Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 643. Bertemu


__ADS_3

Telapak tangan kiri Weng Ying Luan menyentuh tanduk Kambing Petapa.


Awalnya udara berdesir lembut ketika telapak tangannya bergerak menyentuh tanduk Kambing Petapa. Namun tak berapa lama, sesuatu yang sangat mengejutkan terjadi.


Angin kencang berbentuk seperti tornado terbentuk di sekitar tanduk Kambing Petapa. Pusaran itu bukan menarik sesuatu, melainkan mendorongnya!


Kekuatan pendorong itu bukan berbentuk dorongan besar ke seluruh tubuh, melainkan dorongan yang mengabaikan semua perlindungan luarnya dan langsung mengenai semua organ dalamnya!


Untuk kondisi Kambing Petapa, karena tapak Weng Ying Luan diarahkan pada tanduknya, maka kekuatan penolakan yang lebih kuat diterima langsung oleh otaknya!


Darah keluar dari mata dan hidung sang Kambing Petapa. Tatapan matanya mendadak menjadi kabur. Namun dia memiliki tekad sekuat tanduknya, serangan itu tidak akan membuatnya kehilangan kesadaran.


"Apa kau pikir serangan mu itu cukup untuk mengalahkan ku?!"


*MBEEEKKKKK!!!!*


Suara Kambing Petapa bergema dengan dalam. Mendadak, empat lingkaran cahaya muncul di kedua kakinya. Kaki kanan belakangnya menendang tanah dan seketika tubuh Weng Ying Luan terlempar ke belakang sejauh seratus meter.


Dia terbatuk darah dan menatap dengan sungguh-sungguh ke arah Kambing Petapa.


"Dia bukan Penguasa Jiwa biasa ternyata. Kekuatan sedikit lagi mencapai Raja Jiwa."


Weng Ying Luan meludahkan ludah berwarna merah dan tersenyum tipis.


"Kau memiliki bawahan yang cukup kuat, Mei." Weng Ying Luan berbicara sambil menatap ke atas langit di mana Lin Mei sedang berdiri di atas elang raksasa.


Lin Mei berkedip ketika dia mengalihkan pandanganya ke arah lain, menghindari tatapan mata Weng Ying Luan.


"Jangan mengalihkan tatapan mu!" seru Weng Ying Luan.


"Apa yang kau inginkan?! Aku sedang sibuk melakukan tugasku saat ini!" Lin Mei berbicara dengan nada kesal.


Dia menatap marah pada Weng Ying Luan.

__ADS_1


"Dimana Lou sialan itu? Kita semua terlempar ke tempat ini karena ulahnya!"


Nyali Weng Ying Luan langsung ciut begitu dia mendengar pertanyaan Lin Mei. Dia batuk kering dan menoleh ke arah lain sama seperti yang dilakukan Lin Mei sebelumnya.


"Ehem.....aku tidak tau dimana dia. Lagipula bukan urusanku dimana dia berada saat ini."


Mata Lin Mei menyipit dan dia mencibir. Tidak mungkin Weng Ying Luan muncul di tempat ini tanpa ada campur tangan Weng Lou. Lin Mei benar, Weng Ying Luan rencananya tidak akan menemui Lin Mei sampai Weng Lou kembali, namun karena Weng Lou sudah menyuruhnya untuk pergi lebih dulu dia mau melakukannya.


Terlebih, Weng Lou sudah membuatkannya Sarung Tangan Pencuri Langit yang sangat dua sukai yang membuat Weng Ying Luan tidak bisa menolak perintah Weng Lou.


"Orang paling cuek seperti mu mustahil datang ke sini dan membantuku! Cepat katakan di mana dia?!"


"Aku sungguh-sungguh tidak tau!" Weng Ying Luan berkata jujur. Dia tidak tau lokasi keberadaan Weng Lou saat ini.


Lin Mei mendecakkan lidahnya. Dia memberi tanda pada Kambing Petapa yang hendak melakukan serangan lainnya, dan segera membuatnya berhenti.


Kambing Petapa mendengus dan melangkah mundur. Dia menoleh sejenak ke arah Raja Singa yang masih dalam kondisi menundukkan tubuhnya. Dia tersenyum mengejek sebelum kemudian melanjutkan pergi ke arah Lin Mei.


Raja Singa meraung dalam hatinya. Dia sama sekali tidak bisa bergerak di tempatnya. Perintah Weng Ying Luan benar-benar mutlak baginya, bahkan jika dia tidak mau melakukannya tubuhnya akan secara sukarela langsung mematuhi Weng Ying Luan.


Lin Mei yang menyadari tatapan mata Raja Singa hanya bisa tersenyum kecut. Dia juga terkejut karena Weng Ying Luan sanggup menundukkan Raja Singa yang memiliki kekuatan di ranah Penguasaan Jiwa yang benar-benar berbeda dengan cara yang dia lakukan untuk membuat Raja Singa mematuhinya.


"Luan, kurasa sudah saatnya kau melemparkan Tuan Singa. Membuatnya menundukkan kepala hingga menyentuh tanah seperti itu terasa sedikit tidak sopan," ujar Lin Mei pada Weng Ying Luan. Dia membutuhkan Raja Singa dalam memenuhi rencananya menghancurkan kota-kota di wilayah Keluarga Ying.


Berkurangnya satu binatang buas berkekuatan Penguasa Jiwa bisa mempengaruhi rencananya secara besar-besaran.


"Daripada melepaskannya, bagaimana kau kita mendiskusikan rencana menghancurkan Keluarga Ying? Kurasa kau memiliki sebuah garis besar rencana dalam melakukannya. Aku akan membantumu dalam melaksanakannya."


Ucapan Weng Ying Luan membuat Lin Mei terdiam sejenak. Dia memandangi Weng Ying Luan selama beberapa saat lalu mengangguk.


"Naiklah, kita akan membahasnya di atas sini."


Weng Ying Luan segera menendang udara dan dia pun terbang dengan cepat menuju ke arah elang raksasa yang ditunggangi oleh Lin Mei.

__ADS_1


Raja Singa hendak protes dan menyuruh Weng Ying Luan untuk membebaskannya dari posisinya yang memalukan saat ini. Namun karena dia tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun, dia hanya bisa membuat tubuhnya bergetar selama beberapa saat sebelum akhirnya menyerah.


Di atas elang raksasa, Weng Ying Luan mendarat dengan mulus dan berdiri berhadapan dengan Weng Ying Luan.


"Kau sepertinya tampak baik-baik saja. Bagaimana petualangan mu selama beberapa bulan ini? Pasti menyenangkan sekali," ujar Weng Ying Luan.


"Aku tidak mau membahasnya dengan mu." Lin Mei memelototi Weng Ying Luan.


Dia segera duduk di punggung elang, lalu mengeluarkan sebuah giok dari cincin penyimpanannya dan melemparkannya kepada Weng Ying Luan.


Giok itu ditangkap oleh Weng Ying Luan. Dia menatap giok di tangannya dan Lin Mei secara bergantian. Tanpa berlama-lama dia memasukkan Qi ke dalamnya dan melihat isi di dalamnya.


Giok itu ternyata berisikan rencana yang telah dibuat oleh Lin Mei selama ini. Weng Ying Luan membaca dengan hati-hati rencana yang dibuat oleh Lin Mei dan melihat apakah ada kesalahan yang dibuatnya dalam rencananya tersebut.


Selama beberapa, keheningan terjadi diantara keduanya. Lin Mei tetap diam menunggu Weng Ying Luan selesai membaca semua rencananya secara keseluruhan.


Weng Ying Luan sebenarnya tidak berniat bertindak secara impulsif ketika tiba menemui Lin Mei, namun dia tidak tau bagaimana kondisi Lin Mei saat ini. Bisa saja jika dia bersikap terlalu akrab dengan Lin Mei itu akan mempengaruhi para binatang buas yang berada di bawa kendali Lin Mei.


Lin Mei juga sadar akan hal itu dan dia segera mengikuti arus yang dibuat oleh Weng Ying Luan. Keduanya mungkin terlihat tidak akrab atau saling membenci satu sama lain, namun sebenarnya kedekatan mereka tidak kurang seperti mereka dekat dengan Weng Lou.


"Kau benar-benar tidak tau dimana dia?" Lin Mei tiba-tiba bertanya pada Weng Ying Luan lewat telepati.


Weng Ying Luan tidak mengangkat kepalanya atau menoleh sedikitpun pada Lin Mei ketika menjawabnya. "Tidak, aku tidak tau. Sebenarnya kami berdua bersama-sama pergi untuk menemui mu, tapi si bodoh itu tidak bisa menahan dirinya sedikitpun untuk berdiam diri di tempatnya dan berakhir menghilang entah kemana. Sebelum dia menghilang, dia menyuruhku untuk pergi lebih dulu."


Mendengar jawaba. Weng Ying Luan, Lin Mei hanya bisa termenung di tempatnya duduk. Dia menghela napasnya. Dia sangat ingin bertemu dengan Weng Lou saat ini. Ada beberapa pertanyaan yang sangat penting di dalam kepalanya yang hanya bisa dijawab oleh Weng Lou.


"Aku tidak yakin kemana dia pergi kali ini, namun firasatku mengatakan bahwa kali ini kita tidak akan bisa bertemu dengannya dalam waktu yang sangat lama, mungkin bertahun-tahun, atau bahkan mungkin puluhan tahun." Weng Ying Luan selesai membaca semua rencana yang dibuat Lin Mei dan melemparkan kembali giok di tangannya.


Lin Mei menangkap giok itu dan memasukkannya ke dalam cincin penyimpanannya.


"Rencana yang bagus. Aku akan membantumu dengan mengambil alih penghancuran di wilayah utara ini dan barat sementara kau melanjutkan langsung ke wilayah selatan. Namun aku akan melakukannya sesuai dengan caraku dan kau dengan caramu. Kita akan bertemu di timur ketika orang-orang dari Pulau Pasir Hitam sampai."


***

__ADS_1


**Catatan Penulis:


Kemungkinan update cuman 2. Hari ini full acara**.


__ADS_2