Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 695.The Emptiness (II)


__ADS_3

The Emptiness menatap ke bawah gunung dimana bawahannya sedang menghadang para makhluk yang hendak mendatanginya.


Cukup lucu melihat mereka semua sebenarnya sama sekali tidak sepadan dengan bawahan termudanya. Mereka semua seperti semut kecil jika dibandingkan dengannya. Hanya saja, mereka semua sepertinya tidak menyadari hal tersebut dan justru merasa terpancing dengan kata-katanya.


"Jika kau memang benar-benar ingin mempercepat proses penciptaan dunia baru, lalu bagaimana dengan para bawahan mu? Mereka semua menghuni Gunung Kongxu ini karena kau memilih untuk berdiam di tempat ini selama kurang lebih satu juta tahun tanpa melakukan apapun.


Mereka akan terpecah begitu kau meninggalkan mereka. Tiga kelompok lainnya pasti tidak akan membiarkan bawahanmu begitu saja, kau harus membuatkan beberapa persiapan untuk mereka. Setidaknya agar mereka bisa bertahan tanpa mu nantinya," jelas The Ending dengan serius.


Mendengar penjelasannya, The Emptiness hanya tersenyum dan tertawa pelan.


Rambut hitamnya tiba-tiba memendek begitu saja, hingga hanya mencapai lehernya. Batang hidung dan daun telinga tumbuh pada dirinya, hingga tampak seperti manusia pada umumnya.


Warna kulitnya juga mulai berubah. Dari yang sebelumnya berwarna perunggu, menjadi sawo matang. Kedua matanya yang hitam sepenuhnya ikut berubah. Warna hitam tampak mengecil hingga membentuk menjadi pupil hitam.


Kini, dia benar-benar tampak seperti manusia pada umumnya, hanya tingginya saja yang jauh berbeda.


"Bagaimana? Apa menurut mu sekarang, bawahanku akan baik-baik saja setelah kepergian ku?" tanya The Emptiness pada The Ending.


The Ending terdiam melihat perubahan The Emptiness. Kini keduanya tampak sama, yang berbeda hanyalah warna rambut dan tinggi mereka berdua. Tapi bukan kedua perbedaan itu intinya.


Intinya adalah, mereka memiliki ciri fisik yang sama, selayaknya manusia.


"Bajingan sialan, aku tidak pernah menjanjikan keselamatan bagi orang-orang mu. The Beginning pasti akan ikut melakukan hal yang sama jika mengetahui aku membantu mu. Kau tau dia selalu tidak mau kalah dalam urusan seperti ini." The Ending mengerutkan keningnya.


"Kalau begitu, biarkan dia melakukannya juga. Aku tau doa selalu ingin membuat para Absolute itu menjadi bawahannya. Tidak ada masalah dengan hal itu, selama kalian berdua memiliki kekuatan yang seimbang, The Beginning tidak akan menimbulkan masalah padamu," jelasnya The Emptiness.


Wajah The Ending terlihat semakin buruk saat dia menghela napasnya dengan terpaksa.


"Apa kau tidak tau jumlah seluruh Absolute yang berpihak padanya? Setengah Absolute diluar empat kelompok besar ingin bergabung dengannya! Kau bisa membayangkan betapa besarnya kekuatan mereka semua. Diperlukan setidaknya dua kelompok besar untuk menekan kekuatan mereka.


Bayangkan jika semua Absolute diluar empat kelompok berpihak padanya, hal itu akan menjadi masalah besar. Dia akan mendominasi semua kekuatan yang ada begitu dunia yang baru terbentuk. Terutama, dengan tidak adanya dirimu, anggota kelompok mu akan kesulitan berada dibawah arahan ku."


"Tapi nyatanya, hanya setengah saja yang berpihak padanya, kan? Hahahaha......kau tidak perlu khawatir begitu. Kita semua paham betapa berambisi nya The Beginning. Tiga kelompok lainnya juga paham akan hal ini. Mereka akan bersatu untuk menekan kekuatan The Beginning begtu dunia baru terbentuk, jadi tidak perlu khawatir." The Emptiness tersenyum lebar.


Setelah mengatakan semuanya itu, dia pun berbalik dan menatap pada jutaan makhluk yang ada di kaki gunung dan terlihat sedang dalam pertempuran besar-besaran melawan bawahannya.


Jumlah anggotanya hanya sekitar beberapa ratus ribu saja, paling banyak mungkin hanya satu juta. Tapi mereka semua adalah Absolute, dan bukan Absolute biasa, melainkan Absolute sejati, sehingga kekuatan mereka bisa dengan mudah menekan jutaan makhluk yang hendak mendaki Gunung Kongxu, tempat dirinya dan The Ending berada.


Perlu diketahui, kekuatan Absolute pada waktu ini, jauh berbeda dibandingkan dengan Absolute di waktu Weng Lou sekarang. Perbedaannya mungkin sangat jauh, Absolute di waktu ini berpuluh-puluh kali lebih kuat dibandingkan dengan Absolute di waktu Weng Lou.


Hal ini dikarenakan kekuatan kehendak dari Dunia Asal Mula yang membantu semua makhluk dalam menumbuhkan kekuatan mereka, sehingga hampir semua para Absolute memiliki kekuatan yang begitu besar.


Di antara para Absolute ini, para bawahan The Emptiness adalah yang paling kuat. Mereka sangat spesial karena The Emptiness mengajari mereka sendiri bagaimana cara mengembangkan kekuatan mereka.


Terutama cara membuat bidang tanah Dunia Asal Mula sebagai milik mereka dan memanfaatkan kekuatannya.


Bidang tanah Dunia Asal Mula sangat spesial, sehingga tidak bisa dipakai dengan cara biasa. The Emptiness telah membuat cara khusus untuk melakukan hal ini dan menurunkannya pada bawahannya. Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa puncak kekuatan di Dunia Asal Mula adalah milik kelompok yang dipimpin oleh The Emptiness.


"Lagipula, kau tidak perlu khawatir mengenai para bawahanku. Mereka tau apa yang harus mereka lakukan, karena mereka telah memiliki pemimpin baru dalam kelompok mereka," ujar The Emptiness dengan senyum misterius.


Melihat senyum itu, The Ending tiba-tiba seperti tersadar akan sesuatu. Dia segera menatap ke tanah yang dipijaknya, tepatnya pada seluruh Gunung Kongxu.


Matanya terbelalak tak percaya saat menemukan jutaan rantai dari berbagai macam aura berwarna-warni di bawah Gunung Kongxu yang terhubung menjadi satu di sebuah tempat, tepat di tengah-tengah Gunung Kongxu.


Tempat itu adalah sebuah danau jauh di bawah tanah dengan diameter beberapa kilometer. Danau itu tidak terisi oleh air, melainkan aura berwarna-warni yang diakibatkan oleh rantai-rantai yang saling terhubung.


Di tengah danau, duduk seorang pria yang terlihat berusia awal tiga puluhan sedang duduk bersila. Jutaan rantai yang ada di bawah Gunung Kongxu semuanya terhubung padanya.


Rantai-rantai itu telah mengikat seluruh Gunung Kongxu dari bawah. Orang-orang tidak akan menyadari hal ini karena tidak berani memeriksa bagian bawah gunung tersebut selama adanya The Emptiness.


"Kau....... Sialan, sejauh mana sebenarnya kau sudah mempersiapkan ini?" tanya The Ending dengan terpana.


"Hahahaha.....tidak perlu memujiku seperti itu. Aku hanya mempersiapkannya sampai The Beginning melakukan penyerangan terhadap para bawahan ku di masa depan. Setidaknya, aku telah mengikat seluruh jiwa bawahanku pada Gunung Kongxu. Selama gunung ini terus ada, jiwa mereka tidak akan bisa dihancurkan. The Beginning juga tidak akan bisa mengambil dan menggunakan Gunung Kongxu jika seandainya dia berhasil mengalahkan bawahanku.


Rantai-rantai yang kau lihat itu melambangkan setiap jiwa bawahan ku. Pemilik dari Gunung Kongxu ini adalah kelompok ku, yang berarti orang luar tidak akan bisa mengambilnya dari kami. Dengan begini, saat aku sudah terbangun nantinya, aku bisa mengambil Gunung Kongxu ini kapan saja. Meski aku tidak yakin apakah gunung ini akan tetap menjadi sebuah gunung nantinya di masa depan.


Yah, yang terpenting adalah, aku sudah mempersiapkan semuanya untuk menghadapi semua kemungkinan yang akan terjadi. Sisanya adalah bagian mu. Bagaimana cara kau menghadapi semuanya nantinya, itu tergantung pada keputusan mu. Para bawahanku akan membantumu sebisa mungkin, selama kau membantu mereka juga."


The Emptiness kemudian terbang di udara.


setelah mengatakan semua yang diperlukan pada The Ending.


Dia melayang tepat di atas jutaan makhluk yang sedang bertempur melawan para bawahannya.


Senyum lebar muncul di wajahnya saat secara mendadak seluruh kegelapan yang ada di malam hari seakan bergerak menujunya. Peristiwa itu segera menarik perhatian tiga kelompok besar besar, terutama ketiga pemimpin mereka.


Seorang perempuan yang memiliki paras begitu cantik dengan tubuh tinggi langsing berdiri di puncak sebuah gunung berapi. Dia tidak mengenakan pakaian apapun, hanya beberapa bulu dari api yang menutupi beberapa daerah tubuhnya, seperti dada dan bagian pinggangnya ke bawah.


Kulitnya sedikit kemerahan dan rambutnya benar-benar terbuat dari kobaran api.


Dia menatap jauh ke arah belahan Dunia Asal Mula, dimana Gunung Kongxu berada.

__ADS_1


"Dia akhirnya memulainya." Perempuan itu berbicara dengan nada datar. Namun kedua matanya yang berwarna merah menyala tampak seperti mengandung penyesalan yang tak terlukiskan.


Menarik napas dalam. Perempuan itu kemudian segera mengangkat tangan kanannya dan kemudian seluruh gunung tempatnya berada langsung tertutupi oleh lapisan Api Abadi. Membuat siapa saja tidak bisa keluar ataupun masuk ke dalamnya.


"Semoga kita bisa bertemu kembali di masa depan, Kong."


Di tempat lainnya, di sebuah lembah yang dipenuhi dengan distorsi ruang dan waktu, seorang pria yang ditutupi oleh sisik menyerupai baju zirah berdiri dan menatap ke langit senja.


Dia seperti sedang mengenang sesuatu sebelum akhirnya menghela napasnya.


Sama seperti yang dilakukan perempuan di atas gunung berapi, pria itu segera menutupi seluruh daerah lembah tempatnya berada dengan lapisan kekuatan distorsi ruang dan waktu.


Segera ruangan dan auman reptil bergema di dalam lembah sebagai tanggapan terhadap lapisan yang muncul.


"Kita semua akan berkumpul kembali, teman ku. Entah itu di kehampaan, atau di dunia yang baru. Ku harap, kau bisa memenuhi keinginan mu itu untuk menjelajahi dunia yang baru.


Di sebuah pegunungan berbatuan. Sepasang mata tiba-tiba muncul diantara salah satu puncak gunung.


Seluruh pegunungan tiba-tiba bergetar hebat dan kemudian cahaya keemasan muncul dan menutupi seluruh wilayah pegunungan tersebut.


"Kau sudah menetapkan keputusan mu, Kong. Di antara kita berempat, kau adalah yang hidup dengan penuh kebebasan, namun karena kecilnya dunia ini, kebebasan mu itu malah terbatasi. Tapi, di dunia yang baru, kau akan menemukan kebebasan mu. Lakukanlah semuanya dengan penuh keyakinan, dan biarkan hasrat penuh kebebasan mu membuat semua makhluk yang ada hidup tanpa apapun yang membatasi mereka." Sebuah suara yang begitu dalam bergema di pegunungan tersebut.


Sementara itu jauh, jauh sekali di bawah tanah.


Sebuah tubuh menyerupai manusia raksasa tanpa mata, hidung, mulut, dan telinga berbaring dalam magma panas.


Tubuhnya terlihat bergetar selama beberapa saat saat kemudian lapisan pelindung transparan muncul dan menutupi wilayah di sekitarnya.


Setelah itu, tubuh tersebut berhenti bergetar. Semuanya seolah-olah tidak ada yang terjadi. Namun, puncak seluruh peristiwa ada di permukaan Dunia Asal Mula.


Tepatnya di Gunung Kongxu, tempat The Emptiness berada saat ini.


"Hei, Zuan. Kau khawatir pada jumlah Absolute yang tidak bergabung dalam kelompok manapun di dunia ini, bukan? Kalau begitu biarkan aku sedikit meringankan beban mu," kata The Emptiness.


Semua Absolute yang ada di wilayah malam hari Dunia Asal Mula merasakan kegelapan di malam hari seakan menjadi hidup dan bergerak mengekang mereka semua. Beberapa makhluk dalam kelompok yang bertarung dengan bawahan The Emptiness ikut terkekang juga.


"Bawahan ku, bentuk Segel Asal Mula! Sekarang!" The Emptiness memberikan perintahnya.


Para bawahannya yang sebelumnya sibuk bertarung dengan para makhluk yang hendak memasuki Gunung Kongxu tersentak oleh perintah pemimpin mereka.


Segera, mereka membentuk pola mantra dan kekuatan mereka meledak saat kemudian bersatu dan membentuk sebuah lapisan yang menutupi seluruh Gunung Kongxu.


Pemandangan itu mengejutkan semua Absolute di bawah Gunung Kongxu dan di seluruh wilayah malam hari Dunia Asal Mula. Mereka seperti merasakan firasat buruk karena melihat lapisan tersebut.


"Tidak!!!!! Hentikan dia!!!!! Kita semua yang tidak tergabung dalam kelompok besar akan mati karenanya!!!"


"Sialan kau, Kong Lou!!!! Kenapa kau membawa kami mati bersama mu?! Jika kau mau mati, mati saja!!! Jangan membawa-bawa kami!!!"


Sumpah serapah diberikan pada The Emptiness, Kong Lou. Terutama dari para Absolute di wilayah malam hari yang tidak ikut menyerbu ke Gunung Kongxu.


Mereka sengaja tidak ikut dalam penyerbuan tersebut karena yakin Kong Lou akan menyeret siapa saja yang berani bertindak macam-macam di wilayahnya. Akan tetapi mereka tidak menyangka The Emptiness akan melibatkan semua Absolute yang bahkan tidak ikut menyerbu wilayahnya.


Sayangnya hal ini harus terjadi, Kong Lou membutuhkan mereka untuk membantunya mengisi sedikit kekuatan dalam penciptaan dunia baru. Meski hanya sedikit, tapi setidaknya bisa menjamin keberhasilannya.


"Kau sepertinya benar-benar terburu-buru. Aku bingung, siapa yang The Ending di sini. Kau sepertinya akan mengambil alih pekerjaan ku."


Di samping Kong Lou, sosok The Ending muncul. Dia melayang dan menatap ke arah dimana matahari sebentar lagi akan terbit.


"Hah, ku pikir kau sudah lupa bahwa ini adalah pekerjaan mu untuk menghancurkan dunia ini," kata Kong Lou sambil tertawa pelan.


The Ending mendengus pelan dan tersenyum.


Kekuatannya tiba-tiba meledak dari dalam tubuhnya. Seluruh wilayah malam hari Dunia Asal Mula bergetar karena kekuatannya.


Kekuatannya jauh melebihi para Absolute, dia adalah seorang Immortal, abadi. Sama seperti Kong Lou dan tiga pemimpin kelompok besar yang lain, juga The Beginning.


"Aku terlahir oleh sang Matahari. Aku tercipta hanya untuk satu tujuan, yaitu mengakhiri dunia ini ketika waktunya sudah tiba. Dengan kekuatan ku, aku akan menghancurkan dunia ini, hari ini. Semuanya demi dunia yang baru."


The Ending berseru nyaring. Kekuatan kehancuran yang begitu besar meluap dalam dirinya.


Dia kemudian melesat terbang keluar dari Dunia Asal Mula dan tiba di depan Matahari.


"Kong Lou, karena ini bukanlah hari yang sebenarnya untuk dunia ini hancur, aku membutuhkan bantuan kekuatan dari mu," ujar The Ending.


Kong Lou tertawa lepas mendengarnya.


Matanya yang sebelumnya berubah menjadi seperti manusia biasa, kini kembali menjadi hitam sepenuhnya. Tangan kanannya mencengkram erat dan setengah Absolute di wilayah malam hari meledak dalam kekuatan penuh mereka.


Beberapa yang menyaksikan ini terkejut setengah mati. Hal yang dilakukan Kong Lou begitu menakutkan. Dia seolah mengendalikan semua Absolute di wilayah malam hari dan membuat mereka meledak begitu saja.


Ledakan yang dihasilkan oleh jutaan Absolute menghasilkan kekuatan yang begitu luar biasa. Segera, kekuatan di Dunia Asal Mula menjadi lebih padat dan kekuatan kehendaknya langsung mencapai batasan yang bisa ditanggung oleh Matahari.

__ADS_1


Mata The Ending berkilau saat menyaksikan hal ini. Dia tersenyum tipis dan berbicara, "Itu sudah cukup."


Menanggapi kekuatan kehendak Dunia Asal Mula, Matahari tiba-tiba membesar beberapa kali lipat. Panas yang dihasilkan oleh Matahari membuat permukaan Dunia Asal Mula langsung terbakar olehnya.


Seluruh tanaman terbakar menjadi abu. Tanah berubah menjadi merah, lautan mendidih.


Ketika Matahari mencapai besar sepuluh kali lipat, secara tiba-tiba, ukurannya menyusut menjadi kembali seperti semula, bahkan menyusut menjadi setengahnya hanya dalam hitungan satu detik.


"AKHIR!!!!" The Ending meraung.


Matahari yang menyusut tanpa aba-aba sedikitpun langsung meledak.


Ledakannya begitu luar biasa hingga menghantam Dunia Asal Mula dan menghancurkan menjadi berkeping-keping dan berterbangan hingga ke segala arah.


Energi ledakan yang begitu kuat dari Matahari segera di tangkap oleh Kong Lou yang sedari tadi bersiap di tempatnya.


Sisa Absolute yang sebelumnya dia kekang segera mati ketika tangan kanannya membesar dan membentuk sebuah mulut raksasa yang menelan mereka semua.


Rupa Kong Lou segera berubah kembali seperti wujudnya semula.


Dia mengepalkan kedua tangannya saat dia energi yang berbeda di tahannya.


Satu adalah energi ledakan Matahari, yang lainnya adalah energi yang berasal dari para Absolute yang kini telah mati.


"KEHAMPAAANNNNN!!!!!"


The Emptiness berseru nyaring hingga suaranya bergema di dalam kekosongan.


Energi di kedua tangannya segera diserapnya. Kulitnya tiba-tiba berubah menjadi hitam sepenuhnya saat kehampaan di sekitarnya mulai menyatu dengannya.


Energi yang telah bergabung dengannya membantunya dalam mengendalikan kehampaan jauh lebih luas.


Segera, pecahan dari Dunia Asal Mula bergerak dalam gerakan yang telah di atur oleh Kong Lou.


Semuanya terpencar ke segala arah. Tidak ada yang saling berdekatan satu sama lain.


Di tiap pecahan, terlihat seorang Absolute. Mereka adalah para Absolute yang telah berada dalam puncak kekuatan, ledakan Matahari masih belum cukup untuk membunuh mereka.


Sementara itu, di tempat sebelumnya Matahari berada, seorang pria yang tampak berusia sama seperti The Ending berdiri dalam diam saat melihat semua yang terjadi.


Dia menoleh pada The Ending dan kemudian tersenyum mengejek.


"Kalian repot-repot menghancurkan dunia sebelumnya hanya untuk membuat setiap pecahannya terpisah ke segala arah. Benar-benar buang-buang tenaga saja," ujar pria itu.


The Ending menatap pria itu sejenak sebelum berbicara, "Kami hanya melakukannya lebih cepat dari jadwal. Menyebar atau tidaknya pecahan dunia sebelumnya tidaklah penting. Yang terpenting saat ini adalah kau, The Beginning harus memulai penciptaan dunia baru. The Emptiness akan membantumu."


The Beginning melambaikan tangannya tanda mengerti.


Dia berdiri dalam diam selama beberapa saat sebelum menghela napas panjang.


Kekuatannya segera dilepaskan. Menanggapinya, Kong Lou yang sedang menyatu dalam kehampaan segera menghubungkan dirinya dengan kekuatan The Beginning.


"Jangan coba-coba untuk mengambil kekuatan ku! Jika kau melakukannya, aku tidak akan menyelesaikan penciptaan dunia yang baru!" The Beginning mengancam.


Sejujurnya, dia selama ini takut pada kekuatan Kong Lou. Tidak ada yang lebih mengerikan daripada Kehampaan. Sebesar apapun kekuatan mu, Kehampaan tidak akan pernah terpengaruh sedikitpun.


Hal ini membuatnya harus memberikan ancaman terhadap Kong Lou untuk memastikan dia tidak bertindak macam-macam terhadapnya.


Dengan kekuatan Kong Lou, menyerap seluruh kekuatan The Beginning seharusnya sangat mudah, terutama dalam kondisi dirinya bergabung dengan Kehampaan.


"Tidak perlu khawatir, aku tidak memiliki niatan seperti itu sedikitpun." Kong Lou menjawabnya.


The Beginning hanya mendengus sebagai balasan terhadapnya.


Ketika kekuatannya terhubung dengan Kehampaan yang saat ini tergabung dengan Kong Lou, dia bisa merasakan seluruh kehampaan yang begitu luas.


Semua pecahan Dunia Asal Mula bisa dilihat olehnya. Segera, dia pun mulai penciptaan dunia yang baru.


Dia adalah The Beginning. Kekuatannya adalah penciptaan tanpa batas. Meskipun namanya tanpa batas, tapi itu tetap terbatas pada besarnya kekuatan yang dia miliki. Oleh sebab itu, kekuatan kehampaan Kong Lou sangat berperan dalam penciptaan dunia baru ini.


Dia akan menjadi sumber kekuatan untuk The Beginning membuat dunia yang baru.


The Beginning dengan penuh konsentrasi segera mengendalikan tiap pecahan Dunia Asal Mula. Pecahan Dunia Asal Mula item segera berubah menjadi dunia yang baru di dalam sebuah Dimensi.


Masing-masing Dimensi setidaknya seperseribu dari besar Dunia Asal Mula yang sebelumnya.


Pecahan Dunia Asal Mula setidaknya ada jutaan. Dengan begitu, keseluruhan dunia yang baru besarnya ribuan kali dari Dunia Asal Mula.


Tapi hal ini tidaklah mudah. The Beginning telah menguras semua kekuatannya. Dia saat ini menggunakan kekuatan milik Kong Lou untuk menciptakan pemisah tiap Dimensi dan juga makhluk hidup di dalamnya.


Ketika penciptaan selesai, The Beginning telah kehabisan semua kekuatan dan tenaganya. Sementara Kong Lou yang sebelumnya telah menyatu dengan kehampaan tidak muncul kembali.

__ADS_1


Seluruh kekuatan dan jiwanya telah terkuras habis untuk membantu The Beginning menciptakan dunia baru.


Namun The Ending tau, The Emptiness telah menyelesaikan seluruh rencananya, jadi dia tidak khawatir sedikitpun.


__ADS_2