Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 682. Weng Lou Melawan Unknown God


__ADS_3

Sosok Weng Lou seperti angin topan dalam asap hitam ketika mengerahkan tinjunya. Di sisi lain, Unknown God tampak seperti raksasa yang bergerak seperti cheetah, sangat cepat.


Pukulan keduanya saling mengenai satu sama lain, benturan keras terjadi.


Seluruh wilayah bekas Danau Weng berguncang.


Ledakan besar melanda pusat Daratan Utama. Danau Weng sebelumnya sudah memiliki luas satu perlima dari luas keseluruhan Daratan Utama, tapi ledakan dari bentrokan pukulan Weng Lou dan Unknown God membuat kawah menjadi jauh lebih luas.


Setengah dari wilayah Daratan Utama terkena dampak pukulan keduanya.


Kini wilayah Daratan Utama sudah tidak sama lagi seperti sebelumnya. Tidak ada lagi pegunungan, lembah, ataupun sungai-sungai yang mengalir sejauh mata memandang.


*PHSSSHHHH!!!!*


Gunung-gunung berapi meledak seperti balon dan memuntahkan lahar panas ke segala arah.


Lava mulai mengalir dari dalam kawah yang tercipta. Karena bentrokan Weng Lou dan Unknown God, kawah menjadi sangat dalam hingga menyentuh aliran lava di bawah tanah.


Lahar menetes pada tubuh keduanya, tapi tidak ada satupun yang menunjukkan reaksi sedikitpun, seolah lahar itu tidak lebih seperti air bagi mereka.


"Kalian para manusia telah melewati evolusi kalian, sehingga kekuatan kalian telah lama berhenti berkembang lebih jauh! Berbeda dengan kalian, aku tidak mau puas dengan kekuatan ku yang saat ini! Aku ingin terus berkembang! Terus berevolusi lebih jauh lagi! Aku ingin menjadi makhluk yang sempurna dan tak terkalahkan!"


*Bruackkk!!!*


Tanpa aba-aba, Unknown God melepaskan tinju lainnya yang segera direspon oleh Weng Lou menggunakan tinjunya yang lain juga.


"Akan tetapi, disaat aku masih dalam tahap evolusi menuju kesempurnaan ku, kau dan Zhi Juan malah datang dan mengganggu ku!!! Aku tidak akan memaafkan kalian berdua!!! Karena kalian!!! Evolusiku terhenti waktu itu!!!!! Kalian dua makhluk rendahan sialan!!!! Beraninya kaliaaaannnn!!!!!!"


Unknown God mengamuk lebih jauh. Kini dia menarik kembali kedua tangannya, hanya untuk melepaskan pukulan yang lebih banyak lagi.


*Brakk!!! Bdebuk!!! BAMM!!!*


Tinjunya seperti air hujan. Itu dilepaskan dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata. Bahkan seorang Absolute biasa seperti Weng Lou akan merasa kesulitan mengimbangi kecepatannya.


Tapi siapa Weng Lou? Dia adalah seorang pemuda yang sejak masih remaja telah melatih fisiknya. Tubuhnya sama kuatnya dengan berlian, bahkan lebih kuat lagi! Kekuatan yang bisa dia keluarkan hanya dengan kekuatan fisiknya bahkan sanggup menghancurkan Daratan Utama jika dia mau!


"Apa peduli ku, sialan????!!!!! Kau yang lebih dulu berusaha menyerap kekuatan kehidupan di Daratan Utama bertahun-tahun yang lalu!!!! Kau membunuh seluruh anggota sekte yang aku buat waktu itu!!! Kau juga yang membunuh Lin Mei!!!!"


Weng Lou meraung marah. Bajunya robek. Tubuh kekarnya mengembang lebih jauh dan otot-ototnya menonjol.


Dia menggenggam tangan kanannya lalu kemudian menghentakkannya ke tanah.


*BOOOMMMM!!!*


Retakan besar muncul di tanah. Salah satu kaki Unknown God terperosok ke dalam tanah. Tubuh besarnya tidak bisa menahan dirinya dari terjatuh.


Dia terpaksa berlutut di atas tanah.


"Mereka yang lebih dulu masuk ke dalam tempatku! Aku sudah memperingatkan mereka dengan melepaskan kekuatanku pada mereka! Tapi orang-orang mu, terlebih istri bodoh mu itu malah semakin berani untuk memasuki tempatku! Jangan menyalahkan aku karena membunuh mereka! Mereka layak mendapatkan semua kematian itu!!"


Unknown God menarik kembali kakinya. Dia menendang tempat Weng Lou berada. Tendangannya itu langsung membuat sebuah tanah selebar empat kilometer lebih terangkat dari tanah dan menabrak tubuh Weng Lou.


Membalas tendangan itu, Weng Lou langsung mengambil kuda-kudanya. Insting bertarungnya membuat sekujur tubuhnya bergetar seperti kesemutan.

__ADS_1


"Haaahhh ....."


Dia membuang napasnya. Tangan kanannya terangkat dan kemudian melakukan gerakan memotong secara vertikal atas ke bawah.


Bongkahan tanah itu terpotong menjadi dua, seperti dipotong oleh pedang yang sangat tajam.


Akan tetapi, yang menantinya setelah bongkahan batu itu adalah salah satu jari Unknown God yang bergerak menusuk pada Weng Lou. Mata Weng Lou berkilau dalam cahaya yang aneh saat melihatnya.


Dirinya tidak membuat pertahanan apapun dalam menanggapi tusukan itu. Alih-alih bertahan, dia justru ikut melancarkan serangannya.


Tubuhnya berputar di udara saat dirinya kemudian menendang secara horizontal dengan kaki kirinya.


*PAKKK!!!!*


Jari itu ditendang ke samping. Weng Lou berencana melancarkan tendangan lainnya, akan tetapi dia terhenti ditempatnya saat melihat telapak tangan Unknown God yang telah meluncur dari atas dengan kecepatan luar biasa ke arahnya.


Pupil mata Weng Lou mengecil saat menyaksikan telapak tangan besar itu.


*Bdebum!!!!*


Tanah ambruk saat telapak tangan Unknown God mendorong keras ke dalam tanah.


Weng Lou yang berada di tengah-tengah telapak tangannya ditekan hingga dirinya berada tepat di dalam sebuah lautan lava panas yang berada di dalam tanah.


Dia mengkertakkan giginya. Dengan cepat dia merubah posisinya dan kedua tangannya terangkat ke atas, menahan telapak tangan untuk mendorongnya lebih jauh. Kekuatan Jiwa meledak dari dalam tubuhnya dan langsung menutupi seluruh kedua kaki dan tangannya.


Tangan Unknown God sukses terhenti, dan Weng Lou tidak terdorong lebih jauh ke dalam tanah.


Kedua tangan Weng Lou mendorong sekuat tenaga tangan Unknown God.


Tangan Unknown God terangkat kembali. Tubuhnya ikut terkena dampak dorongan Weng Lou dan dia terdorong mundur setengah langkah.


Dari dalam tanah, Weng Lou melesat keluar dengan kecepatan yang luar biasa. Kecepatannya berbeda dibandingkan sebelumnya.


*Bruaackk!!*


Dalam sekejap dia sudah muncul dan memukul keras dagu Unknown God.


Tubuh Unknown God terangkat ke atas karena pukulan yang begitu cepat itu. Belum sempat dia bereaksi, Weng Lou sudah menendang keras lehernya. Unknown God terlempar ke samping. Matanya yang lebar terlihat seperti melebar lebih jauh terkena tendangan itu.


Cairan bening keluar dari matanya. Teksturnya seperti darah, tapi bening.


*Traaackkk......*


Unknown God segera menstabilkan tubuhnya dengan menarik kakinya ke belakang.


Dia menatap marah pada Weng Lou.


"Cukup sudah! Akan ku akhir ini!"


Pusaran di dada Unknown God berputar dengan cepat. Qi dan Tenaga Dalam alam yang ada di seluruh Daratan Utama terhisap menuju pusaran di dadanya. Setelah beberapa saat kemudian, dia berhenti menyerap Qi dan Tenaga Dalam alam.


Apa yang terjadi berikutnya membuat Weng Lou tampak bersiaga.

__ADS_1


Mulut Unknown God sekali lagi terbuka lebar. Namun tidak ada hisapan yang keluar dari dalam mulutnya, tidak, itu adalah sesuatu yang lebih buruk dari hisapan.


Bola berwarna putih keemasan muncul di dalam mulut lebar Unknown God.


Melihat itu, Weng Lou langsung menyadari apa yang hendak dilakukan oleh Unknown God.


"Sialan! Kau berani menggunakannya?!" Weng Lou meraung marah.


"Kenapa aku tidak berani?! Aku tidak peduli pada satupun makhluk hidup di dalam dunia ini!! Aku justru berharap kalian semua mati dan membiarkan ku sendirian di sini!!!" balas Unknown God.


Bola putih keemasan tiba-tiba ditembakkan ke arah Weng Lou. Kecepatan tembakan bola itu begitu cepat sehingga Weng Lou nyaris tidak bisa bereaksi terhadapnya.


"Kau pikir aku akan membiarkan semuanya berjalan seperti kemauan mu, hah?!"


Dalam waktu yang begitu sempit, Weng Lou melepaskan kekuatan garis darah Ras Ilahi nya. Sebuah lapisan dari asap hitam terbentuk di hadapan Weng Lou. Bola putih menabrak keras lapisan asap hitam.


Sosok Weng Lou terguncang di udara. Bola dan lapisan saling beradu satu sama lain.


"Khogh...." Tak disangka, Weng Lou memuntahkan darahnya yang diakibatkan benturan antara bola putih dengan lapisan asap hitamnya.


Dia mengkertakkan giginya. Mengepalkan tangannya, bola putih itu pun terbungkus oleh asap hitam. Weng Lou segera menghilang lapisan asap hitam. Bola putih itu juga menghilang bersama-sama dengan asap hitam.


Setelah menghilangkan lapisan asap, Weng Lou sekali lagi memuntahkan darahnya.


Unknown God tidak berdiam diri melihat hal ini. Dia segera menciptakan bola putih lainnya dan menembakkannya. Tapi kali ini bukan Weng Lou sasarannya, melainkan ke arah timur dimana Pulau Pasir Hitam berada.


"Kau bajingannn!!!"


Sayap hitam muncul di punggung Weng Lou. Dengan satu kepakan, dirinya muncul di jalur bola putih itu. Dia tidak menciptakan lapisan asap hitam seperti sebelumnya, alih-alih menciptakan sesuatu, dia justru meninju pada bola putih tersebut.


*BOOOUUUMMM!!!!!!*


Ledakan terjadi ketika Weng Lou memukul bola putih itu. Ledakan itu membungkus dirinya sepenuhnya. Tubuhnya seperti terkoyak karena kekuatan ledakan. Begitu ledakan menghilang, dia tampak mengalami memar di seluruh tubuhnya. Terdapat beberapa luka berdarah di beberapa bagian tubuhnya, tapi semuanya hanya luka ringan.


Kekuatan pemulihan Weng Lou bekerja sangat cepat dan menyembuhkan tubuhnya. Memar dan luka segera menghilang, darah berhenti mengalir keluar.


"Kau masih licik seperti biasanya ternyata," cibir Weng Lou dengan jengkel.


Bola putih tadi, jika mengenai sebuah pulau sebesar Pulau Pasir Hitam pasti akan langsung menghancurkan dan meluluhlantakannya.


"Jangan berbicara tentang kelicikan padaku, kau dan Zhi Juan bahkan jauh lebih licik waktu bertarung melawan ku." Unknown God berbicara dengan nada yang seolah-olah terhina karena kata-kata Weng Lou.


"Benarkah? Aku tidak ingat. Kau tau, aku kehilangan beberapa ingatan ku di masa lalu, jadi maaf saja jika aku pernah melakukannya."


Keduanya pun diam dan saling tatap selama beberapa saat.


Mulut Unknown God masih terbuka lebar. Sementara itu Weng Lou masih melayang di atas langit.


"Hai, aku tidak berniat mengganggu pertarungan kalian, tapi aku memiliki dua barang yang hendak ku kembalikan."


Dari belakang Weng Lou, tiba-tiba muncul sosok Zhi Juan. Tidak, untuk mengatakannya sebagai Zhi Juan mungkin kurang tepat, itu adalah klonnya.


Di tangannya, terdapat sebuah buku tebal dan sebuah pedang hitam legam yang tersarung rapi.

__ADS_1


__ADS_2