Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Memanggang Ayam, Turuti Perintah Istri


__ADS_3

LI CHANG SU masih kesal dan malu. Dia mencubit lengan pria itu karena marah. Ini semua salah pria ini. Tentu saja. Siapa yang membuatnya kehilangan tenanga untuk berdiri?


Dia cemberut dan tanpa sadar bertingkah seperti gadis muda yang sedang jatuh cinta. "Aku ingin ayam panggang. Pokoknya kamu harus memanggangnya sendiri!"


"Baik. Aku akan memanggangnya sendiri. Kamu patuh di sini dan tunggu aku kembali," bisik Mu Xianzhai segera bangkit dan meninggalkan tenda.


Li Chang Su hanya bisa beristirahat di kasur. Dia meminta He Ze untuk mengambil segelas air roh untuk menghilangkan rasa lelahnya. Tak lupa juga, beberapa makanan ringan untuk menghilangkan bosan.


He Ze pergi ke tempat lain setelah merasa ada yang tidak beres dengan luar benteng perbatasan. Terutama banyak binatang mutasi yang berdatangan secara bergantian, hanya untuk menghancurkan benteng.


Kini, hanya menyisakan Li Chang Su sendiri. Duduk bersandar di ranjang seperti seorang nyonya rumah yang malas. Tapi sebenarnya, dia memegang buku pelatihan militer untuk sepuluh prajurit khusus yang dipilihnya.


Sepertinya dia lebih mempercayai Heifang sebagai pemimpin di masa depan. Dengan begitu, sembilan orang lainnya akan dipercayakan pada Heifang. Walaupun dia telah memberikan buku khusus pada mereka, tanpa latihan langsung, semuanya sia-sia.


Dia harus mengatur waktu untuk melatih mereka sebelum kembali ke ibu kota. Sepertinya ini hanya bisa dilakukan setelah dia dan Mu Xianzhai kembali dari penyelidikan binatang mutasi. Menghitung waktu, masih cukup lama. Tiga Minggu, sepertinya cukup.


Dua minggu untuk menyelidiki tentang perkembangbiakan binatang mutasi. Lalu satu minggu untuk melatih prajurit khususnya sendiri. Kemudian bisa kembali ke ibu kota sebelum pesta musim semi dimulai.


Lagi pula, menurut Mu Xianzhai, pesta musim semi akan diadakan setidaknya di pertengahan tanggal pada bulan pertama musim semi. Masih ada banyak waktu. Tapi tidak bisa menyia-nyiakan waktu satu hari pun. Kecuali, hari ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di luar tenda, Mu Xianzhai sudah memegang ayam potong yang telah dibersihkan. Karena Mu Hongzhi sedang membuat api unggun, ia tidak perlu repot-repot untuk membuat tumpukan kayu bakar yang lain.


Awalnya Mu Hongzhi sedang bersiap untuk membakar ikan. Tapi karena sepupunya memiliki daging ayam siap panggang, ia hanya bisa menunggu.


Ini kali pertama bagi Mu Xianzhai untuk mengurus ayam panggang, membumbuinya sendiri serta dengan sabar memanggangnya.


"Sepupu, apakah kamu juga akan memanggangnya untukku?" tanya Mu Hongzhi berharap.

__ADS_1


Pria bertopeng perak itu menatapnya sambil mendengus. "Panggang sendiri. Siapa yang peduli denganmu?!" Nada bicaranya tidak keras, tapi penuh dengan ketidaksukaan.


"....."


My Hongzhi tahu jika sepupunya itu selalu bermulut tajam dan menusuk hati orang dengan perkataannya. Tapi sungguh, itu sifatnya yang hiasa. Dia tidak bisa sakit hati oleh kata-kata itu.


Bahkan, jika Mu Xianzhai tahu cara memanggang daging atau sesuatu yang berhubungan dengan ikan, itu tidak terlalu serius. Selalu meminta dirinya untuk memanggang. Tapi sekarang, Mu Xianzhai turun tangan sendiri, sungguh tidak biasa.


Prajurit lain saja kebingungan dengan apa yang dilakukan Mu Xianzhai.


"Sepupu, apakah karena kamu dan sepupu ipar baru saja menghangatkan tempat tidur, merasa kurang tenaga dan lapar? Bisakah kamu kehilangan banyak energi?"


Perkataan Mu Hongzhi jelas membuat wajah pria bertopeng itu menghitam. Apakah dia sangat lemah? Tentu saja tidak. Tapi istrinya kelelahan dan dia tidak bisa memaksa. Menatap kelinci mutasi yang ada di samping Mu Hongzhi, dia hanya bisa berkata dengan nada tidak senang.


Semua ini tentu saja untuk Li Chang Su yang ingin makan ayam panggang buatannya.


"Anjing tunggal sepertimu sebaiknya segera mencari istri. Dan akan tahu apa yang diinginkan wanitamu sendiri. Kamu bahkan akan memasak dan pergi ke dapur dengan sukarela jika mereka ingin makan sesuatu dari hasilmu sendiri."


Apalagi dengan karakter Li Chang Su, tidak mungkin membiarkannya untuk masuk dapur. Istrinya pandai memasak. Baik di rumah ataupun di alam liar. Oleh karena itu, dia tidak akan kelaparan di masa depan.


Jika Li Chang Su tahu apa yang dipikirkannya, mungkin akan membiarkan pria itu puasa selama satu bulan. Aroma ayam yang dipanggang mulai tercium. Para prajurit di sana hanya bisa menelan salivanya. Mereka sebenarnya bisa memanggang juga, tapi pasti harus menangkap ayam sendiri.


Di mana ayam liar itu hidup? Tentu saja harus mencarinya ke hutan. Dan tidak mudah menangkap ayam hutan. Yang ada mereka mungkin tersesat atau terkena cakar binatang lain. Sungguh menyedihkan.


Mu Hongzhi sedikit berduka untuk dirinya sendiri. Dia memang anjing tunggal. Tapi sepupu, bisakah kamu tidak mengejekku? Batinnya sangat memprihatinkan.


Selama memanggang ayam, keduanya hanya membicarakan tentang gelombang binatang mutasi. Dan persiapan untuk menggali lubang serta menunggu mangsa tengah diperhitungkan. Sesuai dengan instruksi Mu Xianzhai dan juga Li Chang Su tentunya.


Banyak jenderal muda mulai mengagumi dan menjadikan Li Chang Su sebagai objek pahlawan. Itu karena pikirannya yang luar biasa pada usia muda. Walaupun wanita sangat tabu untuk menjadi seorang kesatria, tapi Li Chang Su merupakan istri raja perang. Sesuatu yang wajar jika mengetahui hal-hal ini.

__ADS_1


Ketika ayam panggang matang, Mu Xianzhai juga membuatkan sambal khusus yang bisa menjadi teman makan. Ini bukan resep zaman modern, tapi turun temurun dari setiap generasi di negara ini. Sehingga bukan rahasia lagi.


Karena Mu Xianzhai membawa utuh ayam bakar yang harum itu, Mu Hongzhi hanya bisa memanggangnya sendiri. Kadang dia menatap Xue Zi di sampingnya. Bahkan jika itu seekor kelinci putih, tapi dagingnya terlihat empuk.


Xue Zi merasa bahwa manusia itu menatapnya, segera meremangkan seluruh bulu. Mu Hongzhi langsung merinding.


"Apakah udaranya terlalu dingin? Kenapa aku merasa firasat buruk hampir saja menghampiriku?" gumamnya.


"....." Xue Zi pura-pura tidak dengar. Manusia ini tampaknya cukup sensitif dengan auranya. Mari lupakan saja untuk memilih niat makan orang.


Meninggalkan keduanya di luar yang dingin, saat ini, di tenda ....


Mu Xianzhai membawa ayam bakar itu di atas daun lebar pada nampan, sehingga leluasa untuk dimakan. Adapun sambal khusus di mangkuk keramik halus, dia cukup yakin bisa membuat istrinya suka.


Sayangnya saat masuk tenda, dia mendapati gadis itu sudah tertidur lagi. Tampaknya sangat lelah. Namun dia segera membangunkannya. Tidak baik jika menunggu ayam lebih dingin nanti. Rasanya akan sedikit keras.


"Su'er .... Ini ayam bakar keinginanmu. Ayo, bangun ...." Pria itu mencium kening istrinya dan berbisik lembut.


Gadis di tempat tidur itu tanpa sadar menggerakkan alisnya dan membuka mata, mencium aroma yang menggugah selera. Setelah ingat jika dia ingin makan ayam panggang buatan Mu Xianzhai, mungkinkah sudah matang?


Walaupun masih mengantuk setelah meminum air roh, tetapi dia segera bangun untuk makan sesuatu yang gurih hari ini. Dia melihat Mu Xianzhai sudah duduk di sampingnya, melepaskan topeng dan berwajah santai.


Sungguh, Li Chang Su ingin tahu bagaimana bisa pria berdiri dan berjalan dengan normal setelah aktivitas ranjang? Sedangkan dirinya sendiri seperti orang yang hampir lumpuh.


"Sangat cepat?" tanya gadis itu heran.


"Apanya yang cepat? Su'er, aku memanggangnya hampir dua jam." Mu Xianzhai terkekeh, sedikit tidak berdaya. Sungguh, dua jam itu cukup lama.


Kali ini giliran Li Chang Su yang kebingungan. Ayam seperti apa yang membuat pria itu memanggang begitu lama? Apakah apinya terlalu kecil atau ....

__ADS_1


Saat Li Chang Su melihat ke nampan, wajahnya sedikit pucat. Ada kejutan yang mendalam, sehingga ia ingin menjatuhkan rahangnya.


"Nah, Su'er .... Bagaimana, apakah ini akan membuatmu kenyang?" Mu Xianzhai sama sekali tidak memedulikan reaksi terkejut itu. Tapi tersenyum dengan percaya diri.


__ADS_2