
Weng Lou yang sudah sangat kelelahan tertidur dengan pulas di atas tanah.
Dia tidak memikirkan apapun saat ini dan hanya ingin beristirahat sebanyak mungkin. Kepalanya sudah terasa akan pecah selama dia memulai proses penyerapan ingatan kehidupan terdahulunya.
Belum lagi dia baru saja selesai membentuk Danau Jiwa nya dan naik menjadi Raja Jiwa.Dia harus membuat tubuhnya terbiasa dengan kekuatan barunya itu sebelum mulai melakukan hal lainnya.
Pada tubuh Weng Lou, tepatnya di jantungnya, segel yang dibuat oleh Zhi Juan tampak mulai memudar dan melemah. Hal ini dikarenakan Weng Lou yang telah mencapai ranah Penguasaan Jiwa. Seperti yang dikatakan oleh Zhi Juan sebelumnya, Weng Lou akan bisa mulai membuka segel miliknya ketika dia berada di ranah Penguasaan Jiwa.
Sumber kekuatan garis darah Ras Ilahi milik Weng Lou adalah potongan dari dimensi asal mula sejati yang memiliki unsur yang berkaitan dengan kegelapan. Dimensi tempat dia berada saat ini sangat cocok dengan miliknya sehingga membuat kekuatan garis darah Ras Ilahi nya di perkuat seiring waktu berlalu.
Tiga hari kemudian, Weng Lou terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya tertidur di atas tanah dalam posisi yang masih sama seperti sebelumnya.
Dia tidak bermimpi apapun saat tidur, yang berarti dia tidur dalam keadaan sempurna karena tidak memikirkan apapun.
Sementara itu, sembilan kehidupan terdahulu Weng Lou tidak terlihat di sekitarnya, yang membuat Weng Lou penasaran dengan hal ini.
"Kemana semua orang?" tanya Weng Lou dengan suara pelan.
Dia bangkit berdiri. Menatap sekitarnya, dia tidak melihat tanda-tanda keberadaan kehidupan terdahulunya. Saat itulah dia menyadari bahwa tubuhnya saat ini sangat kurus, hampir seperti mayat hidup tanpa daging di tubuhnya, hanya tulang dan kulit.
"Karena terlalu fokus dalam penyerapan ingatan, aku sampai lupa untuk makan. Aku sudah tidak memiliki Qi lagi yang bisa membantu tubuhku untuk mendapatkan nutrisi pengganti makanan, sehingga tubuhku sekarang sangat kurus. Seandainya ibu melihat keadaan ku saat ini dia pasti sangat terkejut dan memarahi ku." Weng Lou tertawa pelan dan menggelengkan kepalanya.
Dengan satu pemikirannya, berbagai macam makanan dikeluarkan dari cincin penyimpanan miliknya. Dia tidak mengeluarkan kue kesukaan miliknya, menurutnya kue-kue itu tidak akan membuatnya kenyang dan mengembalikan bentuk tubuhnya, akan lebih baik memakan makanan berat di saat seperti ini, lebih baik lagi jika itu makanan berlemak seperti daging.
__ADS_1
Dia mengambil sepotong besar daging bakar. Daging itu terasa masih hangat meski sudah berbulan-bulan yang lalu, untunglah ruang di dalam cincin penyimpanan memiliki waktu yang sangat lambat berjalan di dalamnya. Satu tahun di dunia nyata mungkin hanya berlalu beberapa menit saja di dalamnya.
Dengan lahapnya dia menghabiskan daging tersebut. Daging sebesar lengannya itu dihabiskannya hanya dalam waktu tidak sampai lima menit. Dia kemudian mengambil makanan yang lain dan menghabiskannya juga hanya dalam waktu beberapa saat saja.
Weng Lou terus makan hingga kemudian seluruh makanan di hadapannya habis tak bersisa. Makanan yang begitu banyaknya hingga bisa disantap oleh sepuluh orang dihabiskannya seorang diri dalam waktu setengah jam.
Dia mengakhiri acara makan-makannya dengan meminum satu guci air hingga habis sampai tak tersisa satu tetes pun darinya.
"Haaaah.......sudah sangat lama aku tidak makan banyak seperti ini. Sudah kuduga makan memang sangat menyenangkan. Untungnya aku sudah menyiapkan banyak makanan sebelumnya." Weng Lou mengelus perutnya yang sedikit buncit dan menghela napas panjang.
Ketika dia menoleh ke satu arah, di melihat sembilan kehidupan terdahulunya berjalan ke arahnya dari kejauhan.
Saat mereka sampai, Weng Lou kehidupan pertama langsung mendecakkan lidahnya dan menggerutu. "Sudah kuduga membiarkan mu beristirahat bukanlah ide bagus. Kebiasaan tidur tanpa menyadari waktu yang berlalu adalah kebiasaan buruk yang tidak bisa dihilangkan sejak kehidupan ku."
Mendengarnya membuat Weng Lou kehidupan sekarang balas berkata kepadanya. "Hei, bukan salahku tubuhku begitu lelah. Lagipula, rencana awalnya adalah aku hanya menyerap setengah jumlah kehidupan terdahulu ku, tapi siapa sangka aku malah berakhir menyerap sembilan puluh ingatan kehidupan? Kau tidak tau betapa lelahnya aku saat itu. Dan aku tidak bisa beristirahat karena harus membuat Danau Jiwa milikku agar bisa naik ke ranah Penguasaan Jiwa setelah selesai menyerap ingatan. Satu lagi, kerusakan pada jiwa ku membuatku sulit untuk mempertahankan kesadaran ku untuk tetap terjaga, sehingga yang bisa kulakukan hanyalah memulihkannya dengan beristirahat dengan cukup."
Dia heran, darimana bakat berbicara ini berasal. Seingatnya bahkan ayahnya tidak memiliki bakat berbicara seperti ini.
Menghela napasnya, dia pun memilih untuk mengalah. Lagipula Weng Lou kehidupan sekarang jauh lebih mudah darinya, dia bahkan belum berusia tujuh belas tahun, yang mana berarti dia belum benar-benar dewasa secara umur.
"Kau bisa mengatakan apapun yang kau mau, lagipula kau sudah tertidur selama tiga hari dan waktu tidak bisa diputar ulang. Sekarang, karena kau sudah selesai beristirahat, kita akan memulai proses pembentukan Inti Ilahi mu."
Dia bersama delapan kehidupan terdahulu Weng Lou yang lain segera duduk mengelilingi Weng Lou kehidupan sekarang. Kesembilannya melakukan beberapa gerakan tangan yang membentuk suatu pola aneh.
__ADS_1
Weng Lou kehidupan sekarang yang menyaksikan kesembilannya segera terdiam di tempatnya. Dia tidak tau harus melakukan apa. Tidak ada yang memberitahunya apa yang harus dia lakukan untuk menciptakan Inti Ilahi miliknya.
Dan dia memang tidak perlu tau, karena kesembilan kehidupan terdahulunya yang akan membantunya dalam prosesnya.
"Kau cukup duduk diam di tempat mu. Konsentrasi pada bagian jantungmu. Cobalah untuk melepas satu persatu segel yang ada di sana. Setelah itu, kendalikan asap hitam yang keluar jantung menuju bagian atas dari Danau Jiwa, lalu padatkan hingga mengeras seperti batu. Terserah kau mau membentuk nya seperti apa, yang penting buat agar asap-asap itu mengeras seutuhnya," jelas kehidupan pertama Weng Lou.
Weng Lou kehidupan sekarang segera mengangguk dan duduk di tanah. Dia memejamkan matanya dan merasakan segel-segel yang ada pada jantungnya.
Segel-segel ini diciptakan oleh Zhi Juan untuk menekan kekuatan garis darah Ras Ilahi miliknya agar tidak merusak tubuhnya sendiri. Meskipun semua segel ini sangat kuat dan bahkan sanggup membuat Weng Lou pingsan karena serangan balik dari dirinya yang berusaha melepaskan segel waktu masih di ranah Penyatuan Jiwa, namun sejak dia naik ke ranah Penguasaan Jiwa, semua segel ini menjadi jinak kepadanya dan bahkan menuruti perintahnya.
Lepaskan! Dengan satu pikiran itu, semua segel tersebut langsung terlepas seketika dari jantungnya, seolah segel-segel itu hanya seperti dedaunan yang menempel pada tubuhnya dan bisa dia sapu menggunakan kedua tangannya tanpa banyak usaha.
Segera, asap hitam dalam jumlah besar keluar dari dalam jantung nya yang kemudian segera terisap ke dalam Dantian miliknya. Asap itu menuju bagian atas dari Danau Jiwa Weng Lou yang kemudian segera dikumpulkan lalu ditekan menjadi padat.
Dantian Weng Lou sebenarnya sudah tidak ada lagi karena diambil kembali oleh Zhi Juan. Yang sekarang ada padanya adalah Dantian yang terbentuk secara alami dari Kekuatan Jiwa miliknya. Meskipun bukan berbeda dari Dantian pada umumnya, dan fungsinya berbeda dari kebanyakan Dantian, namun Dantian itu masih bisa dipakai oleh Weng Lou.
Terima kasih kepada para jiwa yang dia bantu waktu berada di Sekte Bambu Giok.
Dengan Weng Lou yang mulai memadatkan asap-asap hitam, sembilan kehidupan terdahulu Weng Lou mulai melakukan tugas mereka. Menggunakan pola-pola gerakan tangan yang mereka lakukan, sepotong dimensi yang tersembunyi di udara tiba-tiba terlihat saat langit tampak robek.
Potongan dimensi itu berwarna hitam pekat dan aura hitam mencekam terpancar keluar darinya.
""Mengambil alih langit, mengambil alih dunia, memerintah selama-lamanya! Pecahan dari kekacauan! Simbol kehancuran! Wujud nyata dari kematian! Hancurkan cahaya terang, dan menyatulah dengan kegelapan! Tutupi seluruh bintang dengan bayangan rasa takut! Kami mengambil alih, Dimensi Hampa!""
__ADS_1
Setelah seruan itu dilantunkan, pecahan dimensi itu bergetar hebat dan mulai mendekat ke atas kepala Weng Lou kehidupan sekarang.
Saat benar-benar dekat dengan tubuhnya, pecahan dimensi itu menjadi seperti ilusi yang kemudian dipindahkan ke dalam Dantian Weng Lou, tepatnya di atas Danau Jiwa nya.