
Kelompok Weng Lou tersenyum dan tertawa bahagia saat melihat nama mereka yang terdapat pada daftar 20 orang yang lolos menuju ke babak semifinal besok.
Begitu juga dengan Pang Baicha, meski dia sebelumnya agak merasa malu pada dirinya sendiri karema tidak bisa lolos pada babak seleksi kedua ini, namun kebersamaannya dengan Weng Lou dan yang lainnya selama 3 minggu lebih membuatnya bisa ikut merasa bahagia saat tau mereka lolos ke babak semifinal yang akan diselenggarakan besok hari.
Sementara dari pihak kelompok anggota Keluarga Leluhur Weng, satu-satunya yang berhasil lolos adalah Weng Baohu Zhe seorang, para murid yang dia bawa semuanya gagal dalam babak seleksi kedua ini karena tidak bisa dijaga lagi olehnya.
Tapi meski begitu, Weng Baohu Zhe tidak merasa marah pada mereka karena dia sendiri tau dengan jelas batas kemampuan murid-murid yang bersamanya. Namun ada pengecualian untuk Weng Wan, Weng Hua, dan Weng Ning yang ketiganya bisa dibilang masih baru di Keluarga Leluhur Weng. Weng Baohu Zhe bahkan tidak pernah melihat batas kekuatan dari mereka bertiga karena memang ketiganya belum menunjukkan batas dari kekuatan yang mereka miliki selama berlatih dari Keluarga Leluhur Weng.
"Yah, setidaknya ada murid dari Keluarga Leluhur Weng yang mampu lolos ke babak semifinal besok, ini sudah merupakan berita besar yang bisa aku sampaikan pada Kepala Keluarga dan Tetua lainnya saat aku pulang nanti," ucap Weng Baohu Zhe yang tertawa pelan.
Keputusannya untuk membiarkan Weng Wan, Weng Hua, dan Weng Ning terus bersama dengan kelompok Weng Lou adalah sebuah keputusan terbaik yang pernah dia lakukan selama ini, pikirnya. Jika saja mereka bertiga tidak bertambah kuat sejauh ini dengan bantuan Weng Lou, dia tidak tau apakah ketiganya sanggup untuk lolos ke babak semifinal hari ini.
Di atas arena tempat Zu Zhang berada, terlihat dia tersenyum kecil memandang satu persatu para peserta yang telah dirinya nyatakan lolos menuju ke babak semifinal. Dirinyalah yang memilih kedua puluh orang ini berdasarkan banyaknya jumlah kemenangan dan kekalahan yang mereka alami.
Dari kedua puluh peserta tersebut, kurang dari setengahnya belum pernah dia dengar namanya sama sekali, bahkan bisa dibilang dia tidak memiliki informasi apapun mengenai mereka. Mereka adalah Weng Lou, Man Yue, Shan Hu, pemuda dengan lambang lotus emas, dan juga sosok seorang pria misterius yang kehadirannya telah dihiraukan oleh sebagian peserta yang ada, padahal pria ini telah berhasil mengalahkan banyak lawannya dengan telak hanya dalam satu dua gerakan saja.
Weng Ying Luan, namanya sangat tidak asing bagi mereka yang berasal dari Keluarga Besar di Wilayah Barat. Meski kekuatannya sama sekali tidaklah begitu besar saat masih tinggal di Kota Bintang Putih, namun keahliannya dalam menyusup sangatlah patut diacungi jempol. Sejauh ini dia telah berhasil menyusup semua kediaman Keluarga Besar di Wilayah Barat ketika dia masih berada di ranah Dasar Pondasi. Tidak ada yang tau cara macam apa yang dia pakai, namun tiap kali dia menyusup, keberadaannya baru diketahui saat dia sudah akan kabur.
Lin Mei, identitas nya bisa dibilang sangat rahasia, namun Zu Zhang bisa tau informasi mengenainya karena dia pernah terlibat dengan keluarga Lin Mei yang merupakan salah satu keluarga paling disegani di Pulau Pasir Hitam ini. Apalagi topeng yang selalu dia kenakan merupakan ciri khas utamanya.
Jian Qiang, meski bukan Praktisi Beladiri yang terkenal, tetapi dia merupakan mantan anggota Kelompok Pendekar Naga yang sangat terkenal di perbatasan antara Wilayah Tengah dan Wilayah Barat Pulau Pasir Hitam. Sebagai anggota inti dari kelompok tersebut, sudah sewajarnya dia memiliki catatan informasi mengenai dirinya.
Sedangkan Weng Wan, Weng Hua, dan Weng Ning adalah anggota baru dadi Keluarga Leluhur Weng yang sedang naik daun. Nama keduanya sangatlah terkenal belakangan ini karena sebelumnya tidak ada informasi apapun mengenai ketiganya, namun secara ajaib mereka bertiga sanggup mencatat rekor luar biasa di Keluarga Leluhur Weng sebagai 3 murid jenius tak tertandingi.
__ADS_1
Keputusan Zu Zhang untuk mengubah jumlah yang lolos ke babak semifinal adalah karena dia tidak menduga akan banyak sekali para jenius yang menunjukkan dirinya pada Turnamen Beladiri Bebas tahun ini seperti mereka. Dia belum melihat kekuatan penuh dari mereka semua, sehingga dia tertarik untuk melihat pertarungan macam apa yang akan ditunjukkan oleh para jenius ini pada babak semifinal besok.
Hal ini juga sebenarnya merupakan permintaan khusus dari Raja Wilayah Tengah yang sempat singgah beberapa menit bersamanya untuk menonton saudaranya yang juga lolos di babak semifinal.
Dia ingin melihat sejauh mana kekuatan dari para jenius yang dirinya sendiri bahkan belum tau batas kekuatan mereka semua.
Klack.....
Zu Zhang menjentikkan jarinya, dan bola-bola bercahaya sebanyak 20 buah muncul di atas kepala dua puluh peserta yang dinyatakan lolos oleh Zu Zhang dalam kertas pemberiannya.
"Merekalah, para peserta yang telah lolos dalam babak seleksi yang panjang ini, dua puluh peserta yang telah terpilih untuk lanjut ke babak semifinal besok! Silahkan soraki mereka semua!" seru Zu Zhang dengan suara bersemangatnya.
Para penonton yang melihat identitas dari para peserta yang lolos tersebut pun bersorak ramai dan menyeru-nyerukan nama mereka. Tentunya yang hanya mereka kenali saja yang mereka soraki.
Pada saat ini, di atas atap bangunan Arena Pertandingan, sosok seorang pria tua sedang duduk dan tersenyum melihat Weng Lou, Weng Ying Luan, dan juga Lin Mei.
Dia tidak lain adalah Yi Chen, mantan Patriak Sekte Langit Utara.
Dirinya baru saja mendapatkan kabar bahwa Weng Lou dan yang lain telah mengikuti Turnamen Beladiri Bebas di Kota Hundan, Wilayah Tengah Pulau Pasir Hitam. Berpikir bahwa dia akan mendapatkan tontonan yang menarik, akhirnya dia pun memutuskan untuk datang kemari hanya dalam waktu 1 menit dari Sekte Langit Utara.
Yi Chen sama sekali tidak mencemaskan keadaan dari Weng Lou dan dua lainnya, semenjak dia memutuskan untuk memberikan misi pencarian 10 bahan utama pembuatan Senjata Langit pada ketiganya, dia sama sekali tidak menaruh rasa khawatir akan keselamatan mereka bertiga. Karena bisa dibilang dirinya paling tau batas kekuatan mereka bertiga.
"Kalian bertiga benar-benar membuatku bangga, tidak menduga setelah 2 bulan berada di luar lingkungan sekte, perkembangan kalian justru semakin meningkat dengan drastis. Bahkan kalian bisa membentuk kelompok kalian yang terdiri dari para Praktisi Beladiri yang tidak biasa.
__ADS_1
Keputusan ku untuk tidak pernah mencemaskan kalian ternyata tepat. Sebagai murid dan anggota dari Sekte Langit Utara, kalian bertiga benar-benar telah membanggakan kami." Yi Chen berbicara dengan santai.
Dia memandangi langit yang sudah gelap dan melihat matahari yang sebentar lagi tenggelam sepenuhnya di kejauhan.
"Aku tidak sabar melihat perkembangan kalian bertiga, Lou, Ying Luan, Mei...."
***
"Ok! Baiklah kalian semua, sepertinya kalian sangat antusias menantikan pertarungan kedua puluh peserta ini besok. Aku benar, bukan? Tapi kalian tetap harus bisa bersabar!
Mereka akan pergi beristirahat malam ini, agar tenaga dan luka-luka mereka bisa pulih. Sehingga besok, mereka semua bisa menunjukkan pertarungan yang memuaskan pada kalian semua!!!
Kalau begitu aku, Zu Zhang, akan mengakhiri acara hari ini, semoga kalian menikmati pertarungan hari ini. Sampai jumpa lagi besok, di babak semifinal, semuanya!!!" Zu Zhang berseru dengan suara bersemangatnya lagi.
Setelah mendengarnya, para penonton pun segera beranjak pergi meninggalkan tempat mereka menonton, dan berjalan keluar dari Arena Pertandingan.
Zu Zhang mengangguk-angguk melihat mereka lalu kembali memfokuskan perhatiannya pada para peserta sambil tersenyum.
"Kalian semua! Aku senang sekali bisa melihat pertarungan kalian hari ini, meski harus ada nyawa yang melayang hari ini, namun kalian semua telah berusaha untuk tetap hidup sampai akhir!
Untuk itu, ini adalah hadiah dariku. Kuberikan ini pada kalian semua yang tidak terpilih untuk lolos ke babak semifinal. Aku sarankan untuk segera memakainya sepulang dari sini, atau kau akan mendapatkan masalah yang tidak seharusnya kalian dapatkan."
Dengan satu jentikan jari, puluhan pil penyembuh tingkat tinggi muncul di hadapan para peserta dan membuat mereka semua merasa terkejut. Namun rasa terkejut itu tidak berlangsung lama, Karen mereka semua langsung dengan buru-buru mengambil pil yang melayang dihadapan mereka.
__ADS_1
Wajah senang menghiasi pada peserta. Sebelumnya mereka tampak lesu karena merasa percuma telah bertarung sepanjang hari, namun gagal lolos ke babak semifinal. Namun sekarang, dengan pil penyembuh pemberian Zu Zhang, mereka merasa ini adalah harga yang cukup impas.