
RONGYU mencibir. Di depan gadis ini, dia tak perlu berpura-pura untuk menjadi wanita yang baik. Tapi dia juga tak bisa secara langsung mengatakan jika hilangnya cap segel Istana Raja Perang ada hubungannya dengan dia.
Sebelum dia berkata lagi tentang masalah ini, nama Li Chang Su akhirnya dipanggil untuk tampil. Rongyu hanya bisa menutup mulutnya dan tak bisa mengacaukan apapun. Ada pelayan istana yang sebenarnya mengawasi tempat ini.
Li Chang Su bersiap untuk pergi dan dia menatap Rongyu sejenak. "Mu Xianzhai bukan orang yang baik. Jika seseorang berani menyentuh otoritasnya, apakah mungkin putra mahkota masih bertahan sampai akhir? Benarkah kamu akan menjadi permaisuri? Aku khawatir permaisuri sendiri saat ini tidak memikirkanmu sebagai calon ibu negara di masa depan, tapi hanya pijakan. Tidak mungkin seorang permaisuri harus dipimpin oleh wanita militer," bisiknya, lalu tersenyum dan pergi dengan anggun meninggalkan ruang sekat tersebut.
Rongyu tertegun untuk sementara waktu dan mundur dua langkah sebelum akhirnya seorang pelayan melihat dia dan membantunya untuk berdiri stabil.
"Putri Li, apakah perlu beristirahat sebentar?" tanya pelayan muda itu ramah.
"Tidak, tidak apa-apa. Kakiku hanya kurang stabil. Putri ini yang ceroboh," jawab Rongyu hanya bisa tersenyum kaku. Ia tak mungkin bersikap gegabah juga di istana kaisar.
Setelah meminum tehnya sampai habis, dia bersiap untuk tampil.
Di tempat para tamu saat ini ....
Ketika nama Li Chang Su dipanggil untuk tampil, sosoknya mulai terlihat. Semua orang langsung terpaku pada sosok rampingnya yang memakai hiasan natural. Karena Li Chang Su memiliki banyak kosmetik di ruang artefak, ia berdandan seperti orang modern. Tapi tidak berlebihan.
Pakaiannya memang agak terbuka, tapi tidak menunjukkan beberapa bagian tubuh yang bisa dikatakan terlalu tidak sopan. Bahkan Ye Tianli dan Ye Shi segera tersedak teh yang sedang diminumnya.
"Apakah itu benar-benar Li Chang Su?" tanya Ye Shi agak keras.
Suaranya terdengar oleh Mu Xianzhai. Setidaknya, posisi para pangeran dan kumpulkan pria bangsawan memang tidak terlalu berjauhan.
Ye Tianli mengambil sapu tangan dari saku dadanya dan mengelap mulut. Untung saja reaksinya tidak berlebihan. Ia juga mempertanyakan hal yang sama seperti Ye Shi. Apakah itu benar-benar Li Chang Su?
Seberapa bagusnya gadis itu? Bisakah Mu Xianzhai memakannya berulang kali saat di tempat tidur? Segala jenis pikiran tak masuk akal dan agak kotor itu memenuhi otaknya. Ini mencuci mata dan membuat tenggorokannya haus.
__ADS_1
"Aku tidak tahu! Anggap saja itu bukan!" jawabnya menanggapi pertanyaan Ye Shi. Dia meminum secangkir tehnya dengan cepat untuk menghilangkan dahaga yang tiba-tiba muncul.
Pria di acara Pesta Bunga ini tentu saja normal. Melihat gadis cantik yang sedang berkembang dan tentunya memakai pakaian cukup terbuka, pasti langsung berpikir ke mana-mana.
Di zaman kuno ini, wanita yang sudah menikah harus berada di rumah, menunjukkan tubuh hanya pada suaminya saja. Sementara para gadis kamar kerja tak boleh bersentuhan dengan pria, kencan atau lain sebagainya jika tidak memiliki ikatan pertunangan sejak awal. Oleh karena itu, para pria juga jarang melihat para wanita berpakaian terbuka.
Di sisi lain juga ada Mu Hongzhi dan Lict. Mu Hongzhi mengagumi sepupu iparnya itu, alih-alih tergoda oleh kecantikannya. Yah, mungkin orang lain tidak tahu jika Mu Hongzhi yang selalu berpenampilan ceroboh itu sebenarnya memiliki pemikiran yang luas juga.
Adapun Lict, sudah tidak merasa heran. Li Chang Su memang cantik dan selalu menuai pujian di kalangan prajurit pria di zaman modern. Sehingga saat melihat banyaknya reaksi para pria di Pesta Bunga ini, ia hanya bisa memiliki tiga garis hitam di kepala.
Senior Su ... Sepertinya kamu memang ditakdirkan untuk mendapatkan banyak pemuja, pikirnya.
Lict melihat jika Mu Hongzhi sudah memegang belasan bunga mawar potong. "Dari mana banyaknya bunga-bunga itu?" tanyanya heran. Bukankah setiap tamu hanya diberi satu bunga? Pikirnya.
"Oh, ini bunga yang seharusnya diberikan pada para gadis yang mengikuti pertunjukan menari," jawabnya.
"Yeah, I know you're strange!" gumam Lict dengan ekspresi tidak terduga.
Lict membayangkan jika Mu Hongzhi memegang belasan bunga mawar potong dengan senyum percaya diri dan dipenuhi taburan bintang-bintang di sekitarnya. Ini tidak lucu! Lict segera menghapus bayangan mengerikannya itu dari kepalanya.
Di atas panggung yang cukup luas, Li Chang Su tersenyum pada semua tamu yang hadir. Lalu dia berkata pada para pemusik di sisi lain untuk memainkan musik musim semi. Setelah itu, dia mulai menunjukkan tariannya.
Tubuhnya terlihat lemah gulai, mulai dari tangan dan kaki bergerak lincah. Musik yang memiliki tempo sedang dan tema musim semi penuh cinta, para penonton rasanya mulai terhanyut. Masalahnya bukan karena penampilan Li Chang Su, tapi tarian yang dibawakannya jelas sulit untuk dipelajari.
Para putri dan gadis bangsawan saja menyerah karena gerakan kaki yang bisa membuat penari terkilir dan kehilangan keseimbangan kapan saja.
Li Chang Su membawa tarian yang diiringi oleh kecapi, seruling serta beberapa alat musik tradisional di zaman tersebut. Gerakannya juga halus tapi lincah. Beberapa perhiasan saking menimbulkan bunyi gesekan lembut dan jernih.
__ADS_1
"Benar-benar istri Raja Perang! Keduanya sangat cocok jika bersanding," bisik tamu yang lain, tampak mengagumi Li Chang Su. Hingga tanpa sadar jika bunga mawar merah potong di tangannya terasa kecil.
"Ya. Dia adalah takdir gelang naga perak Raja Perang. Tidak heran." Yang lain juga menanggapi.
Akhirnya, segala jenis bisikan pun memenuhi sekitar. Semuanya penuh pujian. Mereka tidak tahu jika saat ini, Mu Xianzhai sudah berwajah gelap ketika melihat istrinya menari dengan indah di atas panggung. Hatinya gatal, ingin sekali membawa gadis itu turun dan pulang tanpa pamit. Lupakan Pesta Bunga ini. Dia tak suka melihat istrinya diperhatikan pria lain.
Setelah iringan musik berhenti, Li Chang Su juag selesai menari. Sorakan pun terdengar hingga mereka langsung mengangkat bunga mawar potong sebagai bentuk pilihan. Sejauh ini, Li Chang Su mendapatkan pilihan suara terbanyak.
Dia memberikan postur rasa terima kasih pada semua penonton sebelum akhirnya berbalik untuk pergi. Tapi tiba-tiba saja dia merasa kehadiran seseorang di belakangnya. Ketika hendak berbalik, sebuah zaoshan yang dikenal jatuh ke tubuhnya. Ia berbalik dan melihat Mu Xianzhai menunjukkan garis bibir tidak senang.
Entah kenapa, Li Chang Su merasa jika krisisnya sudah dekat. Ia tahu jika Mu Xianzhai tidak mengizinkan dia berpakaian terbuka untuk menari. Kini ia justru mendapatkan banyak perhatian dari para tamu.
Melihat pria itu datang ke panggung untuk menutupi tubuh istrinya, mereka langsung iri. Sangat perhatian, pikir semua orang.
"Xian ..." Li Chang Su hanya ingin memastikan jika pria itu tidak akan begitu nekad untuk membawanya pulang.
Mu Xianzhai menyipit mata di balik topengnya. Dia hanya melihat ekspresi gadis itu sedikit memohon. Mau tidak mau, ia hanya bisa menghela napas tidak berdaya.
"Baik, ayo ke belakang dan ganti pakaianmu. Ini tidak cocok dipakai," katanya.
Tiba-tiba saja Mu Hongzhi berdiri dan menghampiri keduanya seraya memegang banyak bunga mawar merah.
"Sepupu Ipar, kamu sangat cantik. Ini dariku. Sepupu Ipar pasti akan memenangkan lomba ini," katanya.
"..."
Seketika semuanya menjadi hening. Kaisar bahkan menepuk jidatnya dan permaisuri diam-diam mencibir. Seperti apa itu Mu Xianzhai? Mungkin hanya Mu Hongzhi yang saat ini terlihat bodoh.
__ADS_1
"Huh, ada apa? Kenapa kalian menatapku seperti itu? Apa salahnya aku memberikan bunga-bunga ini sebagai penilaian lomba?" tanya Mu Hongzhi agak canggung.
Mereka hanya ingin memberi tahu Mu Hongzhi bahwa saat ini aura di sekitar Mu Xianzhai telah turun ke titik paling dingin. Berani memberikan bunga pada istrinya?