Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Cara Agar Bisa Masuk?


__ADS_3

BELUM sempat Ye Shi menjawab, suara ringkikan kuda di kejauhan terdengar. Seekor kuda putih berekor indah dan menyapu salju itu berlari kencang. Suaranya yang khas membuat mereka semua menoleh ke sumber suara.


Ye Shi terkekeh dan naik ke punggung elang gunung mutasi. "Kuda itu datang. Maka aku lega. Tampaknya dia mengambil jalan memutar setelah enggan untuk naik ke atas punggung elang putih mutasi. Memang kuda yang tinggi harga diri."


Dia menggelengkan kepala dan meminta elang gunung mutasi untuk terbang. Setelah mengucapkan perpisahan, elang gunung mutasi segera terbang tinggi. Lalu diikuti oleh dua elang putih mutasi lainnya.


Saat para elang mutasi sudah terlihat jauh, barulah mereka memperhatikan seekor kuda putih berekor indah yang kini memperlambat larinya. Kuda putih mutasi itu pun berhenti di dekat mereka.


Mu Hongzhi tampaknya kenal dengan kuda putih yang tidak memiliki tanduk itu. Lebih tempatnya, tanduk sudah dipatahkan.


Kuda itu pun akhirnya mendengus saat melihat Mu Hongzhi. "Manusia memang bodoh. Kamu tidak mau membawaku untuk jalan-jalan, tapi justru mengalami bahaya. Jika kamu mati, tandukku akan sia-sia saja bukan?"


"..." Mu Hongzhi sedang berpikir keras untuk mengingat kuda ini.


"Kamu lupa padaku?" Kuda putih mutasi itu marah dan mengangkat kedua kaki depannya untuk menyadarkan Mu Hongzhi.


"Sebenarnya aku tidak lupa. Hanya saja kenapa menyusul?" Mu Hongzhi tidak mungkin lupa. Karena tanduk kuda putih mutasi ini sudah diberikan padanya untuk mengobati dirinya yang sering pingsan akibat kejutan.


"Tentu saja aku bosan tinggal di barak militer. Mengetahui elang putih itu akan pergi, aku pun ikut. Ternyata jalanan cukup buruk. Belum lagi kenapa harus menyeberang jembatan rusak. Aku bahkan dikejar beruang hitam. Untung saja ada beruang putih yang membantuku. Jika tidak, mungkin aku terlambat mengejar kalian."


Perkataan panjang lebar kuda putih mutasi itu membuat mereka semua terdiam. Akhirnya kuda putih mutasi memilih untuk beristirahat dulu. Lagi pula, Li Chang Su juga maish lemas. Dia mengeluarkan banyak ilmu tenaga dalam sebelumnya. Hingga kini, wajahnya pucat.


Saat kuda putih mutasi melihat Li Chang Su, selalu saja ada rasa takut. Dia menggigil dan pindah ke sisi Mu Hongzhi.


"Jauh-jauh dariku. Kamu bau kuda," kata Mu Hongzhi cukup kejam.


"Jangan sembarangan bicara. Aku ini sangat wangi. Kami para binatang mutasi juga mandi." Kuda putih mutasi itu mendengus lagi.


"Ya, ya ... Kamu wangi kuda. Tidak ada bedanya. Apa kalian tidak memiliki parfum atau sejenisnya?"


"Kamu pikir kami ini manusia seperti kalian? Jangan bercanda!" Kuda putih mutasi itu tidak mau mengalah.

__ADS_1


Mu Hongzhi dan kuda putih mutasi terjerat perdebatan yang panjang. Tapi Lict sendiri yang kini berada di dekat api unggun pun justru khawatir. Ia melihat Li Chang Su agak pucat, hanya menyarankan untuk meminum segelas cokelat hangat.


Walaupun Mu Xianzhai tidak suka melihat laki-laki itu memperhatikan istrinya, tapi masih diam saja. Mungkin saat di zaman modern, Li Chang Su pernah sakit seperti ini juga. Jadi dia meminta He Ze untuk mengambilkan sesuatu yang bisa menghangatkan tubuh istrinya.


"Mendengarkan penjelasan dari elang putih mutasi, kupikir ini memang cukup berisiko. Selain itu juga, aku tidak bisa muncul," kata kelinci mutasi yang kini menghangatkan diri di pangkuan Lict.


Karena wilayah Sekte Hitam termasuk zona kegelapan, ia mungkin tidak bisa berkeliaran bebas. Dia bukan elang gunung mutasi yang telah berada di tingkat dewa. Hanya seekor binatang mutasi raja. Tidak ada yang spesial.


Belum lagi, sekarang kuda putih mutasi menyusul, perjalanan ini tidak akan terlalu membosankan. Apa yang dikatakan Xue Zi juga segera ditanggapi oleh kuda putih mutasi.


Jika Xue Zi tidak bisa masuk, maka kuda putih itu juga sama. Ini sangat menyebalkan sehingga kuda putih mutasi tetap ingin ikut.


Saat ini, Li Chang Su tidak banyak bicara. Setelah Mu Xianzhai membuatkan segelas cokelat panas untuknya, sedikit rasa hangat bisa bisa dirasakan. Ia mengambil ketenangannya sebentar sebelum akhirnya angkat bicara.


"Saat perjalanan ke tempat ini, apakah kamu mengalami banyak kejadian?" tanyanya seraya menatap kuda putih mutasi.


"Hah, tentu saja. Aku dikejar beruang jelek, lalu para serigala mutasi mata keranjang. Setelah itu aku juga melewati jembatan kematian. Pokoknya hari ini aku telah mengalami rekor lari terjauh tanpa henti sepanjang hidupku," jawab kuda putih mutasi itu dengan ekspresi yang kesal. Bulu matanya yang panjang terlihat begitu mempesona. Tidak heran jika kuda memiliki mata yang cantik.


Jembatan kematian yang dimaksud itu mungkin jembatan kayu yang dibawahnya merupakan jurang. Para serigala mutasi, mungkin ditemukan dekat lembah Hutan Putih. Adapun beruang hitam mutasi ... tampaknya ada di dekat jembatan itu.


Semuanya sudah jelas dan tidak ada yang mengerikan. Tapi kuda putih mutasi membicarakannya seolah-olah baru saja lolos dari neraka ke sekian tingkat. Tidak menyangka jika kini menjadi peliharaan pribadi Mu Hongzhi.


Setelah kuda putih mutasi itu banyak berkata, Mu Hongzhi merasa kesal hingga menjewer telinganya. Kuda itu meringkik dan hanya mendengus. Manusia memang merepotkan.


"Kalau begitu apa yang akan kamu lakukan sekarang? Kamu tidak bisa masuk ke wilayah Sekte Hitam yang kotor itu," kata Xue Zi kembali mengingat si kuda putih mutasi.


"Ya, benar. Jika kamu tidak bertanya, aku sudah lupa."


"..." Dasar kuda pikun! Pikir si kelinci mutasi.


"Aku tidak punya cara. Para manusia biasanya memiliki banyak akal! Nah, apakah ada cara agar aku bisa masuk?" Kuda putih mutasi akhirnya bertanya dengan nada polos.

__ADS_1


"..." Kali ini semuanya terdiam. Kuda putih mutasi itu bukan hanya pikun, tapi juga bodoh?


Tampang polos si kuda putih mutasi membuat Li Chang Su menghela napas. Dia menyesap minuman cokelat hangatnya lagi seraya berada di dalam pelukan Mu Xianzhai. Jubah hangatnya menahan hawa dingin dari sekitar.


Ia mungkin sedang memikirkan cara. Kuda putih mutasi itu cukup merepotkan, tapi mungkin juga baik untuk ikut. Demi melancarkan perjalanan ke Sekte Hitam, mungkin dia harus membuat beberap persiapan.


Atau ...


Memandang Xue Zi dan kuda putih mutasi, gadis itu masih memikirkan hal-hal lain lebih dulu. Jika cara yang dia gunakan ini berhasil, maka ke depannya juga mudah. Belum lagi, tujuan mereka ke Sekte Hitam bukan untuk mencari pensiunan kaisar saja, tapi juga tempat di mana binatang mutasi berkembang biak.


Kebetulan jika dia punya umpan, pasti menyenangkan bukan?


Kuda putih mutasi memandang Li Chang Su dengan polos. Tiba-tiba saja tubuhnya merinding. Apakah pertanyaannya salah? Atau mungkin gadis itu memiliki hantu di kepalanya?


"Itu ... apakah ada cara?" tanyanya lagi.


"Ada. Hanya saja ..." Li Chang Su tersenyum dan kurang yakin. Haruskah dia menggunakan cara itu?


Sebelum dia membicarakan hal ini, Xue Zi juga ingin tahu. Jika berguna, dia ingin di luar dan mengetahui seperti apa itu wilayah Sekte Hitam. Hanya saja kelinci putih mutasi juga memiliki firasat jika semuanya tidak akan berjalan dengan normal.


"Cantik, apakah tidak ada cara? Katakan saja, aku juga ingin tahu," kata kelinci itu dengan hidung berkedut dan telinga terkulai.


"Apa kalian yakin?" Li Chang Su menyipitkan matanya. Lalu menatap Mu Xianzhai sejenak.


Pria itu terkekeh dan mencubit hidungnya. "Nah, apapun yang Su'er lakukan, aku setuju."


"Bagus. Kalau begitu ..." Gadis itu segera mengeluarkan sesuatu dari ruang artefak. Satu bungkus tinta hitam akhirnya dikeluarkan.


"...." Xue Zi dan kuda putih mutasi kurang tahu apa yang diinginkan gadis itu. Tapi kenapa bulu mereka merasa meremang?


"Sepupu Ipar, apakah kamu ingin ..." Mu Hongzhi mengerutkan keningnya dan sedikit membayangkan adegan selanjutnya. Itu mengerikan.

__ADS_1


__ADS_2