
PRIA BERJUBAH emas keperakan itu terperanjat dan bangkit dari kolam, segera pergi ke sisi lain belakang batu besar. Tubuhnya yang basah segera dikeringkan dengan ilmu tenaga dalam.
Mu Xianzhai tidak terlalu terkejut saat melihat pria itu. Karena dia sudah tahu jika binatang mutasi dewa bisa berubah menjadi manusia. Yang jelas, dia menyembunyikan ini dari istrinya agar tidak terpesona oleh ketampanannya.
Tanpa diduga, bahkan jika dia tidak memberi tahu, Li Chang Su sebenarnya sudah tahu. Tapi kenapa kini mendatangi kucing ini lagi?
"Kamu keluar!" Li Chang Su berteriak.
Mau tidak mau, kucing mutasi dewa yang kini berpenampilan seorang pria berjubah emas keperakan pun keluar dari belakang batu besar. Sedikit canggung.
"Kenapa kamu datang lagi ke sini?" Dia cukup takut hingga kedua telinga kucingnya terkulai. Adapun dua taring kecil di rahang atas, cukup tampan.
"Kamu tidak berkata bisa berubah menjadi manusia. Jika aku tidak melihat pria sejenismu yang terkurung di dalam pintu besi itu, mungkin akan lupa!" Li Chang Su memberi tahu.
Semuanya mengira jika apa yang ada di dalam pintu besi itu adalah binatang mutasi dewa yang berubah menjadi manusia. Dan masih sejenis dengan kucing mutasi dewa ini? Tapi, hanya berbeda warna telinga.
Pria jelmaan kucing mutasi dewa itu kebingungan. Apa maksud dari sejenis dirinya? Apakah ada kucing mutasi dewa yang lain di terowongan bawah tanah ini?
Di saat dia kebingungan, Li Chang Su sudah melemparkannya dengan sepatu yang dipakai. "Apa yang membuatmu bingung? Katakan, sebenarnya kamu sering keluar dari sini bukan?"
"Tidak! Bagaimana mungkin? Aku di sini untuk menjaga danau ini dan hutan di atasnya. Tidak mungkin keluar sesering itu. Tapi apa maksudmu dengan perkataan tadi? Apakah ada kucing lain selain diriku di sini?" Kali ini pria jelmaan kucing mutasi dewa segera mengambil topik penting.
"Iya. Aku melihatnya. Tidak salah lagi, tadi itu telinga kucing." Li Chang Su sedikit bergumam.
Mu Xianzhai dan yang lainnya justru kebingungan saat ini. Setidaknya, pria itu mungkin sudah tahu apa yang ada di balik pintu besi. Karena itu, Li Chang Su mengajak kucing mutasi dewa yang menjelma itu untuk ikut bersamanya.
Tapi sebelumnya, Li Chang Su mengambil sepatunya dulu.
Mereka semua pergi ke pintu besi itu lagi. Adapun Lict, hanya bisa melihat apa yang akan dilakukan oleh seniornya. Ia tidak memiliki kunci pintu ini. Karena hanya diberi tugas untuk menjaganya. Sehingga, Li Chang Su harus memikirkan cara lain.
__ADS_1
Setelah dia mengamati serta memeriksa gembok dan rantai, ternyat dilapisi dengan sihir. Jika ada orang yang membuka paksa atau gembok ini rusak, orang-orang di Sekte Hitam akan tahu. Tentu saja, bergegas ke sini untuk mengeceknya.
Untung saja Mu Hongzhi atau Mu Xianzhai tidak impulsif untuk membuka pintu ini.
Adapun pria jelmaan kucing mutasi dewa, telinganya bergerak sedikit. Seperti mendengarkan rintihan dari dalam. Ia sedikit khawatir dan ingin tahu siapa yang ada di dalamnya.
"Apakah kamu tidak tahu tempat ini?" Mu Hongzhi bertanya pada pria jelmaan kucing mutasi dewa. Melihat jubah emas keperakannya, sedikit tampan. Tapi tak ada yang lebih tampan dari sepupunya.
Pria jelmaan kucing mutasi dewa itu menggelengkan kepalanya dengan panik. Dia juga menyentuh telinganya yang memiliki anting lonceng kecil. Bunyi khas lonceng membuat pergerakan di dalam ruang berpintu besi ini menjadi jelas.
"Sepertinya itu masih sejenis denganku. Kucing mutasi golongan cahaya." Akhirnya dia menyimpulkan.
"Apakah karena bunyi lonceng?" Li Chang Su melihat dengan mata dewa saat anting lonceng berbunyi, pria bertelinga kucing di dalamnya juga merespon.
Sayangnya, Li Chang Su tidak bisa melihat lama-lama. Ada sedikit rasa kasihan dan juga marah. Wajahnya juga agak memerah. Mu Xianzhai memiliki kecurigaan, tapi tak bisa melihat ke dalam. Karena itu, dia diam-diam mengusik He Ze yang ada di ruang artefak.
He Ze yang sedang sibuk beristirahat di dekat kolam pun terperanjat saat merasakan panggilan Mu Xianzhai. Ini mengerikan. Bahkan pria itu mampu berkomunikasi dengannya di saat Li Chang Su dalam keadaan sadar.
Menekan ketidaksukaan di hati, Mu Xianzhai tahu ini bukan waktu yang tepat. Hingga di saat Li Chang Su menggunakan keahliannya untuk membobol pintu, semua orang memperhatikan dengan seksama. Mereka tak ingin melewatkan satu gerakan pun.
Hanya Lict yang begitu tenang saat melihatnya beraksi. Sehingga, Mu Xianzhai segera menariknya untuk mendekat. Lict terkejut saat ditarik oleh pria itu dan ingin membuka suara. Tapi tatapan Mu Xianzhai terlalu mengerikan sehingga dia tutup mulut.
"Apakah istriku selalu melakukan hal ini?" tanya Mu Xianzhai agak masam.
Lict mendengar pertanyaan itu dan tak bisa menahan diri untuk tersenyum bangga. Ia segera berbisik, "Oh, Kakak Ipar, kamu mungkin tidak tahu. Senior Su adalah ahli segalanya. Dia banyak ditugaskan dalam misi berbahaya dan selalu memiliki ide untuk menjadi pemenang. Jangan remehkan dia."
"...."
Mu Xianzhai mendengarkan perkataan Lict. Suasana hatinya menjadi lebih baik. Kata 'Kakak Ipar' itu cukup untuk mengakui jika Li Chang Su adalah istrinya. Bawang merah ini tidak mungkin menyaingi dirinya.
__ADS_1
Tapi saat dikatakan selalu mendapatkan tugas berbahaya, mungkin lebih berat dari misi di zaman ini. Tidak tahu seperti apa itu. Hanya melihat pistol saja, Mu Xianzhai sudah memperkirakan jika peperangan di zaman modern sangat sengit.
Li Chang Su menggunakan penglihatan mata dewa untuk mengetahui mekanisme gembok dan jenis kunci yang dimiliki. Lalu dia mengambil salah satu kunci dari ruang artefak dan meminta Mu Xianzhai untuk mengubah pola kunci menjadi sesuai yang dia gambar.
"Apakah ini bentuk kunci aslinya?"
Mu Xianzhai melihat sketsa kunci di sebuah kerta putih, terlihat sangat indah. Dan tadi itu, dia tidak tahu bagaimana Li Chang Su menggambarnya dengan benda kecil.
"Ya. Itu bentuk kunci asli. Dengan kemampuanmu, seharusnya bisa memotong kunci ini sesuai ukurannya bukan?" Li Chang Su mengerutkan kening.
"Tentu saja. Su'er menunggu sebentar."
Mu Xianzhai memiliki elemen api di tangannya. Mungkin tidak terlalu panas, tapi setidaknya cukup untuk membuat pola kunci berubah. Selama kurang dari satu jam, kunci akhirnya berhasil dibuat. Mereka sangat bersabar untuk menantikan ini. Bagaimanapun juga, Mu Xianzhai tidak ingin melakukan kesalahan.
Lict merasa pemandangan tadi begitu luar biasa. Manusia yang bisa mengeluarkan api dari ujung jari atau telapak tangan? Tuhanku! Apakah dia baru saja berada di dunia sihir?
Dengan perasaan campur aduk dan ngeri karena belum pernah melihat hal seperti ini, dia melirik Mu Hongzhi. Apakah pria itu juga memilikinya?
"Aku tidak punya. Tadi itu adalah kemampuan ilmu tenaga dalam. Sepupuku sangat kuat. Bahkan dia bisa bertahan dengan Sepupu Ipar di kamar selama setengah hari—" bisik Mu Hongzhi agak nakal.
"Hongzhi!" Suara dingin di sampingnya segera menyela, membuat pria itu kaku dan terkekeh.
Mu Hongzhi ingin menangis di dalam hatinya. Sepupu, bukankah itu benar? Pikirannya. Meski ingin mengeluh, dia hanya terkekeh saja.
"Tidak apa-apa. Aku hanya bisa berkata omong kosong dengannya."
Mu Xianzhai mendengus saat mendengar alasan tak masuk akalnya. Dia menyerahkan kunci itu pada Li Chang Su. Semuanya kembali fokus pada gembok yang sedang dibuka secara hati-hati. Terutama, agar sihir yang menyelimuti rantai dan gemboknya tidak rusak.
Ketika suara kunci terbuka terdengar, mereka menghela napas lega. Li Chang Su menyingkirkan rantai dan juga membuka pintu besi perlahan-lahan. Deritnya terdengar cukup keras. Ketika pintu benar-benar dibuka, semuanya bisa melihat seseorang yang dirantai pada tangan kaki dan lehernya.
__ADS_1
Tapi .... Pemandangan di depannya cukup mmebuat semua orang memerah. Terutama Li Chang Su. Kedua matanya segera di tutupi oleh telapak tangan Mu Xianzhai.
"Jangan lihat, itu kotor. Jika mau, Su'er bisa melihat milikku saja. Itu lebih bagus bukan?" bisik pria itu di daun telinga istrinya.