
LI CHANG SU menggelengkan kepala. Lict ini hampir seperti dirinya. Memiliki ketakutan terhadap sesuatu. Kadang ketakutan Lict lebih besar daripada dirinya.
Oleh karena itu, saat tahu ada beruang hitam mutasi menyerang, Lict pasti sudah berpikir jika makhluk itu akan membunuh lebih dulu. Ajaibnya, beruang hitam mutasi itu tampaknya juga tertarik dengan Lict. Sehingga mau tidak mau mengabaikan yang lain.
Li Chang Su kasian tentunya. Dia mengeluarkan beberapa jarum perak beracun dari ruang artefak m racun yang digunakannya memiliki dosis yang sedikit lebih besar karena makhluk itu berada di tingkat ilahi.
Ketika Lict pindah ke pohon lain untuk menyiapkan diri bertarung, beruang hitam mutasi kembali memanjat. Bekas cakaran di batang pohon terlihat cukup dalam. Lict mengumpat sambil mengeluarkan pedang dari sarungnya.
"Beruang oh beruang! Bisakah kamu tidak memakanku dan menghampiri Mu Hongzhi? Kamu malah mengejarku, apakah tidak lelah?!" tanyanya dengan sedikit kesal.
Beruang hitam mutasi malas untuk meladeninya bicara. Dia hanya ingin cepat mencabik Lict karena berani menginjak wajahnya. Pada akhirnya, Lict dan beruang hitam mutasi itu bertarung lebih dulu. Keduanya terjerat cukup lama hingga Lict menabrak pohon di belakangnya.
Makhluk hitam itu tidak berhenti dan justru semakin memojokkannya. Sebelum Lict benar-benar tidak berdaya, Mu Hongzhi pun turun dan menendang beruang itu ke samping. Tapi kakinya langsung mati rasa.
"Ah, kakiku!! Kakiku! Beruang itu sangat keras, seperti batu!" Mu Hongzhi kesal dan segera menyentuhnya kaki kanannya yang baru menendang beruang.
Walaupun beruang hitam mutasi berasil disingkirkan sebelum menyerang Lict, tapi serangan Mu Hongzhi tidaklah seberapa. Sehingga beruang itu hanya mengalami kejutan kecil dan kembali menyerang Lict.
Kali ini bahkan lebih ganas. Makhluk hitam itu melompat dan memperlihatkan cakar serta taring yang tajam. Lict yang kelelahan dan terpojok di bawah pohon sulit untuk bergerak. Kakinya terlalu lemas. Atau mungkin makhluk itu yang terlalu cepat.
Sambil meraung keras, beruang hitam mutasi merasa jika kali ini akan berhasil. Tapi lagi-lagi mungkin impiannya harus hancur. Sebelum si beruang hitam mutasi menerkam Lict, tubuh berbulunya sudah jatuh begitu saja. Disertai rasa sakit di tubuh.
Li Chang Su sudah cukup untuk menonton pertunjukan. Jika Mu Hongzhi tidak berkata bahwa tubuh beruang hitam mutasi itu keras, mungkin jarum beracunnya tidak akan berhasil. Oleh karena itu, dia menggunakan jarum yang sedikit lebih kecil. Semakin kecil ukurannya, maka besar kemungkinan untuk melukai lawan.
Benar saja, karma beracunnya itu berhasil menembus tubuh keras si beruang hitam mutasi. Makhluk itu kesakitan dan meraung-raung tidak jelas, sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhirnya.
"Mati?" Mu Hongzhi kebingungan.
__ADS_1
"Ya. Untuk menghindari masalah di masa depan." Li Chang Su sendiri mengeluarkan racun mayat dan meneteskan ke tubuh beruang hitam mutasi yang telah tak bernyawa.
Segera, tubuh besar itu langsung berubah menjadi genangan darah. Walaupun jejak darah tidak bisa dihapus, setidaknya itu tidak akan terlalu mencolok.
Mereka sungguh terkejut. Terutama Lict yang merasa jika dirinya begitu sial akhir-akhir ini. Setelah Li Chang Su berkata bahwa beruang itu marah karena wajahnya diinjak, akhirnya bisa menghela napas.
"Kupikir karena aku tidak beruntung akhir-akhir ini. Ternyata salahku sendiri yang menginjak wajahnya. Itu karena aku refleks. Wajah beruang itu sangat dekat denganku awalnya, jadi injak dan melarikan diri." Lict menjelaskan untuk membela diri.
Tapi Li Chang Su tahu, apapun yang dikatakan Lict, semuanya murni karena rasa takut. Laki-laki itu telah tumbuh bersamanya sejak memasuki militer. Tapi Lict memang lebih awal masuk serta memiliki pengalaman. Tapi sejak bersamanya, laki-laki itu menjadi sangat ketergantungan oleh bantuan.
Bahkan berpikir jika Li Chang Su adalah senior atau tuan. Ini lebih ke bawahan patuh apada atasannya. Lict tidak pernah mengeluh untuk beberapa hal. Tapi memang agak konyol.
"Kamu memang sedang tidak beruntung," kata Li Chang Su.
Mu Xianzhai sendiri hanya menyajikan diam-diam dan menggelengkan kepala. Kali ini kabut masih tebal. Li Chang Su mengambil dua lentera lagi untuk mereka. Perjalanan kali ini sungguh merepotkan.
"Xue Zi? Tadi dia berubah jadi kecil dan melarikan diri." Lict akhirnya ingat.
Li Chang Su tahu jika makhluk itu pasti tidak akan jauh-jauh dari tempat ini. Dia memanggil kelinci mutasi itu untuk kembali. Mereka harus melanjutkan perjalanan.
Ia mencari ke berbagai sisi tak jauh dari tempatnya berdiri. Karena bulunya putih, ia cukup kesulitan untuk membedakan kelincinya dengan salju.
"Su'er, salju tidak berekor," kata Mu Xianzhai dengan senyum tulus.
Ekor?
Li Chang Su memikirkan ini dan akhirnya mencari di sekitar. Ternyata menemukan sesuatu. Li Chang Su segera menariknya dengan susah payah. Kelinci mutasi yang gemuk itu terjadi menyembunyikan sebagian tubuhnya di salju.
__ADS_1
"Xue Zi ... Apakah kamu masih seekor kelinci?" Gadis itu mencibir.
Kelinci putih mutasi itu hanya bisa menghela napas dengan telinga panjangnya yang terkulai. "Tentu saja aku seekor kelinci. Hanya tingkat raja. Bagaimana bisa mengalahkan beruang hitam mutasi tingkat ilahi. Tapi, Cantik ... kenapa kamu bisa membunuhnya dengan mudah?"
Nada bicara Xue Zi sedikit bercanda. Ini hanyalah kekaguman terhadap Li Chang Su. Tapi mungkin Mu Xianzhai akan mengalami kecemburuan kecil. Kata 'Cantik' itu jelas adalah alasan kenapa Xue Zi mengikuti Li Chang Su selama ini.
"Tentu saja racunku. Kamu tidak perlu tahu."
Li Chang Su terkekeh dan menggelengkan kepala. Itu hanya beruang. Ada banyak racun menarik di zaman modern. Dia hanya perlu memakai sedikit untuk membunuh binatang itu.
Dengan penglihatan mata dewa, Li Chang Su bisa melihat arah, pepohonan di sekitarnya serta menentukan ke mana kira-kiranya harus pergi. Jadi dia mengatakan apa yang dilihatnya pada Lict, memastikannya agar tidak tersesat.
Untung saja tidak ada binatang mutasi yang menyerang mereka. Tapi Li Chang Su selalu merasa jika akan ada sesuatu yang besar akan terjadi. Mu Xianzhai sudah berusaha untuk membiarkannya tidak gelisah. Walaupun dia akui jika mungkin binatang mutasi golongan kegelapan akan muncul kapan saja.
Mu Xianzhai mendapatkan peringatan dari naga perak di alam bawah sadarnya. Oleh karena itu dia tahu kekhawatiran istrinya saat ini. Mu Xianzhai tidak memegang lentera. Dia menjadi penjaga. Jika ada sesuatu, dia akan mengambil tindakan untuk melindunginya.
Ketika hari semakin siang, kabut tidak lagi memenuhi hutan. Perlahan-lahan mulai menghilang. Secara alami, lentera tidak dibutuhkan lagi. Hanya saja salju di sekitar mereka sedikit tebal saat ini. Pepohonan yang ada di sekitar juga mulai sedikit.
Sepertinya, mereka sudah mulai keluar dari selama hutan.
"Ini ternyata cukup melelahkan."
Lict mengeluh. Gara-gara Xue Zi yang ketakutan hingga tak mau lari lagi, mereka terpaksa jalan kami. Sedangkan Xue Zi ada di pelukan Mu Hongzhi untuk mencari kehangatannya.
Tempat ini terlalu cantik bukan? Tapi Li Chang Su menghela napas. Entah ini baik atau buruk. Mungkin perasaan ketidaknyamanan Li Chang Su sehingga Mu Xianzhai mengambil langkah lain.
"Su'er ... Haruskan para penjaga gelap memeriksanya lebih dulu?" tanya Mu Xianzhai dengan elusan lembut di kepala gadis itu.
__ADS_1