
MENDENGAR pertanyaan pensiunan kaisar yang seolah-olah tidak ada sesuatu yang terjadi, kadang Mu Xianzhai begitu kesal. Tapi kali ini dia tahu bukan waktu yang tepat untuk mengomel pada kakeknya.
Pria itu mengangguk dan memperkenalkan Li Chang Su padanya. Pensiunan kaisar tersenyum senang. Senang akhirnya melihat cucu kesayangannya sudah menikah. Bahkan ayahnya Mu Hongzhi juga merasa lega.
Tapi saat ini, melihat keduanya datang ke penjara bawah tanah, merasa khawatir. "Zhai'er ... Cepatlah pergi. Zhen Juan bisa datang kapan saja dan menangkap kalian juga. Pergilah. Jangan hiraukan kami. Selama gelang naga perak baik-baik saja, mereka tidak akan berani membunuh kami," katanya.
"Paman! Kami datang untuk menyelamatkan kalian." Mu Xianzhai mengutarakan kedatangannya.
"Ini bukan waktu yang tepat. Zhen Juan pasti sudah tahu jika kalian datang," kata pamannya.
Li Chang Su segera berkata, "Soal itu ... Mungkin sovereign Sekte Hitam sedang sibuk kali ini. Selama itu terjadi, aku akan mengeluarkan kalian dari sini dan menggantinya dengan boneka."
Kemudian gadis itu menatap Mu Xianzhai. "He Ze berkata jika ruang artefak sudah pulih. Dia bisa membantu kita."
"Bagus!" Mu Xianzhai mengelus kepala istrinya dan mulai membantunya untuk mengatur semua rencana.
He Ze segera dipanggil keluar dalam wujud manusia. Saat pensiunan kaisar melihatnya, ada perasaan rindu. Pria serba putih itu ternyata masih sama seperti dulu.
Walaupun He Ze tidak memiliki ingatan yang baik tetang pensiunan kaisar, tapi dia tahu jika pria tua di dalam sel itu adalah mantan pemiliknya. Dia segera berubah menjadi seekor tupai putih dan menyelinap ke dalam sel. Mencoba agar tubuhnya tidak mengenai jeruji besi.
Untung saja tubuhnya tidak terlalu besar. Tapi perutnya dalam wujud tupai sedikit gemuk. Hal ini membuat Li Chang Su mengerutkan kening.
"He Ze, kamu harus diet akhir-akhir ini. Berhentilah makan kacang," katanya.
"Aku tidak gemuk! Wujud manusiaku masih tampan dan ideal!" He Ze mengomel pada gadis itu.
Pensiunan kaisar yang akrab dengan nada bicara tupai putih itu, hanya menggelengkan kepalanya dengan enggan. "Kamu tidak berubah. Berapa banyak toko kacang dan jagung yang telah kamu datangi?"
He Ze merasa malu, tapi segera memamerkan majikan barunya. "Tuanku yang baru memiliki banyak jenis kacang di ruang artefak, aku sudah kenyang. Tidak mencuri lagi," jawabnya.
"Jangan berbohong!" Li Chang Su mencibir. "Kamu masih mencurinya ketika hari pernikahanku berlangsung!"
"...." Itu beda. Istana Raja Perang juga rumahku, jadi itu bukan mencuri, pikir He Ze.
__ADS_1
Tupai itu teringat dengan hari pernikahan Li Chang Su. Dia mengambil kacang tanah goreng hingga dikejar oleh para koki yang membawa pisau daging dan panci. Dia hampir saja menjadi tupai rebus.
Akhirnya topik lain segera diganti. Mereka harus bergerak cepat. He Ze berubah lagi menjadi manusia ketika sudah berada di dalam sel. Kemudian mengeluarkan boneka manusia yang telah Li Chang Su buat sebelumnya.
Saat pensiunan kaisar dan ayah Mu Hongzhi melihatnya, ada perasaan bingung yang tak pasti.
"Apa itu? Apa yang kalian rencanakan sebenarnya?" tanya ayah Mu Hongzhi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Meninggalkan sisi Li Chang Su dan Mu Xianzhai yang sedang berusaha mengeluarkan pensiunan kaisar ....
Di sekitar halaman Sekte Hitam sudah ramai oleh para murid yang mengejar dua sosok boneka yang menyerupai Mu Xianzhai dan Li Chang Su. Keduanya terkepung dari berbagai sisi.
Sayangnya, karena dua boneka yang menyerupai keduanya itu menggunakan jubah hitam, tidak ada yang menyadari keanehannya.
"Menyerahkan! Kami sudah memanggil sovereign untuk menangkap kalian berdua. Lebih baik jangan macam-macam di wilayah Sekte Hitam!"
Salah satu murid senior yang mungkin berusia kepala tiga itu memiliki bekas luka di wajahnya. Menatap dua sosok yang familiar, tentu saja mencurigakan.
"Senior, mereka hanya berdua? Apakah ini benar-benar mereka?" tanya salah satu junior.
"Sovereign berkata jika mereka berempat. Salah satunya adalah raja perang yang memakai topeng perak, lalu ada seorang gadis sebagai istrinya, seorang laki-laki muda dan sepupu dari raja perang. Sudah jelas, ini keduanya. Sisanya lagi pasti tak jauh dari sini," jawab sang senior dengan bangga.
Mereka hanya menunggu kedatangan Sovereign Sekte Hitam untuk menangkap keduanya. Karena dengan kemampuan mereka saat ini, tidak mungkin untuk bisa menangkap raja perang.
Adapun Zhen Juan yang saat ini duduk di kursi kekuasaannya ....
Beberapa pria berjubah hitam berlutut di aula dan melaporkan apa yang terjadi. Para penyusup itu telah berkeliaran di wilayah Sekte Hitam. Dua di antaranya ada di halaman saat ini. Sedang dalam pengepungan.
Zhen Juan mendapatkan informasi jika itu Mu Xianzhai dan istrinya, ada sedikit keraguan. Tidak mungkin keduanya begitu mudah untuk dikepung. Tapi untuk memastikan jika itu benar-benar mereka atau bukan, ia harus melihatnya sendiri.
"Kalian melihat wajahnya?" tanya Zhen Juan seraya bangkit.
__ADS_1
"Tidak. Tapi kami melihat dia membawa seorang gadis. Pria itu juga memakai topeng perak," jawab salah satu bawahannya.
Zhen Juan menggertakkan giginya dan berjalan keluar aula. "Mu Xianzhai! Apa yang kamu rencanakan?" gumamnya.
Zhen Juan menghilang dari pandangan mereka dan muncul di salah satu bangunan sekte yang tidak terlalu tinggi. Jubah hitamnya berkibar akibat angin malam. Dinginnya hujan salju yang cukup deras, membuat sosok di atas itu semakin mengerikan.
Awan gelap dan berpetir, menampilkan sosok Zhen Juan yang setengah wajahnya memiliki luka bakar.
Saat dia muncul, semua murid sekte yang ada di sana segera menyembah Zhen Juan. "Hidup Penguasa! Panjang umur Penguasa ..." Suara mereka menggema di sana.
Jika Li Chang Su melihat hal ini, mungkin akan terkejut karena berpikir jika sovereign Sekte Hitam adalah kaisar, bukan pemimpin sekte. Tapi kenyataannya, Zhen Juan disembah seperti seorang kaisar yang telah memberikan banyak kekuatan pada murid-muridnya.
Zhen Juan mengangkat salah satu tangannya dan penyembahan itu berhasil. Suasana menjadi hening lagi. Dua boneka yang menyerupai Mu Xianzhai dan Li Chang Su juga menatap Zhen Juan. Ekspresinya datar, tapi sedikit marah.
Sedangkan bagi Zhen Juan sendiri, entah mengapa merasa ada yang salah. Keduanya memang mirip dengan Mu Xianzhai dan Li Chang Su, tapi kenapa auranya berbeda?
"Siapa kalian?" tanyanya mulai curiga.
Tapi dua sosok itu tidak menjawab dan hanya memasang posisi kuda-kuda. Zhen Juan tidak mungkin tertipu oleh hal seperti ini dan segera turun sambil menguarkan energi kegelapan. Asap hitam mengelilingi tubuhnya sedikit.
Dia tangan kiri Zhen Juan, ada bola hitam yang segera dilontarkan ke arah keduanya.
"Kamu bukan dia!!" Zhen Juan berteriak marah.
Kedua boneka yang menyerupai Li Chang Su dan Mu Xianzhai segera menggunakan kedua tangannya untuk membentuk beberapa pola. Sangat cepat dan kompak. Seolah-olah otak keduanya diatur dengan baik.
Ketika sosok Zhen Juan semakin dekat, kedua boneka itu menggumamkan sesuatu. Cahaya putih samar segera terlihat di dada keduanya. Zhen Juan membelalakkan mata ketika melihat sebuah kertas berpola ada di dada mereka. Dia bersiap untuk menghindar kembali. Tapi terlambat. Apalagi para murid yang tidak tahu apapun.
Dalam sekejap, ledakan besar pun terjadi. Gelombang energi panas menekan tubuh mereka hingga memuntahkan darah. Banyak dari mereka yang berteriak kesakitan dan meninggal di tempat.
Zhen Juan yang terkena dampak ledakan itu pun semakin marah hingga luka bakar di sebelah wajahnya kembali retak. Matanya semakin memerah menahan gelombang amarah. Bahkan dia sendiri langsung muntah darah.
Dia pun berteriak ke langit setelah efek ledakan di tubuhnya hilang. "MU XIANZHAI!!!"
__ADS_1
Teriakan Zhen Juan tentu saja membuat siapapun yang mendengarnya merasa merinding.