
"KENAPA KAMU menanyakan hal ini lagi. Setahuku, kamu pernah menanyakannya juga?" Li Chang Su bertanya dengan sedikit pemahaman. Rasanya dia pernah mengingat jika Mu Xianzhai bertanya tentang ini padanya.
"Ya." Mu Xianzhai menurunkan matanya. Dia mungkin tidak yakin dengan jawaban yang memuaskan, jadi ingin mengetahuinya lebih awal. Sehingga jika gadis itu tidak puas, dia akan menyempurnakannya.
Tiba-tiba saja Li Chang Su terkekeh, lalu berbicara, "Seharusnya wanita yang selalu menanyakan ini pada pria. Bagaimana bisa terbalik?"
"Itu berbeda. Tapi Su'er, kamu ditakdirkan untukku. Datang padaku sesuai keinginan gelang naga perak. Mungkin juga nama kita tertulis di buku takdir. Bahkan jika kamu tidak mencintaiku di masa depan, aku akan menjagamu seumur hidupku. Jika kamu memiliki anakku tapi kamu tidak menyayangi mereka, aku akan memberikan semua yang mereka inginkan untuk tetap berpikir jika kita baik-baik saja pada pernikahan ini."
Mu Xianzhai menuturkan, tatapan matanya jelas hangat, penuh melankolis dan juga rasa bahagia. Dia sudah siap untuk segalanya. Bahkan jika dia raja perang yang dingin dan kejam, bagaimana dengan itu? Dia juga manusia yang takut kehilangan.
Li Chang Su menyipitkan matanya, menatap pria itu untuk waktu yang cukup lama. Mu Xianzhai tidak mau main-main.
Apakah menyenangkan untuk bisa terus bersama?
Dia tidak suka tinggal di rumah. Mu Xianzhai bisa membawanya ke barak militer, membiarkan dia bermain di sana. Tapi tidak mungkin untuk turun dalam peperangan.
Menatap bubur ayam yang mulai mendingin, Li Chang Su hanya menghela napas. "Makan dulu. Aku akan memberimu jawaban nanti."
"Kenapa nanti?"
"Pikirkanlah dulu."
"...." Mu Xianzhai tidak berdaya dan membiarkan Li Chang Su memikirkan ketulusannya lebih dulu. Dia makan bubur ayam. Gadis itu menyuapinya dengan hati-hati.
Adapun dirinya, memisahkan daging ikan bakar dengan duri, dan memberi makan Li Chang Su juga. Tidak ada yang tahu apa yang mereka lakukan di kereta, sangat romantis. Sedangkan Mu Hongzhi bersama dengan kelinci mutasi sedikit bersahabat.
Kelinci mutasi itu tidak terlalu suka ikan bakar. Ia lebih menyukai wortel. Karena itu, Xue Zi pergi dengan cepat untuk mencari wortel di sekitar tepi hutan. Hidungnya memiliki penciuman yang tajam setelah memikirkannya wortel.
Mu Hongzhi ingin mengikutinya. Khawatir terjadi kecelakaan. Tapi Li Chang Su tidak memedulikan kelinci itu. Biarkan saja berlarian sesuka hatinya.
Siapa tahu saja akan pergi untuk menemukan jodoh. Dan tidak akan mengganggunya. Memelihara He Ze saja sudah cukup merepotkan. Kini ditambah Xue Zi, ruang artefak tidak pernah damai.
Setelah sarapan, Li Chang Su membereskan segalanya dulu, sebelum akhirnya kembali untuk memeriksa luka di dada pria itu. Namun, Mu Xianzhai menahan tangannya.
__ADS_1
"Su'er, beri jawaban ...." Pria itu menginginkan jawabannya sejak lama. Kini gadis itu tidak bisa menghindari tatapannya lagi.
Wajah Li Chang Su memerah. Ia sudah memikirkan ini sejak semalam. Dan baru ingin memutuskan segala sesuatu di hatinya. Dengan malu-malu seperti gadis yang belum pernah bertemu pria tampan, Li Chang Su mengerucutkan bibirnya.
Dia menundukkan kepala setelahnya.
"Apakah kamu benar-benar ingin tahu?" tanyanya berusaha menenangkan hatinya yang gugup.
"Ya. Apapun jawabannya. Aku tidak marah atau sedih."
"Bisakah kamu berjanji satu hal padaku?"
"Apapun itu." Mu Xianzhai menjawab tanpa ragu.
"Baiklah ..." Gadis itu akhirnya tersenyum, memeluknya dengan hati-hati agar tidak menekan luka di dadanya.
Mu Xianzhai bingung dan agak linglung. Tiba-tiba saja dipeluk seperti ini, perasaannya cukup aneh. Dia tidak pernah melihat Li Chang Su mengambil inisiatif untuk memeluknya, atau tersenyum begitu hangat ketika bicara dengannya.
Setelah tubuhnya menegang karena suatu alasan, Mu Xianzhai tidak berani menanyakan apapun. Dia ingin tahu apa yang diinginkan gadis ini. Bahkan jika itu adalah perjanjian yang cukup memberatkannya, dia akan setuju. Selama gadis itu masih bersamanya.
Li Chang Su tidak segera melepaskan pelukan. Dia bersandar, mendengarkan detak jantung Mu Xianzhai yang cukup cepat. Sudut mulutnya membentuk kurva yang indah. Apakah pria ini sangat gugup melebihi dirinya?
Memikirkan kemungkinan ini, dia terkekeh. Li Chang Su melepaskan pelukan dan menatap Mu Xianzhai. Wajah tampan tanpa cela, mata yang memiliki ketajaman, hidung sempurna dan bibir tipisnya yang menggoda. Berapa banyak wanita yang tergoda olehnya selama ini?
Li Chang Su menangkup wajah pria itu. Wajah keduanya cukup dekat. Mu Xianzhai hanya memiliki pikiran yang tidak pasti. Apa yang akan dilakukan gadis ini?
Hingga akhirnya, Mu Xianzhai merasakan bibirnya lembab. Li Chang Su memberanikan diri untuk mencium bibirnya sejenak, lalu buru-buru menjauh
Sayangnya, Mu Xianzhai yang kecanduan sudah menarik gadis itu ke pelukannya. Mencuri kembali bibirnya. Untuk sementara waktu, keduanya terjerat. Kali ini tidak ada paksaan ataupun ketidaksengajaan. Tapi keinginan keduanya.
Mu Xianzhai sepertinya memiliki musim semi di pikirannya, setengah memeluk gadis itu sambil memejamkan mata. Menikmati sensasinya. Setelah cukup lama merasakan, keduanya melepaskan tautan.
"Heh, Su'er ... Apakah ini jawabanmu?" Mu Xianzhai sedikit tersenyum licik. Tanyanya meremas pinggang gadis ini. Menahan keinginan terbesarnya.
__ADS_1
"Ya. Tidakkah kamu suka? Atau butuh kata-kata saja?" Gadis itu mencibir.
"Untuk apa kata-kata itu dibutuhkan jika bukti nyata sudah di depan mata?" Mu Xianzhai bekerja sama, terkekeh dan mencibir bibirnya lagi sekilas.
Li Chang Su tampaknya sudah siap dengan perasaannya pada pria ini. "Bahkan jika aku belum mencintaimu, aku menyukaimu. Setidaknya, kamu suamiku. Aku harap kamu tidak mengecewakanku di masa depan. Atau aku akan pergi."
Ancaman ini nyata dan tidak nyata. Li Chang Su bukan orang yang lunak. Dia tidak suka pengkhianatan atau sesuatu yang membuatnya dirugikan. Pria ini kuat dan mendominasi. Dia menyukai pria kuat. Tentu saja, dia juga gadis normal yang menginginkan rasa aman bahkan jika diri sendiri kuat bukan?
Mu Xianzhai memeluknya dengan erat, memejamkan matanya sambil menghirup aroma shampo rambut gadis itu. "Jika aku berkhianat, maka biarkan gelang naga perak menghukummu untuk menjadi peliharaanmu. Sehingga Su'er bisa bebas untuk memperlakukanku seperti hewan."
Ini janjinya. Tidak, semacam sumpah kesetiaan. Dia rela menjadi peliharaan Li Chang Su di masa depan jika terbukti berkhianat dan memilih wanita lain. Bahkan jika langit runtuh dan membutuhkan dia untuk menjadi penyelamat, dia akan memeluk gadis itu, membawanya bersama.
Mari berjuang bersama.
"Kalau begitu, Su'er ... Apakah kamu menerimaku sebagai suami?" tanyanya dengan nada lembut.
"Ya. Tentu saja."
"Jadi, apa syarat yang diinginkan Su'er tadi? Ayo, katakan. Apapun itu, aku akan memenuhinya."
Li Chang Su menatapnya sejenak. "Aku ingin kamu tetap makan rebung atau tunas putih musim dingin yang kalian kenal itu. Pelayan berkata itu adalah makanan kesukaanmu. Bahkan jika aku alergi rebung, kamu tidak. Aku bisa memasak rebung untukmu di masa depan."
"Apakah Su'er memaksa?"
"Ya. Jika tidak mau, aku akan memakan rebung itu bahkan jika alergi." Dia mengancam.
"Jangan!!" Mu Xianzhai sedikit bernapas berat. "Su'er, jangan berani memakannya. Aku tidak tahan melihatmu sakit. Jika itu yang diinginkan Su'er, maka aku akan tetap memakannya di masa depan. Tapi tunas putih musim dingin tidak boleh ada di istana. Simpan saja di ruang artefak?"
"Tidak masalah." Li Chang Su mengangguk.
Kali ini, kecanggungan keduanya seperti telah hilang. Setelah saling terbuka satu sama lain, Li Chang Su juga tidak perlu menjaga jarak setiap kali bersama pria ini. Peluk saja, bukan mereka suami-istri?
Kemudian, Mu Xianzhai segera menekannya di bawah. Memberi ciuman di lehernya. Dia telah menahan api yang bergejolak di perutnya. Li Chang Su sedikit pusing saat kepalanya jatuh ke bantal empuk.
__ADS_1
"Su'er .... Kalau begitu, bisakah aku 'makan' kamu sekarang?" pintanya sedikit berharap.