
Latihan Du Zhe dan Weng Lou berjalan selama tiga hari, ketika kemudian sosok Weng Ying Luan muncul di taman atas istana dan menghentikan Weng Lou yang sedang mengayunkan tangannya yang memegang sebuah palu.
Weng Ying Luan langsung melemparkan sebuah cincin kepada Weng Lou. Weng Lou menangkap cincin tersebut dan melihat isi di dalamnya. Dia terkejut melihat isi di dalamnya dan menatap Ying Luan selama beberapa saat.
"Kau tidak mencuri semua uang ini, bukan?" tanya Weng Lou.
Ying Luan tampak marah mendengar pertanyaan Weng Lou. Dia menunjuk ke arah Weng Lou dan berbicara dengan nada kesal kepadanya.
"Asal kau tahu, aku ini tidak pernah mencuri. Semua uang ini kudapatkan dengan cara bekerja keras selama beberapa hari ini. Kau tidak tahu bahaya seperti apa yang aku hadapi untuk mendapatkan uang sebanyak itu."
Weng Lou mengangkat kedua bahunya sambil berbicara acuh tak acuh kepada Ying Luan.
"Orang yang mau aku membuatkan senjata untuknya adalah kau, jadi sudah tugasmu untuk mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Tapi karena aku ini orang baik, aku ingin membuat senjata untukmu tanpa memungut biaya sedikit pun dari mu. Jadi kau seharusnya berterima kasih, bukan malah menatapku seperti aku adalah penjahatnya."
Weng Ying Luan hanya bisa tersenyum kecut dan menahan diri untuk membalas perkataan Weng Lou lebih jauh. Dia yang mengatakan secara tidak langsung sebelumnya bahwa dia menginginkan sebuah senjata buatan Weng Lou, jadi dia tidak bisa menolak atau membantah.
Senyum kecil terlihat di sudut bibir Weng Lou begitu melihat Ying Luan sudah patuh kepadanya.
"Baguslah kalau kau mengerti. Ambil ini kembali, aku tidak membutuhkannya. Aku sudah menaruh daftar bahan-bahan yang dibutuhkan di dalamnya beserta berapa banyak yang dibutuhkan. Harusnya semuanya bisa kau dapatkan di dalam kota. Jika ada bahan yang tidak bisa kau temukan, temui aku. Aku akan mencoba mendapatkan nya dari orang-orang Keluarga Lin. Mereka tidak akan bisa menolak permintaan ku setelah membuatku terkurung di tempat ini," jelas Weng Lou.
"Sekarang pergilah, jangan ganggu aku dan muridku yang sedang berlatih." Weng Lou menambahkan.
Tanpa berbicara apapun, Weng Ying Luan segera beranjak pergi dengan enggan. Dia terbang dan melesat pergi menuju ke dalam kota.
Begitu mencapai pintu gerbang, dia segera turun dan berjalan seperti yang lainnya di dalam kota. Qi miliknya mengalir masuk ke dalam cincin penyimpanan yang dikembalikan oleh Weng Lou. Dia melihat secarik kertas di dalamnya dan kemudian mengeluarkannya.
Kertas itu hanya selebar telapak tangannya saja, dan ada kurang lebih dua puluh jenis bahan yang berbeda-beda.
Ketika dia mulai membaca bahan pertama yang tercantumkan di kertas tersebut. Napasnya mendadak menjadi berat dan pikirannya menjadi linglung.
__ADS_1
"Logam Nadi Putih kualitas terbaik?!" Dia hampir tersedak sendiri saat mengatakannya.
Kemudian beralih dan melihat bahan kedua, napasnya menjadi semakin berat dan matanya melebar seperti tak percaya.
"Logam Langit! Dia benar-benar menuliskan Logam Langit! Senjata macam apa yang membutuhkan bahan Logam Langit! Aku hanya ingin sepasang sarung tangan, bukan tangan dewa!"
Weng Ying Luan harus menstabilkan dirinya sendiri karena pikirannya yang sedang terguncang. Setelah beberapa saat, dia pun memberanikan diri untuk membaca bahan-bahan lainnya yang ditulis di kertas itu.
Dirinya yang sudah tenang, kembali dibuat terguncang dan tanpa sadar dia telah mengigit bibirnya hingga berdarah. Dia menahan diri untuk tidak mengatakan dengan mulutnya sendiri bahan-bahan yang tertulis di atas kertas tersebut.
"Ini pasti penipuan! Lou pasti sedang menipuku! Apa-apaan ini?! Apa benar sepasang sarung tangan yang tidak lebih besar dari belati akan menghabiskan bahan-bahan berharga sebanyak ini?!"
Weng Ying Luan mulai meragukan kertas di tangannya. Tapi kemudian, dia segera menghela napas panjang dan meyakinkan dirinya untuk mengikuti saja apa yang Weng Lou minta dia lakukan. Dengan hati penuh keengganan, dia pun mulai mencari satu persatu bahan di kertas itu.
***
Meski bahan-bahan itu memang diperjualbelikan, namun tidak mudah mendapatkannya.
Tidak mudah, bahkan hanya untuk satu bahan saja. Ying Luan harus menghabiskan waktu sepanjang siang hanya untuk menemukan orang yang menjual segenggam Logam Nadi Putih berkualitas terbaik. Lalu di malam hari, dia harus mencari dengan gusar untuk menemukan orang yang menjual satu dua buah Logam Langit seukuran kepalan tangan bayi.
Dia tidak menyangka akan sesulit ini mencari bahan-bahan yang ada dituliskan oleh Weng Lou. Dia tidak yakin apakah semua bahan ini bisa dia temukan di dalam kota.
Dari yang dia tahu, seharusnya ada kurang lebih empat bahan yang mustahil bisa ada di sini.
Setelah menghabiskan waktu satu minggu, Weng Ying Luan pun akhirnya berhasil menemukan enam belas bahan berbeda yang ada di daftar bahan-bahan yang dibutuhkan. Hanya tinggal empat bahan saja yang tersisa, dan merupakan bahan-bahan utama dalam pembuatan senjatanya.
Meski begitu, dia tidak bisa menemukan keempatnya, meski sudah menjelajah lebih dari setengah toko yang ada di dalam kota.
Dia tidak yakin, toko lain yang belum dia kunjungi menjual empat bahan yang tersisa itu. Dan juga, dia tidak yakin akan sanggup membelinya jika ada yang menjual.
__ADS_1
Saat ini uang miliknya tidak lebih dari dua puluh persen yang tersisa. Dari perkiraannya, empat bahan yang tersisa seharusnya akan memakan setengah dari total uang yang dia punya jika belum dia pakai dan dalam kondisi masih penuh.
"Haaah..... Lou sialan itu, aku harus bagaimana dengan empat bahan yang belum kudapatkan ini? Uang ku jelas tidak akan cukup untuk membeli keempatnya, paling banyak aku hanya akan mendapatkan dua dari empat bahan. Argh....kepala ku sakit!"
Ying Luan mengacak-acak rambutnya dan terus berjalan menyusuri kota. Tanpa sadar, dia sudah berjalan hingga tiba di depan Paviliun Harta Karun di dalam kota.
Salah satu tempat di dalam kota yang belum pernah dia masuki adalah Paviliun Harta Karun ini. Dia sengaja menyisakannya belakangan sebagai jaga-jaga dia tidak menemukan bahan-bahan yang dia cari di toko-toko yang lebih kecil.
"Aku akan masuk dan bertanya apakah mereka memiliki keempat bahan yang kuperlukan. Jika mereka benar-benar menjualnya, aku harus bisa mendapatnya," cuman Ying Luan yang akhirnya berdiri tepat di depan pintu masuk paviliun.
Begitu sosoknya melangkahkan masuk ke dalam paviliun, dirinya segera didatangi oleh seorang gadis cantik yang terlihat seusia dengannya dan berbicara dengan hormat kepadanya.
"Tamu Terhormat, apakah anda berniat berbelanja di Paviliun Harta Karun kami, atau hendak mengikuti pelelangan?" tanya gadis itu sambil menatap Ying Luan dengan cara tertentu yang benar-benar menambah pesonanya.
Berkedip, Weng Ying Luan benar-benar mengabaikan tatapan gadis itu dan segera menjawabnya.
"Aku kesini untuk membeli beberapa bahan mineral. Sejauh ini aku belum menemukan tempat yang menjualnya di dalam kota, jadi aku datang ke sini untuk mencarinya, siapa tau kalian mungkin menjualnya," jelas Ying Luan sambil menatap bagian dalam paviliun yang terlihat bernuansa seperti sebuah perpustakaan, dengan banyak lemari dan rak-rak kaca yang menampilkan isi di dalamnya.
Gadis itu tersenyum tipis dan tampak tertarik dengan pernyataan Ying Luan. Jika dia benar-benar belum mendapatkan bahan mineral yang dia inginkan, maka datang ke tempat ini jelas pilihan terbaik.
"Tuan, bahan-bahan seperti apa yang ada sedang cari? Bisakah aku mengetahuinya?" tanya gadis itu.
"Tentu, tentu. Salah satu bahan yang sedang aku cari bernama Sutra Laba-Laba Kaca. Aku membutuhkannya setidaknya satu gulung yang seukuran kepalan tangan ku. Apa kalian memilikinya?"
Wajah bingung muncul di wajah gadis itu. Dia baru kali ini mendengar nama Sutra Laba-Laba Kaca. Dia tidak tau bahan seperti apa itu hingga Weng Ying Luan tidak dapat menemukannya dijual di luar Paviliun Harta Karun.
"E-Ehm! Apakah masih ada lagi yang anda inginkan?" Gadis itu buru-buru menyembunyikan wajah bingungnya.
Dia tidak berani mengatakan bahwa dia tidak tau bahan yang dikatakan oleh Weng Ying Luan padanya, jadi pilihan satu-satunya adalah dengan bersikap profesional dan mencoba peruntungan lain dengan menanyakan keperluan Ying yang lain.
__ADS_1