Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kunjungan Pensiunan Kaisar


__ADS_3

SEMENTARA itu di Istana Bupati saat ini.


Li Chang Su beristirahat di halaman tamu yang ada di Istana Bupati dan Mu Xianzhai menemaninya, memijat bahu gadis itu karena disuruh. Bahkan tanpa disuruh pun, pria itu sukarela melakukannya. Istrinya sangat luar biasa dan kini pasti lelah setelah membantu Yan Shi melahirkan. Jadi Mu Xianzhai merasa tertekan saat melihat istri kecilnya menunjukkan ekspresi mengeluh.


Baiklah, dia belum menjadi suami yang baik saat ini. Mu Xianzhai harus mengakuinya tapi ketika teringat dengan identitas dirinya yang lain, pria itu tampak lebih tenang. Setelah cukup lama memijat bahu Li Chang Su, pria itu segera memeluknya.


“Su’er … di masa depan, kita juga akan selalu berdua.” Dia menggodanya.


“Hei, itu masih cukup lama. Tunggu saja.” Li Chang Su segera malu dan berbicara cukup pelan.


Setelah merasa jika perasaan lelahnya sudah hilang, LI Chang Su mengantuk. Mungkin karena ketegangan dan juga rasa khawatir sebelumnya saat melihat Yan Shi yang berjuang untuk melahirkan. Mu Xianzhai akhirnya membiarkan istrinya istirahat dan dia keluar sebentar untuk bertemu dengan Mu Yishu.


Mu Xianzhai baru saja memasuki halaman Yan Shi dan mendengar teriakan pria tua yang begitu antusias di dekat pintu, para pelayan tidak berdaya dan hanya bisa menenangkan pria tua tersebut. Siapa yang tahu saat Mu Xianzhai melihat pria tua itu, wajahnya menggelap. Pensiunan kaisar ini tak pernah serius selama ini dan menganggap kekonyolannya sebagai ciri khas utama.


Apakah semua pria tua seperti itu? Bisakah dia juga melakukannya hal seperti itu di masa lalu?


Membayangkannya saja sudah membuat Mu Xianzhai ngeri. Dia tak mau berperilaku seperti kakeknya suatu hari nanti. Lihatlah Su’er nya yang mungkin akan menertawakan dia dengan rambut memutih dan duduk di sofa empuk. Hanya dengan membayangkan jika keduanya akan hidup sampai tua, Mu Xianzhai sedikit tenang.


Tapi lagi-lagi teriakan Pensiunan Kaisar sudah membuat Mu Xianzhai ingat dengan tujuannya ke sini.


“Kakek, apakah kamu ingin membuat seisi halaman ini mati?” tanyanya agak dingin tapi meskipun begitu, nada bicaranya tidak bermusuhan.


Pensiunan Kaisar yang mendengar suara cucu ketiganya pun langsung senang dan tidak peduli dengan sindiran sebelumnya. Dia terbatuk ringan dan berjalan ke sisi Mu Xianzhai.


“Zhai Zhai … kamu harus bantu Kakek. Oh, Kakek sangat malang. Yishu tidak mau keluar untuk menunjukkan cicitku yang baru lahir, bagaimana bisa Kakek menelan napas ini!” Suara Pensiunan Kaisar sedikit kesal tapi lebih banyak sedih. Cucu baiknya, Mu Yishu benar-benar tidak berbakti. Menutup pintu dan meminta untuk kembali dan berkunjung sebelum hari upacara Man Yue nya, sungguh kejam.


Mu Xianzhai yang baru saja menyadari jika kakeknya memanggil dirinya dengan sebutan ‘Zhai Zhai’ pun merasa jijik. “Kalau begitu pulanglah dan kembali lain kali. Kenapa repot-repot. Kakak laki-laki tentu saja memiliki alasan untuk tidak melihatmu dan menunjukkan anak ketiganya.”

__ADS_1


Pensiunan Kaisar akhirnya benar-benar kesal dan menggambar lengan Mu Xianzhai dan bicara dengan nada marah. “Kamu, Nak! Kamu ada di pihak siapa?  Bukankah kamu datang untuk melihat bari kecil itu?”


Mu Xianzhai terdiam sebentar dan menjawab dengan jujur. “Karena kamu di sini maka aku tidak jadi melihatnya hari ini.”


“...” Apa salah pria tua ini?  Pikir Pensiunan Kaisar.


Tiba-tiba saja suara Mu Yishu terdengar dari balik pintu. “Saudara Ketiga, biarkan kakek pulang dan kembalilah lain kali. Aku tidak akan membiarkannya masuk sedikit pun untuk melihat bayi laki-lakiku!”


Ada nada kekanak-kanakkan dalam suara Mu Yishu dan Mu Xianzhai tahu jika saudara laki-lakinya ini sedang merajuk. Akhirnya, Mu Xianzhai dengan rendah hati mengusir pensiunan Kaisar dengan enggan.


“...” Pensiunan Kaisar yang terusir pun tak berdaya dan benar-benar meninggalkan halaman.


Hanya saja Mu Xianzhai bau saja melakukan sesuatu yang salah kali ini karena ….


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gadis itu baru saja tidur selama lima belas menit dan dua pelayannya terpaksa membangunkan gadis itu di bawah ancaman seseorang. Xuyao dan Xuxu ingin menangis tanpa air mata dan berharap jika sang putri tak akan menyalahkan keduanya.


Ketika Li Chang Su yang mengantuk mengerutkan kening, Xuyao berkata jika pensiunan kaisar ada di sini. Dia langsung terjaga dan bertanya sekali lagi apakah benar pensiunan kaisar yang datang. Karena itu, Xuxu pun segera meyakinkannya.


“Kenapa pria itu ada di sini?” gumam Li Chang Su lalu menguap. Dia masih mengantuk dan hanya mengibaskan tangannya dengan lembut, lalu kembali berbaring di ranjang. “Biarkan dia menunggu dan aku ingin tidur lebih dulu. Sangat mengantuk.”


“...” Xuxu dan Xuyao yang melihatnya pun saling memandang dan menghela napas panjang. Mungkin hanya Li Chang Su dan Mu Xianzhai saja yang berani memiliki sikap seperti itu pada pensiunan kaisar.


Melihat tuan mereka tidur, keduanya pun meninggalkan kamar dan kembali ke halaman depan. Pensiunan kaisar mondar-mandir dengan gelisah dan sangat ingin melihat cicit kecilnya yang baru saja lahir. Tapi Mu Yishu seperti induk sapi yang melindungi anaknya. Jadi dia datang ke halaman di mana Li Chang Su berada dan ingin meminta bantuan.


Namun Pensiunan Kaisar hanya bisa kedua pelayannya saja yang keluar dengan ekspresi tidak berdaya.

__ADS_1


"Di mana Su'er?" tanyanya.


Sebelum Xuxu bicara, Xuyao sudah lebih dulu berkata, "Tuan Putri berkata, dia sangat lelah dan ingin tidur."


"Tidur? Apakah karena dia membantu persalinan Yan Shi dan kelelahan?" tebaknya.


"Ya, jadi mohon untuk Pensiunan Kaisar kembali atau—"


Sebelum Xuyao berkata lagi, Pensiunan Kaisar sudah memotongnya. "Tidak apa-apa. Aku bisa menunggu. Dia lelah dan biarkan istirahat."


Pensiunan Kaisar mengelus janggut putihnya dan terlihat tidak berbahaya. Tapi bagi Xuyao dan Xuxu yang telah lama bergelut dalam ilmu seni bela diri dan tenaga dalam, ekspresi Pensiunan Kaisar jelas agak salah.


Benar saja, Pensiunan Kaisar kembali berkata, "Biarkan aku berada di ruangan lain untuk menunggunya."


"..." Apakah Anda tidak salah? Batin Xuyao agak enggan.


Tapi pihak lain adalah Pensiunan Kaisar dan kedua pelayan itu tidak bisa melawannya. Jadi keduanya mengantar Pensiunan Kaisar ke ruangan lain dan menyajikan makanan ringan serta teh yang masih hangat.


Di ruangan yang tenang dan sejuk, Pensiunan Kaisar memperhatikan dua gadis pelayan yang masih terlihat muda. Dan keningnya mengerut curiga. Sepertinya aura dari kedua gadis itu terasa akrab.


"Apakah kalian berasal dari Lembah Racun?" tebaknya.


Xuyao dan Xuxu sedikit terkejut, lalu tubuhnya kaku dan mulutnya agak rapat untuk bicara. Pensiunan Kaisar mencurigai identitas mereka? Kedua gadis itu saling melirik dan tidak bisa berkata banyak. Hanya mengangguk dan menjawab jika keduanya diselamatkan oleh Mu Xianzhai beberapa tahu lalu.


Kini keduanya menjadi pelayan dalam perjanjian tertulis dan melayani Li Chang Su serta bertugas untuk melindunginya.


Xuxu menatap Pensiunan Kaisar dengan mata yang bingung. "Kalau boleh tahu, bagaimana Pensiunan Kaisar menebak jika kami berasal dari Lembah Racun?"

__ADS_1


__ADS_2