Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Pikiran Ibu Suri


__ADS_3

PELAYAN hendak menjawab namun Li Chang Su muncul dan telah membersihkan diri. Dia menggendong bayi merah di tangannya yang telah terbungkus kain hangat. Saat melihat bayi dalam gendongan gadis itu, Mu Yishu terlihat lebih lembut dan segera teringat dengan istrinya. Untungnya Yan Shi baik-baik saja dan dia bisa pergi setelah membersihkan ruangan.


Li Chang Su tersenyum dan  membiarkan Mu Yishu menggendong si kecil. “Selamat atas kelahiran bayi laki-laki.”


Dia menghela napas. Lagi pula di sudah tahu jika bayi itu laki-laki saat melihatnya masih berada di perut Yan Shi. Jadi saat lahir pun, dia tak terkejut lagi. Bayi itu tidak menangis saat ini dan terlihat kecil di pelukan Mu Yishu. Namun entah apa yang terjadi, bayi laki-laki itu segera menangis tak lama setelah Mu Yishu mengambil alih.


Tangisannya tidak terlalu kencang, tapi cukup membuktikan jika bayi laki-laki itu tak ingin jauh-jauh dari Li Chang Su. Jelas tadi sangat patuh dan tampak menggemaskan saat berada di pelukan Li Chang Su.


“...” Li Chang Su merasa tidak berdaya dengan respons cerdas bayi itu. Ini hanya bayi yang baru lahir tapi mungkin akan memiliki pengaruh besar di masa depan bagi negara ini.


“...” Mu Yishu berwajah masam dan sedikit panik saat mengetahui jika putra kecilnya ini tak mau digendong olehnya.


“...” Adapun Mu Xianzhai, wajahnya menggelap. Dia memiliki firasat buruk jika anak bau ini akan mengganggunya di masa depan dan menculik kasih sayang Su’er! Tidak! Dia dan Su’er harus memiliki anak secepat mungkin sehingga bayi kecil ini tak akan merebut istrinya.


Mu Xianzhai akui jika kecemburuan ini sangatlah menyiksa.


Tabib wanita segera keluar ruangan dan membolehkan Mu Yishu untuk masuk. Pria itu akhirnya pergi sambil menggendong bayi laki-lakinya dan menemui Yan Shi dengan perasan gembira.


Sedangkan Li Chang Su yang terlihat agak lelah pun tersenyum lega saat ini. Untungnya air roh tersedia di ruang artefaknya sehingga saat Yan Shi memiliki masalah hidup dan mati, dia telah meminta pelayan untuk membiarkan wanita itu meminumnya setiap waktu agar energinya tetap terisi serta mengurangi risiko pendarahan hebat.


Semua upayanya tidak sia-sia. Li Chang Su hanya memberi nasihat pada pasangan itu agar tetap mengonsumsi air roh setiap hari sampai kondisi Yan Shi pulih. Karena Yan Shi telah melahirkan di luar waktu yang telah diprediksi, Mu Yishu langsung mengumumkannya pada masyarakat luas dan istana kekaisaran juga langsung mengetahuinya.

__ADS_1


Pensiunan kaisar menjadi yang pertama datang untuk melihat cicit dari cucu pertamanya dan tentu saja ibu suri hanya bisa berteriak untuk menahan amarah. Pak tua itu masih bertingkah layaknya seorang pria muda dan memasang senyum liciknya yang tidak berguna. Namun apapun yang dikatakan Ibu Suri tidak memengaruhi pensiunan kaisar sama sekali.


Di Istana Ibu Suri, wanita tua itu terlihat marah dan meminum segelas air untuk meredakan sakit tenggorokannya akibat berteriak terlalu keras.


“Mu Baifeng ini benar-benar tidak pernah berubah. Dia masih ceroboh dan aktif seperti di masa lalu,” gumam Ibu Suri dengan ekspresi nostalgia.


Pelayan pribadinya yang ada tak jauh dari keberadaan ibu suri pun terkikik ringan. “Pensiunan Kaisar sangat antusias dengan cicitnya yang baru lahir. Ibu Suri, mungkin ini juga baik.”


“Ya … biarkan mereka datang ke tempat Aijia setelah beberapa hari.” Ibu Suri membuat keputusan.


“Apakah  acara Man Yue juga akan diadakan di istana ini?” tanya pelayannya dengan nada tenang


Ibu Suri menghela napas dan mengiyakan dengan mudah. Tentu saja acara tersebut akan diadakan di istananya lagi pula pangeran pertama telah memiliki seorang putra lagi dan kini posisinya di negara semakin kuat. Yan Shi benar-benar menantu yang membawa keberuntungan untuk kekaisaran. Jadi, Ibu Suri segera meminta bawahannya untuk menyiapkan hadiah bagi keluarga Yan dan memberi  sesuatu yang layak untuk mereka.


Pelayan terdekatnya merasakan masam di hati. Ibu Suri masih sangat baik. Dia telah menjadi pelayan pribadinya selama beberapa tahun dan tahu sifat Ibu Suri yang tidak suka mengganggu orang.


Tapi wanita tua itu masih sedikit mengeluh  ketika teringat dengan cucu kesayangannya, Mu Xianzhai. “Tapi Aijia masih menginginkan cicit dari Su’er.”


“...” Pelayan yang tampak polos itu hanya menggosok hidungnya, agak canggung. Ibu Suri masih sedikit rakus untuk memiliki cicit lain.


Tapi salah satu pelayan pribadinya yang sudah cukup paruh baya pun berkedip ringan saat teringat dengan masalah lain. “Lalu, Ibu Suri … mengenai pangeran keempat dan juga putri Li itu~”

__ADS_1


“Huh, mereka?!” Ibu Suri memotong ucapan pelayannya dengan cibiran yang jelas. “Kedua orang ini bukan hal yang baik. Kali ini kondisi tubuhku sudah membaik dan seharusnya permaisuri itu gelisah bukan?  Dia sudah tidak sabar untuk membuat putranya menjadi kaisar dan berniat menyingkirkanku. Kali ini pensiunan kaisar  masih hidup dan Hongshan juga sehat. Mereka tidak akan semudah itu bergerak.”


Mereka jelas sedang membahas Mu Lizheng dan juga Rongyu lalu mengaitkannya dengan permaisuri. Ibu Suri tahu jika permaisuri memiliki pemikiran yang dalam dan sulit untuk menebak arah anginnya. Jadi dia hanya bisa menunggu. Tapi kali ini pensiunan kaisar dan putranya, Mu Hongshan telah kembali jadi tak perlu terlalu khawatir.


“Kesampingkan masalah ini lebih dulu. Kita harus menyiapkan hadiah untuk keluarga Yan.” Ibu Suri mengibas lembut dan membuang muka, tampak malas.


“... Ya,” kata si pelayan segera pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karena anak laki-laki telah lahir di Istana Bupati, para pejabat dan juga menteri kekaisaran sibuk untuk menyiapkan hadiah. Kaisar Mu juga menyibukkan diri dan sangat murah hati untuk memberi hadiah pada cucu ketiganya lahir. Dengan begitu, anggota kekaisaran kini bertambah lagi dan itu masih laki-laki.


Namun karena urusan binatang mutasi belum terselesaikan, Kaisar Mu juga tidak bisa lengah. Jadi pertahanan perbatasan dan penjaga kembali diperbanyak. Sejak insiden bintang mutasi kegelapan tingkat dewa muncul di terowongan bawah tanah Negara Bingshui, ia sudah waspada. Mu Xianzhai berkata jika ada pengkhianat di negara ini dan butuh pencarian yang dalam untuk mengetahui siapa dalangnya.


Tapi lagi-lagi Mu Xianzhai memberi informasi terbaru semalam dan berkata jika pengkhianat itu masih merupakan orang-orang istana, anggota kekaisarannya.  Kaisar Mu menyipitkan matanya dan memikirkan satu kemungkinan … permaisuri sedang bermain atau .. putra keempatnya sendiri yang mengambil inisiatif.


Saat ini hanya kedua orang tersebut yang berambisi untuk takhta dan Kaisar Mu juga memikirkan putra keduanya, Mu Yishu.


Apapun itu, Kaisar Mu tak akan memaafkan kejahatan untuk mengkhianati negara dan secara alami akan mendapatkan hukumannya jika benar-benar terbukti.


Tanpa diduga, Kaisar Mu yang sedang memikirkan masalah pengkhianat pun diam-diam menyelinap keluar Istana Kekaisaran dan menuju Istana Bupati  ….

__ADS_1


__ADS_2