
PELAYAN bernama Xuxu itu lebih pendek dari Xuyao. Tapi gerakannya lebih gesit dibandingkan dia. Karena itu saat ini, Xuyao hanya bisa bertarung ketika Xuxu membuat gambar. Ketika kucing hitam yang bermutasi itu kewalahan, dia segera menggantikannya.
Pedang keduanya sangat lihai, bermain di udara dan hampir mencukur semua bulu lebat hitam kucing bermutasi. Sekilas, kucing itu memiliki bulu panjang seperti serigala. Semua tubuhnya seperti perpaduan dari binatang lain.
"Aku sangat menyukai kucing. Tapi jika ukurannya sebesar ini, mungkin akan dipikir lagi untuk memeliharanya," Xuyao berkata.
Xuxu yang sedang memegang pedang seperti mainan pun mengiyakan, "Aku khawatir kamu akan dimakan saat tidur jika memelihara kucing mutasi."
"....."
Xuyao mengira jika Xuxu sedang menyamakannya dengan ikan di atas talenan.
Kucing hitam yang bermutasi itu tampaknya tahu bahwa kedua manusia bodoh itu sedang melakukan sesuatu. Bulu-bulu nya kini berjatuhan. Kini hanya menyisakan beberapa bulu yang panjang. Kucing hitam yang bermutasi itu terkejut melihat tubuhnya sedikit kedinginan dan banyak potongan bulu di tanah bersalju.
Ya Tuhan! Dia baru saja dicukur!
Karena fokus menyombongkan diri dan ingin membunuh mereka, kucing hitam yang bermutasi itu lupa tentang tubuhnya sendiri. Sejak awal, Xuxu dan Xuyao sengaja menghunuskan pedang untuk memotong bulu. Yang juga tidak terduga bagi Li Chang Su.
Apakah Mu Xianzhai memiliki pelayan yang seperti ini?
Seperti ekor yang terinjak, kucing hitam yang bermutasi itu menggeram, lalu meraung rendah. Tanpa diduga, ingin mencabik-cabik kedua manusia kecil itu. Xuyao dan Xuxu berlari mengitari tempat itu, menghindari kejarannya. Li Chang Su yang kini ada di pinggir pun tidak tahu harus berbuat apa. Hanya bisa menepuk jidatnya.
Apa yang dia pikirkan barusan tampaknya salah. Dua pelayan itu memang cukup bodoh!
Jejak kaki terlihat di salju yang mulai menebal. Xuyao dan Xuxu sebenarnya hanya memakai pakaian yang cukup tipis, kakinya juga terbalut sepatu anti air yang jelas tidak akan menahan rasa dingin terlalu lama. Tapi keduanya berlari untuk menghindari kejaran kucing hitam bermutasi itu.
Karena terlalu panik dan pikiran sedikit kosong, keduanya jatuh tengkurap. Wajahnya terbenam sepenuhnya di salju. Li Chang Su yang cukup terkejut mengenai ini tidak tahu, apakah harus tertawa atau menangis. Dia buru-buru bertindak, mengambil pedang dan mencegah makhluk itu agar tidak mencelakai dua pelayannya.
Sementara, pelayan yang lain telah lama menonton. Lebih baik cari aman!
Katana yang Li Chang Su pegang jelas tajam dan memiliki beban ringan. Tapi jangan remehkan bilah tajam yang terlihat main-main. Saat dia beraksi di depan dua pelayan yang kini tertegun bodoh, Li Chang Su sudah memotong kucing hitam bermutasi itu menjadi dua bagian.
Darah segar mengotori tanah bersalju. Hujan salju semakin lebat. Dia menengadah ke langit, memandang kegelapan. Terkadang dia ingin menghela napas. Dunia ini sungguh merepotkan. Dia lebih suka berada di pasukan militer, menjalankan tugas dari atasan dan digemari banyak orang.
Li Chang Su suka menjadi panutan banyak prajurit baru. Sebagai senior yang berpengalaman, dia mengabdikan dirinya untuk negara. Hanya dengan cara ini dia bisa mengisi kekosongan keluarga di hatinya.
__ADS_1
Melihat kucing hitam besar yang bermutasi itu kini sudah mati, dia seperti sedang bermimpi berada di negeri dongeng. Semua hal yang tampak ilusi ini sebenarnya nyata. Dunia ini, jaman sepuluh milenium lalu, ternyata dipenuhi oleh berbagai hal yang tak terduga.
Dia berbalik dan melihat dua pelayan yang masih tampak bodoh. Setelah berdeham, kedua orang itu akhirnya sadar dan memujinya begitu banyak. Sayang sekali, Li Chang Su tidak ingin memedulikan ini dan meminta mereka untuk menyingkirkan kucing mati ini.
"Nona, haruskah kita menguburnya?" Tanya Xuyao.
"Apakah ini bukan pertama kali bagi kalian bertemu hal-hal seperti ini ibukota?" Li Chang Su bertanya kembali.
"Ah, sebenarnya ini bukan pertama kalinya. Tapi juga tidak sering. binatang mutasi yang mati akan dikubur atau dibuang ke perbatasan untuk dimakan binatang mutasi lain," pelayan itu menjelaskan.
"Kalau begitu terserah kalian saja. Aku terlalu lelah untuk mengurusnya."
Belum lagi, salah seorang pelayan meninggal ....
Sementara itu, ibukota masih cukup gempar. Binatang mutasi ini tidak hanya muncul di penginapannya saja, melainkan juga di sisi lain. Setelah memastikan jika tidak ada binatang mutasi di sekitar, Li Chang Su memilih kembali ke kamar. Dia sangat lelah dan ingin beristirahat. Tidak bisakah biarkan malam ini menjadi sedikit lebih tenang?
Berbaring di tempat tidur dan mulai terlelap, Li Chang Su tidak menyadari kehadiran orang lain di kamarnya. Seorang pria masuk melalui jendela dan berjalan tanpa suara, memperhatikan gadis yang tengah tertidur itu. Senyumnya terukir cukup jelas. Di balik topeng peraknya yang elegan, Mu Xianzhai sedikit kelelahan.
Zaoshan yang dipakainya tadi telah dibuang ke tempat lain karena dipenuhi darah. Setelah memastikan jika tidak ada lagi bau darah, dia memberanikan diri untuk mengunjungi Li Chang Su.
Awalnya dia sangat khawatir jika gadis itu akan mengalami masalah, jadi setelah selesai membunuh kucing hitam mutasi lainnya, dia bergegas ke penginapan.
Bukankah di jaman modern, dia begitu dikenal dan sangat energik? Lalu apa yang membuatnya memiliki ekspresi sedih seperti itu? Seakan-akan dunia ini tidak menemaninya.
Mu Xianzhai melepaskan sepatu dan diam-diam berbaring di sampingnya. Agar tidak membangunkan kewaspadaan, dia telah menyebarkan asap tidur di ruangan ini sebelum gadis itu kembali. Untung saja tak ada yang salah. Li Chang Su tidak menyadarinya. Mungkin benar-benar lelah.
Pria itu melepaskan topeng peraknya, lalu membiarkan kepala Li Chang Su bersandar di lengannya. Memeluk gadis itu dalam tidur, sungguh menyenangkan. Dia berharap bisa bersamanya lebih cepat, menikah. Tapi hati gadis itu belum ada untuknya. Dia masih harus bekerja keras.
Setelah mengecup dahinya, Mu Xianzhai akhirnya bisa ikut tertidur dengan baik.
"Selamat malam," bisiknya.
Li Chang Su yang kini mungkin tengah bermimpi, hanya mengerutkan keningnya saja. Lalu rileks kembali. Entah karena ruangan yang memiliki anglo atau karena tempat tidur hangat, gadis itu sedikit meringkuk lebih dalam, mencari posisi nyaman.
Mu Xianzhai hanya memeluknya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya, Li Chang Su terbangun oleh guntur yang menggelegar. Dia terperanjat dan tiba-tiba duduk. Tak ada siapapun di kamarnya saat ini. Namun lehernya sedikit sakit, seperti baru saja salah tidur. Dia mengerutkan keningnya sambil berpikir sejenak. Apa yang sebenarnya terjadi semalam?
Dia hanya bermimpi sedang memeluk domba putih yang hangat dan memiliki aroma cendana. Tapi domba gemuk dalam mimpinya itu tidak bersuara sedikit pun, hanya terdiam pasrah dipeluknya.
Memikirkan mimpi aneh yang belum pernah dirasakan sebelumnya, Li Chang Su merinding. Seumur hidup, ini kali pertama dia memimpikan domba.
Dia tidak tahu, bahwa domba gemuk yang memberinya kehangatan dalam mimpi itu masih ada hubungannya dengan Mu Xianzhai.
Jika pria itu tahu apa yang ada dalam pikiran Li Chang Su, mungkin akan mencukur semua bulu domba dan menjadikan wol.
Gadis itu merasa jika seseorang ada di sini semalam. Namun He Ze berkata 'Tidak' dengan percaya diri. Malas untuk menjelaskan apapun.
Lagi pula, ranjangnya cukup kecil, jika ditempati dua orang, pasti lebih sempit. Jadi tidak mungkin jika ada orang lain di sini semalam.
Dari luar kamar, Xuyao dan Xuxu berniat membangunkannya. Ketika mereka masuk, sedikit terkejut. Karena Li Chang Su sudah lebih awal bangun. Belum lagi, keduanya tidak tahu harus berkata apa. Hanya sedikit tergesa-gesa.
"Nona, kamu sudah bangun. Pelayan ini memiliki sesuatu yang harus dilaporkan," kata Xuyao lebih dulu.
"Ada apa?"
"Badai salju akan datang. Tapi kali ini cuaca sangat aneh. Tidak seperti badai biasanya. Banyak warga yang telah dievakuasi ke ruang bawah tanah agar aman. Nona, kita harus segera bergegas dan pergi ke ruang bawah tanah yang ada di sisi perbatasan kota," Xuyao menjelaskan dengan sedikit terburu-buru. Khawatir jika Li Chang Su tidak mengerti dan menolak pergi.
"Separah itu?"
Li Chang Su jelas kebingungan. Badai salju seperti apa yang membuat warga harus mengungsi ke ruang bawah tanah? Ini seperti sedang menghadapi bencana lain saja.
"Nona, tidak ada waktu untuk pelayan menjelaskan. Kita harus segera pergi. Saat ini, di luar sangat gelap. Raungan binatang mutasi yang ada di luar benteng perbatasan saja bahkan bisa terbang hingga ke ibukota. Kita harus pergi menyelamatkan diri sebelum bencana lain datang."
Walau Li Chang Su cukup heran dengan tingkah mereka yang berlebihan, dia bangkit dan membersihkan wajah lebih dulu. Tidak mungkin untuk sarapan.
Ketika keluar dari penginapan, Li Chang Su disambut oleh angin kencang bersalju. Dia yang memakai jubah hitam seperti awal pun sudah bisa merasakan dingin.
Dia berpikir jika ini masih dalam perkiraan pukul lima pagi. Tapi Xuxu berkata jika ini sudah waktu di mana matahari membuat bayangan pohon. Atau setidaknya pukul tujuh pagi.
__ADS_1
"Ini awan badai atau masih malam?" Gadis itu bergumam heran.
Dan Xuyao pun tiba-tiba berteriak padanya ...