Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Tiga Hari Sebelum Pernikahan (3)


__ADS_3

SUASANA akhirnya jatuh ke titik yang cukup dingin. Membuat aura di sekitarnya menjadi aneh. Jika bukan karena janda permaisuri terbatuk, kemungkinan besar bahwa Mu Xianzhai akan memiliki sedikit tindakan untuk pria berpakaian serba merah itu.


Janda permaisuri memang sengaja mengundang Ye Tianli, seorang bos besar perdagangan nasional. Malam ini dia ingin membahas tentang sesuatu yang penting. Tanpa diduga, itu muncul lebih awal. Membuat janda permaisuri berpikir jika Mu Xianzhai pasti memiliki beberapa masalah dengan pria itu.


"Tuan Ye datang lebih awal daripada perkiraan Aijia. Jika tidak keberatan, mungkin Tuan Ye bisa menunggu," kata janda permaisuri langsung mencairkan suasana.


Pria berpakaian serba merah itu tersenyum penuh arti dan mengangguk kecil. Dia sama sekali tidak mempermasalahkan hal ini. Tapi ia tidak berniat untuk pergi, jadi mengundang Mu Xianzhai untuk duduk bersamanya. Lagi pula, li Chang Su tampaknya akan mengobati janda permaisuri.


Walaupun Mu Xianzhai enggan untuk berbicara dengan pria ini, di bawah tatapan janda permaisuri, ia akhirnya menunjukkan sikap yang acuh tak acuh. Bahkan Li Chang Su tampaknya sedikit menangkap kecemburuan dalam tatapannya itu. Apakah pria itu memusuhi Ye Tianli karena dekat dengannya?


Saat ini, Li Chang Su tidak bisa memikirkan apapun untuk menemukan jawaban. Dia segera meminta pelayan yang mengambil air hangat tadi untuk meletakkannya di bawah saja.


"Tidak, Nona, pelayan ini bisa memegangnya untuk membantu," pelayan yang baik hati itu menawarkan diri dan meminta janda permaisuri untuk menyetujuinya.


Li Chang Su benar-benar tidak membutuhkannya. Tapi sebelum menolak, janda permaisuri sudah membiarkannya untuk membantu. Ia pun mengangguk dan memberinya beberapa ketenangan. Apapun yang dilihat, jangan sampai menjatuhkan air. Si pelayan itu mengangguk sungguh-sungguh.


Sedangkan di sisi lain, Ye Tianli dan Mu Xianzhai tidak berani berbicara keras. Keduanya hanya minum teh yang disediakan oleh pelayan. Ye Tianli masih memiliki senyum yang lembut seperti biasa, menebarkan pesonanya. Hal ini semakin membuat Mu Xianzhai ingin memuntahkan seteguk darah mudanya.


"Hal yang tidak diduga, datang diam-diam ke istana janda permaisuri untuk perawatan. Raja Xian, kenapa tidak beri tahu aku sebelumnya. Kita bisa berangkat bersama," kali ini Ye Tianli berbicara cukup serius.


Kedatangan Mu Xianzhai dan Li Chang Su pasti terkait dengan penyakit janda permaisuri. Sejak diketahui bahwa janda permaisuri sakit karena menderita penyakit kronis, sebenarnya itu racun. Li Chang Su terlihat sangat santai. Dia pasti berpikir jika racun itu hanya mainan.


Menyesap tehnya lagi, Ye Tianli tampaknya berpikir lebih jauh. Apakah bisa menyembuhkan pangeran kedua juga?


"Jika orang lain tahu aku datang, urusannya beda lagi," Mu Xianzhai mengingatkan.


Walau dia tidak membenci pria ini secara menyeluruh, tapi cukup kesal karena pendekatannya dengan Li Chang Su. Bahkan di bawah tatapan matanya saja, pria itu berani tersenyum lembut pada Li Chang Su.


Ye Tianli memasang wajah serius dan memperhatikan Li Chang Su yang tengah memasang jarum perak pada beberapa titik tangan janda permaisuri. Seseorang ingin memulai dengan janda permaisuri. Yang sudah ditebak oleh pangeran kedua sebelumnya.


"Mungkin ini ada kaitannya dengan permaisuri?" Dia menebak.


Mu Xianzhai mencibir. Sorot matanya di balik topeng tidak terlalu jelas, "Seharusnya pangeran kedua tidak akan tinggal diam bukan?"

__ADS_1


Sejak dari dulu, pangeran kedua juga memiliki keinginan untuk kursi takhta. Tapi identitasnya harus ditekan oleh keberadaan Mu Lizheng yang saat ini seorang putra mahkota. Belum juga ada putri mahkota yang belum menikah. Ini membuat posisi permaisuri menjadi kuat.


Tapi bagaimana dengan itu?


Meski Mu Xianzhai enggan dalam hatinya jika Ye Tianli ini mampu, tapi harus diakui itu benar. Dengan bantuan Ye Tianli, pangeran kedua—Mu Peizhi bisa memiliki dukungan yang kuat. Belum lagi banyak kenalan jauh dan berpengaruh.


Sayangnya, Ye Tianli sering terlihat bermain-main dan terkesan sembrono. Bahkan seorang playboy yang buruk. Li Chang Su saja hampir dijadikan target.


Ye Tianli juga tahu ini dalam hatinya jika Mu Xianzhai sedang kesal karena suatu alasan yang berhubungan dengannya. Tapi mungkin gadis kecil itu tidak merasakan apapun. Tanpa diduga, Mu Xianzhai ini mampu mengembangkan ilmu tenaga dalam begitu baik. Bahkan cedera internalnya kini hampir pulih.


Sungguh, ini pasti ada hubungannya dengan perawatan Li Chang Su.


"Pernahkah kamu memikirkan Nona Su untuk mencoba memeriksa penyakit pangeran kedua?" Tanya Ye Tianli sedikit menebak.


"Ya. Tentu saja."


"Kamu berbuat kebaikan?"


Mu Xianzhai menatapnya yang telah menanyakan hal itu. Apakah dia begitu buruk?


"Kamu padahal bisa memintanya dari kaisar bukan?" Dia terkekeh, agak pahit di dalam hatinya. Lalu menyesap tehnya lagi.


Menurutnya, Mu Xianzhai bisa menemukan kaisar dan mengatakan jika Mu Peizhi cocok untuk takhta. Tapi di sisi lain juga, dia mungkin mengira jika Mu Xianzhai ingin tahu seperti apa perjuangan Mu Peizhi untuk memenuhi syarat itu. Jadi tidak banyak bertanya.


Sekarang dia hanya fokus pada penyakit jantung Mu Peizhi yang bisa memburuk kapan saja. Karena cuaca dingin seperti ini, Mu Peizhi tidak bisa berlama-lama dalam hawa dingin.


Mu Xianzhai tidak ingin memintanya dari kaisar. Dia terlalu malas. Lagi pula dia sepertinya memiliki keyakinan jika Mu Peizhi ini bisa melewati rintangan. Jika ingin menjatuhkan putra mahkota pada titik pencabutan calon kaisar, maka pikirkan cara yang lebih meyakinkan.


Bertemu dan berteman dengan Ye Tianli sudah menguntungkan. Belum lagi, Ye Tianli ini juga merupakan teman masa kecil pangeran kedua. Jadi lebih harmonis, seperti saudara kandung.


Keduanya membahas tentang penyakit jantung Mu Peizhi dan juga keahlian Li Chang Su dalam pengobatan. Setelah satu jam, akhirnya Li Chang Su telah selesai melakukan pembersihan racun kronis dari tubuh janda permaisuri. Dahinya berkeringat karena terlalu banyak menggunakan ilmu tenaga dalamnya untuk menggunakan jarum perak.


Pengobatan akupuntur ini tidaklah mudah. Belum lagi racun kronis juga tidak bisa dibersihkan begitu saja. Setelah jarum perak dilepaskan, wajah janda permaisuri sedikit pucat. Dan tangan kanannya menghitam.

__ADS_1


Pelayan yang memegang ember kecil berisi air hangat yang kini sudah mendingin pun penasaran. Dia bertanya pada Li Chang Su, apa yang sebenarnya terjadi.


Gadis itu mengeluarkan pisau bedah dan menyayat di sekitar telapak tangan tangan janda permaisuri. Seketika, darah hitam keluar. Membuat pelayan itu hampir berteriak ketakutan.


Baik Ye Tianli atau Mu Xianzhai sama-sama mengalihkan perhatian. Mu Xianzhai bangkit lebih dulu dan berjalan cepat untuk melihat apa yang terjadinya. Darah hitam mengotori lantai dekat tempat tidur. Setelah darah merah mengalir, Li Chang Su membersihkan luka dan membalutnya dengan baik.


Awalnya, janda permaisuri juga ketakutan. Tapi melihat darah hitam mengalir, dia akhirnya yakin jika itu merupakan darah yang terkontaminasi oleh racun.


"Su'er, bagaimana keadaan nenek?" Tanya Mu Xianzhai pelan.


"Jangan khawatir, setelah perawatan ini nenek akan baik-baik saja. Tapi tidak memungkinkan juga akan diracun kembali melalui beberapa metode."


"Itu tidak akan terjadi lagi!"


Mu Xianzhai menggertakkan giginya dan memikirkan rencana untuk membuat neneknya aman. Janda permaisuri tahu betapa khawatirnya Mu Xianzhai, hanya tersenyum penuh arti.


Hari pernikahan mereka sudah dekat. Dan ibukota harus berada dalam kegembiraan selama sehari. Mu Xianzhai tadi sore kembali sebentar dan mengatakan jika Li Chang Su tidak yakin dengan pernikahan ketika bencana baru saja reda.


Namun sebenarnya ini tidak masalah. Janda permaisuri telah mengatur segalanya.


"Su'er ... Bagaimana dengan gaun pernikahan? Sudah dicoba?" Janda permaisuri mengalihkan perhatian.


"Belum," jawab gadis itu cukup pelan, sedikit menunduk. Haruskah dia mencobanya?


"Kalau begitu cobalah dan lihat apakah itu cocok atau tidak. Jika kelonggaran, bisa dijahit kembali. Jika terlalu kecil, biarkan buat yang baru."


Li Chang Su tidak menjawab dan hanya tersenyum kecil. Setelah menyelesaikan perawatan, dia sangat lelah. Mu Xianzhai akhirnya membawa kembali Li Chang Su ke Istana Raja Perang. Lagi pula ada Ye Tianli di sana, dia sedikit lega.


Gadis itu terlalu lelah hingga akhirnya tertidur di pelukan Mu Xianzhai. Saat kembali ke Istana Raja Perang, dia meletakkannya di tempat tidur dan menarik selimut. Ia juga mengelap keringat di dahi dan leher gadis itu. Melihatnya seperti ini, Mu Xianzhai sangat tertekan.


"Su'er, terima kasih untuk malam ini."


Pada akhirnya hanya mencium dahinya sekilas, sebelum meninggalkan kamar. Setelah suara langkah pria itu semakin menjauh, Li Chang Su yang memejamkan matanya pun kini terbuka. Ekspresinya masih kurang berubah.

__ADS_1


Menyentuh di mana tadi Mu Xianzhai mencium, jantungnya berdegup kencang lagi. Perasaan seperti ini, dia kurang menyukainya. Apakah dia benar-benar menyukai pria sombong ini?


"Mu Xianzhai, orang seperti apa kamu ini?" Gumamnya sebelum kembali memejamkan mata untuk tertidur.


__ADS_2