
Setiap kata dari iblis hati membuat Weng Lou merasa semakin aneh.
Bukan dalam artian yang sebenarnya, tapi dia seperti mendapatkan firasat yang sulit untuk dikelasnya.
Iblis hati di hadapannya mengambil rupa yang sama dengan Kong Lou. Hal itu yang semakin membuat dia merasa aneh.
Iblis hati pada umumnya akan mengambil rupa yang sama dengan si pemilik tubuh. Ada beberapa kasus dimana iblis hati mengambil rupa orang yang sama namun dengan usia yang berbeda.
Misalnya, seorang pria berusia lima puluhan yang menghadapi iblis hati yang mengambil rupanya di usia tiga puluhan, dimana itu adalah usia saat dia dalam masa puncaknya.
Di sisi lain, iblis hati Weng Lou mengambil rupa dari Kong Lou yang adalah versi terkuat dari kehidupan terdahulu Weng Lou, atau bisa dikatakan seperti itu.
Tapi iblis hati nya ini tercipta dari kehendak bidang tanah Dunia Asal Mula dalam dirinya, jadi dia mendapatkan spekulasi bahwa pemilik bidang tanah sebelumnya adalah Kong Lou sebelum dia mulai menggunakan kekuatan Kehampaan yang sebenarnya.
"Hei, apa kau.......membenci Kong Lou?" Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Weng Lou.
Iblis hati yang baru saja mengoceh panjang lebar, kini menatap Weng Lou dengan tatapan tajam dan tidak menyembunyikan niat membunuhnya.
"Ketakan padaku, alasan apa yang harus kupakai agar tidak membencinya?" tanya iblis hati dengan suara dingin.
Tidak mengherankan, pikir Weng Lou.
Orang yang membuat Dunia Asal Mula hancur memang adalah The Ending, tapi orang yang mempercepat proses tersebut terjadi adalah The Emptiness, Kong Lou.
Karena tindakannya, kesadaran dari Dunia Asal Mula yang telah bersiap-siap untuk penghancuran yang dilakukan oleh The Ending, menjadi sia-sia. Padahal, dia sepenuhnya yakin bisa menangkap semua Absolute di dal Dunia Asal Mula untuk dijadikannya sebagai bahan bakar untuk membuat pelindung yang menghalau serangan penghancur dari The Ending dengan bantuan Matahari.
Kesadaran dari Dunia Asal Mula pun hancur bersamaan dengan hancurnya Dunia Asal Mula. Namun karena kekuatan kehendaknya yang begitu besar, setiap bidang tanahnya mampu mempertahankan secuil kesadaran berkat kehendak dalam bidang tanah.
Setelahnya, kebencian dalam kehendak Dunia Asal Mula terus tumbuh seiring waktu. Semakin besar bidang tanah dari Dunia Asal Mula, semakin besar juga kehendak di dalamnya. Bidang tanah di Dimensi Asal Mula memiliki kekuatan kehendak terbesar dan juga memiliki kebencian paling besar dari semua bidang tanah.
Namun berkat Unknown God yang terus menyerap kekuatan kehendaknya di masa lalu, kehendak itu pun tertidur.
"Bukan aku yang membahayakan keberadaan Matahari waktu itu! Kalian, orang-orang yang tinggal dalam Dunia Asal Mula lah yang membahayakan Matahari! Semua kekejian, kekerasan, dan pertumpahan darah yang terjadi di atas tanah ku, semua hal itu mempengaruhi kesadaran ku yang dalam proses terbentuk.
Jika saja.....jika saja aku tidak membantu proses kalian tercipta, mungkin aku akan tetap utuh dan Dunia Asal Mula tidak pernah menghadapi kehancuran. Kalian para makhluk keji! Semua kesalahanku adalah karena kalian! Terutama Kong Lou! Dia dan anggotanya mengambil bidang tanah ku yang begitu besar, kehendak ku yang sebelumnya masih dalam kondisi normal harus berakhir karena bagian terpenting dari bidang tanah ku diambil oleh Kong Lou!
Lalu apa balasan yang dia berikan kepadaku setelah mengambil semua bidang tanah itu bersama anggotanya? DIA MEMBANTU BAJINGAN ITU UNTUK MENGHANCURKAN KU!!!! AKU MEMBENCINYA! MEMBENCINYA SAMPAI INTI DUNIA!!! BAHKAN JIKA DUNIA BARU INI HANCUR UNTUK DUNIA YANG LEBIH BARU LAGI, AKU TETAP AKAN MEMBENCINYA!!!! SAMPAI AKU BERHASIL MEMBUNUHNYA, KEBENCIAN INI TIDAK AKAN MENGHILANG!!!!"
Iblis hati itu berteriak dan berprilaku seperti orang gila, sama seperti yang dilakukan oleh Weng Lou sebelumnya.
Ini membuktikan perkataan Kong Lou bahwa iblis hati telah membuat dirinya berprilaku tidak normal, dan mempengaruhi pemikirannya sendiri.
Hal ini sangat berbahaya bagi seorang Praktisi Beladiri terutama mereka yang telah berada di ranah puncak seperti Absolute. Kesalahan berpikir sedikit saja bisa mempengaruhi hasil dari tindakan mereka.
Bayangkan seorang Absolute yang seharusnya menciptakan sebuah sungai atau danau dengan kekuatan mereka, malah menciptakan lautan hanya karena kesalahan berpikir. Hal tersebut sangat berbahaya karena mereka membawa kekuatan besar bersama diri mereka.
Seseorang pernah berkata, 'kekuatan besar datang dengan tanggung jawab yang besar', dan hal tersebut memang benar.
"Kau dibutakan oleh rasa dendam mu sendiri. Jadi itu yang dimaksud oleh Kong Lou saat dia mengatakan aku akan tau kelemahan mu saat menghadapi mu." Weng Lou berbicara dengan nada tenang.
Dia kini tampak sangat tenang dan tidak menunjukkan emosinya sedikitpun. Sebagai seorang Absolute, tidak sulit baginya untuk mengatur emosinya.
"Seseorang yang telah dibutakan oleh dendamnya sendiri, tidak akan bisa melakukan sesuatu dengan benar pada akhirnya. Hanya dendam saja yang ada di mata mereka. Mereka akan melakukan apa saja untuk membalas dendam, sungguh menyedihkan."
Iblis hati mendengar perkataan Weng Lou. Sorot matanya yang dingin terpaku tepat pada kedua mata Weng Lou.
Dua pasang mata berwarna hitam itu saling bertatapan selama beberapa saat sampai akhirnya iblis hati mengangkat tangan kirinya, sebuah cakram berwarna perak dan hitam muncul di tangan kirinya.
"Kau adalah reinkarnasi dari Kong Lou, jika aku membunuh kesadaran mu saat ini dan mengambil alih tubuh mu, dia bisa ku bunuh kapan saja. Benar, aku akan membunuhmu, lalu Kong Lou sialan itu juga akan ku bunuh. Setelah itu aku akan mencari The Ending, The Beginning, juga empat makhluk lainnya yang sudah menerima berkat kekuatan dari ku."
Iblis hati melangkah maju, sosoknya langsung menghilang dan muncul kembali tepat di bawah Weng Lou.
Tangan kanannya memanjang dan meliuk. Tubuh kesadaran Weng Lou langsung terikat olehnya. Cakram di tangan kiri iblis hati terayun ke bawah dan memotong ke arah perut Weng Lou.
Cahaya berkelip di mata Weng Lou. Tubuhnya yang terikat oleh iblis hati menghilang begitu saja dan muncul kembali lima kaki jauhnya dari iblis hati. Terlihat kedua tangan Weng Lou telah berubah menjadi dua buah bilah pedang berwarna hitam pekat.
Tangan kanannya bergerak menusuk pada punggung iblis hati.
*Tranggg!!!!!*
Iblis hati segera meresponnya dengan menghadang bilah pedang tangan kanan Weng Lou menggunakan cakram di tangan kirinya. Akan tetapi, bilah pedang tangan kiri Weng Lou ikut bergerak pada saat yang sama dan memotong tangan kanan iblis hati.
"Kagh!!"
Tangan kanan iblis hati yang terpotong berubah menjadi kabut hitam yang kemudian menyatu dengan tubuh Weng Lou.
"Sialan! Bagaiman bisa?!" tanya iblis hati dengan terkejut.
Dia buru-buru mundur dan melihat luka di lengan atas tangan kanannya. Bekas potongan Weng Lou sangat rapi hingga bahkan iblis hati tidak akan menyadarinya jika dia tidak melihat sendiri Weng Lou yang memotong tangan kanannya.
"Bagaimana aku bisa? Tentu saja aku bisa, seperti katamu, aku adalah reinkarnasi dari Kong Lou. Hal itu artinya aku juga bisa menggunakan kekuatan kehampaan meski tidak begitu leluasa atau sama kuatnya dengan dia.
Setidaknya, dengan bantuan bidang tanah mu aku bisa menggunakan kekuatan kehampaan tanpa harus bersusah payah," balas Weng Lou dengan sama tenangnya seperti sebelumnya. Tidak ada keraguan dalam kata-katanya.
Dia telah memahami sepenuhnya maksud dari perkataan Kong Lou. Iblis hati bukan tak terkalahkan. Mereka sangat kuat karena memegang kelemahan yang dimiliki oleh tubuh tempat mereka berada.
__ADS_1
Sayangnya, untuk iblis hati yang tercipta dari kehendak Dunia Asal Mula ini, Weng Lou juga paham apa kelemahannya. Kelemahan yang iblis hati itu pegang dari diri Weng Lou adalah perasaan sia-sia yang dirasakan oleh Weng Lou karena mengalami seratus kehidupan.
Ekspresi terkejut pada wajah iblis hati itu berubah menjadi senyuman mengejek dan dia tertawa merendahkan.
"Hahahaha!!! Seperti yang ku katakan, kalian makhluk tak berguna memang selalu bergantung pada ku. Bahkan saat ini kau bergantung pada kekuatan dalam secuil bidang tanah itu, tidakkah kau merasa malu?!" cibirnya.
Tangannya yang sebelumnya terpotong kini tumbuh kembali. Tidak ada bekas luka seperti sebelumnya. Aura hitam juga keluar dari dirinya.
"Kau mungkin sudah menyadarinya, tapi tubuhmu tempat kita berada saat ini bukanlah tubuh mu yang sebenarnya."
"Aku tau itu. Bidang tanah telah menjadi Inti Jiwa ku, jadi mustahil bisa keluar dari dalam tubuhku lagi," balas Weng Lou.
"Maka, aku akan memberikan mu sebuah hadiah kalau begitu."
Iblis hati sekali lagi menghilang. Dia tidak berpindah tempat di dalam tubuh Weng Lou, melainkan ke luar tubuhnya.
Saat ini dia berdiri di samping Weng Lou di atas bidang tanah Dunia Asal Mula.
Kong Lou hanya menatapnya biasa, seolah tak terkejut dengan kemunculannya.
Lagipula dia tau bahwa mereka saat ini sedang dalam berada dalam diri Weng Lou. Wujud fisiknya mustahil untuk muncul dalam dunia nyata karena dia hanyalah butiran jiwa kecil yang sangat sensitif.
"Kong Lou," ujar iblis hati dengan suara dinginnya.
"Oh, hai. Kurasa ini adalah pertama kalinya kita bertemu. Senang melihat mu tampak baik-baik saja setelah kehancuran Dunia Asal Mula. Aku khawatir kau tidak bisa mempertahankan kehendak mu setelah hancur, tapi sepertinya kekhawatiran ku sia-sia saja," sapa Kong Lou sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Aaahhhhh!!!!! Itu kau!!!! Kau yang membuatku begini!!! Bajingan tidak tau berterima kasih!!! Beginikah caramu membalas sang pencipta mu?!"
Iblis hati hampir meledak dalam amarah dan menyerang Kong Lou pada saat itu juga, namun kesadaran Weng Lou sudah kembali dan dia menatap iblis hati dan Kong Lou.
"Kau masih mengatakan omong kosong itu ternyata. Kemari lah, bukankah kau ingin membunuhku?" kata Weng Lou.
"Hmp! Tanpa kau meminta pun, aku tetap akan membunuh mu!"
Iblis hati meledak dalam kekuatan yang begitu besar. Asap hitam keluar dari tubuhnya dan berputar di sekitarnya.
Melihat ini Weng Lou pun melakukan hal yang sama. Asap hitam keluar dari dalam tubuhnya. Kedua tangannya kembali berubah menjadi bilah pedang berwarna hitam.
"Mati!"
*Hushhh!!!*
Iblis hati melesat dan mengerahkan serangannya. Asap hitam pada dirinya terkumpul dan menyerang Weng Lou.
Menanggapi serangan tersebut, Weng Lou pun mengayunkan tangan kanannya. Semburan asap yang mengarah padanya langsung terbelah menjadi dua, seolah asap hitam itu adalah benda padat.
Weng Lou segera menepisnya dengan tangan kirinya dan membuat tangan kanan iblis hati terdorong ke samping, menyisakan tangan kirinya yang ternyata bergerak membentuk cakar yang siap menusuk perut Weng Lou.
"Kau tidak belajar dari kesalahan mu, yah?"
Asap di sekitar tubuh Weng Lou terlihat menyatu dengan tubuh Weng Lou. Saat cakar iblis hati menusuk perutnya, tidak ada reaksi sama sekali darinya.
Tubuh Weng Lou terurai dan menghilang.
Iblis hati mengerutkan keningnya, dia segera melompat tinggi dan buru-buru menoleh kebelakang dan menangkis serangan tusukan dari Weng Lou dengan tangan kirinya yang berwarna hitam.
Di sisi lain, tangan kanannya tiba-tiba membesar dan langsing bergerak menangkap Weng Lou.
*Tsiinggg!!!*
Tangan kanan iblis hati yang begitu besar langsung terpotong menjadi dua oleh Weng Lou.
*Hush!!*
Asap hitam berkumpul di kaki Weng Lou. Dia menendang udara dan bilah berwarna hitam sepanjang sepuluh meter tercipta dan mengarah pada iblis hati.
Serangan itu begitu terbuka, sehingga membuat iblis hati tidak kesulitan sedikitpun untuk menghindarinya.
"Apa hanya sebatas ini saja kemampuan mu dalam menggunakan Kehampaan?" tanya iblis hati sambil menunjukkan raut wajah mengejek.
"Tentu saja tidak. Tapi setidaknya serangan tadi sudah cukup untuk memotong tubuh mu menjadi dua," balas Weng Lou sambil tersenyum tipis.
Berkedip. Iblis hati menoleh ke bawah. Dia terkejut saat menemukan sebuah garis tipis di bawah perutnya. Detik berikutnya, bagian tubuh bawahnya terjatuh ke tanah dan kemudian menyatu ke dalam bidang tanah tempat dia berada.
Bagian tubuh mulai dari perut hingga ke atasnya tetap di tempatnya, melayang di udara.
Tidak ada darah yang keluar, namun wajah iblis hati mengatakan bahwa dia merasakan rasa sakit yang begitu hebat.
Dia mengkertakkan giginya. Hanya dalam waktu dua detik, bagian bawah tubuhnya telah tumbuh kembali. Akan tetapi rasa sakit yang dirasakannya masih jelas terasa.
Wajah iblis hati tampak gelap saat dia berbicara sambil tetap mengatupkan giginya. "Aku meremehkan seratus tahun kehidupan mu. Sepertinya aku harus benar-benar mengerahkan segalanya untuk membunuhmu."
Bidang tanah tempat mereka berdiri bergetar hebat selama beberapa saat.
Asap hitam yang begitu banyak segera keluar dari bidang tanah yang kemudian berputar di sekitar iblis hati. Setelah beberapa waktu kemudian, asap hitam berhenti keluar dan kini tubuh iblis hati berubah menjadi sosok Kong Lou yang sebenarnya.
__ADS_1
Tubuhnya begitu tinggi dan rambutnya menjuntai panjang hingga hampir menyentuh tanah. Matanya sepenuhnya hitam. Tidak ada batang hidung pada hidung ataupun daun telinga pada kedua telinganya.
Wujudnya yang seperti ini membuat Kong Lou bersiul kagum.
"Lihat, kan? Meski kebencian mu terhadap ku begitu besar, tapi kau tetap menggunakan wujud diriku. Bahkan itu adalah wujud diriku yang asli." Kong Lou berkata dengan santai.
Perkataannya itu segera dibalas dengan iblis hati yang menendang ke arah Kong Lou, namun Kong Lou segera menghilang dan muncul jauh di belakangnya.
"Aku bersumpah, setelah membunuh reinkarnasi mu, kau adalah yang selanjutnya!"
Iblis hati meraung. Dia membuka lebar kedua telapak tangannya. Sebuah tombak kapak tercipta dari kumpulan asap hitam yang kemudian terayun menuju Weng Lou.
Tombak kapak itu bergerak begitu cepat dan seolah merobek udara.
Weng Lou menatap tombak kapak tersebut dengan wajah serius. Meski jarak antara tombak kapak itu dengan dirinya masih beberapa meter jauhnya, namun dia bisa merasakan tekanan yang begitu besar membebani tubuhnya.
Rasanya sebuah angin kencang dan gravitasi besar sedang mendorongnya ke tanah.
Menarik napas dalam.
Kedua tangan Weng Lou segera berubah kembali seperti semula. Kedua matanya tiba-tiba berubah menjadi hitam sepenuhnya, sama seperti iblis hati yang mengambil rupa Kong Lou.
"Pedang Kehampaan," ucap Weng Lou.
Sebuah pedang muncul di tangan kanannya.
Dia mengangkatnya tinggi, tepat di atas kepalanya.
Saat jarak tombak kapak sudah cukup dekat, dia segera mengayunkan Pedang Kehampaan di tangannya.
*TRANGG!!!!*
Tombak dan pedang saling bertemu.
Tubuh Weng Lou tidak bergerak sedikitpun, namun dia tetap terseret kebalakang dengan paksa sejauh lima meter. Sementara itu, tombak kapak di tangan iblis hati terdorong ke belakang dan membuat iblis hati nyaris mengambil langkah mundur.
Dia mengerutkan dahinya.
Saat berikutnya, dia kembali melancarkan serangannya.
Weng Lou segera menyambut setiap serangan yang datang kepadanya dengan Pedang Kehampaan di tangannya.
Iblis hati menyerang, sementara Weng Lou hanya melakukan gerakan pertahanan yang mana justru membuatnya terlihat seperti serangan balik terhadap serangan iblis hati.
Setelah memberikan lebih dari seratus serangan menggunakan tombak kapak di kedua tangannya, iblis hati dengan jengkel menciptakan sebuah tombak kapak lainnya yang sama persis.
Kini dia memegang tombak kapak di masing-masing kedua tangannya.
Serangannya pun menjadi lebih dan lebih brutal. Dia tidak memberikan celah bagi Weng Lou untuk bernapas.
Lama kelamaan, tubuh Weng Lou terdorong hingga mencapai ujung dari bidang tanah. Raut wajahnya menjadi serius saat melihat pinggiran bidang tanah tepat di belakang kakinya.
"Ada apa?! Dimana semua kehebatan mu sebelumnya? Jangan menahan dirimu sendiri, atau kau akan menyesalinya!" Iblis hati kembali meraung. Kedua tombak kapak di kedua tangannya membesar dan dengan cepat menghantam tempat Weng Lou berdiri sebelumnya.
Dia hanya mengenai tanah kosong.
Sosok Weng Lou muncul di udara, tepat di hadapan iblis hati.
Pedang Kehampaan digenggam erat. Asap hitam segera keluar dari tubuh Weng Lou dan menyelimuti Pedang Kehampaan.
Detik berikutnya, Pedang Kehampaan berubah ukuran menjadi sama besarnya dengan tubuh iblis hati saat ini.
"Haaa!!!!"
*HUSSHHH!!!! TSSSHHH!!!!*
Pedang Kehampaan menebas tubuh iblis hati, mulai dari bahu kiri hingga pinggang kanannya. Namun tebasan itu tidak cukup dalam untuk benar-benar memotongnya seperti sebelumnya.
"GAAAAHHHHH!!!!! MAATIIII!!!!!"
Kedua tombak kapak segera terayun dan siap menebas Weng Lou menjadi tiga bagian.
Pedang Kehampaan di tangan Weng Lou segera mengecil dan menahan salah satu tombak kapak iblis hati.
Karena dia berada di udara, pertemuan kedua senjata membuatnya terlempar tinggi ke udara. Pada saat itulah tombak kapak yang lain datang dan langsung menebas tubuh Weng Lou.
Weng Lou tidak bisa menghindar sepenuhnya dari serangan itu, sehingga yang bisa dia lakukan hanya meminimalisir luka yang akan dia terima.
*TSSSHHH!!!!*
"Eghhh!!!"
Kaki kanan Weng Lou terkena serangan tersebut dan langsung terpotong.
Sama seperti iblis hati, tidak ada darah yang keluar dari bekas potongan di kakinya.
__ADS_1
Ini menjadi bukti bahwa tubuhnya memang tidak nyata.