
Saat ini, ekspresi wajah Man Yue telah jauh berbeda dengan sebelumnya.
Sebelum dia bertarung melawan Lengxue, dia tampak sedikit takut dan kurang percaya diri, namun setelah serangan dari Lengxue berhasil mendarat pada dirinya, lama kelamaan ada yang mulai berubah darinya.
Man Yue yang selalu tampak agak pemalu dan pendiam, pada saat ini menampilkan ekspresi yang sama sekali berbeda dengan kepribadiannya tersebut.
Lengxue yang mendengar apa yang harus aja diucapkan oleh Man Yue mulai menghentikan serangannya dan menatap Man Yue sejenak sambil mundur beberapa meter darinya.
"Kebal terhadap semua racun? Apa gadis ini baru saja menggertak? Tidak ada manusia yang seperti itu, kecuali dia memiliki garis darah keturunan tertentu.
Tapi mustahil ada seseorang seperti itu di Pulau Pasir Hitam ini. Apakah dia berbohong? Tidak, ekspresi wajahnya sama sekali tidak mengatakan bahwa dia sedang berbohong. Aura gadis kecil itu juga mulai berubah semakin lama aku bertarung melawannya."
Lengxue mulai membuat beberapa pemikirannya sendiri saat ini. Dia tidak tau apakah yang Man Yue katakan padanya bohong atau tidak, tapu disisi lain dia tidak boleh ceroboh karena dia merupakan seorang pembunuh.
Seorang pembunuh terkenal akan kehati-hatian mereka, bahkan dalam situasi apapun. Jika dia panik atau melakukan sesuatu yang ceroboh saat ini, maka dia bisa dicap gagal sebagai seorang pembunuh.
"Aku tidak tau kau hanya menggertak atau tidak, tapi kita bisa lihat jika kau bisa bertahan dari semua serangan ku ini."
Penutup kepala Lengxue terangkat dan memperlihatkan rambut berwarna ungu terangnya. Tatapan Man Yue menjadi serius melihat keseriusan dari Lengxue.
Dia buru-buru memasang posisi siap bertarungnya, dan memperhatikan dengan seksama apa yang akan dilakukan olehnya.
Kedua mata Lengxue dengan tajam terarah pada Man Yue.
Dia sedikit membungkukkan badannya ke depan sambil merentangkan kedua tangannya. Menarik napas dalam, dia kemudian menapakkan kakinya, dan sosoknya pun menghilang.
Mata Man Yue bergerak mencari sosoknya, tapi tidak juga menemukan keberadaannya.
Shu-
Tap!
Dari belakang Man Yue, sebuah jarum dengan kecepatan tinggi menancap tepat pada lengan kirinya.
Man Yue segera menoleh ke belakang, namun tidak menemukan keberadaan dari Lengxue.
Shu-Tap!
Sebuah jarum lainnya melesat dan menancap pada bahu kiri Man Yue.
Kali ini Man Yue tidak langsung menoleh melainkan diam di tempatnya dan terus memperhatikan sekitarnya.
Shu-
Trang!
Jarum lainnya melesat dari belakangnya, tapi kali ini berhasil di tangkis oleh Man Yue menggunakan cakram di tangannya.
Tapi itu tidak berhenti sampai disitu saja, baru selesai menangkis jarum tersebut, jarum lainnya telah melesat dan bergerak ke arah Man Yue.
Tang!!
Berhasil ditangkis lagi!
Berkat kesiagaannya, Man Yue berhasil kembali menangkis jarum lain dari Lengxue.
Shu- Shu- Shu-
Sayangnya itu hanyalah awal saja. Jarum-jarum lainnya mulai berdatangan dan melesat ke arahnya.
Man Yue kembali lagi harus terus menangkis jarum-jarum berkecepatan tinggi yang ditembakkan oleh Lengxue padanya.
Tang! String!
Dalam kondisi tidak bisa melihat pergerakan dari Lengxue, Man Yue mati-matian terus menangkis jarum-jarum milik Lengxue.
Meski racun memang benar-benar tidak mempan terhadapnya, tetapi serangan jarum-jarum tersebut sangat berbahaya karena mampu menembus kulitnya.
Dalam situasi seperti itu, Man Yue mulai mengingat perkataan dari Weng Lou semalam, ketika mereka membicarakan rencana jika bertemu salah satu dari 10 orang yang ada di daftar milik Weng Lou.
"Kecepatan bukanlah segalanya. Jika kau mampu mengimbangi kecepatan dari lawan menggunakan kekuatan dan kepintaran mu, maka lawan mu itu bukanlah sesuatu yang berbahaya untuk dihadapi.
Tapi kalian harus ingat ini, meski kecepatan dapat dihalau dengan mudah melalui kekuatan dan kepintaran, kecepatan tetaplah sangat berbahaya. Sesuatu yang bergerak dengan cepat secara otomatis akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar dari seharusnya.
__ADS_1
Jika kalian berhadapan dengan orang yang jauh lebih cepat dari kalian maka pakai saja teknik yang pernah aku ajarkan pada kalian."
Itu adalah kata-kata dari Weng Lou yang mampu Man Yue ingat dengan jelas semalam. Dia jelas tau maksud dari teknik yang dimaksud oleh Weng Lou dalam kata-kata tersebut.
Tapi, pada situasi terpojok seperti ini, dia tidak bisa melakukan apapun selain bertahan dan menunggu suatu keajaiban.
"Kau kehilangan konsentrasi mu!" seru Lengxue yang masih bergerak dalam kecepatan luar biasa.
Gerakannya mendadak menjadi makin cepat, dan jarum-jarum ditembakkan nya jauh lebih cepat dari sebelumnya.
Man Yue mulai tidak bisa mengimbangi lagi kecepatan serangan dari Lengxue, dan satu demi satu jarum mulai menancap pada dirinya.
"Tidak, aku terlalu memaksakan diriku sendiri! Mana mungkin aku bisa menang melawan orang ini! Seharusnya aku menyerah saja dari awal, ini lebih baik daripada mati. Lou juga telah mengatakan bahwa kami tidak boleh terlalu memaksakan diri, yang terpenting adalah nyawa kami sendiri," ucap Man Yue dalam hatinya sendiri.
Merasa situasinya sudah berbahaya, Man Yue pun memutuskan untuk menyerah. Namun sayangnya, tepat ketika dia akan mengatakan bahwa dia menyerah, salah satu jarum milik Lengxue bergerak dan menancap pada bawah rahangnya.
"Celaka! Aku....aku tidak bisa membuka mulutku! Wanita sialan ini mengenai titik akupuntur ku!" jerit Man Yue dalam hatinya
"Tidak akan kubiarkan kau menyerah begitu saja gadis kecil. Salah mu sendiri kau memilih untuk bertarung denganku, jadi jangan salahkan aku jika aku membunuh mu di sini."
Shu-! Psh!
Sebuah jarum raksasa dengan panjang mencapai satu meter melesat dengan cepat. Jarum tersebut menembus betis kaki kanan Man Yue dan menancap di tanah.
"AAAAA!!!! SAKIT!!!! SAKIT SEKALIII!!!! KAKAK!!! KAKAK TOLONG AKUUU!!!"
Karena tidak bisa membuka mulut nya, Man Yue hanya bisa menjerit dalam hatinya.
Dia berhenti menangkis jarum-jarum Lengxue dan terduduk di tanah memegangi betisnya yang telah ditembus oleh sebuah jarum raksasa itu.
Matanya berkaca-kaca menahan rasa sakit yang ia alami. Sensasi sakit bisa dia rasakan dari betisnya.
"Sayang sekali gadis kecil. Aku telah menawarkan padamu untuk menyerah, tapi kau telah membuang satu-satunya kesempatan mu itu," ucap Lengxue yang telah berdiri di depan Man Yue.
"...."
Lengxue menatap Man Yue yang terduduk di tanah sejenak, sebelum kemudian mengeluarkan sebuah jarum raksasa lainnya dan menempatkannya tepat di atas kepala Man Yue.
"Sekarang, matilah."
Dia sudah tidak bisa mengerakkan lagi tubuhnya karena jarum-jarum milik Lengxue sudah menancap pada beberapa titik akupuntur miliknya.
"Aku....akan mati. Maafkan aku kakak, aku bahkan tidak bisa bertahan hidup tanpa perlindungan darimu sama sekali....aku ini hanyalah adik yang selalu membuatmu kerepotan. Sebentar lagi aku akan menyusul mu, kuharap kakak bisa menerimaku di alam kematian." Man Yue memasrahkan dirinya dan siap menerima kematian yang sebentar lagi akan menghampiri dirinya.
"Dasar adik bodoh, bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu. Kakak mu ini tidak akan meninggalkan mu sampai kau mendapatkan kebahagiaan mu."
Sebuah suara yang amat dikenal oleh Man Yue mendadak terdengar di dalam kepala Man Yue dan mengejutkannya.
Tepat pada saat itu, di dunia nyata, tangan Man Yue yang memegang cakram telah bergerak cepat dan menahan jarum raksasa yang hanya beberapa cm akan menancap di kepalanya.
"Kau, berani juga kau melukai adik kesayangan ku," ucap Man Yue yang suaranya sedikit berubah.
Kepala Man Yue terangkat dan menatap kedua mata Lengxue dengan dingin.
Kerutan tercipta di dahi Lengxue, dan dia pun segera melompat mundur cukup jauh dari Man Yue.
"Gadis kecil itu....ada yang salah dengannya," gumam Lengxue.
Sssss.....trang......
Man Yue yang masih duduk di tanah bergerak dan mencabut jarum yang menembus kakinya, lalu membuangnya di sampingnya. Tidak hanya itu, tangannya juga bergerak cepat mencabut satu persatu jarum yang berukuran lebih kecil yang menancap pada tubuhnya.
Lengxue melihat itu semua dengan kebingungan, dia sangat yakin Man Yue seharusnya sudah tidak bisa bergerak karena dirinya telah menancapkan beberapa jarumnya pada titik akupuntur nya. Tapi kenyataannya, Man Yue saat ini masih bisa bergerak.
"Kakak?! Ka-Kau kah itu?!" Man Yue berbicara dalam hatinya.
"Tentu saja ini aku! Kau ini, terlalu memaksakan dirimu sendiri! Kau hampir saja mati!" suara Xin Yue bergema di dalam kepala Man Yue.
"Tapi... tapi...kau, seharusnya kau sudah mati..."
"Yah....mengenai hal itu, ketika aku mati beberapa minggu yang lalu, jiwaku sudah pergi dari dunia ini dan berpindah kesebuah dunia yang tidak aku kenal. Lalu beberapa saat yang lalu, seseorang yang memanggil dirinya dengan sebutan Absolute Author mendatangi ku dan memperlihatkan keadaan mu saat ini.
Dia pun memberikan ku kesempatan untuk masuk kedalam dirimu dan membantu mu. Aku tidak mengerti kenapa dia mau melakukan ini, tapi yang jelas aku berterima kasih atas apa yang dia lakukan padaku saat ini," ucap Xin Yue di dalam kepala Man Yue.
__ADS_1
"Kita lupakan dulu cerita itu, saat ini kau tengah kesulitan melawan musuh dihadapan mu ini. Serahkan saja semuanya pada kakak mu ini biar aku yang mengalahkan nya."
"Emp! Terima kasih kakak!"
"Kau mengatakannya terlalu cepat, adik bodoh."
Tubuh Man Yue mulai bangkit kembali dan luka karena tusukan jarum di seluruh tubuhnya mendadak sembuh satu demi satu, hingga akhirnya pulih secara total.
Senyum lebar terlihat di wajah Man Yue, dan mata kanannya yang berwarna kuning keemasan sedikit bercahaya sambil menatap dengan tajam ke arah Lengxue.
"Nah, wanita sialan. Berani juga kau melukai adikku, kuharap kau sudah siap mati," ucap Xin Yue yang sudah mengendalikan tubuh Man Yue seutuhnya.
"Aku tidak tau apa yang terjadi denganmu, gadis kecil. Tapi luka mu yang sudah sembuh sepenuhnya tidak berarti apa-apa jika kau tidak bisa mengikuti gerakan ku," balas Lengxue.
"Benarkah? Aku tidak terlalu peduli meski kau secepat cahaya sekalipun, karena kau tetap akan kupotong menggunakan benang-benang ku."
"Heh, kau sepertinya mulai kehilangan akal sehat mu. Terserah saja, sekarang akan ku cabut nyawamu itu."
Shuuuu-
Lengxue kembali bergerak dengan sangat cepat.
Di kedua tangannya terdapat masing-masing sebuah jarum sepanjang setengah meter yang tentunya telah dilapisi dengan racun miliknya.
Xin Yue yang berada di dalam tubuh Man Yue tertawa pelan, dia menggerakkan jari-jarinya dan benang Qi yang sangat tipis mulai tercipta di tiap ujung jarinya.
Lengxue yang bergerak dalam kecepatan tinggi tidak bisa melihat benang-benang itu dengan jelas. Dia terus melaju dan melancarkan serangannya pada Man Yue, tapi begitu dia sudah masuk dalam jarak 2 meter dari Man Yue, Lengxue kembali melompat mundur menjauhi Man Yue.
Keringat dingin mengucur deras dari tubuhnya. Dia menatap ke sisi kiri tubuhnya, dan melihat tangan kirinya sudah tidak ada di tempatnya.
Matanya pun bergerak kembali ke arah Man Yue, dan melihat tangan kirinya tergeletak di tanah, 2 meter dari Man Yue.
Tidak ada rasa sakit yang dirasakan oleh Lengxue dari bekas lengannya yang telah terpotong, bahkan darah pun tidak ada yang mengalir keluar. Potongan tangannya tersebut benar-benar rapi.
"Kau...?!"
"Hehehehe....sudah cukup lama tidak menggunakan teknik ini. Tidak menduga ketika aku menggunakannya kembali malah sukses memotong tangan seorang Praktisi Beladiri yang berada di ranah Penyatuan Jiwa," ucap Xin Yue tersenyum lebar.
Benang-benang di ujung jarinya kemudian mulai melilit dua cakram di tangannya dan kemudian, dalam satu kali ayunan, cakram tersebut melesat kebarah Lengxue.
Syyaat- TRANGG!!!!
"Masih belum!!"
Tsah! Psh!!!
TANG!!! KLANG!! TRIINGGG!!!
Dengan hanya menggerakkan jari-jarinya, kedua cakram miliknya terus bergerak menyerang Lengxue yang kini hanya memiliki 1 tangan saja.
Situasi nya mulai berubah drastis. Sebelumnya Lengxue yang berada di atas angin, dan Man Yue terus bertahan. Tapi kali ini Lengxue yang berada dalam posisi bertahan.
Dia sekuat tenaga menangkis cakram milik Man Yue hanya dengan 1 tangannya yang tersisa.
Dirinya terlalu fokus menangkis cakram-cakram tersebut, hingga dia lupa dengan benang-benang tajam yang telah memotong tangan kirinya sebelumnya.
Salah satu benang dengan cepat bergerak ke arah Lengxue, dan tidak disadari olehnya.
Tsshh!!!!
!!!
Tangan kanan Lengxue terpotong dengan rapi, dan Lengxue hanya bisa terdiam di tempatnya memandangi kejadian tersebut.
"Tangan....tanganku...."
"Kau kehilangan konsentrasi mu."
!!!!
Sssshhh!!!
Cakram Man Yue dengan cepat menebas leher Lengxue, dan membuatnya putus dalam sekejap.
__ADS_1
Tatapan tak percaya terlihat dari wajah Lengxue. Dia masih tidak percaya bahwa dirinya telah terbunuh oleh seorang gadis yang bahkan belum berada di ranah Penyatuan Jiwa.