seekor serigala mutasi yang lebih besar ....," kata Mu Hongzhi mulai memiliki banyak mulut.
"Diamlah!" Mu Xianzhai tidak tahan dan segera mengusirnya.
Walaupun enggan untuk pergi, Mu Hongzhi membawa kembali buah liar itu. Li Chang Su berkata untuk memberi makan kelinci mutasi. Oh, dia hampir lupa dengan kelinci itu. Ketika kembali ke dalam kereta, kelinci mutasi masih ada dan berbaring nyaman. Lebih tepatnya, dia kembali dengan cepat setelah melakukan sesuatu.
"Di mana tupai putih itu?" Tanya Mu Hongzhi pada dirinya sendiri. Tadi dia melihat tupai putih itu berlarian di sekitar Mu Xianzhai.
Untuk membalut luka, tentu saja Li Chang Su harus setengah memeluk. Mu Xianzhai merasakan sejuk di dadanya, tidak terlalu sesak napas lagi. Melepaskan topeng dan memandang istrinya, dia bisa menghirup aroma shampo yang dipakai Li Chang Su. Menggelitik hidungnya.
Dia berpura-pura untuk terlihat lebih sakit saat ini, hanya untuk mendapatkan perhatiannya. Li Chang Su sedikit bingung. Di mana lagi pria ini sakit?
"Apakah ada tempat lainnya yang terluka?" tanyanya.
"Tidak."
"Lalu kenapa ekspresi wajahmu lebih buruk dari tadi?"
"...." Mu Xianzhai tidak menjawabnya. Khawatir gadis itu mengetahui kebohongan. Dengan begitu, bukankah nanti Li Chang Su akan melemparkannya Mu Hongzhi ke sini, sedangkan gadis itu mengambil kereta sendiri?
Dia hanya tersenyum, wajahnya sedikit pucat. Tapi terlihat lebih baik. Li Chang Su tidak mau memedulikan apa yang sedang dirasakannya. Dia telah memindai kondisi tubuh Mu Xianzhai. Yang terluka hanyalah dadanya. Sisanya sedikit memar.
__ADS_1
Mu Xianzhai hanya mencium bibirnya sekilas. Senang rasanya memiliki istri yang perhatian.
Para penjaga gelap di luar telah membereskan kekacauan. Kereta pun kembali melanjutkan perjalanan. Karena masalah ini, mereka mungkin akan tiba di barak militer di keesokan paginya.
Li Chang Su tidak mengganggu istirahat Mu Xianzhai. Keduanya berbincang tentang masalah ini. Sekte Hitam cukup misterius. Tapi anggotanya tidak terlalu kuat. Hari ini tiga orang terbunuh oleh mereka. Mungkin orang-orang dari Sekte Hitam akan mencari rekannya yang hilang.
"Su'er tidak perlu khawatir. Mereka tidak akan menemukan ketiganya," kata Mu Xianzhai menenangkan. Dia telah memiliki rencana sejak awal jika membunuh orang-orang dari sekte itu. Tentu saja persiapannya matang.
Dia tidak ingin sesuatu terjadi pada Li Chang Su sepanjang hari. Sehingga ada banyak persiapan sebelum pergi.
"Apa yang kamu lakukan pada ketiganya setelah mereka mati?"
"Hilangkan bukti. Gunakan racun mayat."
Li Chang Su mengerutkan kening. Ini juga efektif. Dia tidak tahu jika Mu Xianzhai juga akan menggunakan racun mayat untuk menghilangkan bukti. Sebenarnya dia tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Masalah orang-orang dari Sekte Hitam itu, ia masih bisa menghadapinya.
Jalan di hutan ini sedikit lebih baik. Tidak banyak bebatuan. Para kuda terkejut saat ada serangan serigala mutasi. Satu kuda bahkan mengalami cedera. Hanya bisa dirawat oleh penjaga gelap.
Ketika hari benar-benar malam, Li Chang Su menyalakan lentera minyak. Kereta akhirnya menjadi lebih terang. Mu Xianzhai juga telah mengganti pakaian dengan yang baru. Lebih tepatnya, pakaian pria itu ada di di ruang artefak sehingga Li Chang Su bisa mengeluarkannya kapan saja di saat dibutuhkan.
Ini waktunya makan malam. Namun karena Li Chang Su sudah mempersiapkan banyak makanan sebelum pergi, mereka tidak perlu memasak. He Ze di bawa keluar untuk mengantarkan makan malam pada Mu Hongzhi. Walaupun Mu Xianzhai tidak mau, ia masih berbagi dengan sepupunya.
"Kamu belum bisa makan sembarangan. Makanlah dengan sup saja dan juga ini," kata Li Chang Su seraya menyodorkan semangkuk nasi padanya.
"Baiklah. Su'er membantuku memberi makan." Pria itu tersenyum hangat, sedikit menegakkan tubuhnya agar bisa makan dengan baik.
Li Chang Su menyuapinya. Dia juga makan perlahan. Setelah selesai makan malam, dia mengeceknya luka Mu Xianzhai. Tidak ada masalah. Jadi ambilah istirahat. Penjaga gelap yang menjadi kusir itu mengatakan bahwa mereka akan tiba di bibir hutan lain sebelum dini hari.
Malam ini, Mu Xianzhai tidak bisa memeluk istrinya dikarenakan luka di dada cukup serius. Hanya patuh untuk tidur terlentang. Tapi sangat tidak nyaman saat pelukannya kosong.
"Su'er, kemarilah. Dan tidur di sampingku. Ayo peluk Suami ...," katanya dengan nada agak manja. Suaranya seperti melodi yang menyihir.
__ADS_1