
Tiga hari sebelum Liu Ning dan yang lainnya berangkat menuju ke ibukota.
Weng Lou yang baru saja mengalahkan Kirin yang dia lawan kini berjalan dengan santainya sambil menyerat tubuh besar sang Kirin menggunakan tangan kanannya.
Bisa terlihat kalau Kirin itu masih hidup dan hanya kehilangan kesadarannya saja karena menerima serangan dari Weng Lou sebelumnya.
Purnama Keheningan milik Weng Lou adalah lanjutan teknik Tapak Purnama yang dia buat sendiri, dan mengandalkan jumlah Qi miliknya yang luar biasa banyak. Teknik ini sebetulnya masih belum sempurna karena dianggap Ye Lao dan Qian Yu terlalu boros Qi dan juga getaran yang dikeluarkan oleh Purnama Keheningan tidak bisa dikontrol oleh Weng Lou.
Setelah teknik ini digunakan, getaran Qi akan merambat hingga sejauh 100 meter dan akan mengenai siapa saja yang ada di dalam radius serangan, entah itu teman atau lawan, keduanya akan tetap terkena serangan tersebut. Untungnya kondisi lingkungan yang mana tidak dihuni oleh binatang lain selain sang Kirin, membuat Weng Lou bisa sangat leluasa menggunakan tekniknya itu, sekaligus dia bisa menguji coba besar dari dampak serangannya.
"Kau yakin kita akan sempat, Ye Lao?"
"Tenang saja, membuka segel mu itu seharusnya tidak akan memakan waktu yang lama. Yang harusnya kau khawatirkan adalah dirimu sendiri, nak. Begitu segelmu terlepas, lonjakan kekuatan akan meledak di dalam tubuhmu, jika kau tidak mampu menahannya dan menyerap ledakan kekuatan itu, kau akan mati. Namun jika kau sanggup menahannya maka kekuatan mu akan bertambah hampir setengahnya. Setelah itu, kau bisa belajar menggunakan kekuatan garis darah keturunan mu itu, aku dan Qian Yu akan membantumu!"
Sosok Ye Lao yang transparan muncul di samping Weng Lou dan berjalan bersamanya.
Sebelumnya, rencana Weng Lou, Ye Lao, dan Qian Yu adalah membuat Weng Lou mengumpulkan aura kematian, atau aura membunuh dalam jumlah besar dan memanfaatkan sifat merusak dari aura tersebut untuk mengikis dan melemahkan segel pertama yang ada pada jantung Weng Lou.
Tapi karena mereka telah menemukan seekor Kirin, rencana tersebut diganti dengan memanfaatkan esensi darah dari sang Kirin.
Tiap makhluk spesial memiliki kemampuan yang berbeda-beda, Phoenix terkenal karena kemampuan manipulasi api yang mampu membuat mereka menjadi abadi, sedangkan untuk Naga Tanah mereka terkenal akan sifat buas dan merusak mereka sama seperti Naga yang sesungguhnya, mereka memiliki kemampuan untuk menyerap tanah untuk menambah kekuatan mereka sendiri.
Sementara itu, Kirin yang memiliki sifat angkuh dam sombong diantara yang lainnya memiliki kemampuan untuk menyerap energi kehidupan alam dan menambah daya hidup dan kekuatan mereka. Di samping itu, Kirin juga memiliki sebuah kemampuan yang jarang orang ketahui. Darah mereka memiliki energi kehidupan yang sangat besar, dan mampu untuk membuat sebuah hutan gersang menjadi lebat hanya dengan satu tetes darahnya saja.
Hal ini yang akan dipakai oleh Weng Lou untuk membantunya membuka segelnya tanpa harus memicu deteksi yang diberikan oleh Zhi Juan pada segel yang dia ciptakan untuk mengantisipasi jika Weng Lou berada dalam bahaya.
__ADS_1
Sama halnya dengan energi kehidupan yang besar, energi kematian yang besar juga akan ada dari darah milik Kirin, tapi ini baru sebatas teori yang belum terbuktikan sampai sekarang. Oleh sebab itu Weng Lou kurang yakin mereka akan sempat membuktikan teori itu dan menggunakannya.
"Guru, bagaimana denganmu? Apa kau berpikir kita akan sempat?" Weng Lou bertanya pada Qian Yu yang hanya diam mendengarkan pembicaraannya dengan Ye Lao.
Sebuah sosok pria lain muncul di samping Weng Lou dan menjawab Weng Lou, "Aku juga khawatir tentang waktu yang kita miliki, tapi kita hanya bisa bertaruh. Kirin adalah makhluk yang angkuh dan sombong, maka mereka akan secara alami memiliki dendam yang sama besarnya terhadap seseorang. Kita tidak bisa menebak apa yang akan dilakukan Kirin ini nantinya saat bangun sehingga sekarang lah kesempatan kita untuk mengambil esensi darahnya."
Weng Lou diam sejenak lalu mengangguk mengerti. Dia masih membutuhkan Kirin ini, jadi dia tidak akan membiarkannya untuk mati begitu saja tanpa persetujuan darinya.
Berjalan sejauh sepuluh kilometer lebih, Weng Lou pun tiba di sebuah gua yang memiliki mulut gua yang cukup besar sehingga dia bisa dengan mudah masuk dan membawa tubuh Kirin yang masih tak sadarkan diri ke dalamnya.
Gua itu hanya memiliki kedalaman tidak sampai seratus meter dan memiliki dinding yang lembap namun cukup bersih dari lumut. Weng Lou menduga ini merupakan bekas sarang hewan berukuran raksasa yang menyamai ukuran tubuh Kirin yang bersamanya. Weng Lou kemudian menempatkan Kirin yang dia bawa ke salah satu sudut gua itu dan mulai mengeluarkan peralatannya.
Lima ember besar dari kayu dam pipa besi raksasa dikeluarkan oleh Weng Lou dari dalam cincin penyimpanan miliknya.
Tanpa berbicara apapun, Weng Lou menusukkan pipa besi yang dia keluarkan ke kaki kanan sang Kirin. Darah segera keluar dari pipa besi itu, dan Weng Lou segera menampungnya menggunakan ember yang telah dia siapkan. Kurang lebih kelima ember yang dia keluarkan telah diisi dengan darah Kirin hingga hampir melewati batasnya dan tumpah.
Mengayunkan tangannya dengan pelan, Weng Lou memasukkan kembali pipa besi itu ke dalam cincin penyimpanan nya, lalu mengeluarkan sebuah ember yang berukuran jauh lebih besar dari dalam cincin penyimpanannya dan mulai mengukir beberapa simbol-simbol aneh di dinding bagian dalam ember tersebut.
"Harusnya ini cukup, bukan?" Weng Lou bertanya pada Ye Lao.
Ye Lou memperlihatkan sosok transparannya dan memeriksa semua pola yang telah dibuat oleh Weng Lou lalu mengangguk puas, "En! Pola ini sudah cukup, sekarang tinggal memasukkan semua darah yang kau kumpulkan ke dalamnya dan membiarkan pola-pola ini memurnikan semua darah tersebut hingga menjadi esensi darah yang sesungguhnya dengan bantuan Qi milikmu."
Weng Lou segera melakukan apa yang dikatakan Ye Lao dan memasukkan lima ember berisi darah ke dalam ember yang lebih besar itu. Setelah itu, Weng Lou mengalirkan Qi pada ember besar tersebut.
Pola pada ember berisi darah itu pun mengeluarkan cahaya keemasan, dan mendadak darah yang ada di dalam ember mulai berputar dan suhunya mulai bertambah naik. Untaian-untaian tali keemasan mulai terbentuk pada darah tersebut dan sedikit demi sedikit jumlahnya mulai bertambah seiring waktu.
__ADS_1
Dua belas jam pun berlalu, dan kini seluruh darah pada ember telah berubah warna menjadi keemasan dan jumlahnya berkurang hampir setengah dari jumlah awalnya. Mata Weng Lou bercahaya saat melihat darah berwarna keemasan itu dan segera mencelupkan jari telunjuknya ke dalamnya.
*KACHA!*
Letupan kekuatan kehidupan dalam jumlah besar mengalir kedalam tubuh Weng Lou dan urat berwarna emas mulai muncul pada jari telunjuknya yang kemudian menyebar hingga sikunya.
Weng Lou menarik kembali jarinya dan menatap dengan kagum esensi darah tersebut.
"Jumlah kekuatan kehidupan yang luar biasa! Setiap detiknya aku merasa umurku bertambah 1 hari hanya dengan menyelupkan 1 jari ku saja!" Weng Lou tampan bersemangat.
Sosok Ye Lao dan juga Qian Yu pun muncul, dan keduanya mengamati esensi darah tersebut dengan tatapan yang dalam. Mereka berdua saling menatap satu sama lain dan mengangguk bersama lalu menoleh ke arah Weng Lou.
"Sudah saatnya, cepat masuk ke dalam esensi darah tersebut dan kami berdua akan membantumu melepaskan segel pertama mu," ucap Ye Lao dengan suara serius.
Tanpa banyak tanya, Weng Lou segera masuk ke dalam ember tersebut dan berendam di dalam esensi darah Kirin itu setelah melepas semua pakaiannya dan telanjang bulat.
*BOMM!!*
Bersamaan dengan itu, tubuh Weng Lou tampan tersentak kuat dan urat-urat emas dalam jumlah besar timbul dari sekujur tubuhnya dan mulai meresap ke dalam organ tubuhnya. Weng Lou mengkertakkan giginya dan keringat dingin mengucur dari wajahnya dengan deras.
Pada saat ini, dia merasakan tulang-tulangnya telah dipatahkan hingga berkeping-keping dan kemudian digantikan dengan yang baru dan yang lebih kuat sebelum kemudian kembali dihancurkan dan kembali diganti lagi.
Smeua organ tubuhnya mulai bekerja dengan kecepatan tidak normal sehingga mempengaruhi napas dan penglihatan Weng Lou.
Ye Lao dan Qian Yu yang menyaksikan ini segera membentuk segel tangan, lalu bersama-sama menyentuh dan menembus dada Weng Lou yang kemudian masuk hingga sampai di depan jantung Weng Lou. Rangkaian segel yang ada di jantung Weng Lou tampak bereaksi pada segel tangan yang diciptakan oleh Ye Lao dan Qian Yu.
__ADS_1
Segel itu pun mulai tidak menghiraukan kondisi Weng Lou yang tidak stabil sementara segel bagian terluar itu mulai memudar dan menghilang sedikit demi sedikit seiring waktu berjalan.