Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Upacara Man Yue (Satu Bulan Kelahiran Bayi)


__ADS_3

MU PEIZHI memiliki penyakit jantung sebelumnya dan selalu kedinginan sepanjang waktu. Belum lagi, tubuhnya melemah saat musim dingin, pucat seperti orang yang sekarang di tengah jalan. Ketika Li Chang Su melihatnya untuk kali pertama, kesannya pada Mu Peizhi hanya satu, 'Kasihan'.


Tapi Mu Xianzhai berkata jika kesehatan Mu Peizhi tidak membaik setiap waktu. Berapapun tabib yang diundang diam-diam, tak ada dari mereka yang mampu menyembuhkan penyakit jantung dan tubuh dingin Mu Peizhi.


Jadi, Mu Xianzhai selalu melindungi di beberapa kesempatan. Bisa dibilang, Mu Peizhi juga kakak yang baik, tidak pernah cemburu atau bermusuhan di istana. Seolah-olah, persaingan itu adil.


"Terima kasih, berkat perawatanmu, penyakitku sudah sembuh. Putri Xian benar-benar dokter jenius," jelas Mu Peizhi lebih bahagia lagi. Dia tidak pernah sebahagia ini sebelumnya dan ibu selirnya juga sangat senang ketika putranya sembuh.


Li Chang Su menggelengkan kepala, masih rendah hati. "Itu bukan apa-apa. Hanya masalah kecil. Namun sebisa mungkin untuk tidak bermain salju di musim dingin tahun, tubuhmu belum cukup untuk menerima rangsangan mendadak dari hawa dingin," jelasnya serius.


"Ya, aku tahu itu di hatiku."


"Lalu ..." Li Chang Su menatap Mu Hongzhi. "Di mana Lict? Dia tidak ikut denganmu?"


"Oh ... Aku hampir lupa dengannya!" Tiba-tiba saja Mu Hongzhi menepuk jidatnya dan merasa bersalah. "Seingatku ..." Dia berpikir.


Sementara itu di sisi lain.


Lict yang tersesat di jalan besar pun kebingungan. Dia tidak terlalu akrab dengan pasar yang ada di kiri dan kanan. Banyak pejalan kaki melihat-lihat untuk berbelanja dan para pedagang berteriak menawarkan dagangannya.


Zaman kuno ini sungguh luar biasa. Dia seperti sedang melakukan syuting film. Hampir mirip. Tapi dia tidak menyangka akan mengalami sendiri, berada di lingkungan kuno yang nyata.


Memeluk Xue Zi, dia mengerutkan kening dan berhenti sebentar. "Aneh, bukankah Mu Hongzhi bilang dia akan menungguku di pasar ini. Kenapa aku tidak melihatnya sama sekali?" gumamnya.


"Sepertinya dia kabur," kata kelinci putih mutasi yang ada di pelukannya. "Bukankah dia adalah pria bodoh besar yang ceroboh?"


"..." Yah, kamu benar, pikir Lict.


Pada akhirnya, tuan dan binatang putih mutasi peliharaannya mulai berjalan-jalan di pasar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Pada hari upacara satu bulan kelahiran bayi Yan Shi, suasana dibuat setenang mungkin. Tapi beberapa kegembiraan masih ada di masyarakat. Untungnya cuaca hari itu cerah dan bunga bermekaran di mana-mana, musim semi yang indah.


Pangeran pertama—Mu Yishu yang juga menjabat sebagai bupati pun duduk di kereta bersama istrinya, Yan Shi. Wanita itu memakai pakaian sederhana yang terlihat elegan, warnanya senada dengan jubah brokat yang dipakai Mu Yishu.


Yan Shi menggendong bayi laki-lakinya yang tertidur, berkeliling jalanan ibu kota dengan kereta anti guncangan. Orang-orang menepi di pinggir jalan dan berlutut hormat saat pangeran pertama lewat. Banyak dekorasi di setiap sisi, berwarna-warni, melambangkan suka cita sederhana.


Keluarga Yan bahkan lebih diberkahi setelah putri mereka yang menikah dengan Mu Yishu melahirkan seorang putra. Adapun anak kembar mereka, kini berada di kereta yang ada di belakang, ditemani oleh ibu pengasuh masing-masing.


Li Chang Su dan Mu Xianzhai hanya menunggu di istana mereka dan menikmati perjamuan. Kali ini, beberapa kerabat saling bertemu satu sama lain dan banyak bercerita. Sayangnya, setelah hati mulai sore, Mu Xianzhai harus membawa Li Chang Su pulang.


Mau tidak mau, Li Chang Su harus mengucapkan selamat tinggal pada mereka. Bahkan pensiunan kaisar tidak bisa menahan diri untuk memohon dibuatkan makanan lezat oleh gadis itu. Tapi Mu Xianzhai adalah toples cuka yang pecah, menolaknya dan langsung membawanya pergi.


Ketika mereka kembali pulang, Li Chang Su langsung berbaring di tempat tidur dan menghela napas panjang.


"Lelah?" tanya Mu Xianzhai duduk di sampingnya.


"Yah, hari ini sangat melelahkan tapi juga senang. Aku tidak menyangka akan melihat Rongyu di sana ..." Li Chang Su mengingat adegan di mana Rongyu datang bersama Mu Lizheng. Dia cukup terkejut dengan perubahan wanita itu.


"Tapi ... dari mana air mayat itu diperoleh. Setahuku, seharusnya air mayat belum ada di zaman ini?" tanyanya agak heran.


Mu Xianzhai mungkin kurang paham dengan perkataan Li Chang Su. Tapi dia tahu jika perkataannya gadis itu mengarah pada perbedaan zaman kuno dan modern.


Pria itu juga mengerutkan kening dan berpikir sebelum akhirnya berani menyimpulkan. "Seharusnya dibeli dari negara lain yang jauh dari negara Bingshui."


"Negeri asing?" tebak Li Chang Su.


"Ya."


Li Chang Su mulai memikirkan wilayah Eropa. Mungkin di zaman ini, wilayah itu tidak ada atau hanya berupa dataran dengan nama lain. Air mayat harus berasal dari negeri asing yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan negara Bingshui.


Dia menghela napas dan meminta Mu Xianzhai memijat punggungnya. Pria itu tidak keberatan dan mulai memijat punggung istrinya dengan hati-hati.

__ADS_1


"Su'er, apakah ini nyaman?" tanyanya agak ambigu.


"Ya ... Ini sangat nyaman." Suara gadis itu terdengar santai. Dia memejamkan mata seolah-olah mengantuk.


Mu Xianzhai tersenyum semakin dalam tapi tidak melakukan apapun. Tapi diam-diam telah merencanakan sesuatu di hatinya.


"Kapan kita kembali?"


"Besok?"


"Besok?" Li Chang Su membuka matanya dan mengerutkan kening. Apakah begitu cepat?


"Bukankah Su'er ingin ke pantai?" Mu Xianzhai seolah-olah mengingatkan.


"Oh ... Tiba-tiba saja aku tidak ingin ke pantai saat ini," katanya.


"Benarkah?"


"Ya. Xian Xian, bagaimana jika kita langsung ke barak militer saja? Aku ingin sekali memecahkan masalah pintu gerbang baja dan juga lava yang muncul di jurang itu. Selain itu juga ..." Li Chang Su tampaknya memikirkan sesuatu yang masih jadi misteri. "Aku ingin tahu apakah kita berdua merupakan reinkarnasi dari kehidupan masa lalu. Mungkin kamu adalah keturunan Kekaisaran Mu pertama," imbuhnya.


Mu Xianzhai tidak mengatakan apa-apa lagi, hanya tersenyum lembut untuk menanggapinya. Dia ingin mengatakan sesuatu, namun pada akhirnya hanya diam saja. Karena akhir-akhir ini, dia juga memimpikan hal serupa.


Awalnya Mu Xianzhai mengira itu hanyalah mimpi biasa, tapi semakin hari, bayangan dalam mimpi semakin jelas. Dia juga awalnya mengira jika di kehidupan ini, Li Chang Su adalah istri yang beruntung menjadi takdirnya. Tapi mungkin ... Hal yang lebih rumit masih tersembunyi dalam-dalam.


"Yah, jangan pikirkan itu, istirahat lah. Aku akan menangani beberapa pekerjaanku sebentar." Mu Xianzhai masih memijatnya hingga gadis itu tertidur pulas.


Setelah memastikan jika gadis itu benar-benar tertidur, Mu Xianzhai membenarkan posisi tidurnya dan menarik selimut untuk membuat tubuhnya hangat. Sebelum pergi, dia mengecup kening gadis itu.


"Su'er ... Di kehidupan kali ini, kita pasti akan hidup bahagia," bisiknya.


Li Chang Su tidak mendengarnya karena tertidur pulas, tapi sudut mulutnya naik sedikit seolah-olah memimpikan hal-hal indah. Akhirnya Mu Xianzhai meninggalkan kamar untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang tertunda.

__ADS_1


Di luar, Xuxu dan Xuyao telah menunggu dan melaporkan apa yang terjadi hari ini. Pria itu hanya mengangguk dan membiarkan mereka menjaga di sini. Jika Li Chang Su bangun, segera beritahu dia. Namun sepertinya ... Li Chang Su akan tertidur hingga besok pagi karena terlalu lelah setelah seharian berada di luar istana.


__ADS_2