
TENTU SAJA karena Li Chang Su memiliki gelang naga perak. Dan Sekte Hitam menginginkan gelang ini untuk menguras energi naga perak yang terkandung dalam gelang.
He Ze bercerita dari ruang artefak bahwa ada besar kemungkinan orang-orang itu mengincarnya, alih-alih Mu Xianzhai. Tupai putih itu memintanya untuk berhati-hati dan meningkatkan kemampuan fisik. Bahkan jika gelang naga perak mampu mengalahkan kekuatan gelap sihir hitam, tapi Li Chang Su masih bisa terkena luka fisik.
Mengetahui bahwa Li Chang Su akan diincar, Mu Xianzhai mulai membuat pertahanan diri. Tidak akan dia biarkan orang-orang itu menculik istrinya apalagi mendapatkan gelang naga perak ini.
Setelah ini, mereka memasuki kereta dan melanjutkan perjalanan. Kuda-kuda yang menarik kereta masih memiliki darah mutasi, sehingga tidak sulit untuk melintasi lautan es yang membentang itu. Para penjaga gelap mengikuti dengan cerrmat. Memastikan tidak ada bahaya yang mengincar keselamatan tuan mereka.
Di perjalanan ini, Li Chang Su dan Mu Xianzhai menikmati bubur kacang hijau yang masih hangat. Pria itu tidak banyak makan. Dia tidak seperti wanita yang suka makanan manis. Tapi karena Su'er nya sangat menyukai hal seperti ini, dia menemaninya makan.
Suara sepatu kuda yang berlari kecil di atas es membuat suasana sedikit lebih damai. Mereka telah melakukan setengah perjalanan di lautan dan tidak mungkin untuk berhenti. Lagi pula, badai salju selalu datang kapan saja. Pasti akan melanda lautan beku ini.
Tidak sadar jika bekuan es itu mengeluarkan bunyi retakan yang cukup keras. Mengharuskan para penjaga gelap melapor tentang kejadian aneh itu.
Kereta kuda berhenti. Xue Zi menjadi yang pertama keluar, melompat di sekitar sambil memeriksa keadaan. Kelinci mutasi itu lebih peka.
"Xue Zi, apa yang terjadi?" tanya Li Chang Su seraya menyingkap tirai kereta, memperhatikan retakan es yang terdengar agak tidak menenangkan hati.
"Sepertinya ini retak bukan karena kereta. Ketebalan es bisa mencapai empat puluh inci, tidak mungkin membuat es tidak tahan menahan kereta. Ini ... mungkin sesuatu yang lain," jawab Xue Zi dengan hidung berkedut. Dia memeriksa retakan lain. Semuanya berasal dari berbagai sisi.
Li Chang Su mengerutkan kening dan memilih turun dari kereta. Dia mengenakan jubah berbulunya yang hangat, lalu menggunakan kemampuan mata dewa untuk menembus es di bawahnya.
Yang dikatakan Xue Zi benar. Tinggi es dari permukaan ke bawah setidaknya lebih dari satu meter. Dan tidak ada pergerakan aneh pada air di bawahannya. Ikan-ikan mutasi tampaknya tidak mampu menembus es begitu saja.
Hanya ...
"Ah! Lihat apa itu?!" Lict yang menyembulkan kepalanya di kereta lain pun langsung melihat ke satu tempat seraya menunjuk.
__ADS_1
Mu Xianzhai akhirnya turun dan menyipitkan mata di balik topeng peraknya. Dia dan Li Chang Su melihat ada sebuah gelombang salju dari kejauhan, lebih tepatnya dari arah kiri. Gelombang salju itu dihasilkan dari es yang ada di lautan beku.
Tidak heran jika retakan akan terjadi. Saat ini saja, Li Chang Su dan yang lainnya merasakan getaran. Samar-samar, ada sesuatu di balik gelombang salju yang mendekati mereka.
Li Chang Su menggunakan mata dewanya untuk melihat makhluk apa itu. Lalu tiba-tiba saja membelakkan matanya. Melihat ekspresinya yang penuh rasa terkejut, Mu Xianzhai pun menaikkan sebelah alisnya.
"Su'er ...."
"Tidak tahu. Aku tidak tahu itu makhluk apa, hanya saja ... memiliki tubuh panjang dan mulut penuh gigi. Seperti makhluk pengebor," kata Li Chang Su datar. Karena dia tidak tahu, ekspresinya sama sekali tidak menunjukkan rasa takut.
Tapi Mu Xianzhai berbeda. Dia memikirkan tubuh panjang seperti ular lalu memiliki mulut penuh gigi. Tidak tahu jenis apa itu, jelas seekor binatang mutasi.
Dia langsung menangkap tangan Li Chang Su dan meminta penjaga gelap untuk membawa kereta sejauh mungkin dari tempat ini. Ia menarik gadis itu menjauh. Adapun Mu Hongzhi dan Lict, mereka tidak siap hingga akhirnya terombang-ambing di dalam kereta.
"Ahh! Itu belut listrik!" teriak Lict saat mengintip sedikit. Wajahnya pucat.
Belut listrik ini, dia paling tidak suka. Selain memilih tubuh yang bisa menyengat, bentuknya yang panjang seperti ular itu membuatnya menggigil. Lautan ini sangat mengerikan. Dia hampir lupa jika ini adalah zaman kuno, di mana ada polisi atau penjaga lautan yang adil dan penuh kehormatan.
Lict merasa pusing karena di dalam kereta, dia bahkan saling menabrak dengan Mu Hongzhi. Kereta benar-benar berlari kencang melintasi lautan. Penjaga gelap yang menarik tali kuda agar terus berlari tidak peduli dengan penderitaan dua tuan di dalam.
"Penjaga, mengemudilah dengan benar. Kami benar-benar pusing." Mu Hongzhi mungkin akan pingsan saat ini.
"Maaf, Tuan. Tapi raja meminta kami untuk segera menjauh secepat mungkin. Kami harus cepat!" Penjaga gelap yang mengemudikan kereta itu berkata dengan nada datar.
"Sial! Seingatku, kamu adalah penjaga gelapku. Sejak kapan membangkang perintah tuanmu sendiri?!" Mu Hongzhi kesal sehingga memilih menempel pada dinding kereta.
"Tapi Raja Perang adalah atasan tuan. Jadi kami tentu saja mematuhi perintahnya. Tuan, Bawahan ini tidak salah." Penjaga gelap itu berkata lagi dengan ekspresi polos di balik topengnya.
__ADS_1
"..." Mu Hongzhi yang memakan banyak kerugian, kini hanya bisa berteriak diam-diam di dalamnya. Para penjaga gelap miliknya berkhianat.
Jika Mu Xianzhai tahu bahwa penjaga gelap milik Mu Hongzhi telah mematuhi perintahnya dengan mutlak, mungkin akan menggelengkan kepala. Ini juga bukan salahnya. Mu Xianzhai tidak tahu apa-apa tentang keberpihakan para penjaga gelap.
Mu Hongzhi menghela napas dan menahan diri untuk tidak meledak dengan kemarahan. "Antara aku dan sepupu ipar, siapa yang kalian pilih?" tanyanya lagi pada penjaga gelap yang mengemudi keretanya.
"Tentu saja sang putri."
"...."
Kali ini Mu Hongzhi berdecih dan benar-benar menangis tanpa mengeluarkan air mata. Para penjaga gelap yang dia percayai kini berpindah haluan. Sepupu, sepupu ipar, tolong kasihanilah aku .... pikirnya.
Sementara saat ini ...
Li Chang Su dibopong Mu Xianzhai agar lebih mudah berpindah tempat. Makhluk yang mengebor es lautan mengikuti mereka. Retakan terjadi semakin patah seiring dengan mendekatnya makhluk itu.
Ada raungan yang memegang telinga, seolah-olah itu menggema di bawah laut. Dari jarak sedekat ini, Li Chang Su juga berpikiran sama dengan Lict. Itu sejenis belut listrik yang telah bermutasi seperti ular hitam bermata merah dan bergigi runcing. Semua sisi mulutnya hanyalah gigi.
Embusan angin kencang disertai serpihan es menyapu tubuh keduanya.
"Kupikir tidak ada binatang mutasi di lautan beku," kata Li Chang Su seidkit berteriak.
"Aku juga berpikir sama. Sekarang itu terbukti ada. Kita harus memikirkan cara." Mu Xianzhai melihat bahwa seberang lautan masih jauh. Tidak mungkin saling kejar-kejaran dengan makhluk sialan itu.
Adapun Xue Zi, entah ada di mana. Tapi yang jelas kelinci itu juga berlari. Mengetahui bahwa binatang mutasi itu juga berada di tingkat raja, dia bisa berubah besar dan menghalanginya sejenak.
Tapi Li Chang Su tidak mengizinkan dia berubah. Malah memintanya untuk kembali ke kereta untuk memastikan Lict dan Mu Hongzhi baik-baik saja. Mau tidak mau, Xue Zi melompat dan kembali ke dalam kereta Mu Hongzhi.
__ADS_1
Baru saja melompat masuk, dia sudah dipeluk oleh Lict. "Ahh! Sialan! Kamu, manusia ... Apa yang kamu lakukan?"
Xue Zi kini berada dalam pelukan Lict. Lebih tepatnya, laki-laki itu hanya akan mencekiknya sampai mati.