Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 370. Menguji Kekuatan (II)


__ADS_3

Weng Ying Luan tersenyum lebar dan kemudian mulai menarik tangan kanannya yang memancarkan cahaya keemasan dari Qi nya.


Tenaga dalam yang ada di sekitarnya diserapnya dan diubahnya menjadi Qi saat itu juga lalu mulai dia tumpuk pada telapak tangannya.


Cahaya itu terus bertambah, hingga menyamai cahaya dari kepala naga yang diciptakan oleh kelompok Weng Tie.


"MATIII KALIAAANN SIALAAANNNN!!!!"


Weng Tie berseru nyaring, lalu mengayunkan tangannya, dan mengarahkan kepada Weng Ying Luan dan yang lainnya.


Kepala naga itu pun terbang dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat, namun aura yang dikeluarkan olehnya sangat lah kuat.


Dalam rentang waktu terbangnya itu, tubuh transparan dari kepala naga itu pun terbentuk, dan mulut kepala naga itu pun terbuka lebar.


Roaaaaarrrr!!!!!


Auman keras terdengar dari kepala naga itu, dan membuat buku kuduk siapa saja yang mendengarnya pasti berdiri.


Weng Lou terpana melihat serangan itu. Menurutnya itu adalah salah satu dari banyaknya teknik serangan terindah yang pernah ia lihat. Dia kemudian melihat ke arah Weng Ying Luan yang juga sudah selesai mempersiapkan serangannya.


Weng Ying Luan menapakkan satu kali kaki kanannya ke depan, lalu kemudian mendorong maju tangan kanan dengan sangat kuat.


PSSSHHHHH!!!!!!


Sebuah serangan energi layaknya sebuah pilar bercahaya melesat dari tangan kanannya yang bercahaya terang, dan kemudian menabrak kepala naga itu.


FHUUUUSSSHHHH!!!!!


Kepala naga itu lenyap bagai debu yang ditiup oleh angin, sementara pilar cahaya itu terus melesat dan mengarah pada Weng Tie dan rekannya yang lain.


Mulut mereka semua terbuka lebar menyaksikan hal itu. Teknik andalan mereka selama ini berhasil dipatahkan oleh Weng Ying Luan dalam satu serangan, dan itu bahkan masih mengarah pada mereka bertujuh.


Apakah mereka akan mati hari ini?


Begitu pemikiran tersebut muncul dalam pikiran mereka, sosok Weng Baohu Zhe sudah muncul tepat di hadapan mereka bertujuh, dan menciptakan sebuah pelindung dari Qi miliknya


BAMM!!!! BRAACKKKK!!!!!


Akan tetapi, nyatanya pelindung itu langsung pecah begitu saja terkena serangan dari Weng Ying Luan. Dahi Weng Baohu Zhe mengerut melihat itu. Dia langsung menciptakan tiga buah pelindung lainnya, yang jauh lebih kuat dari pelindung sebelumnya.

__ADS_1


BRUACK! BRACKK! SRKK!!!


Dua pelindung yang dibuatnya hancur setelah menahan serangan itu selama beberapa saat, dan pelindung terakhirnya mengalami keretakan, tepat begitu pilar cahaya tersebut berhenti.


Napas Weng Baohu Zhe tertahan selama beberapa detik setelah menahan serangan mamtikan itu.


"Anak ini, dia bersungguh-sungguh ingin membunuh Weng Tie dan yang lain. Jika tidak segera kutahan maka mereka bertujuh sudah pasti akan mati!" Weng Baohu Zhe berbicara dalam hatinya. Serangan dari Weng Ying Luan benar-benar membuatnya harus dengan serius menilai kekuatan miliknya.


Sementara dibelakang Weng Ying Luan, Weng Lou bersiul kagum menyaksikan serangannya itu, lalu bertepuk tangan dan tersenyum, sedangkan Weng Ying Luan masih pada posisinya dan tersengal-sengal. Terlihat sebuah senyum kepuasan dari wajahnya.


Tadi merupakan teknik yang telah lama ia ingin coba, namun belum memiliki kesempatan untuk memakainya dalam melawan seseorang karena dia tidak cukup yakin lawannya dalam beberapa waktu ini ada yang sanggup menahan serangan tersebut.


Teknik ini menggunakan dua pertiga dari jumlah Qi yang dia miliki, dan membuatnya harus mampu menahan dan menampungnya pada satu titik, laku dilepaskan secara teratur.


Efek dari serangan itu adalah melepaskan serangan energi berbentuk pilar seperti sebelumnya yang mampu menghancurkan apa saja yang ada di depannya selama kekuatannya tidak berada di atas Ranah Penyatuan Jiwa tahap 1 puncak.


Pelindung yang dikeluarkan oleh Weng Baohu Zhe sebelumnya hanya memiliki ketahanan untuk menahan serangan yang berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 1, itu sebabnya serangan pilar cahaya dari Weng Ying Luan mampu menembus tiga pelindung Qi nya.


"Hei Luan, kau beri nama apa serangan tadi?!" tanya Weng Lou bersemangat. Mungkin saja dirinya bisa menirunya dan menggunakannya dalam pertarungan di Turnamen Beladiri Bebas nantinya.


"Nama yah....sebut saja Pilar Penghakiman!!" jawab Weng Ying Luan dengan nada bangganya.


"Kau tertawa? Nama itu jauh lebih bagus dari pada nama teknik pedang yang kau ciptakan ketika kau masih di Dasar Pondasi. Teknik Pedang Surgawi? Ha! Surgawi kepala mu!" Ye Lao mengolok Weng Lou dan membuatnya terdiam.


Dia jadi teringat nama teknik-teknik beladiri yang telah ia ciptakan semasa dia masih di Dasar Pondasi dulu, dan itu sangat memalukan pikirnya. Dirinya sangat ingin menggali lubang, dan mengubur dalam-dalam ingatan memalukan itu.


"Kumohon, jangan membahas lagi tentang itu... itu benar-benar memalukan," ucap Weng Lou dalam hatinya kepada Ye Lao.


"Aku jadi teringat nama Pedang Naga Malam yang kau sarankan waktu itu. Aku benar-benar berpikir kau itu tak pandai dalam memberi nama sesuatu muridku...." Qian Yu ikut berbicara dan membuat wajah Weng Lou sedikit memerah.


"Ah! Kumohon hentikan!!" jerit Weng Lou dalam hati.


Lin Mei yang melihat perilaku Weng Lou yang sedikit aneh, berjalan mendekatinya dan menepuk pundaknya.


"Hei, kau tidak apa?" tanya Lin Mei dengan raut wajah sedikit khawatir.


Weng Lou segera menoleh dan menatapnya.


"Ah, tidak apa-apa. Aku hanya melamun tadi." Weng Lou menjawab dengan cepat.

__ADS_1


Di dalam hutan Jian Qiang yang menyaksikan semuanya itu tampak terpana, dia tidak menyangka Weng Ying Luan mampu memberikan serangan sebesar itu.


Dia yakin jika orang yang berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 1 pasti tak bisa berkutik sama sekali menghadapi serangan seperti itu.


"Anak ini....tidak menyangka dia bisa memberikan serangan dengan daya rusak sebedar itu. Bahkan penghalang dari Qi ranah Penyatuan Jiwa tahap 2 bukan apa-apa baginya," ucap Jian Qiang sambil tersenyum kecil.


Sementara itu, Weng Wan, Weng Hua, dan Weng Ning yang melihat pertarungan mereka sampai tak bisa berkata-kata.


Kekuatan yang ditunjukkan oleh Weng Ying Luan benar-benar membuat mereka bergidik ngeri sekaligus kagum.


Dari sekian banyaknya murid di Keluarga Leluhur Weng, tidak ada yang sekuat Weng Ying Luan. Weng Tie dan rekannya yang lain benar-benar mendapat masalah kali ini, pikir mereka bertiga.


Tapi kemudian, mereka melihat sosok Weng Ying Luan yang tampak sangat lelah setelah mengeluarkan teknik miliknya, apakah serangan tadi ikut mempengaruhinya?


"Dia benar-benar kuat," ucap Weng Ning denga ekspresi masih terkejut.


"Yah, dia sangat kuat. Jika bukan karena Tetua Baohu Zhe menyelamatkan Weng Tie dan yang lain, mereka pasti sudah mati hari ini," celoteh Weng Hua.


"Namun meski begitu, serangan tadi sepertinya sudah menghabiskan banyak Qi dari orang itu, lihat, dia seperti sudah sangat kelelahan." Weng Wan berbicara sambil menunjuk Weng Ying Luan.


Kembali kepada Weng Ying Luan, dia saat ini masih diam di posisinya dan terus menarik napas dalam dan membuangnya dengan lembut selama beberapa saat sebelum kemudian menoleh ke arah Weng Lou.


"Kau ambil alih, aku sudah cukup puas mengetes teknik milikku," kata Weng Ying Luan yang kemudian melangkahkan kakinya dan berjalan melewati Weng Lou.


Weng Lou tersenyum mendengar itu, lalu kemudian melangkahkan kakinya dan berjalan mendekat ke arah Weng Wan, Weng Hua, dan Weng Ning yang masih diam di tempat mereka.


Senyumnya semakin lebar begitu dia melihat sosok Weng Wan dan yang lainnya lebih dekat.


Weng Baohu Zhe terkejut melihat Weng Lou yang berjalan ke arah Weng Wan, Weng Hua, dan Weng Ning, dan berniat untuk segera menghentikannya. Tapi kemudian, dia merasakan kekuatan jiwa menabrak dirinya, dan memaksanya untuk tetap dia di tempatnya.


Itu adalah Jian Qiang yang ada di dalam hutan. Dia masih mau menonton lebih jauh lagi, jika Weng Baohu Zhe menghentikan Weng Lou saat ini, maka itu tidak akan menarik pikirnya.


"Ayo serang aku kalian bertiga, apa kalian ketakutan sampai tidak bisa bergerak sama sekali?" Weng Lou bertanya kepada ketiganya dengan senyuman di wajahnya.


"Ning......apa yang harus kita lakukan?" bisik Weng Hua kepada Weng Ning di sampingnya.


"Aku...tidak tau.... kekuatannya jauh lebih lemah dari rekannya sebelumnya, tapi dia sudah berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 7, yang 1 tahap lebih tinggi dari kita semua....."


"Kalian diam di sini saja, dan bantu aku dengan serangan jarak jauh.....biar aku yang menghadapinya." Mendadak Weng Wan berbicara dan melangkah maju meninggalkan sosok Weng Hua dan Weng Ning dibelakangnya.

__ADS_1


Dia menarik dua buah golok miliknya dari sarungnya, dan mengeluarkan hawa bertarung yang kuat dari tubuhnya. Dirinya siap bertarung melawan Weng Lou.


__ADS_2