
"WANITA suka pria yang pekerjaan keras." Ye Tianli sengaja menjawabnya dengan sedikit ejekan di hatinya. Bukankah Ye Shi ingin menjadi pria normal dan mencintai wanita? Maka dia akan membantunya.
Hanya saja, rasa suka Ye Shi masih bertempat pada Li Chang Su. Tidak tahu jenis suka yang seperti apa. Ye Tianli khawatir jika saudaranya itu membuat beberapa konflik dengan Mu Xianzhai dan berakhir tidak baik. Karenanya, jika di masa depan dia memiliki masalah, ia harus membantunya semaksimal mungkin.
Tidak mau mendengarkan ocehan pria itu, Ye Shi memilih pergi untuk mengatur orang-orangnya. Ye Tianli mengulum senyum dan terkekeh hingga tidak sadar jika Mu Pezhi sudah berada di sampingnya.
“Apa dia sedang mencari kekasih?” tanya pria berjubah putih tulang itu sedikit menaikkan sebelah alisnya.
Ye Tianli sedikit terkejut dan melirik Mu Peizhi yang agak pucat. “Ya, kurang lebih seperti itu. Sayangnya dia menyukai Li Chang Su.”
Ekspresi pangeran kedua segera berubah tidak enak dipandang. “Jika saudara ketiga tahu ini, dia mungkin akan dalam dendam pribadi. Beri tahu dia agar tidak mengejar adik iparku.”
“Aku tahu. Tapi dia agak konyol. Jangan khawatir, Mu Xianzhai juga tidak akan membunuhnya. Paling banyak hanya akan menghancurkan rumah.”
Ye Tianli membuka kipas lipatnya dan menutupi sebagian wajah. Tidak tahu apakah pria itu tersenyum atau tidak. Lagi pula, dia sudah berpengalaman dengan masalah, apa lagi jika itu menyangkut raja perang. Sejak dari dulu, hanya Mu Xianzhai saja yang tidak pernah bisa dia prediksikan gerak-geriknya.
Meskipun dia dan Mu Xianzhai tidak bermusuhan, tapi dalam keadaan tertentu, keduanya tidak terlalu akur. Ia hanya bisa tersenyum saja dan menggelengkan kepala. Namun Mu Peizhi tampaknya tahu apa yang ada dipikirannya, segera menepuk pundak Ye Tianli.
“Kamu juga, jangan memulai dengan Li Chang Su. Posisiku di hati saudara ketiga harus aman.”
“...” Aku tahu, pikir pria berpakaian serba merah itu.
Karena cuaca semakin dingin, Mu Peizhi tidak bisa berlama-lama di luar. Ia juga harus meminta seseorang untuk memastikan jika para pasukan militer milik Mu Xianzhai tetap stabil dan aman. Ia batuk ringan dan membenarkan jubah musim dinginnya.
Ye Tianli tahu jika pria itu baru saja melakukan proses pemulihan dari penyakit jantungnya. Ia tidak bisa membiarkan pria itu ditiup angin dingin sepanjang waktu.
“Kembalilah ke kereta. Aku akan mengurus sisanya.”
__ADS_1
“Baik. Beri tahu aku jika semuanya sudah siap.”
Mu Peizhi segera pergi menuju kereta kudanya yang ada tak jauh dari tempat itu. Sedangkan Ye Tianli menyipitkan matanya. Setelah memastikan jika pria itu memasuki kereta, ia melihat kondisi lubang galian terowongan bawah tanah yang dulu pernah digali oleh kelinci mutasi.
Sekarang, lubang itu telah menjadi hitam dan masih meninggalkan jejak panas. Dia menjatuhkan segenggam salju di tangannya dan mencoba untuk memeriksa seberapa panasnya lubang itu sekarang.
Tanpa diduga, ketika salju dijatuhkan ke lubang galian, segera meleleh dengan cepat diiringi dengan suara khas air yang mengering pada permukaan panas.
“Bena-benar panas,”gumamnya. Dia ingin tahu, makhluk apa yang bisa membakar terowongan seluas ini. Yang jelas, pasti bukan Mu Xianzhai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kembali ke situasi di Sekte Hitam, kuda putih mutasi dan Xue Zi yang berhasil menyelamatkan diri pun segera merasa lega. Tapi kedua kaki depan kuda putih mutasi gemetar sehingga tidak bisa dikontrol begitu saja. Bahkan kelinci mutasi meremangkan semua bulunya.
Ketika terowongan bawah tanah dipenuhi kobaran api, rasanya seperti sihir api yang besar. Kedua binatang mutasi golongan cahaya itu jelas takut.
“Kuda, kakimu gemetar. Ternyata kamu takut juga.” Xue Zi terkekeh dan mencoba menenangkan dirinya.
Para murid Sekte Hitam yang sibuk mencari penyusup lain juga dikejutkan oleh suara ledakan dan juga kobaran api di lubang galian. Kuda putih mutasi dan Xue Zi yang masih bercat hitam itu segera pergi, bersembunyi di suatu tempat.
Ketika mereka tiba di lokasi, keduanya sudah berada di semak-semak. Ada suara yang menggema di terowongan bawah tanah. Disertai dengan kepulan asap hitam yang keluar dari lubang galian.
Tak berapa lama, sosok jingga kemerahan muncul dari lubang tersebut dan mengubah diri menjadi ukuran yang cukup besar. Di kedua telapak tangannya ada gelembung api yang mengambang, berisi Lict dan Mu Hongzhi.
"Apa itu???!" Salah satu murid sekte terkejut dan menatap makhluk api itu dengan ngeri. Hawa panas langsung terasa.
"Cepat panggil sovereign!" Murid senior juga memerintahkan.
__ADS_1
Flare yang menatap para manusia bodoh itu hanya mendengus dan menyembur api lagi dari mulutnya. Para murid Sekte Hitam yang memiliki ilmu hitam segera membaca mantra. Tapi sangat disayangkan jika apa yang mereka lakukan sia-sia.
Makhluk lava itu tertawa rendah dan meraung ke langit sebelum akhirnya berbicara. "Manusia kegelapan yang bodoh!"
Tempat itu segera terbakar hebat. Membuat kuda putih mutasi dan Xue Zi yang bersembunyi di kegelapan pun segera melarikan diri lagi. Kenapa keduanya begitu tidak beruntung?
Sebelum para murid Sekte Hitam melancarkan serangan yang tidak berguna, Flare segera pergi dari tempat itu seraya membawa Lict dan Mu Hongzhi. Sosoknya yang memiliki gerakan cepat membuat para murid tidak memiliki cara untuk mengejarnya.
"Beri tahu sovereign jika makhluk aneh itu membawa dua orang di tangannya," perintah salah satu tetua Sekte Hitam yang memakai topeng.
"Ya!" Mereka pergi untuk melaporkan hal ini. Sisanya bertugas untuk mencari makhluk lava itu.
Tetua Sekte Hitam yang masih berdiri di tempatnya pun segera menghampiri lubang galian. Ada lelehan lava di permukaannya, terlihat seperti berasal dari ruang pintu batu. Dia curiga jika semua yang ada di dalam sudah hangus terbakar oleh makhluk itu.
Semuanya merupakan binatang mutasi kegelapan yang dikembangkan oleh Zhen Juan. Jika pria itu sendiri tahu bahwa semuanya sudah hilang, konsekuensinya sendiri ... ia khawatir semua murid akan kena amarahnya.
"Makhluk itu harus segera ditemukan!" Tetua Sekte Hitam menggertakkan giginya dan meninggalkan tempat itu.
Beberapa murid masih sibuk memadamkan api di bangunan atau pohon yang terbakar. Semua salju telah meleleh dan menjadi air sebelum akhirnya menguap. Panasnya lava membuat suhu di sekitar menjadi hangat. Bahkan salju di permukaan tanah saja mulai mencair perlahan.
Di aula Sekte Hitam, beberapa murid berlutut seraya menundukkan kepala. Jubah hitam dengan tudung besar yang dipakai membiat sosok mereka terlihat misterius.
Mereka melaporkan apa yang terjadi dengan lubang galian para binatang mutasi kegelapan. Amarah pria itu tak terbendung dan mengembunkan aura di telapak tangan kanannya. Kemudian menyerang mereka semua.
Mereka yang berlutut segera terpental. Topeng polosnya retak hingga akhirnya memuntahkan darah segar.
"Arrgghh!! Tidak berguna!!" Dia berteriak marah hingga bekas luka bakar di sebelah wajahnya retak dan mengeluarkan darah. Luka lama yang telah mengering itu terbuka.
__ADS_1
Sorot mata Zhen Juan yang kemerahan dan mengandung aura kegelapan besar, membuat para murid berkeringat dingin. Amarah Zhen Juan begitu besar.
"Belum selesai masalah gelang naga perak, kini kalian membicarakan monster! Kalian berkata sebelumnya, apakah makhluk itu membawa dua pria yang datang bersama Mu Xianzhai?" tanya Zhen Juan seraya mendesis.