Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 397. Pertarungan di Dalam Lorong Gelap


__ADS_3

"Seni Pertarungan, Hentakan Kaki Sang Raja Harimau."


Seusai mengatakan itu, Shan Hu pun mengangkat kaki kanannya hingga setinggi lutut, lalu kemudian menghentakkannya ke tanah dengan kuat.


Krack..... krack........


Selama beberapa saat tidak ada reaksi apapun yang terjadi, hanya sebuah retakan kecil di tanah yang muncul setelah Shan Hu menghentakkan kaki kanannya ke tanah.


Sosok pria kurus dan rekannya, pria bertubuh besar tersenyum mengejek melihat itu. Sebelumnya mereka langsung waspada saat melihat sikap dan aura yang di tampilkan oleh Shan Hu tampak berubah. Tapi melihat tidak ada yang terjadi selain sebuah retakan yang tercipta karena hentakan kaki Shan Hu, keduanya langsung melaju kembali ke arah Shan Hu.


Ketenangan Shan Hu tidak berubah sama sekali meski tidak ada yang terjadi setelah ia melakukan sesuatu sejauh ini.


Tapi itu semua berubah ketika jarak antara dua sosok pria yang mengarah padanya tinggal sepuluh meter saja.


"Heh, akan kuremukkan tulang-tulang mu-


ACKK!!!"


Pria yang bertubuh besar yang berada di paling depan mendadak terjatuh ke tanah dan berseru kaget.


Rekannya, si pria kurus terlambat menyadari kondisi temannya itu dan terus maju. Hal yang sama kemudian ikut i alaminya.


"Ackkk!!!! Apa-apaan ini?!" serunya.


Dia dan rekannya, si pria bertubuh besar mendadak tertarik ke tanah seakan-akan ada daya tarik pada tanah yang mereka pijaki.


Berusaha bangun kembali, kedua merasakan bahwa tanah di situ bagaikan lem yang sangat kuat. Begitu menyentuhnya, tidak bisa dilepaskan kembali.


"KAUUU!!!!! APA YANG KAU LAKUKAN?!!?!" Pria bertubuh kurus itu meraung marah.


Yang dilakukan oleh Shan Hu sebenarnya ada sebuah trik dari pengaruh unsur Qi yang ia miliki dengan lingkungan sekitarnya.


Unsur Qi miliknya adalah tanah, dengan mengedarkan Qi pada tanah di sekitarnya melalui kakinya, tanah di sekitarnya pun menjadi bagian darinya yang mana dapat ia kontrol layaknya sebuah senjata.


Kedua pria itu tertarik ke tanah di karenakan Qi Shan Hu yang ada di tanah itu mengeluarkan sifat tarikan, yang mana benda apa saja yang ada di situ akan tertarik pada tanah yang mengandung Qi milik Shan Hu.


Ini adalah teknik buatan Shan Hu.


Namun sayangnya, kehebatan dari teknik itu tak bertahan lama. Pria kurus yang sebelumnya terus berusaha bangkit berdiri sambil mengeluarkan Qi dalam jumlah besar dari dalam tubuhnya.


Tanah di sekitarnya menjadi remuk dan retakan tercipta seiring dirinya yang berusaha untuk terus bangkit berdiri.


Tampaknya tubuh kurusnya itu tak menghalangi besarnya kekuatan yang ia miliki di dalam dirinya.


"JANGAN MAIN-MAIN DENGANKU, KURANG AJAR!!!!"


KRACKKKK!!!!! BRAK!


Pria itu berhasil berdiri sempurna, tapi kekuatan tarikan di sekitarnya masih tetap ada. Terlihat dari pakaian yang ia kenakan mulai terkoyak karena kekuatan tarikan itu.

__ADS_1


Di sisi lain, si pria bertubuh besar masih tetap diam di tanah dengan tubuh tidak bergerak sama sekali.


"BANGUNLAH BODOH!!! ATAU AKU AKAN MELAPORKAN MU PADA BOS!!" Pria kurus itu berteriak kepada pria bertubuh besar.


Mendadak pria bertubuh besar itu bergerak dan dia secara perlahan bangkit berdiri seperti rekannya. Pakaian yang dikenakan olehnya juga tampak rusak di beberapa bagian dikarenakan kekuatan tarikan yang ada di sekitarnya.


"Aaahhh.....aku sudah lama sekali tidak mencium tanah seperti tadi.....aku anggap kau siap mati kan, sialan......."


Sorot mata pria besar itu menjadi dingin saat menatap Shan Hu yang masih memasang kuda-kuda nya.


Dia tidak terganggu dengan keduanya. Justru saat ini Shan Hu sedang sangat senang karena teknik barunya berhasil menjatuhkan dua Praktisi Beladiri ranah Pembersihan Jiwa tahap 8 seperti dirinya sekaligus.


Shan Hu menarik keduanya hingga membentuk sudut sembilan puluh derajat masing-masing, lalu menarik mundur kaki kanannya yang sebelumnya dia hentakkan ke tanah.


"Majulah," ucap Shan Hu.


Senyum lebar kembali terbentuk pada wajah kedua pria itu, tapi kali ini tampak sangat menakutkan dan juga dipenuhi dengan niat membunuh.


"Yaaaa....kalau begitu....AKUUU MAJUUU!!!!"


Pria kurus itu melesat dengan cepat begitu melangkahkan kakinya ke depan.


Dengan jari-jarinya dia rapatnya, pria kurus itu melakukan gerakan menusuk ke arah dada Shan Hu.


Angin berputar dan membuat lapisan pisau angin di ujungnya, yang mana jika terkena kulit maka akan segera merobeknya seperti kertas.


"HAAA!!!!"


"Percuma saja!!!" seru pria kurus itu.


Perlahan lapisan Qi pada tangan kiri Shan Hu tampak terkikis dan menjadi semakin tipis, hampir mencapai kulitnya.


Menambah kekuatan pada lengannya, Shan Hu pun mendorongnya lebih jauh. Meski begitu, pria kurus itu tidak menyerah sama sekali.


Dari situasinya saat ini, hanya satu kondisi saja yang akan terjadi jika salah satunya menyerah. Itu adalah kematian.


"Cih, keras kepala sekali!"


Qi kembali mengalir pada kedua kaki Shan Hu, dan kemudian segera dia alirkan pada tanah di sekitarnya.


Daya tarik kembali bertambah dan mempengaruhi pria kurus itu.


"Bajingan licik!!!!"


Pria kurus itu sadar dirinya dalam bahaya, dia segera memberi tanda kepada rekannya, dan tak lama si pria bertubuh besar ikut masuk salam pertarungan keduanya.


"Menyingkir! Biar aku saja yang menghabisinya!!!"


Entah dari mana, sebuah gada besar sudah berada pada tangan pria itu dan diayunkannya pada kepala Shan Hu.

__ADS_1


***


Di dalam lorong yang dimasuki oleh Weng Lou dan kelompok penjaga Kelompok Darah bersama Sha Shou.


"Ayo percepat kembali langkah kaki kalian!! Kita harus bisa sampai di tujuan kita!" seru Sha Shou kepada mereka semua.


Weng Lou hanya diam mendengarkan ucapannya itu, dia tidak tau sedang menuju kemana mereka ini, tapi yang pasti arah pergi mereka berbeda dengan arah lorong ke Kota Hundan.


"Sepertinya aku tidak boleh berlama-lama, aku masih harus menjual tubuh-tubuh siluman serigala yang tadi malam aku bunuh dan mengembalikan cincin penyimpanan milik Paman Jian."


Weng Lou berbicara dengan santai sehingga dapat di dengar oleh semua orang yang ada di lorong itu.


Para penjaga menatap Weng Lou dengan wajah terkejut sementara Weng Lou menatap mereka dengan heran. Dia merasa aneh ditatap oleh mereka semua seperti itu. Hingga beberapa detik kemudian, dia baru menyadari alasan mereka menatapnya seperti itu adalah karena dia yang berbicara dengan santai sebelumnya.


"Ah, kalian mendengarnya yah?" tanya Weng Lou dengan santai.


Penjaga yang sebelumnya bersama dengan Weng Lou, menatap Weng Lou dengan tatapan tak percaya.


Sringg! Psshhh.....


Semua penjaga yang ada di situ segera menarik senjata mereka dan tanpa membuang waktu langsung menyerang ke arah Weng Lou.


"Kalian ini, padahal sudah berada di ranah Pembersihan Jiwa, tapi cara menyerang kalian seperti masih di Dasar Pondasi saja," ejek Weng Lou.


Dia menjentikkan jarinya, dan segera sebuah lapisan dari Qi menutupi seluruh tubuhnya.


Berbeda dengan sebelumnya, lapisan Qi itu tidak di padatkan oleh Weng Lou menjadi pelindung, tetapi untuk menyerang.


"Selamat tinggal."


TSSKK!! PSSS!!!!


"Arghhh!!!"


"Ahhhhh!!!!"


"Urghhh....."


Dalam satu tarikan napas, lapisan Qi yang menutupi tubuh Weng Lou berubah menjadi duri-duri tajam yang mengelilingi tubuh Weng Lou dan menusuk semua orang yang ada di dekatnya.


Beberapa penjaga yang berada di tengah dan paling depan masih selamat karena lorong yang sempit, termasuk Sha Shou, dia sempat mendorong salah satu penjaga yang ada di depannya agar bisa mengelak dari duri-duri itu.


"Untunglah kau tidak mati, aku memerlukan mu." Weng Lou melangkahkan kakinya dan menghilangkan duri-duri itu.


Satu persatu tubuh para penjaga yang terkena duri Qi Weng Lou terjatuh ke tanah, entah itu mati atau sekarat.


Sha Shou menatap Weng Lou dengan ketakutan dan buru-buru berlari ke depan.


"Tahan diaa!!!! Aku harus bisa kabur dari sini!!!" seru Sha Shou dengan panik.

__ADS_1


Para penjaga yang sebelumnya diam mematung, kembali sadar ketika mendengar seruan Sha Shou.


Mereka juga ingin kabur, tapi kemudian menyadari bahwa hal itu percuma karena Weng Lou sepertinya tetap akan bisa membunuh mereka semua. Maka satu hal yang bisa mereka lakukan hanya lah bertarung melawan Weng Lou sampai mati.


__ADS_2