Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Lima Pria Berjubah Hitam


__ADS_3

SALAH SATU dari mereka mendengus, tapi tidak senang dengan tugas ini. Setiap satu tahun sekali harus melihat pria jelmaan kucing mutasi tingkat dewa itu. Dan tugas mereka tidak pernah berubah. Bagaimanapun juga, misi sekte sudah dianggap penting bagi mereka.


Ketika tetua meminta Lict untuk berjaga, mereka setidaknya bisa memastikan lebih dulu jika makhluk itu baik-baik saja di dalam. Tapi ketika mereka tiba, Lict tidak ada sekitar dan menungyu lebih dulu.


Untung saja laki-laki itu datang. Walaupun Lict lebih muda dari mereka, tapi kemampuannya dihormati oleh guru-guru sekte. Sehingga tidak ada yang berani meremehkannya.


"Jika makhluk di dalam benar-benar tidak penting, Sekte Hitam sudah membunuhnya sejak awal." Salah satu dari mereka pun hanya bisa menghela napas.


"Memangnya apa yang ada di dalam?" Lict pura-pura tidak tahu.


"Kamu akan tahu nanti. Buka pintu besi ini."


Salah satu dari lima pria berjubah hitam itu memegang kunci. Mereka tidak curiga dengan siapapun saat ini, berpikir jika pintu besi selalu terkunci rapat setiap tahunnya. Setelah gembok terbuka, rantai lepas dan jatuh ke permukaan tanah begitu saja.


Mereka membuka pintu besi dengan hati-hati tanpa ada perlawanan atau jejak kekhawatiran. Lict hanya memasang ekspresi acuh tak acuh. Dia tahu jika Senior Su nya ada di balik kegelapan dan menunggu adegan yang menyenangkan. Dia juga tidak sabar untuk menunggu hal itu terjadi.


Saat pintu dibuka, debu dan beberap pasir halus berjatuhan. Mereka menyingkirkan debu itu. Obor yang ada di ruangan langsung menyala saat merasakan pintu besi yang terbuka. Mereka melihat sosok kurus yang sedang duduk tak berdaya di tengah ruangan. Kaki dan tangan dirantai, serta wajah yang pucat pasi.


Kelima pria berjubah hitam itu mengerutkan kening saat melihat keadaan Orange yang begitu menyedihkan. Tidak seperti tahun-tahun biasanya, jelmaan kucing mutasi dewa golongan cahaya lebih pendiam kali ini. Hanya menatap mereka dengan sedikit kosong.


Mungkin makhluk itu sudah lelah dengan perjuangannya yang sia-sia.


"Setelah mengganti kertas sihir, kamu beri makan dia." Salah satu dari mereka yang bisa dianggap wakil bos pun memerintah.


Mereka bertugas mengganti kerta sihir, langsung mengerjakan tugas. Kertas-kertas kuning itu sudah usang dan mulai kotor. Mereka rutin menggantinya setiap satu tahun sekali. Kertas kuning lama dirobek lalu ganti dengan yang baru, tempelkan pada rantai.

__ADS_1


Tubuh Orange palsu itu sedikit bergetar. Tampaknya tidak memiliki masalah apapun. Tapi jelas jika tugasnya kali ini adalah membunuh lima orang di depan. Setelah kertas kuning diganti, salah satu dari kelimanya mengeluarkan botol giok. Ada cairan di dalamnya yang mampu membuat rasa lapar hilang.


Menurut ketua Sekte Hitam, makhluk itu tidak akan mati walaupun hanya meminum ramuan tersebut. Mereka segera meminta Orange untuk menelannya. Jika tidak, rantai yang membelenggu akan bergetar dan sedikit bercahaya, menyiksanya untuk patuh.


Lict tahu jika itu bukan Orange yang asli, jadi tidak akan khawatir akan apapun. Setelah mereka memberi cairan, misi berarti selesai.


Diam-diam, Bell yang baru saja pulih dari rasa terkejutnya pun langsung melompat dari pelukan Mu Hongzhi. Bulu-bulunya sudah tidak terlihat seperti landak lagi. Dia berjalan hati-hati ke arah Lict dan menyentuh kakinya. Pria itu terkejut dan menatap ke bawah.


Bell dalam wujud kucing emas keperakan itu memintanya untuk diam. Lalu memberi tanda untuk mundur keluar dari pintu besi. Tidak tahu apa maksud kucing itu, tapi mungkin saja merupakan perintah langsung dari Li Chang Su.


Lict mundur perlahan sesuai dengan keinginan Bell. Setelah berada di luar pintu besi, tiba-tiba saja bunyi keras terdengar. Pintu itu menutup dengan sendirinya. Tentu saja Lict sendiri kaget. Termasuk lima orang yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Apa yang terjadi? Kenapa pintunya tertutup?" Mereka sama-sama menoleh dengan ekspresi di balik topeng polos itu agak aneh.


Dan satu orang yang hilang dari mereka. Tentu saja Lict. Mereka menghampiri pintu dan meminta laki-laki itu untuk membukanya. Tapi Lict berpura-pura untuk tidak tahu apa-apa. Ia tidak bisa mengunci mereka begitu saja.


"Apa yang kamu tertawakan?" Salah satu dari mereka merasa curiga.


"Bodoh!" Itu suara seorang gadis.


Kelimanya mendengar itu dan terkejut. Ada orang lain selain mereka di sini. Tentu saja itu membuat mereka terkejut dan marah.


"Lict! Apa maksudmu dengan ini? Kamu mengkhianati sekte?" Sang wakil pemimpin itu marah dan menggedor pintu besi sekuat tenaga.


Li Chang Su di luat pintu besi itu ada di samping Lict. Mu Hongzhi serta yang lain juga sudah muncul. Kelima pria berjubah hitam di dalam pasti tidak akan bisa keluar. Orange yang Li Chang Su ciptakan dari teknik seni boneka itu tentu mampu mengunci aura tenaga dalam milik lawan.

__ADS_1


Dengan eskpresi arogan, Lict melepas jubah hitam dan juga topeng kulit manusia. Dia tidak lagi berpura-pura di sini. "Mengkhianati sekte? Sayangnya aku hanya bosan dan bergabung di sana. Aku tak melakukan apapun atau bersumpah setia."


"Kamu!" Pria berjubah hitam di ruangan itu mengutuknya. "Katakan apa yang akan kamu lakukan dengan ini? Kamu pikir kami tidak bisa keluar?" Dia mencibir di balik topengnya.


"Memang tidak bisa." Kini Li Chang Su berbicara, membuat lima pria berjubah hitam di dalam ruangan itu justru penasaran. "Siapa kamu di luar sana?"


"Istri raja perang."


"..." Tampaknya lima pria berjubah hitam di dalam merenungkan ini dan terlihat kenal dengan raja perang.


Salah satu dari mereka pun bertanya, "Apakah itu Mu Xianzhai?"


"Ya, ini aku." Mu Xianzhai mencibir. Suaranya dingin dan membuat siapapun musuh yang mendengarnya akan gemetar.


Benar saja, mereka berlima di dalam ruang batu itu marah dan kesal. Rupanya Lict bersekongkol dengan mereka. Atau sejak awal, Lict hanya mata-mata. Karena musuh ada di luar, mereka berusaha untuk membuka pintu. Sayangnya, ilmu tenaga dalam mereka tidak berfungsi untuk membuka gerbang, meminta bantuan atau lain sebagainya.


Tidak tahu apa yang terjadi, mereka mulai panik. Awalnya ingin memberi tahu lima orang di lembah untuk segera datang dan membantu. Sialnya itu sia-sia saja. Mereka belum tahu jika saat ini saja, salah satu teman mereka sudah terbunuh. Kini menyisakan empat orang yang diikat oleh He Ze.


Mereka tidak sabar. Gagal membuka pintu besi dan tidak bisa menggunakan ilmu tenaga dalam. Ini sungguh tidak terduga. Mereka hanya mendengar suara rantai yang beradu. Seketika, menoleh dan melihat jika Orange yang duduk tak berpakaian itu mulai bangkit perlahan-lahan.


"Tidak mungkin. Bagaimana dia bisa bangun dengan mudah? Bukankah kakinya tidak bertenaga?"


"Sial! Apakah dia mendapatkan kembali kekuatannya?"


Mereka tahu jika ilmu tenaga dan seni bela diri tidak sesuai untuk melawan binatang mutasi dewa. Walaupun Orange sangat lemah, tapi mereka selalu memiliki firasat jika semuanya akan segera berakhir.

__ADS_1


Orange palsu yang terbuat dari teknik seni boneka itu menggerakkan lehernya karena pegal. Tubuhnya yang kurus kering itu tidak menyulitkannya bergerak. Walaupun boneka itu tidak bisa bicara, tapi masih mendengarkan perintah Li Chang Su yang berada di luar.


Dari luar pintu besi, Li Chang Su mau tidak mau tersenyum misterius. "Bukankah kalian penasaran dengan siapa yang dirantai itu sebenarnya?"


__ADS_2