Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Obat Halusinasi


__ADS_3

PRIA ITU tersenyum ke arah Li Chang Su. Gadis ini selalu tahu bagaimana caranya menggigit dengan baik. Bahkan tak menyisakan harga dirinya di depan Mu Xianzhai. Sepertinya perasaan Li Chang Su pada Mu Xianzhai mulai tumbuh sedikit demi sedikit. Dia tertinggal jauh.


Walaupun mengejar Li Chang Su bukan hal utama untuk menjadikannya istri, tapi dia suka melakukan hal seperti ini. Jarang sekali baginya untuk mengejar wanita. Setelah makan siang dengan Ye Shi, pria itu berkata jika salah satu cabang markasnya dibakar oleh Mu Xianzhai. Yang bukan ancaman main-main.


Dia tidak tahu apa yang akan Mu Xianzhai lakukan jika dirinya sendiri berani mengambil langkah untuk Li Chang Su.


"Putri Xian, bisakah berbelas kasih di masa depan?" Tanyanya agak enggan untuk mengakui.


"Tergantung sikapmu," gadis itu masih tidak mau melunakkan hatinya.


Mu Xianzhai segera membawa agdis itu ke sisinya dengan kasih sayang. Walaupun tatapan matanya di balik topeng tidak jelas, Li Chang Su masih bisa merasakan sedikit merinding.


"Istri, kamu tidak bisa berbelas kasihan pada pria seperti dia. Atau suamimu ini akan sedih. Dia berani datang ke jendela kamar kita, bukankah untuk mengintip?" Dia sengaja menambahkan beberapa bahan bakar ke api untuk membuat Ye Tianli merasa ingin memuntahkan darah lamanya.


Namun Li Chang Su ini bukan orang yang bodoh. Dia mungkin menegur Ye Tianli, bukan berarti Mu Xianzhai lolos dari cibirannya.


"Lihatlah berapa usiamu? Jika kamu berbeda darinya, jangan membuat masalah ini tambah rumit. Katakan saja intinya. Aku ini bukan wanita yang ingin menebak!"


"....," Baik Mu Xianzhai maupun Ye Tianli merasa bahwa gadis itu hanya berpihak pada dirinya sendiri.


Meski begitu, Li Chang Su memang mengambil duduk di samping Mu Xianzhai. Kali ini dia tidak ingin mempermasalahkan keduanya dan bertanya tentang maksud kedatangannya.


Ye Tianli berkata jika orang yang menaruh racun untuk memicu penyakit jantung Mu Peizhi telah ditemukan. Ada dua orang. Semuanya gadis pelayan yang masih di bawah usia tujuh belas. Belum lagi ada penjaga gelap pihak lain yang mengintai diam-diam di sekitar Istana Pangeran Kedua.


Gadis itu pun akhirnya memberikan sebuah botol kecil. Isinya berupa serbuk putih yang akan membuat pikiran seseorang terstimulasi. Juga saat bubuk ini digunakan pada orang itu, maka pertanyaan apapun akan dijawab. Bahkan bisa diberi perintah apapun tanpa kecurigaan.


"Apakah ini seperti menjadikan pikiran orang lain seperti boneka?" Ye Tianli berani menebak.


"Itu benar. Ini produk yang kubuat. Cukup lama prosesnya. Bukan hanya berpengaruh pada manusia, tapi juga binatang mutasi sekalipun. Bagus untuk membuat putra mahkota dan permaisuri dicurigai," jelas Li Chang Su dengan penuh percaya diri.


"Su'er, apakah ini benar-benar efektif terhadap binatang mutasi?" Tanya Mu Xianzhai ingin memastikannya sekali lagi.


Gadis itu meliriknya dengan heran, "Ya. Apakah ada sesuatu tentang itu?'

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan raja binatang mutasi?"


"Mmm ...," Li Chang Su sedikit berpikir sebelum akhirnya menebak beberapa kemungkinan, "mungkin efektif jika menambah beberapa dosis. Tergantung sifat dari raja binatang mutasi itu sendiri. Lagi pula aku belum pernah tahu seperti apa raja binatang mutasi itu."


Jika Li Chang Su tahu bahwa kelinci mutasi yang dia adopsi saat ini adalah raja kelinci, pasti akan terkejut untuk waktu yang lama. He Ze juga tidak memberi tahu Li Chang Su tentang identitas kelinci mutasi.


Jadi saat ini, di ruang artefak, He Ze yang sibuk makan kacang goreng pun menatap kelinci mutasi dengan penuh perhatian. Seakan-akan bisa menguliti bulunya.


Sedangkan kelinci mutasi yang ditatap itu sedikit tidak wajar. Dan mengenai obat pengendali pikiran yang diberikan Li Chang Su pada Ye Tianli, ia cukup yakin bisa efektif. Jadi ... Jangan sampai ada yang tahu jika dia adalah salah satu raja binatang mutasi.


Saat ini, Ye Tianli hampir yakin jika produk baru ini akan memiliki nilai jual. Tapi Li Chang Su tidak mau menjualnya.


"Apakah kamu tidak khawatir aku akan menggunakan ini untuk berbuat jahat padamu?" Dia bertanya, sedikit aneh.


"Yakinlah, jika itu terjadi, aku akan mengetahuinya lebih dulu dan menyandarkannya. Jangan kira aku membuat obat ini tanpa penawar atau pencegahan!"


"....," Tadinya Ye Tianli ingin membuat gambar pada dua pasangan ini. Lalu memberikannya sedikit tes. Bukan hanya itu, tapi juga untuk Ye Shi.


Tapi karena saat ini tujuannya adalah mengungkapkan identitas pelaku percobaan pembunuhan anak kaisar, Ye Tianli sedikit lega.


"Mungkin satu minggu. Aku belum tahu secara pasti waktunya. Semakin tinggi energi tenaga dalam atau seni bela dirinya, maka dosis juga harus bertambah."


"Ternyata seperti itu. Kalau begitu terima kasih. Pangeran kedua pasti sangat senang tentang ini," Ye Tianli akhirnya bangkit dan bersiap untuk pergi.


Li Chang Su ingin mengantarnya ke pintu. Namun sebelum melangkah pergi, Mu Xianzhai sudah menariknya kembali hingga jatuh ke pangkuannya. Dia tidak terbiasa duduk di pangkuannya dan ingin bangkit. Sayangnya Mu Xianzhai mengencangkan tangannya di pinggang gadis itu.


"Biarkan saja. Dia tidak akan repot," kata Mu Xianzhai.


"Kamu ...," Gadis itu sedikit tidak senang dengan perbuatannya. Apakah Mu Xianzhai harus begitu cemburu?


"Jadi kapan Su'er akan mengatasi penyakit jantung saudara kedua?" Mu Xianzhai mengalihkan topik pembicaraan.


"Mari lakukan besok setelah pergi dari Istana Kekaisaran," jawabnya setelah berpikir sejenak.

__ADS_1


"Ini bagus."


"Kalau begitu, biarkan aku pergi," katanya.


"Ada apa? Apakah Su'er begitu tidak nyaman?"


"Ini .... Bukankah seharusnya tidak pantas?" Dia terlihat ragu-ragu saat menjawab.


"Su'er saat ini bukan tentara berusia tiga puluh tahun. Hanya sekarang gadis lima belas tahun. Apakah harus begitu malu? Lagi pula aku ini suamimu. Duduk di pangkuanku, apa salahnya?" Mu Xianzhai mencercanya dengan berbagai fakta yang membuat gadis itu semakin tidak nyaman.


Gadis itu ingin membalas ucapannya, tapi Mu Xianzhai mencibir lebih awal, "Huh? Apa yang ingin kamu katakan?"


"Terserah padamu! Aku tidak peduli!" Gadis itu segera bangkit dan meninggalkan rumah tamu. Tidak lagi melihat ke belakang untuk alasan apapun.


Sedangkan Mu Xianzhai yang ditinggalkan pun hanya tersenyum lebih dalam. Sangat sulit untuk membuat gadis ini menjadi manja dengannya. Mungkin dia harus memikirkan cara lain untuk membuat Li Chang Su bertingkah seperti bayi (manja) di pelukannya.


Saat Li Chang Su kembali ke halaman utama, wajahnya masih memerah. Xuxu dan Xuyao ingin menanyakan apa yang terjadi sejak tuannya berada di ruang tamu. Mungkinkah Mu Xianzhai mengganggunya? Namun seberapa kerasnya Xuxu dalam bertanya, Li Chang Su akan menggelengkan kepala dan berkata tidak ada apa-apa.


Gadis itu hanya berada di dalam kamar dan mengunci diri. Sebelum akhirnya pergi ke ruang artefak.


Sementara itu, di sisi lain ....


Ye Tianli tidak langsung pergi ke Istana Pangeran Kedua, melainkan ke suatu tempat terpencil. Sebuah penjara bawah tanah. Dengan kemampuannya, ia bahkan bisa keluar-masuk penjara bawah tanah ibu kota. Tidak ada atau pun yang mengetahuinya.


Hari ini dia harus menguji bubuk obat halusinasi yang diberikan oleh Li Chang Su. Cobalah pada salah satu tahanan yang agak keras kepala.


Ketiak dicoba, tahanan itu seperti boneka hidup yang hanya menjawab ketika ditanya. Tak ada hal lain yang salah. Kemudian ekspresinya menjadi santai dan lebih tenang. Tidak kasar seperti tadi. Dengan begitu, Ye Tianli akhirnya percaya.


Bukan karena dia tidak mempercayai Li Chang Su, namun dia khawatir obatnya tidak bekerja dengan baik. Jadi cobalah dulu pada orang lain. Ia khawatir, dengan bubuk obat halusinasi ini, permaisuri ataupun putra mahkota bisa dijadikan alat.


Saat kembali ke Istana Pangeran Kedua, Ye Tianli mencari Mu Peizhi secara pribadi. Ketika membuka pintu, pemandangan pertama yang dilihatnya adalah Ye Shi!


Ye Tianli hampir saja berteriak tentang apa yang dilakukan Ye Shi di sini. Namun tampaknya tidak ada yang salah dengan Mu Peizhi. Mereka sedang bermain catur. Ketika Mu Peizhi melihatnya kembali, pasti memiliki kabar baik.

__ADS_1


"Bagaimana tanggapan Putri Xian? Apakah dia memiliki rencana yang bagus untuk mengatasi ini?" Tanyanya.


__ADS_2