Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
"Su'er!!"


__ADS_3

MEREKA tidak menyangka jika pria yang menunggangi elang gunung mutasi saat ini adalah Mu Yishu , pangeran pertama kekaisaran yang menjabat sebagai bupati. Pria berusia kepala tiga itu telah mengganggu Ye Shi untuk memanggilkan elang gunung mutasi. Dia sendiri yang akan menjemput mereka.


Karena menurut kucing putih penjaga gelang naga perak miliknya, aura kegelapan di Sekte Hitam sudah hilang dan kemungkinan besar semuanya kembali seperti semula. Oleh karena itu, dia ingin memastikannya sendiri.


"Kakek?" Mu Yishu sedikit merasakan sentuhan rindu. Pria tua itu yang sejak kecil selalu mengasuh dan membawanya jalan-jalan. Tidak menyangka kini akan melihatnya dalam kondisi yang cukup buruk.


"Iya, Nak ... Ini aku." Seharusnya cicitku baik-baik saja?" Pensiunan kaisar sedikit mengerang.


"Istriku sedang mengandung lagi saat ini. Dan si kembar baik-baik saja."


“Syukurlah., aku akan menambah cicit lagi. Kali ini harus anak perempuan.”Pensiunan kaisar menghela napas dan melirik pasangan muda Mu Xianzhai dan Li Chang Su. “Nah, kalian juga harus cepat punya anak.”


“Aku masih terlalu muda,” kata Li Chang Su dengan wajah memerah.


“Huh, apanya yang terlalu muda? Istri Mu Yishu melahirkan anak kembar di usianya yang ke enam belas tahun." Pensiunan kaisar mencibir.


"Enam belas tahun? Bukalah itu terlalu muda?" tanyanya.


Pensiunan kaisar ingin berkata sesuatu lagi, tapi kali ini dia ingat jika gadis itu berasal dari zaman modern. Peraturan tentang pernikahan berbeda. Setahunya, Li Chang Su berusia tiga puluh tahun saat di zaman modern dan belum memiliki suami apalagi anak. Jadi hal ini, dia tak bisa menyalahkannya.


Pria tua itu terbatuk ringan dan mengembuskan napas panjang. Sudahlah, lupakan saja tentang anak dari cucu kesayangannya itu. Dia masih memiliki cicit lain saat ini.


"Apa kalian akan langsung kembali ke ibu kota?" tanya pria tua itu memastikan.


"Tidak."


Li Chang Su mungkin masih memiliki beberapa hal yang harus dilakukan saat ini. Namun gadis itu menggelengkan kepala. Dia akan pergi ke barak militer sebelum mencapai ibu kota. Belum lagi Mu Xianzhai ingin berkuda dengannya sehingga tidak bisa mengikuti mereka menunggangi elang gunung mutasi.

__ADS_1


"Baiklah. Aku mengerti. Kalian pasangan yang baru menikah." Pensiunan kaisar menggelengkan kepalanya dan memahami hubungan ini. "Nah, untuk kalian—"


"Tidak perlu. Aku ingin mengikuti Sepupu Ipar!" Mu Hongzhi menyela.


"Aku juga." Lict mengangguk.


"..." Pensiunan kaisar dan Mu Hongshan curiga jika keduanya hanya ingin makanan enak saja.


"Dasar anak muda! Jangan mengganggu pasangan yang baru saja menikah." Mu Hongshan tidak tahan lagi dan menggampar putranya dengan kejam, sebelum akhirnya dibantu naik ke punggung elang gunung mutasi.


Pensiunan kaisar juga naik. Lalu ada Mu Yishu yang terakhir. Pria berusia kepala tiga itu tersenyum pada mereka.


"Nah, sampai jumpa di ibu kota. Tidak perlu terburu-buru. Acara pesta bunga akan diadakan pada pertengahan bulan pertama musim semi. Kalian memiliki waktu yang cukup banyak untuk menghabiskan waktu bersama di musim dingin ini," ujar Mu Yishu seraya menggoda adiknya. Lalu dia menepuk elang gunung mutasi untuk terbang.


Saat elang itu membawa ketiganya terbang tinggi, Li Chang Su tidak menghela napas. Dia sudah dipeluk oleh Mu Xianzhai. Adapun dua anjing tunggal yang menyaksikan, hanya ingin memuntahkan darah muda. Apakah keduanya sengaja?


Li Chang Su memiliki alasan kenapa tidak ingin langsung pergi. Begitu pula dengan Mu Xianzhai. Sebelum mereka kembali ke barak militer, Li Chang Su ingin memeriksa beberapa tempat. Karena terowongan bawah tanah terbakar oleh api Flare, ia ingin mengeceknya lagi di Hutan Putih sebelumnya.


Belum lagi Lict dan Mu Hongzhi juga duduk bersama, menunggangi kuda putih mutasi dan mengejar keberadaan Li Chang Su.


Mereka semua melanjutkan perjalanan selama beberapa hari di hutan. Kadang Li Chang Su mengambil buah liar yang bisa dimakan. Sayangnya, karena terlalu dingin, Mu Xianzhai tidak mengizinkannya menggigit. Dia mengupas buah dan memotongnya kecil-kecil agar bisa pas dikunyah.


Ketika keluar dari hutan yang gelap, setidaknya sudah seminggu kemudian. Mereka akhirnya tiba di tempat hutan kristal yang amblas. Kedalamannya tak terhitung, serta ada hawa panas di sekitarnya. Li Chang Su dan mu Xianzhai turun dari punggung kuda lalu mendekati bibir lubang yang dalam itu.


"Sangat dalam dan agak hangat," kata Li Chang Su seraya mengulurkan tangannya untuk memeriksa suhu udara di atas lubang besar itu.


"Jika ini dipenuhi air di masa depan, mungkin akan menjadi danau air panas." Lict berkomentar, memikirkan kemungkinan besar.

__ADS_1


"Itu benar." Li Chang Su tampaknya punya ide. "Mu Xianzhai ... Wilayah ini, termasuk ke negara mana?" tanyanya.


"Kenapa Su'er bertanya ini?" Pria itu tersenyum misterius.


"Aku memiliki ide untuk membuat jalan di sekitar tempat ini dan Hutan Putih. Lalu jadikan danau air panas sebagai tempat untuk merilekskan tubuh para pengunjung."


"Su'er ingin berbisnis?" Pria itu tampaknya menangkap idenya.


"Ya. Seandainya saja bisa ...." Gadis itu menghelat napas.


Tak berapa lama, Mu Hongzhi yang diam saja pun mengatakan sesuatu. "Sepupu Ipar ... Jika ingin membangun tempat ini sebenarnya bukan hal tidak mungkin ... Sebenarnya itu—" Dia tiba-tiba saja tutup mulut saat mendapati tatapan dari Mu Xianzhai. Di balik topeng perak raja perang, terdapat tatapan dingin yang berbisa.


"Sebenarnya apa?" Li Chang Su tidak menangkap keanehan di mata Mu Xianzhai dan hanya bisa menatap Mu Hongzhi.


Saat ini Mu Hongzhi ingin menangisi kebodohannya sendiri. Sepupu ... Kamu sangat jahat! Pikirnya tentang Mu Xianzhai. Dia terbatuk ringan dan berkedip agak pura-pura bingung.


"Itu sebenarnya masih berada di wilayah Negara Bingshui. Sehingga tidak masalah jika ingin membangun apapun di sini. Hanya saja ada perjanjian antara negara tetangga dengan negara kita." Akhirnya dia membelokkan topik ke arah lain. Walaupun tidak sepenuhnya benar. Hanya Mu Xianzhai yang tahu seluruh detailnya.


"Ternyata seperti itu ...," gumam Li Chang Su segera menunduk.


"Tempat ini juga bagus untuk dijadikan lokasi pengunjung. Hanya saja binatang mutasi masih berkeliaran. Kita harus membangun pagar yang kokoh untuk melakukannya. Tunggu hujan turun dan memenuhi lubang besar ini, kita lihat apakah bisa dijadikan sumber air panas atau atau tidak," jelas Mu Xianzhai.


"Tentu saja. Ayo kita lanjutkan perjalanan." Gadis itu naik lagi ke punggung kuda. Lalu diikuti oleh Mu Xianzhai. Rombongan mereka segera mengambil jalan memutar untuk bisa sampai di seberang dengan aman.


Hingga tak lama kemudian, kembali tiba di lokasi yang sebelumnya pernah dijadikan tempat berkemah ketika berhasil menyeberangi jembatan rusak itu.


Mereka memutuskan untuk berkemah lagi karena hari sudah sore. Lalu tiba-tiba Li Chang Su merasa jika ilmu tenaga dalamnya terkuras begitu banyak hingga menyebabkan wajahnya pucat. Dia terhuyung ke belakang dan segera jatuh ke tumpukan salju begitu saja.

__ADS_1


"Su'er!!" Mu Xianzhai terkejut dan membuang kayu bakar ke sembarang arah sebelum akhirnya menghampiri istrinya yang pingsan.


"Apa yang terjadi dengan Sepupu Ipar?" Mu Hongzhi juga terkejut.


__ADS_2