Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 448. Xue Fu & Rumah Pil


__ADS_3

Rumah Pil merupakan sebuah kelompok yang menjual berbagai macam jenis pil dan obat-obatan yang dibutuhkan oleh para Praktisi Beladiri seperti layaknya Rumah Obat yang dimiliki oleh Shian Bei.


Yang berbeda adalah Rumah Pil bukanlah berasal dari Pulau Pasir Hitam, akan tetapi berasal dari salah satu pulau tetangga yang bernama Pulau Senlin, yang letaknya berada di bagian timur Pulau Pasir Hitam.


Di sana, Rumah Pil merupakan kelompok yang bisa dibilang paling berpengaruh. Oleh sebab itu mereka pun mulai melebarkan sayapnya dan kemudian mulai membuka cabang-cabang mereka di pulau lainnya yang ada di dekat Pulau Senlin.


Cabang-cabang mereka yang ada di beberapa pulau yang ada di dekat mereka terus mengalami perkembangan yang signifikan kecuali Pulau Pasir Hitam dimana sudah ada Rumah Obat di dalamnya. Satu cabang yang mereka buka di sana sama sekali tidak menghasilkan keuntungan apapun, karena orang-orang lebih memilih untuk membeli kebutuhan mereka di Rumah Obat.


Hal ini dikarenakan harga pil dan obat-obatan yang ditawarkan oleh Rumah Obat lebih murah dibandingkan dengan yang ada di Rumah Pil. Kualitas nya juga jauh lebih bagus yang dimiliki oleh Rumah Obat.


Namun meski begitu, Rumah Pil tidak menghentikan ambisi mereka begitu saja. Berbagai cara pun mulai mereka lakukan untuk bisa menggeser kekuasaan Rumah Obat dari Pulau Pasir Hitam. Perusakan, penghancuran, dan pembakaran bangunan milik Rumah Obat adalah beberapa hal yang telah mereka lakukan.


Tidak sedikit juga pembunuhan yang dilakukan oleh Rumah Pil untuk mensukseskan rencana mereka ini. Tapi setelah sekian banyaknya usaha yang mereka lakukan selama bertahun-tahun, mereka tetap tidak bisa bersaing dengan Rumah Obat yang telah memiliki akar yang sangat kuat di Pulau Pasir Hitam ini.


Hal ini tidak luput dari kepemimpinan luar biasa dari sang pemilik Rumah Obat itu sendiri, Shian Bei. Dia secara aktif memerintahkan bawahannya yang bekerja untuk Rumah Obat di segala cabang untuk selalu menekan perkembangan Rumah Pil. Dibandingkan menyuruh orang-orang nya untuk menerangi Rumah Pil, cara ini jauh lebih berefek untuk membalas Rumah Pil.


Meskipun tidak terlihat secara langsung, tetapi sebenarnya hal inilah yang menjadi faktor utama kandasnya perkembangan Rumah Pil di Pulau Pasir Hitam.


Alhasil, Rumah Pil pun mengalami kebangkrutan yang bukan main banyaknya. Sampai kemudian mereka pun memutuskan untuk melakukan sesuatu yang jauh lebih besar dibandingkan dengan yang telah mereka lakukan sebelum-sebelumnya.


Beberapa waktu yang lalu, mereka telah mendapatkan sebuah informasi cukup rahasia yang mana informasi itu adalah informasi mengenai identitas Yang Guang yang ternyata adalah anak angkat dari Shian Bei, dan memiliki jabatan yang cukup tinggi.


Yang Guang merupakan seorang Pengawas yang di bawahi langsung oleh Shian Bei untuk mengawasi perkembangan cabang-cabang Rumah Obat di seluruh Wilayah Tengah Pulau Pasir Hitam. Dia biasanya akan berpindah-pindah sebulan sekali dari satu kota ke kota lain yang terdapat cabang Rumah Obat di dalamnya.


Namun pada saat ini dia sedang mengikuti Turnamen Beladiri Bebas yang artinya tugasnya sebagai Pengawas diberhentikan selama beberapa waktu sampai Turnamen Beladiri Bebas di Kota Hundan selesai.


Kesempatan ini dipakai oleh orang-orang dari Rumah Pil untuk melaksanakan rencana mereka.


Salah satu orang yang memiliki jabatan cukup penting di Rumah Pil di Pulau Senlin dikirim langsung untuk melaksanakan tugas ini.


Dia tidak lain adalah Xue Fu, orang yang menjadi lawan dari Yang Guang di babak semifinal saat ini.


Dirinya berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 3 puncak, dan memiliki kekuatan fisik yang sangat besar. Senjata kapak raksasa miliknya sendiri adalah sebuah Senjata Spiritual.


"Yang Guang, atas nama Rumah Pil, hari ini aku akan mencabut nyawamu!" Xue Fu berbicara dengan wajah datarnya.


Yang Guang yang mendengarnya pun mengangkat sebelah alisnya. Dia langsung paham begitu mendengar nama Rumah Pil diucapkan oleh Xue Fu.


"Coba saja jika bisa!" balasnya sambil tersenyum lebar.


Permusuhan antara Rumah Obat dengan Rumah Pil telah berlangsung cukup lama, dan pada punggung Yang Guang telah ada tanggung jawabnya sebagai pengawas dari seluruh cabang Rumah Obat yang ada di Wilayah Tengah.


Xue Fu secara tidak langsung telah memberitahu bahwa dia berasal dari Rumah Pil, yang mana telah menambahkan alasannya untuk mengalahkannya hari ini, atau bahkan membunuhnya.


"Kalian orang-orang dari Rumah Pil selalu melakukan banyak hal demi merugikan kami, Rumah Obat. Sudah cukup bagus kami tidak melakukan tindakan tegas pada kalian, tapi sepertinya kalian tidak akan pernah jerah juga. Jika kami mau, seluruh cabang Rumah Pil kalian di Pulau Pasir Hitam ini sudah kami ratakan dengan tanah," ucap Yang Guang sambil memasang senyum mengejek.


"Bocah, kau terlalu percaya diri. Rumah Pil kami memiliki banyak sekali cabang di luar Pulau Pasir Hitam, dan kami memiliki ratusan Praktisi Beladiri yang berada di ranah Penyatuan Jiwa. Bahkan dengan seluruh Praktisi Beladiri yang ada di Pulau Pasir Hitam kalian tidak akan bisa menang dari kami."


Xue Fu menanggapi ucapan Yang Guang dan mengangkat kembali kapak raksasa nya. Dia menunjuk Yang Guang menggunakan kapaknya itu.


"Ha?! Hahaha!!! Kalian yang terlalu percaya diri, jika mengatakan bisa menang melawan seluruh Praktisi Beladiri yang tinggal di Pulau Pasir Hitam! Satu sekte besar yang ada di pulau ini saja sudah sanggup menghadapi kalian semua."


"Teruslah membual, bocah. Tidak lama lagi tubuhmu itu akan ku potong menjadi dua menggunakan kapak ku ini..."


Xue Fu mengayunkan kapaknya sekali, lalu kemudian sosoknya pun melesat dengan sangat cepat ke arah Yang Guang. Tak sampai tiga detik dia telah tiba di depan Yang Guang, beberapa darinya.

__ADS_1


Kapak besarnya itu telah terangkat ke atas, dan sudah diayunkan ke bawah, ke arah Yang Guang yang masih berdiri dengan tegak. Senyumnya tidak menghilang menghadapi serangan yang sedang mengarah padanya itu.


Di kedua tangannya, dua pedang yang sebelumnya dia bawa saat datang ke bangunan Arena Pertandingan telah di pegang dengan erat. Yang Guang mengalirkan Qi kedalam dua pedangnya itu dan kemudian menyambut kapak besar milik Xue Fu.


BAAMMMMM!!!!!


BRAACKKK!!!


Suara hantaman dan ledakan besar tercipta. Kedua pedang Yang Guang dan kapak raksasa Xue Fu saling beradu satu sama lain.


Terlihat Xue Fu hanya memegang atau tangan saja kapak miliknya itu, sementara Yang Guang yang menahan serangannya terlihat cukup santai memegangi kedua pedangnya.


"Kupikir kekuatannya akan jauh lebih besar, melihat dari besarnya dampak hantaman kapak mu sebelumnya. Tapi sepertinya aku tau rahasia dari kekuatan mu itu " Yang Guang mengejek Xue Fu sekali lagi.


Dengan kuat dia menghentakkan kedua pedangnya, dan kapak mimik Xue Fu itu terhempas mundur.


Xue Fu yang memegangi kapaknya itu sama sekali tidak terpengaruh, yang membuat Yang Guang semakin yakin dengan tebakannya.


"Hmp, kupikir lawan ku adalah Praktisi Beladiri yang memiliki kekuatan fisik yang mengerikan, tapi ternyata aku malah mendapatkan lawan yang cuma memakai Qi nya saja untuk bisa mengangkat senjata miliknya," sambungnya.


Dahi Xue Fu berkerut dan mendengus pelan.


"Tidak ada yang mengatakan kalau aku memiliki kekuatan fisik yang besar, kalian yang membuat kesimpulan kalian sendiri."


Xue Fu sekali lagi bersiap mengayunkan kapak besar milik nya, namun kali ini Yang Guang tidak akan memberikannya kesempatan untuk menyerang terus menerus.


"Kau pikir serangan mu itu cepat, huh? Biar ku perlihatkan, apa yang dimaksud dengan 'cepat' itu "


Menarik napas nya, Yang Guang kemudian melangkahkan kakinya.


Tepat ketika dia melangkah maju, Xue Fu sudah mengayunkan kembali kapak miliknya.


Shhuuu....


Sebuah kilatan cahaya berwarna emas kekuningan bergerak sangat cepat ke arah Xue Fu. Sorot mata Xue Fu melihat kilatan cahaya itu, dan segera menarik kembali kapaknya.


TRAANGGG!!!!


Suara pertemuan dua senjata berbunyi nyaring, dan sosok Yang Guang pun muncul di hadapan Xue Fu.


"Heh, kau bisa menahannya ternyata."


"Jangan sombong kau, bocah."


Xue Fu mendorong kapaknya, dan Yang Guang pun segera menghilang kembali. Pada saat yang sama, kilatan cahaya yang sama muncul kembali dan kali ini telah bergerak ke belakang Xue Fu.


Klang!!! Tringg!!!


Sssrrrttttt-!!!!


Yang jelas dengan gerakan sangat cepat mulai menghujani Xue Fu dengan serangan. Xue Fu dipaksa untuk terus bertahan menghadapi rentetan serangan tanpa henti dari Yang Guang.


Pedang di tangan Yang Guang dengan lincah terus diayunkan. Sosok Yang Guang sama sekali tidak terlihat selama dia memberikan serangan-serangan tersebut pada Xue Fu.


Satu menit berlalu, dan mereka masih berada pada posisi yang sama. Xue Fu masih terus bertahan, sementara Yang Guang terus memberikan serangannya dan tak terlihat mengurangi kecepatannya sama sekali.

__ADS_1


Pada tubuh Xue Fu, terlihat beberapa luka sayatan yang diakibatkan oleh serangan pedang Yang Guang. Karena kecepatan serangan nya yang tidak melambat sama sekali, membuat beberapa serangan gagal ditahan oleh Xue Fu.


"Ada apa? Bukannya kau bilang ingin mencabut nyawaku?"


Yang Guang berbicara sambil terus memberikan serangannya.


Sementara itu, Xue Fu yang terus bertahan lama kelamaan mulai menjadi kesal. Dia ingin keluar dalam kondisinya saat ini, namun Yang Guang tidak memberinya kesempatan sedikit pun.


"Bocah sialan, kau yang menginginkannya!" seru Xue Fu.


Hilang sudah penampilannya yang dingin dan datar, serta terlihat tanpa tanpa emosi. Dia menghentakkan kakinya dengan kuat ke tanah, dan di pun segera naik ke udara dan terbang beberapa meter dari atas tanah.


Kapak besarnya dia pegang dengan dua tangannya, dan ujung kapaknya pun mengeluarkan cahaya terang.


"Kapak Penghancur, Hantaman Penghancuran!"


Qi dalam jumlah sangat besar terkumpul pada kapak Xue Fu, yang kemudian dengan sekuat tenaga diayunkan olehnya dari atas arena.


Sebuah serangan energi raksasa melesat dengan sangat cepat ke arah Yang Guang. Besarnya serangan tersebut membuat Yang Guang tidak memiliki ruang sama sekali untuk bisa menghindar.


BDUAAARRR!!!


Tanah dalam radius dua puluh meter segera hancur dan debu pun berterbangan.


Zu Zhang yang berada di dalam kubah itu juga segera menghilangkan debu-debu itu, dan memperlihatkan tanah yang telah terbelah dengan sangat dalam diakibatkan oleh serangan mematikan dari Xue Fu.


Semua penonton terdiam melihat besarnya dampak serangan dari Xue Fu. Sudah jelas sekali Yang Guang tidak akan bisa selamat dari serangan itu.


Para penonton dan beberapa peserta yakin bahwa Yang Guang telah mati menerima serangan tersebut.


Tapi nyatanya, keyakinan mereka itu segera hancur dengan lebur melihat sosok Yang Guang telah berada di udara, tepatnya di belakang Xue Fu dengan kedua pedangnya mengeluarkan cahaya yang sangat terang seperti matahari.


Sorot matanya terlihat sangat dingin.


"Seribu Satu Teknik Cahaya, Tebasan Cahaya Matahari..." ucap Yang Guang dengan suara dingin.


Dia bersiap untuk mengayunkan kedua pedangnya, namun kemudian sosok Zu Zhang telah muncul di depannya.


"Cukup, kau jangan diteruskan. Kau pemenangnya, Yang Guang," ucap Zu Zhang sambil menghela napasnya.


"Serangan mu itu bisa-bisa menghancurkan seluruh arena yang berada di dalam kawah ciptaan ku," lanjutnya.


Yang Guang pun memejamkan matanya mendengar itu, lalu kemudian menyimpan kembali kedua pedang miliknya.


Xue Fu membelakangi Yang Guang dan Zu Zhang mengucurkan keringat dingin dari seluruh tubuhnya. Pada beberapa detik yang lalu dia telah merasakan sebuah kekuatan yang sangat besar siap untuk membinasakannya.


Untungnya Zu Zhang muncul dan menghentikan Yang Guang, sehingga dia bisa bernapas dengan lega.


"Anak itu benar-benar monster, bagaimana bisa seorang pemuda seusianya memiliki kekuatan sebesar itu?" gumamnya.


Sementara itu, sosok Zu Zhang menatap Yang Guang selama beberapa saat sebelum kemudian menatap ke arah para penonton.


"Pemenang dari pertarungan kedua ini adalah Yang Guan!"


Pernyataan nya itu membuat semua orang bingung bukan main. Mereka tidak mengerti apa yang baru saja terjadi.

__ADS_1


Secara tiba-tiba Zu Zhang menghentikan pertarungan antara Xue Fu dan Yang Guang, lalu kemudian dia tiba-tiba malah mengumumkan Yang Guang sebagai pemenangnya.


Hanya orang bodoh yang akan menerima hasil seperti itu tanpa diberitahu alasannya sama sekali.


__ADS_2