
Di saat semua bagian arena sedang terjadi pertarungan yang sengit untuk merobohkan masing-masing kelompok peserta yang ada, situas yang berbeda terjadi salah satu daerah pinggiran arena, dimana banyak sekali tubuh peserta tergeletak di tanah.
Kondisi mereka lebih dari setengah telah mati, dan sisanya berada dalam kondisi sekarat, hanya masalah waktu sampai mereka mati seperti yang lainnya.
Di tengah-tengah tubuh para peserta yang terbaring di atas tanah itu, berdiri seorang pemuda yang menatap dengan dingin para peserta turnamen yang sedang melihatnya dengan ekspresi ketakutan dari kejauhan.
Pemuda itu melipat kedua tangannya di depan dada, dan kemudian berjongkok di tempat nya.
"Hei, berapa jumlah keseluruhan kelompok kalian?" tanya pemuda itu pada seorang peserta yang terbaring sekarat di bawahnya.
"Ka-Kami hanya 50 orang..." jawab peserta yang ditanya oleh pemuda itu dengan suara lemas.
Bukannya kasihan karena kondisi peserta itu, pemuda itu justru langsung menginjak kepalanya begitu mendengar jawaban dari peserta itu.
Pack!
"Agh-!!"
"Jangan mencoba berbohong padaku. Meskipun kondisi mu sekarat sekalipun, aku tidak akan pernah menaruh rasa kasihan pada musuhku.
Jelas sekali orang-orang yang telah aku kalahkan ini berjumlah hampir seratus orang, dan kau bilang hanya 50? Bahkan anak kecil sekalipun tau bahwa kau itu berbohong," ucap pemuda itu dengan dingin.
Menarik rambut peserta itu, dia mengangkatnya tinggi lalu kemudian melempar tubuhnya ke arah peserta yang berada di kejauhan.
Peserta itu segera di tangkap oleh mereka dan buru-buru di bawa ke belakang mereka.
"Cih, aku pikir hanya Wudi Ge saja yang akan menjadi masalah dalam Turnamen Beladiri Bebas tahun ini, tapi sepertinya ada serangga pengganggu lainnya di sini."
Dari antara para peserta itu, keluar seorang pemuda yang sebelumnya berbicara dengan Wudi Ge sebelum turnamen dimulai.
Dia mengangkat sabit besar miliknya, dan menunjukkannya ke arah pemuda itu yang berjarak dua puluh meter darinya.
"Hei, kau!!! Jangan membuatku marah!!! Aku sudah cukup jengkel melihat wajah Wudi Ge di Turnamen Beladiri Bebas tahun ini, sekarang ada seorang pemuda yang juga membuat masalah bagiku, apa kau cari mati, huh?!" pemuda itu berseru lantang.
Pemuda yang ditunjuk itu memiringkan kepalanya dan kemudian mengangkat rambut yang menutupi wajahnya, memperlihatkan identitas sebenarnya dari pemuda itu.
Dia adalah Yang Guang, pemuda yang sama dengan yang ditemui oleh Weng Lou di restoran dan Rumah Obat beberapa minggu yang lalu.
"Huh?! Kau bicara apa sialan?! Membuat mu marah? Justru kau yang membuat ku marah!!"
Yang Guang menatap dengan dingin pemuda dengan sabit itu, dari tangannya keluar cahaya terang yang kemudian dengan sangat cepat melesat melewati tubuh pemuda itu.
Psh-
"Agh-!!!"
Pemuda dengan sabit itu langsung terbekuk lutut dan memegangi pundak kanannya yang memegang sabit milikinya.
__ADS_1
Tang!
Sabitnya terjatuh ke tanah. Pemuda itu meringis kesakitan di tempatnya. Darah keluar dari pundak kanannya begitu cahaya dari tangan Yang Guang melewatinya.
"Kau....berani kau!"
"Hmp! Hanya membuang waktu saja. Kau bahkan tidak layak melawan ku. Menyingkir dari hadapan ku, sebelum aku membunuhmu," ucap Yang Guang dengan dingin.
Trak....prakk...buck...tss...
Tepat selesai Yang Guang berbicara, semua peserta yang ada di dekat pemuda itu terjatuh ke tanah, tak bernyawa.
Pemuda itu bergidik ngeri, dan tubuhnya bergetar ketakutan menyaksikan itu.
"Apa-apaan sialan ini?! Kekuatannya hampir menyamai Wudi Ge, tapi kecepatannya jauh melebihinya. Siapa dia?! Aku belum pernah mendengar apa pun tentang pemuda ini sebelumnya."
Beberapa saat hening, pemuda itu masih mencoba mengingat-ingat, apakah dia pernah mendengar tentang Yang Guang sebelumnya. Tapi setelah waktu berselang selama 30 detik, dia masih tidak tau siapa Yang Guang.
Yang Guang sendiri sudah pergi dari tempat itu, meninggalkan pemuda itu sendirian sambil berlutut di tanah.
Saat menyadari bahwa Yang Guang telah pergi, pemuda itu bangkit berdiri kembali dan buru-buru mengambil sabit milikinya, lalu bergegas pergi dari situ.
Instingnya mengatakan, jika seandainya dia bertemu kembali dengan Yang Guang, maka kesempatannya untuk selamat ada 0 besar.
***
Terlihat banyak peserta yang berhasil dikalahkan oleh Weng Lou, Weng Wan, dan Weng Ying Luan.
Mereka bertiga saat ini sudah kembali bergabung dengan yang lainnya setelah memindahkan para peserta yang telah mereka kalahkan.
"Kurasa ini sudah cukup, sekarang ayo kita mulai rencana kita," ucap Weng Lou sambil memandang luas tempat sekitar mereka.
"Berpikir bahwa kalian benar-benar melakukannya hanya bertugas aja, itu cukup mengagumkan."
Jian Qiang yang memuji ketiganya.
Para peserta yang telah dikalahkan oleh Weng Lou, Weng Ying Luan, dan Weng Wan memiliki kekuatan berkisar dari ranah Pembersihan Jiwa tahap 6 awak, hingga yang paling kuat berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 8 menengah.
Meskipun kekuatan para peserta ini tidaklah sekuat Weng Lou dan yang lainnya, tetapi mereka memiliki jumlah jauh lebih besar dari ketiganya.
Mengalahkan mereka kurang dari setengah jam adalah sesuatu yang benar-benar luar biasa menurut Jian Qiang.
"Hahaha...itu bukan apa-apa, mereka bahkan tidak bisa membuatku berkeringat," balas Weng Ying Luan.
"Ya, kau benar. Aku bahkan belum sempat mengeluarkan setengah kekuatan fisik ku." Weng Wan ikut berpendapat.
Weng Lou tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya mendengar yang diucapkan oleh mereka berdua.
__ADS_1
Dia lalu menatap ke arah Jian Qiang dan mengangguk ke arahnya. Jian Qiang berkedip sekali melihat itu, kaku menghela napasnya.
Dirinya yang sedang duduk di tanah, perlahan bangkit berdiri dan kemudian berjalan melewati Weng Lou.
Dia kemudian berhenti berjalan dan memejamkan matanya selama beberapa saat.
Tak lama kemudian, kekuatan jiwa miliknya melonjak keluar dari dalam dirinya, dan meluas ke seluruh lapangan arena dalam hitungan 3 detik sebelum kemudian kembali masuk ke dalam dirinya.
Ketika dia melakukan hal itu, semua peserta Turnamen Beladiri Bebas yang berada di ranah Penyatuan Jiwa, berhenti melakukan pertarungan mereka dan sama-sama menatap ke satu arah, yaitu tempat di mana Jian Qiang, dan kelompok Weng Lou berada.
Jian Qiang pun membuka matanya setelah kekuatan jiwanya kembali masuk ke dalam dirinya. Dia pun mengangkat tangannya, lalu menunjuk ke salah satu arah.
"Di sana, salah satu peserta yang ada di daftar milikmu, Ju Chui, si Penghancur Karang."
Apa yang dilakukan oleh Jian Qiang, adalah memindai seluruh lapangan arena, sehingga dia bisa melihat dan mengetahui posisi dari seluruh peserta yang ada di lapangan arena ini.
Meskipun begitu, cara ini sangat beresiko karena jika dilakukan maka orang lain yang berada dalam daerah dengan kekuatan jiwa itu dilepaskan juga akan bisa mendeteksi keberadaannya.
Tapi itu hanya jika mereka berada di ranah Penyatuan Jiwa, karena kekuatan jiwa yang dilepaskan oleh Jian Qiang tidaklah terlalu banyak. Hanya mereka yang sensitif terhadap kekuatan jiwa saja yang dapat merasakannya.
"Ju Chui? Apakah dia sendirian?" tanya Weng Lou pada Jian Qiang.
Jian Qiang segera menggelengkan kepalanya, "Dia saat ini sedang bertarung dengan 2 orang peserta yang berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 1."
Mendengarnya Weng Lou pun mengelus dagunya sambil berpikir keras.
"Hm? Ada orang lain sepertinya yang datang karena merasakan kekuatan jiwa ku." Jian Qiang kembali berbicara, membuat perhatian Weng Lou segera teralih padanya.
"Siapa? Apa dia salah satu dari mereka yang ada di daftar?"
"Tidak, kali ini adalah sekelompok peserta yang berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 9 puncak. Sepertinya mereka bergegas ke sini setelah merasakan kekuatan jiwa ku."
Jian Qiang menunjuk ke enam arah yang berbeda, dimana terlihat enam orang peserta sedang melesat ke arah kelompok mereka.
Keenam peserta ini jelas tidak berasal dari kelompok yang sama dilihat dari arah datang dan juga pakaian yang mereka kenakan.
"Hahaha....ternyata hanya sekelompok anak ingusan, betapa beruntungnya aku!" seru salah satu peserta itu.
"HIHIHIHI!!!! Ada gadis yang sangat cantik di sini ternyata. Hei nak, bagaimana gadis secantik dirimu ada di tempat ini?! Ayo, ikut dengan ku, akan jaga kau."
Satu persatu keenam orang peserta yang berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 9 itu sampai di hadapan kelompok Weng Lou dan mengeluarkan napsu membunuh mereka semua tanpa menyadari keberadaan Jian Qiang di tempat itu.
"Kalian bisa mengatasi mereka?" tanya Jian Qiang.
"Tidak perlu khawatir, mungkin mereka bisa membuat pemanasan kami menjadi lebih baik," balas Weng Lou.
Weng Lou, Weng Ying Luan, dan Weng Wan melangkah maju dan berhadapan dengan keenam peserta itu tanpa rasa takut sedikitpun ditampilkan oleh mereka.
__ADS_1