
KEESOKAN harinya, Li Chang Su merasa agak gerah. Dia membuka matanya dan entah sejak kapan memeluk Mu Xianzhai begitu erat. Pria itu sudah bangun sejak tadi dan sulit bergerak. Li Chang Su memeluknya seperti koala.
Gadis itu merasa malu dan segera melepaskan pelukannya. Lalu teringat dengan apa yang terjadi semalam. Hanya saja dia merasa melupakan sesuatu dan membelalakkan matanya.
Apa yang pria itu lakukan di kamarnya?
"Xian, apakah kamu menyerobot masuk? Bukankah aku menghukummu?" tanyanya segera bangkit. Tapi tubuhnya tiba-tiba saja merasa sakit dan dia langsung lemas. Perasaan ini seperti habis melakukan hubungan antara kelinci putih dengan serigala abu-abu besar.
Mu Xianzhai tersenyum tidak berdaya dan menyeretnya ke dalam pelukan. "Su'er lupa apa yang terjadi semalam? Memanggil Raja ini ke sini dan meminta untuk menyenangkan Su'er? Bahkan berkata jika hukuman sudah berakhir?" Bisiknya.
"Omong kos—" Li Chang Su ingin membantah dan kepalanya tiba-tiba saja mengingat sesuatu. Semua yang terjadi semalam langsung diingatnya.
Wajah Li Chang Su memerah dan dia langsung marah pada Mu Xianzhai hingga memukul dadanya cukup keras.
"Kamu hanya serigala abu-abu jelek. Kamu pasti sengaja memberi aku obat! Ya, pasti sengaja. Bunga mawar itu pasti penyebabnya. Aku akan pergi memeriksa bunga itu!" Li Chang Su segera melepaskan diri dan berusaha untuk bangun.
Mu Xianzhai tidak melarang di kali ini dan hanya berbaring menyamping seraya menopang kepala. Memperhatikan gadis itu keluar kamar dan berteriak pada pelayan untuk menunjukkan di mana bunga mawar semalam.
Pelayan hanya menunjuk ke ruang belajar Mu Xianzhai dan setelah itu Li Chang Su langsung pergi. Di ruang belajar, ada gas bunga mawar yang semalam sempat menghiasi ruang makan. Li Chang Su segera memeriksanya dan mengendus aroma bunga mawar itu. Tapi tidak ada yang aneh. Dia mengeluarkan beberapa obat untuk mendeteksi racun, namun tetap tidak ada perubahan.
Pada akhirnya dia yakin jika bunga mawar itu bukan penyebabnya. Li Chang Su merasa aneh dan masih curiga jika Mu Xianzhai berbuat curang. Tapi di mana semua kecurangan itu berasal? Menyentuh gelang naga perak, juga tidaklah berguna. Tak akan bisa membantunya.
Dia kembali ke kamar dan menemukan Mu Xianzhai, meminta pria itu jujur namun tetap saja jawabannya sama. Mu Xianzhai tidak memberikan apapun padanya. Itu adalah fakta. Apa yang diberikan jika semuanya berasal dari bunga mawar ini. Sehingga ketika Mu Xianzhai bersumpah, tidak ada keanehan yang terjadi.
Mu Xianzhai merasa beruntung kali ini karena penyebabnya adalah bunga mawar itu. Efek musim semi yang dipancarkan bunga mawar itu hanya sampai tengah malam saja. Lalu akan kembali seperti bunga mawar pada umumnya.
"Su'er ... Jangan marah. Lihatlah dirimu sekarang, keluar dengan pakaian seperti itu, apakah pelayan tidak malu?" godanya seraya menunjuk ke leher istrinya.
Li Chang Su segera berwajah pucat dan mencari cermin. Dia langsung berkaca dan mendapati ada beberapa bekas merah samar di tubuhnya. Terutama leher dan tulang selangka. Lalu di lengan dan punggung. Paha juga tak terkecuali.
__ADS_1
Ia benar-benar ingin berteriak jika pria itu hanya hooligan!
Mu Xianzhai bangkit dan turun dari ranjang. Helaian rambut panjangnya menjuntai ke pundak. Dia menghampiri gadis itu dan mencium dahinya. Ada masa tenang selama beberapa tahun sebelum mereka kembali berperang dengan para binatang mutasi.
"Su'er ... Apakah kamu mau memiliki anak Raja?" bisiknya.
"Aku masih kecil," katanya.
"Baik, tunggu beberapa tahun lagi, ya?"
"Tunggu, tunggu tiga tahun. Tunggu usiaku delapan belas tahun oke?" Li Chang Su membujuknya.
Mu Xianzhai tersenyum dan memeluknya. "Jangan khawatir, aku tidak akan memaksa Su'er jika tidak berniat memiliknya dalam waktu dekat."
Li Chang Su ingin mengatakan sesuatu. Namun Mu Xianzhai segera memintanya untuk bersiap dan sarapan. Hari sudah mulai siang. Dia lupa jika hari ini bangun terlambat hingga sarapan harus dibuat ulang karena sudah dingin.
Hari ini, Li Chang Su tidak berniat meninggalkan istana dan memilih untuk menyiapkan alat melukis, menyulam dan lain sebagainya. Mu Xianzhai yang melihatnya hanya mengerutkan kening. Jika istrinya benar-benar tidak bisa melakukan hal-hal yang dilakukan oleh para gadis kamar kerja sebelumnya, ia tidak keberatan.
"..." Li Chang Su mengerucutkan bibirnya dan menyediakan cat air.
"Dan ... Raja ini lebih suka Su'er yang memiliki ide di barak militer. Hal-hal lain tidak penting bagi Raja ini. Tahu?" katanya lagi.
"..." Li Chang Su hanya bisa mengangguk dan meninggalkan pria itu sendiri dengan ekspresi kesal.
Mu Xianzhai mengira jika Li Chang Su mungkin frustasi karena tidak bisa melakukanya hal-hal lain selain berperang di medan perang. Jika Lict ada di sana dan mendengar semua itu, mungkin akan muntah darah.
Apa yang kamu tahu?! Begitulah kira-kiranya jika Lict ada di sini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Di sisi lain, Istana Putra Mahkota.
Suara gamparan terdengar dari halaman tempat tinggal Rongyu. Wanita itu terhuyung dan jatuh hampir membentur meja saat Mu Lizheng menamparnya dengan keras. Pria itu jelas marah dan menatapnya seperti telah kehilangan banyak reputasi.
Mungkin ibunya benar, Rongyu tidak cocok untuk menjadi permaisuri dan hanya bisa bermain kasar di medan perang. Kali ini saja wanita itu telah mempermalukannya lagi dan lagi.
Rongyu tertegun dan menyentuh wajahnya yang baru saja ditampar. Panas dan perih itu bercampur menjadi satu. "Yang Mulia—"
"Diam!" Mu Lizheng menggertakkan giginya. "Ini semua gara-gara kamu! Jika bukan karena idemu, apakah aku akan mengambil selir dari Rumah Harum itu? Bukankah kamu berkata jika semua ini akan berhasil? Ini memang berhasil, tapi hasilnya adalah wanita itu menjadi selirku, bukan selir saudara ketiga!" jelasnya.
"Tapi Yang Mulia, bagaimana bisa cap segel itu menjadi milik Yang Mulia?" Rongyu hanya bisa menunjukkan ekspresi terluka dan lemah. Dia tahu Mu Lizheng tidak akan tertipu oleh hal-hal yang terlalu berlebihan sehingga ia hanya bisa mengalah.
Lagi pula selain mengejar impian menjadi permaisuri di masa depan, dia juga ingin menunjukkan diri pada Mu Xianzhai jika ia mampu menjadi ibu negara. Pria yang menolaknya itu akan berlutut dan hormat padanya. Melakukan apapun untuknya hingga membuat Li Chang Su kesulitan.
Tapi saat ini dia hanyalah istri Mu Lizheng. Bahkan status putri mahkota tertahan karena adik Mu Lizheng yang lebih sombong dibanding dirinya. Mau tidak mau, Rongyu kini hanya bisa membuat Mu Lizheng tetap tertarik padanya.
"Mana aku tahu! Aku sama sekali tidak mengeluarkan cap segel diri sendiri begitu saja. Dan tidak mungkin juga bagi Mu Xianzhai untuk mengetahuinya secepat itu. Ini pasti ulahmu!" Mu Lizheng tetap menyalahkan Rongyu.
"Yang Mulia, Yu'er tidak tahu apa-apa tentang ini dan tidak ada yang aneh. Ini mungkin gara-gara gadis itu. Yang Mulia jangan lupa jika gadis itu adalah takdir gelang naga perak!"
"Diam, diam! Jangan menyalahkan gadis itu jika kamu sendiri tahu salahnya di mana!" Mu Lizheng merasa dia sudah kesal dan bosan dengan wanita yang masih terduduk di lantai setelah dia menamparnya.
Dia tidak yakin jika Li Chang Su melakukannya. Lagi pula gadis itu masih berusia lima belas tahun. Kemarin dia melihatnya begitu teraniaya saat Mu Xianzhai dituduh berselingkuh. Gadis secantik dan terlihat baik seperti Li Chang Su, tidak mungkin mampu melakukannya dalam semalam.
Walaupun dia akui jika Li Chang Su tahu strategi militer, tapi bukan seorang prajurit wanita. Jika dia bisa membawanya menjadi selir, di masa depan, ia bisa menjadi kaisar yang menyenangkan hati rakyat. Dia membutuhkan wanita seperti itu di sampingnya.
Rongyu gemetar dan merasa jika Li Chang Su hanyalah musuh bebuyutannya. Dia sangat ingin membuat gadis itu mati jelek. Tapi dia tidak tahu bahwa Mu Lizheng begitu membela Li Chang Su.
Wanita itu mendongak dan menatap Mu Lizheng dengan ekspresi tidak percaya. Bulu matanya bergetar seperti kupu-kupu mengepakkan sayap. Lalu menurunkan mata kelopak matanya setelah menduga sesuatu.
__ADS_1
"Yang Mulia ... Apakah Yang Mulia benar-benar menyukai Li Chang Su?" tanyanya agak kedinginan di hatinya.