
PERMAISURI TIDAK mengatakan apapun saat putranya datang dan hanya bangkit dari duduk. Lalu suara tamparan terdengar nyaring di ruangan utama Istana Ratu. Mu Lizheng yang belum pernah menderita begitu banyak kekerasan akhirnya bingung setelah mendapatkan tamparan.
Dia marah namun tidak tahu harus memarahi siapa. Dia tahu ibunya bukan orang baik dan selalu menampilkan citra lemah lembut dan tenang di depan semua orang. Tapi meskipun begitu, Permaisuri lebih kejam daripada yang terlihat di permukaan.
Menyentuh pipinya yang panas akibat tamparan, Mu Lizheng yang ingin mengatakan sesuatu akhirnya tertekan kembali ke perutnya.
"Apakah kamu tahu apa yang kamu lakukan?" Permaisuri mengambil napas dalam-dalam dan sedikit sesak.
"Apa yang terjadi? Jika itu tentang ayah kaisar, tidak mungkin menemukan sesuatu," jelas Mu Lizheng justru membuat Permaisuri lebih kesal.
"Apakah kamu bodoh?! Kamu pikir siapa kaisar? Dia bukan objek yang bisa kamu bodohi hanya dengan menghilangkan bukti dan berkata omong kosong! Malam ini dia tahu kamu memiliki hubungan yang baik dengan wanita jelmaan ular hitam mutasi dan kemungkinan curiga jika kamu berkolusi! Tahukah kamu apa konsekuensinya?!"
Jarang sekali bagi Permaisuri untuk berkata lebih banyak dalam satu kali helaan napas dan dia memarahi putranya agar bangun dari kebodohan.
Mu Lizheng masih sedikit linglung dan tubuhnya juga lemah akibat dampak ledakan ruang bawah tanah. Dia hanya menceritakan apa yang terjadi. Lagi-lagi Permaisuri lebih marah setelah mengetahui alasannya.
"Hanya demi istri kecil Mu Xianzhai, kamu menjadi sangat bodoh??! Lalu bagaimana denganku? Tanpa aku sebagai permaisuri dan memegang enam istana di belakang, apakah kamu masih memiliki gelar putra mahkota ini?!" Permaisuri kembali duduk dan menuangkan teh untuk dirinya sendiri.
"Bu—"
"Jangan panggil aku jika kamu belum menyadari kesalahanmu! Bukankah aku sudah berkata untuk tidak menggunakan ide ini. Bahkan jika jelmaan ular hitam mutasi tingkat dewa mengacau ibu kota, apakah kamu mengira Mu Xianzhai akan kalah? Kamu jangan lupa jika Mu Xianzhai adalah pewaris gelang naga perak sejati. Bahkan mungkin identitas nya lebih dari itu!" tuturnya lagi menekan pembuluh darah biru (kemarahan) di dahinya.
Mu Lizheng memang melupakan masalah ini dan terdiam sejenak. Identitas Mu Xianzhai dianggap misterius dan Kaisar Mu sendiri tidak tahu. Sekarang pensiunan kaisar juga telah kembali. Belum lagi Mu Hongshan, ayah dari Mu Hongzhi juga masih hidup.
__ADS_1
Masalah ini semakin rumit. Permaisuri memang memainkan banyak peran di istana dan telah hidup dengan banyak noda hitam (kejahatan) di tubuhnya. Oleh karena itu, dia hanya berharap pada putranya untuk mewarisi takhta sehingga di masa depan dia juga menjadi ibu suri—mendapatkan banyak pujian dari semua orang.
Dia juga berharap Mu Ying bisa menikahi keluarga yang baik di negara lain. Tapi mengingat situasi seluruh negara sedang kacau balau, dia mengesampingkan masalah ini dan berniat untuk membiarkan Mu Ying menikah dengan keluarga bangsawan di ibu kota.
"Jadi sekarang apa yang harus kulakukan? Jika ayah kaisar sudah tahu ..." Mu Lizheng tak bisa menahan perasaan dingin di punggungnya saat ingat seperti apa kemarahan Kaisar Mu.
Mu Lizheng bukan lawan Kaisar Mu. Beski Kaisar Mu tidak berada di Medan perang sepanjang tahun, tahun ilmu tenaga dalamnya juga tinggi. Tidak heran akan Mu Xianzhai akan dikatakan sebagai orang yang dihormati setelah Kaisar Mu, lalu ada Mu Yishu.
"Kamu pergi ke istana dan berlutut untuk ayah kaisar mu. Lebih baik untuk menjelaskan hitam menjadi putih dan putih menjadi hitam. Karena kamu yakin jika Li Chang Su palsu itu meledak lebih baik tidak mengungkit masalah ini di sana."
Permaisuri memberikan didikan kecil untuk membangunkan kebodohan putranya. Mereka tak bisa melawan Mu Xianzhai sekarang jika kelemahannya tidak ditangkap. Alih-alih bertabrakan di tengah jalan (saling bersinggungan), lebih baik untuk fokus pada posisi takhta di masa depan.
"Ingat, ayah kaisar mu mungkin memiliki Mu Peizhi di hatinya dan masalah ini tak akan lepas dari Mu Xianzhai. Kamu adalah putraku, satu-satunya harapanku untuk menuju puncak. Jika kamu ingin tetap aman, kamu hanya bisa menatap kursi naga," jelasnya lagi.
Mu Lizheng yang tubuhnya masih lemas pun mengangguk patuh dan segera pergi untuk menemukan Kaisar Mu. Malam ini dia hanya menjelaskan semuanya. Jika tidak, mungkin masa depannya akan berubah besok.
Pelayan kepercayaannya tidak bisa berkata-kata dan hanya bisa mengatakan sesuatu yang baik untuk menenangkan perasaannya.
"Dalam sebulan lagi, upacara kelahiran bayi Istana Bupati akan diadakan. Kali ini aku harus bisa membuat kaisar tenang," katanya membuat rencana jangka panjang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat lain, kekacauan masih terjadi. Malam yang cukup dingin menjadi malam peperangan kecil di ibu kota. Para binatang mutasi kegelapan yang bermunculan terus menerus akhirnya ditekan oleh pihak Ye Tianli.
__ADS_1
Semuanya itu, pria jelmaan ular hitam mutasi tingkat dewa bertarung dengan Mu Hongzhi. Kuda putih mutasi berada tak jauh darinya, melawan beberapa binatang mutasi kegelapan yang mencoba untuk menyerang.
Pria jelmaan ular hitam mutasi itu mengalami luka internal yang cukup parah dan terpaksa mundur beberapa saat untuk menstabilkan dirinya.
"Manusia jenis apa kamu ini?" umpat pria jelmaan ular hitam mutasi itu sedikit meludahkan darah.
Mu Hongzhi terlihat konyol dan tidak kuat di mana pria jelmaan ular hitam mutasi tapi sebenarnya sangat licik. Gerakannya tidak besar atau kecil namun teknik pedangnya sangat halus. Sangat tidak disangka, sepupu dari raja perang yang terkenal sebagai jenderal kepercayaan Mu Xianzhai di barak militer itu ternyata memiliki gaya bertarung master.
Mu Hongzhi tersenyum main-main dan sedikit lelah. "Bisakah kita istirahat sebentar? Aku sangat lelah," katanya mengeluh.
"Persetan denganmu!" Pria jelmaan ular hitam mutasi itu mengumpat dan kembali maju untuk menyerang. Kali ini dia mengubah dirinya menjadi seekor ulat hitam raksasa dan membuka mulutnya untuk melahap Mu Hongzhi.
"Ah!! Kamu sangat menakutkan! Jangan menakuti kuda putihku," teriak Mu Hongzhi, sengaja atau tidak sengaja.
Tak jauh darinya, kuda putih mutasi itu hampir menumbuhkan janggut! Fitnah! Pikirnya. Sementara Lict dan kelinci putih mutasi bekerja sama untuk menghabisi para binatang mutasi kegelapan yang mulai berkurang.
Saat keduanya mendengarkan teriakan Mu Hongzhi, tiga garis hitan meluncur di kepalanya. Hei, apakah itu sikap seorang jenderal yang sedang bermain dengan hewan peliharaan?
Hingga akhirnya, Mu Hongzhi yang tadinya bersikap main-main mulai menunjukkan keseriusannya. Dia menghindari setiap gerakan ular hitam mutasi dan menunjukkan ekspresi dingin yang langka.
"Sungguh tidak bisa diajak main. Nah, kali ini, bisakah aku yang menyerangmu kembali?"
"...??!" Ular hitam mutasi itu merasakan ketakutan yang tak terkatakan. Siapa yang bermain denganmu?! Batinnya.
__ADS_1
...****************...
CATATAN AUTHOR: Novel baru telah rilis. Judul, Istri Kecil Bermata Unik. Silakan lihat profil Author.