Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 625. Makhluk Misterius (I)


__ADS_3

Waktu dua hari yang diberikan oleh Lin Nushen sangatlah singkat. Oleh sebab itu Weng Lou dan Weng Ying Luan tidak menyia-nyiakan waktu yang mereka miliki dan segera menyiapkan apa saja yang perlu mereka bawa, serta memberikan beberapa arahan pada Du Zhe dan yang lainnya untuk menunggu mereka kembali.


Du Zhe sedang berada dalam titik penting dalam latihannya. Hasil yang akan dia dapat tidak akan maksimal jika berhenti tiba-tiba.


Jadi, Weng Lou pergi mencari kapal mereka dan membawa Kera Hitam Petarung untuk tinggal di istana Kediaman Keluarga Lin dan memberikan beberapa arahan padanya mengenai latihan apa saja yang harus dilakukan oleh Du Zhe setelah dia berhasil menyelesaikan latihan mengangkat palu selama waktu yang dibutuhkan untuk mengambil seratus napas.


Jika perhitungan Weng Lou tidak meleset, Weng Lou seharusnya akan bisa menyelesaikannya dalam satu minggu ke depan.


Kera Hitam Petarung menanyakan apa rencana Weng Lou, namun hanya mendapatkan senyuman misterius sebagai jawaban.


"Kau akan tau jika kami kembali," ujarnya.


Setelah dua hari, akhirnya Weng Lou dan Weng Ying Luan kembali datang ke Kastil Kediaman Keluarga Lin. Lin Nushen telah menunggu mereka berdua, begitu juga sebelas Penguasa Jiwa yang selalu berjaga-jaga di belakangnya.


Dia menatap Weng Lou dan Weng Ying Luan secara bergantian selama beberapa saat. Dia bisa merasakan sesuatu yang berbeda dari keduanya, namun tidak tau apa itu. Satu-satunya yang dia bisa pastikan adalah, keduanya telah bertambah kuat dibandingkan dua hari yang lalu.


Entah metode seperti apa yang digunakan oleh mereka agar bisa bertambah kuat sedemikian rupa hanya dalam waktu dua hari, Lin Nushen tidak yakin.


"Dari yang aku lihat, sepertinya kalian sudah menyelesaikan semua persiapan kalian dengan baik. Apa kalian sudah siap untuk berangkat?" Lin Nushen berbicara dengan nada datar.


"Kami siap kapan saja," balas Weng Lou.


Weng Ying Luan di sebelahnya hanya diam dan menatap ke arah Penguasa Jiwa yang bertarung dengannya dua hari yang lalu.


Dia ingin sekali bertarung sekali lagi dengannya. Namun bukan untuk memenuhi hasrat bertarungnya, tetapi karena ingin menghajarnya hingga babak belur.


Duduk di kursinya, Lin Nushen kemudian menjelaskan kepada Weng Lou dan Weng Ying Luan, "Baguslah kalau begitu. Kalian bisa berangkat sekarang. Ini adalah medali identitas kalian, tunjukkan itu pada orang-orang Keluarga Wang saat kalian tiba di Tembok Abadi. Mereka akan menuntun kalian menuju rekan bertopeng kalian."


Dua buah medali dilemparkan pada mereka berdua dan segera ditangkap. Weng Lou menatap medali di tangannya dan tidak bisa tidak menatap aneh pada Lin Nushen.


"Seorang anggota berdarah campuran? Kau bercanda?"


Di medali yang dia miliki, dituliskan bahwa namanya adalah Lin Lou, dan dia merupakan seorang anggota Keluarga Lin yang berasal dari cabang campuran dua keluarga yang berbeda.


Sistem hierarki di Keluarga Lin terdiri dari mereka yang memiliki garis darah keturunan Phoenix sebanyak sepuluh persen, dua puluh hingga lima puluh persen, dan enam puluh hingga delapan puluh.

__ADS_1


Adapun sembilan puluh persen ke atas, hanya orang-orang dari keluarga inti yang memilikinya.


Dari antara kelompok ini, ada satu kelompok lagi yang tidak termasuk dalam jajaran hirarki. Mereka adalah para pemilik garis darah campuran. Mereka tidak termasuk dalam jajaran hirarki dikarenakan mereka memiliki dua garis darah keturunan dalam tubuh mereka, sehingga membuat garis darah keturunan Phoenix mereka telah terkontaminasi.


Orang-orang yang memiliki garis darah campuran dikenal sebagai jajaran terbawah dan akan dipandang seperti itu oleh orang-orang dari Keluarga Lin. Mau seberapa besar persentase garis darah keturunan Phoenix di dalam tubuh mereka, mereka akan tetap dipandang rendah, bahkan oleh mereka yang hanya memiliki beberapa persen saja garis darah keturunan Phoenix di dalam tubuh mereka.


Identitas seperti ini yang diberikan oleh Lin Nushen membuat Weng Lou bertanya-tanya, apakah wanita di hadapannya ini memang ingin merendahkannya atau ada maksud tertentu lainnya.


Beberapa dari sebelas Penguasa Jiwa di belakang Lin Nushen menunjukkan ekspresi wajah mengejek. Ada tatapan cemoohan di mata mereka saat menyaksikan Weng Lou dan Weng Ying Luan.


"Aku memberikan identitas seperti itu kepada kalian dikarenakan kalian tidak memiliki Dantian berunsur apapun. Mustahil orang-orang dari Keluarga Lin akan mempercayai kalian jika aku memberikan identitas sebagai anggota biasa dari Keluarga Lin kepada kalian. Satu-satunya solusi adalah dengan memberikan identitas anggota berdarah campuran pada kalian berdua," jelas Lin Nushen.


Mata Weng Lou berkedip. Dia memasukkan medali itu di balik bajunya, tidak berniat bertanya apapun.


Melihat Weng Lou yang paham dengan maksudnya, Lin Nushen pun kembali berbicara. "Aku berencana membuat kalian pergi bersama-sama dengan Pasukan Pengejar milik Keluarga Lin yang dipimpin oleh Lin Bei. Tapi kalian bisa menolaknya dan pergi berdua saja jika kalian mau. Aku akan memberikan kalian peta untuk membantu perjalanan kalian. Apa pilihan kalian?"


Mendengar nama Lin Bei disebutkan, ekspresi wajah Weng Ying Luan segera berubah menjadi terkejut. Weng Lou yang melihatnya pun langsung bertanya apa hubungan keduanya.


"Dia orang yang sama dengan yang ku lawan waktu itu di Arena Pertarungan sebelum kemudian bertemu dengan mu tanpa sengaja. Tidak kusangka dia yang membawa kabur kapal mu, ternyata takdir benar-benar bekerja dengan sangat menarik," ungkap Weng Ying Luan.


Dia kemudian berbicara pada Lin Nushen, "Aku tidak ingin Pasukan Pengejar atau apalah itu pergi bersama kami, tapi orang bernama Lin Bei itu bisa pergi bersama kami. Akan bagus memiliki seseorang yang mengenal baik wilayah di Daratan Utama sepertinya."


"Hanya dia? Kau yakin?"


"Iya, aku yakin."


"Haaah.....terserahlah, lagipula Pasukan Pengejar memiliki reputasinya yang sekarang karena kepemimpinan Lin Bei. Kalau begitu kalian bisa pergi sekarang, Lin Bei akan tiba di gerbang luar kota. Aku sudah menyuruh seseorang untuk memberitahunya," kata Lin Nushen.


Weng Lou mengangguk mengerti. Dia dan Weng Ying Luan pun segera beranjak pergi dari tempat itu, dan bergegas menuju ke gerbang kota.


Setelah mereka berdua pergi, sebelas Penguasa Jiwa dibelakang Lin Nushen pun ikut pergi, mengamati dan memastikan kepergian mereka berjalan mulus. Tidak boleh ada mata-mata yang melihat keduanya pergi dari Kediaman Keluarga Lin.


Saat semuanya pergi dan hanya menyisakan Lin Nushen saja di ruangan, secara tiba-tiba dua orang perempuan muncul di hadapan Lin Nushen. Keduanya mengenakan pakaian tempur dari sisik-sisik Naga Api yang membuat bentuk tubuh mereka terkespos dan menampilkan keindahan tanpa cacat.


Mereka menunduk hormat pada Lin Nushen dan segera berlutut.

__ADS_1


"Ibu, beberapa orang perwakilan dari Keluarga Wang, Keluarga Ying, dan juga Keluarga Yang telah tiba di dekat danau lahar. Mereka meminta izin untuk masuk ke wilayah kediaman dan bertemu dengan mu." Perempuan di sebelah kiri berbicara.


"Ibu, seseorang yang telah kita kirimkan ke Gurun Pemakan Kehidupan datang kembali pagi ini dan memberikan sebuah laporan penting mengenai sebuah peristiwa besar yang terjadi di wilayah Gurun Pemakan Kehidupan." Perempuan di sebelah kanan berbicara juga.


Mendengar laporan dari keduanya, Lin Nushen terdiam untuk beberapa saat sebelum kemudian bangkit berdiri dan menyuruh dua perempuan itu bangkit berdiri.


"Izinkan para perwakilan tiga keluarga itu ke sini, tapi jangan bawa mereka bertemu dengan mu dulu, bawa mereka untuk berisitirahat di wilayah dalam, di rumah peristirahatan untuk tamu. Aku akan menemui mereka nanti," ujar Lin Nushen.


Perempuan di sebelah kiri mengangguk mengerti, dan segera menghilang dari tempatnya berdiri.


"Orang yang kembali dari Gurun Pemakan Kehidupan itu, bawa dia menemui ku sekarang." Kali ini Lin Nushen berbicara pada perempuan di kanannya.


Perempuan itu hanya mengangguk dan langsung pergi. Tak perlu waktu lama, terdengar suara ketukan pelan dari arah pintu masuk ruangan.


"Bawa dia masuk," kata Lin Nushen.


*Kreeeek ........*


Pintu pun terbuka, dan seorang pria berambut merah gelap berjalan masuk ke dalam sambil menundukkan kepalanya dengan gugup.


Dia berhenti tepat beberapa meter dari hadapan Lin Nushen sebelum kemudian berlutut dengan kedua kakinya dan bersujud di hadapan Lin Nushen.


"Saya memberikan hormat saya kepada Kepala Keluarga!" Pria itu berseru dengan nada yang sopan dan penuh penghormatan.


"Berdiri, katakan kepadaku peristiwa apa yang terjadi di Gurun Pemakan Kehidupan." Lin Nushen memberikan perintah.


Pria itu segera bangkit berdiri, namun dengan kepala yang tetap tertunduk.


"Kepala Keluarga, peristiwa yang terjadi adalah sebuah peristiwa yang benar-benar besar dan membuat semua orang di Gurun Pemakan Kehidupan merasakan dampaknya. Gurun Pemakan Kehidupan terkenal karena membuat orang-orang yang ada di dalamnya tidak bisa menggunakan Qi atau pun Tenaga Dalam mereka. Namun sebuah peristiwa aneh terjadi beberapa minggu yang lalu, Gurun Pemakan Kehidupan secara tiba-tiba memunculkan beberapa portal teleportasi yang semuanya mengarahkan menuju sebuah tempat yang orang-orang percaya merupakan bagian yang jauh lebih dalam dari Gurun Pemakan Kehidupan.


Banyak orang-orang yang mencoba memasuki portal dan menemukan diri mereka berada di sebuah tempat yang sangat aneh dan asing. Tempat itu tidak seperti gurun pasir, melainkan sebuah bebukitan tanah berwarna abu-abu gelap.


Selain bukit-bukit tanah yang bergelombang, ada banyak sekali tulang belulang manusia serta binatang buas di tempat itu. Dikatakan, orang-orang yang telah kembali dari sana telah berubah menjadi tidak waras dan meneriakkan sebuah nama aneh.


Salah satu orang yang telah kembali dari tempat itu berhasil kembali dengan baik-baik saja dan masih waras. Namun dia terus mengoceh tentang sesosok makhluk yang begitu mengerikan yang dia lihat di tempat tersebut. Makhluk itu berbentuk seperti manusia, namun tidak memiliki wajah. Tidak ada mata, hidung, mulut, telinga, atau pun rambut pada makhluk itu. Bahkan orang itu mengatakan makhluk tersebut tidak memiliki kelamin apapun.

__ADS_1


Apa yang membuat ceritanya semakin tidak masuk akal adalah, makhluk itu..........dia melihat sosok makhluk itu dari kejauhan, setidaknya dari jarak ratusan kilometer jauhnya dan masih belum bisa melihat keseluruhan tubuh makhluk tersebut!"


__ADS_2