Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 701. Bertanggung Jawab


__ADS_3

Absolute Void, penguasa dari Kehampaan itu sendiri.


Tidak ada yang lebih hebat atau kuat dalam mengendalikan kekuatan kehampaan selain Absolute Void itu sendiri.


Itu adalah maksud dari menjadi Absolute sesungguhnya. Mutlak.


Saat Kong Lou masih hidup, tidak ada Absolute Void. Meski dia adalah seorang Immortal, namun kekuatannya atas Kehampaan membuat tidak ada orang lain yang bisa menjadi Absolute Void.


Ketika dia mati, barulah ada seseorang yang menjadi Absolute Void.


Status dari seorang Absolute tidak bisa diganggu gugat sampai sang Absolute itu sendiri mati.


Lalu bagaimana dengan kekuatan penciptaan milik Zhi Juan, sang Absolute Author? Bukankah kekuatannya sama dengan The Beginning yang juga bisa menciptakan segala sesuatu dengan kekuatannya? Bagaimana bisa dia menjadi seorang Absolute jika ada orang lain yang memiliki kekuatan yang sama namun jauh lebih kuat darinya?


Jawabannya mudah, itu karena Absolute Author tidak hanya terikat pada kekuatan penciptaan suatu benda atau makhluk hidup, melainkan segala sesuatu. Bahkan kekuatan Absolute Author juga berkaitan dengan pemusnahan, kehancuran sesuatu.


Itu adalah kekuatan Author! Author tidak hanya membuat, tapi juga menghancurkan. Dalam suatu cerita, sang Author lah yang menentukan segalanya. Dia bisa membuat segala sesuatu menjadi mungkin dalam ceritanya.


Sementara itu, Weng Lou yang kini menjadi Absolute Void memiliki kekuatan Kehampaan yang tak tertandingi. Tidak ada orang lain yang memiliki kekuatan kehampaan yang setara atau lebih kuat darinya saat ini.


"Jadi ini kekuatan Absolute sejati. Rasanya tubuhku dipenuhi dengan kekuatan yang melimpah dan bisa ku gunakan kapan saja hanya dengan satu pikiran dariku," ujar Weng Lou sambil mengepalkan tangannya.


"Ya....begitulah rasanya menjadi seorang Absolute sejati. Kekuatan kehampaan mu merupakan salah satu kekuatan tertinggi dari segala bentuk kekuatan di dunia ini, sama dengan kehancuran, kemusnahan, penciptaan, dan beberapa lainnya. Artinya, meski kau baru saja menjadi Absolute sejati, namun kau sebanding dengan para Absolute tingkat tinggi yang telah menjadi Absolute selama ribuan tahun lamanya," jelas Kong Lou pada Weng Lou.


Setelah beberapa saat membiasakan diri dengan kekuatan pada tubuhnya, Weng Lou pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke Dimensi Asal Mula.


Dia melesat sangat cepat, menuju ke arah Dimensi Asal Mula. Tanpa sayap di punggungnya, kecepatannya sudah sangat menakjubkan. Hanya dalam lima detik, jarak seratus juta kilometer telah dilewatinya.


Ini benar-benar luar biasa. Tidak hanya kekuatannya saja yang meningkat, tapi juga kecepatannya.


Jarak satu miliar kilometer berhasil ditembuhnya kurang dari satu menit.


Dia segera membuka lubang dimensi dan memasuki Dimensi Asal Mula tanpa menunda apapun.


Begitu dia kembali, dia muncul di Desa Fenmu dan di kejutkan dengan pemandangan tanaman obat-obatan dan sayuran yang begitu subur.


"Menurut ingatan yang kumiliki, tidak ada tempat seperti ini di Desa Fenmu."

__ADS_1


Dia teringat dengan pertemuannya dengan wanita di Desa Fenmu yang terlihat berusia dua puluhan dan memilih tetap tinggal di desa meski semua penduduk desa yang lain memilih beristirahat dalam ketenangan abadi.


Weng Lou langsung bisa menebak dirinya sedang berada di mana saat ini.


Benar saja, beberapa saat setelah kemunculannya, terdengar bunyi langkah kaki yang bergerak mendekatinya. Dia menoleh dan menatap sosok wanita yang sama dengan yang waktu itu.


Terlihat dia berjalan dengan membawa sebuah pot tanaman yang ukurannya dua kali besar tubuhnya, namun dia mengalami kesulitan sedikitpun saat membawanya. Kekuatan seorang di ranah Penyatuan Jiwa bukan hanya pajangan.


Meski dengan tubuh kecilnya, dia seharusnya bisa mengangkat sebuah rumah tanpa kesulitan berarti.


Weng Lou menoleh ke bawah, dia melihat sebuah tanaman obat yang merupakan Ginseng Giok berusia ratusan tahun diinjaknya.


Firasat buruk segera dirasakan oleh Weng Lou. Dengan cepat dia berpindah tempat dan menghilangkan keberadaannya.


Saat wanita itu datang di tempat sebelumnya Weng Lou berada, pot di tangannya segera terjatuh dan dia menatap kosong pada Ginseng Giok yang telah diinjak oleh Weng Lou.


"Siapa......Siapa yang berani-beraninya menghancurkan tanaman ku?" Wanita itu bertanya dengan nada dingin menggunakan Kekuatan Jiwa nya yang terpancar ke seluruh Desa Fenmu.


Sulur-sulur tanaman segera muncul dari dalam tanah dan menyebar ke segala arah.


Weng Lou yang melihat ini merasa cukup terkejut. Tidak dia sangka wanita yang terlihat begitu tenang dan lembut bisa menjadi wanita yang begitu menakutkan saat marah.


Namun wajahnya menjadi jelek saat melihat peristiwa yang terjadi selanjutnya.


Wanita itu menangis di tempatnya. Weng Lou langsung merasa buruk karena hal ini.


"Hei, kau ini pria. Seorang pria harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. Segera keluar dan pertanggungjawabkan perbuatan mu." Kong Lou segera berbicara di dalam kepala Weng Lou.


Weng Lou tersenyum kecut mendengarnya. Dia menghela napas dan akhirnya melangkah mendekat pada wanita itu.


Begitu dia menunjukan keberadaannya, wanita yang sedang menangis itu segera menoleh pada Weng Lou. Puluhan sulur tanaman segera keluar dari dalam tanah dan mengarah pada Weng Lou.


Dengan cepat Weng Lou mengangkat tangannya, menunjukkan bahwa dia bukan musuh.


Wanita itu segera menyadari identitas Weng Lou dan buru-buru menghentikan sulur-sulur tersebut. Sulur-sulur itu berhenti tepat satu jengkal dari tubuhnya.


"Ah, maafkan aku, Kepala Desa. Aku tidak tau itu adalah kau," ujar wanita itu lewat telepati dan segera menarik kembali sulur-sulur tanaman dari hadapan Weng Lou.

__ADS_1


Dia terlihat malu terhadap perbuatannya sebelumnya dan berjalan mendekati Weng Lou sambil menunduk malu.


"Ehem.....akulah yang menginjak Ginseng Giok milik mu sebelumnya. Aku minta maaf karena tanpa sengaja menginjaknya. Akan ku lakukan apapun untuk menebusnya," kata Weng Lou yang berdeham pelan sambil berbicara dengan nada tidak enak.


Wanita itu berkedip. Dia mengangkat kepalanya dan menatap pada Weng Lou.


"Apapun?" tanyanya memastikan.


Weng Lou diam sejenak.


Dia tidak akan meminta yang aneh-aneh.......kan?


"Ehem........aku akan berusaha melakukan semampu ku," jawabnya.


"Kalau begitu, bawa aku ke tempat di mana banyak tanaman-tanaman langka yang tidak ada di kebun ini," kata wanita itu dengan raut wajah serius.


"Eh? Hanya itu?" Wajah Weng Lou kebingungan.


"Apa maksud anda 'hanya itu'? Tanaman-tanaman adalah hal yang berharga! Banyak tanaman yang belum pernah aku lihat karena hidup di dalam desa sepanjang hari. Aku mengabdikan diri ku untuk tanaman-tanaman yang ada di kebun ini! Jika Kepala Desa merasa bersalah, maka bawa aku ke sebuah tempat di mana aku bisa menemukan berbagai macam tanaman yang tidak pernah ku lihat sebelumnya!"


Wanita itu tampak sangat serius dan tegas. Sepertinya dia memang mencurahkan hidupnya pada tanaman-tanaman.


Weng Lou menghela napas dan berbicara, "Bukan seperti itu, aku hanya terkejut kau meminta sesuatu yang begitu sederhana. Baiklah, aku akan membawa mu ke tempat seperti itu. Kapan kau mau pergi? Sekarang juga?"


"Tu-Tunggu sebentar! Aku akan mempersiapkan diriku! Beri aku waktu setengah hari!"


Dengan cepat wanita itu menarik kembali Kekuatan Jiwa nya dan bergegas pergi ke dalam rumah yang dia tinggali, tepat di samping kebun tempat mereka berada.


Weng Lou yang melihatnya hanya bisa tersenyum. Tingkahnya benar-benar lucu.


"Untungnya kebun tanaman obat pribadiku di Kediaman Keluarga Leluhur Weng memiliki semua jenis tanaman yang telah ku kumpulkan selama ribuan tahun," gumam Weng Lou sambil bernafas lega.


"Bukannya Penasehat mu yang bernama Weng Guwen itu sudah mengambil alih kebun mu setelah kau mati di kehidupan sebelumnya? Aku yakin dia sudah mengosongkannya sekarang, mengingat sudah satu bulan lebih berlalu semenjak kepergian mu. Tidak mungkin dia meninggalkan tanaman-tanaman itu di dalam Istana Leluhur Weng ketika seluruh Dimensi Asal Mula akan hancur."


Kong Lou yang sedang memeriksa ingatan Weng Lou segera berbicara padanya.


Mendengar itu, Weng Lou segera terkejut karena baru mengingatnya.

__ADS_1


"Ini buruk. Satu-satunya tempat lainnya yang kutahu memiliki berbagai jenis tanaman yang tidak ada di kebun ini adalah kebun tanaman obat ku di Dimensi Weng. Aku tidak yakin apakah Jembatan Dimensi masih terbuka sampai sekarang."


Weng Lou menggosok keningnya. Jika dia tau hal ini akan terjadi, seharusnya memindahkan seluruh kebunnya waktu mengunjungi Istana Leluhur Weng waktu itu.


__ADS_2