Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 355. Mendapatkan Harta Karun


__ADS_3

Du Bishou yang muncul tepat di belakang Weng Lou menarik napasnya dalam, dan kemudian dia menghembuskan nya kepada Weng Lou.


Terlihat napas yang ia keluarkan adalah asap hijau tebal yang merupakan racun tingkat tinggi.


Weng Lou yang merasakan bahaya dari belakangnya pun tanpa berbalik sedikit pun mulai melakukan segel tangan, dan angin kencang pun berhembus kencang di sekitarnya, lalu menerbangkan asap hijau itu menjauh darinya.


"Ahli racun mungkin merepotkan, tapi sayangnya unsur angin adalah kelemahan terbesar mereka...." ucap Weng Lou dengan tenang.


Dia mengayunkan tangannya, dan kemudian asap hijau sebelumnya mulai bergerak dan mengarah ke arah Siwang Hua yang ada di tanah.


Mengetahui apa yang ingin dilakukan oleh Weng Lou, dia pun segera mundur sambil menahan napasnya karena asap hijau itu telah mendekatinya.


"Bocah keras kepala, matilah sialan!!"


Merasa tidak akan yang keluar sebagai pemenang jika dia terus melakukan trik yang tak ada gunanya sana sekali, Du Bishou pun menepuk kedua tangannya dan kemudian membukanya.


Terlihat cahaya kebiruan dari antara telapak tangannya. Detik berikutnya, cahaya itu pun mulai berubah menjadi air yang kemudian berubah warna menjadi hijau seperti asap sebelumnya.


Tak berapa lama, air hijau itu berubah warna lagi menjadi keunguan dan berubah lagi menjadi coklat kemerahan.


"Itu....dia memanfaatkan unsur air yang ia miliki dan mencampurkannya dengan racun yang ia miliki...."


Dengan beberapa gerakan tangan lainnya, air itu pun berubah menjadi enam buah tombak air, yang siap meluncur ke arah Weng Lou.


Menjentikkan jarinya, keenam tombak air itu pun langsung melesat ke arah Weng Lou, dengan Du Bishou mengikuti di belakang sambil memegang erat kedua pisau beracun miliknya.


Dia harus bisa membunuh Weng Lou kali ini.


Weng Lou yang melihatnya pun langsung tampak siaga. Tanpa perlu diberitahu oleh Ye Lao dan Qian Yu, dirinya tau bahwa keenam tombak itu memiliki racun yang sangat berbahaya dan mematikan bahkan jauh lebih berbahaya dari bola asam yang ditembakkan eh Siwang Hua kepadanya sebelumnya.


Apapun yang terjadi, dia tidak boleh sampai terkena oleh tombak-tombak air itu.


Membatalkan pusaran angin di sekitarnya, Weng Lou kemudian mulai melapisi Qi tebal pada seluruh tubuhnya, dan kedua tangannya tampak memancarkan cahaya keperakan yang sangat terang.

__ADS_1


Musuhnya ingin menyerangnya dengan sebuah serangan penghabisan, maka dia harus melakukan yang terbaik, jadi Weng Lou harus siap dalam segala kemungkinan.


Shuuu!!!! Whuuuss!!


Keenam tombak itu pun sampai kepadanya, dan langsung segera di sambut oleh Weng Lou dengan telapak tangannya.


Dia menyentuhkan ujung dari salah satu tombak itu dengan telapak tangannya, dan langsung memecahkannya dengan sangat mudah.


Tapi kemudian, pecahan dari tombak itu langsung mengenai seluruh tubuhnya, dan mengeluarkan asap hijau yang sama dengan asal sebelumnya.


Dengan cepat Weng Lou menahan napasnya dan melanjutkan serangannya, memecahkan lima tombak air yang tersisa. Semua tombak yang dipecahkannya pun mengeluarkan asap hijau dan membuat Weng Lou mengerutkan dahinya karena menghalangi pandangannya.


Untungnya dia sudah melapisi dirinya dengan Qi, sehingga racun tidak masuk dalam dirinya.


Mengendalikan Qi miliknya, Weng Lou pun memadatkan semua racun yang ada pada lapisan Qi di seluruh tubuhnya hanya dalam waktu tak sampai dua detik. Namun ketika pandangannya sudah kembali, Du Bishou yang sebelumnya juga ikut melesat di belakang tombak airnya, sudah tepat di depan Weng Lou dengan kedua pisaunya yang terarah pada kepala, dan juga lehernya.


"Mati kau sialan....."


Tssskkk!!


Du Bishou berniat untuk menarik kembali dua pisaunya, namun kemudian telapak tangan kanan Weng Lou yang bercahaya keperakan terang sudah tepat berada di depan wajahnya.


"Kau yang mati...." ucap Weng Lou dengan dingin.


BAMMM!!!!!


Kepala Du Bishou langsung hancur berantakan seperti terkena sebuah bom begitu telapak tangan Weng Lou menyentuh keningnya.


Weng Lou pun langsung segera mengeluarkan dua pisau yang tertancap pada tangannya, dan segera menelan pil penawar racun tingkat tinggi yang sudah ia siapkan.


Tanpa memfokuskan diri untuk menyerap pil yang ia telan, Weng Lou pun melesat ke arah Siwang Hua yang ada di tanah yang sedang berlutut di tanah dengan wajah pucat nya, menatap tubuh tanpa kepala Du Bishou yang terjatuh ke tanah.


Dia tau nasibnya sebentar lagi akan sama seperti Du Bishou, dan itu hanya memerlukan waktu beberapa detik lagi. Ketika Weng Lou telah sampai di hadapannya, dia pun memejamkan matanya, tak berani menghadapi kematiannya sendiri.

__ADS_1


Namun kemudian, apa yang tunggu tidak terjadi, dan mendadak sebuah sentuhan pelan mengenai keningnya dan membuatnya terkejut. Dia membuka matanya, dan melihat jari telunjuk Weng Lou mengenai keningnya dan mengeluarkan cahaya keperakan.


"Bang."


Bam!


Bagai terkena sebuah tembakan, kepala Siwang Hua langsung terpental, dan memperlihatkan sebuah lubang berdiameter lima centimeter yang ada di keningnya dan menembus hingga belakang kepalanya.


Tap.......


Tubuh Siwang Hua pun ambruk ke tanah dengan pelan dengan kedua matanya yang terbuka lebar. Kematiannya sangat lah cepat hingga dia bahkan tak sempat bereaksi karenanya.


"Itu tadi terlalu lama untuk sebuah pertarungan yang seharusnya kau bisa selesai dalam beberapa detik saja."


Dari dalam hutan, sosok Jian Qiang berjalan keluar dan membawa setumpuk tubuh Kera Tanduk Iblis menggunakan tali Qi.


Mendengarnya Weng Lou pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Yah.....paman tau.... jarang-jarang aku mendapatkan lawan yang menggunakan racun, jadi aku terlalu menikmati pertarungan itu...." Weng Lou menjawab sambil tersenyum canggung.


Jian Qiang pun menghela napasnya lalu kemudian berjalan dan mengambil dua buah sabit milik Siwang Hua yang tergeletak di samping tubuh tak bernyawa nya.


Dia memeriksanya sejenak sebelum kemudian memasukkan keduanya kedalam ruang penyimpanannya dan membuat Weng Lou terkejut.


"Akan ku anggap ini sebagai bayaran ku mengantar kalian dan menyelesaikan masalah yang kalian buat," ucap Jian Qiang yang kemudian berjalan ke arah perkemahan.


Tak bisa membantah sama sekali, Weng Lou pun mulai menggeledah tubuh Siwang Hua, dan mencari barang-barang berharga yang ia miliki, setelah itu dia juga memeriksa Du Bishou.


Selang beberapa menit kemudian, Weng pun mendapatkan banyak sekali barang berharga dari keduanya. Kebanyakan adalah senjata rahasia, dan racun dalam segala bentuk.


Dia juga mendapatkan dua buah cincin penyimpanan sari keduanya yang isinya membuat Weng Lou sampai tersenyum berseri.


Terdapat banyak pil penyembuh, pil penawar racun, dan juga beberapa pil yang dapat meningkatkan tingkat praktik. Ada juga beberapa makanan dan senjata rahasia serta beberapa pasang pakaian dan beberapa ribu koin emas di dalamnya.

__ADS_1


Namun dari semua itu, yang membuat Weng Lou sampai tersenyum lebar adalah empat buah bungkusan kain yang isinya tidak lain adalah kue yang berasal dari restoran di sekte.


Dia mendapatkan sebuah Harta Karun!


__ADS_2