Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 523. Terkunci


__ADS_3

Di ruang bawah tanah, Weng Lou yang akan berjalan keluar mendadak dikejutkan dengan pintu besar yang menjadi penutup ruangan tempat dia berada itu karena mendadak tertutup dengan rapat.


Namun hal itu tidak membuat Weng Lou langsung panik begitu saja. Dia dengan tenang mencoba membuka pintu itu dengan kekuatan fisik yang luar biasa yang dimilikinya, akan tetapi pintu itu tidak bereaksi sama sekali dan segera merubah ekspresinya.


Dia kemudian mulai mengalirkan Qi nya pada kedua tangannya dan memberi kekuatan lebih untuk membuka pintu itu, namun seperti sebelumnya, pintu itu tidak bergerak sedikitpun.


Meski dengan tambahan dari kekuatan Qi, namun pintu besar itu tidak bisa terbuka, hal ini membuat Weng Lou langsung menyerahkan semua kekuatan yang dia punya, dan menggunakan kekuatan jiwanya untuk membantunya.


"Sial! Sial! Sial! Seharusnya aku menyadarinya saat tidak ada jebakan apapun yang dipasangkan pada pintu masuk ini sebelumnya! Argh! Bajingan!"


Weng Lou yang sebelumnya berusaha keras untuk membuka pintu itu, kini merubah tujuannya dan berusaha untuk menghancurkan pintu besar tersebut.


*Bam! Bdam!!!*


Pukulan, tendangan, dan segala macam cara segera Weng Lou keluarkan. Bahkan dia sampai memakai Pedang Naga Malam nya untuk memotong pintu besar itu, tapi pintu itu seperti sebuah batu yang kokoh dan tidak tergores sedikit pun.


Meski begitu, Weng Lou tetap tidak menyerah. Dia mulai mencoba satu persatu teknik beladirinya, dan bahkan menggunakan kekuatan garis keturunannya yang baru-baru ini berhasil dia gunakan.


Kekhawatiran yang sudah lama Weng Lou tidak rasakan mendadak mulai merambat dihatinya, dan perlahan dia tampak panik dan seperti orang gila, berusaha menghancurkan pintu besar yang menguncinya.


Sudah terlalu lama dia tidak merasakan ketakutan seperti ini, dan setiap detik yang berlalu ketakutan dan kekhawatiran nya semakin bertambah.


Dua jam kemudian berlalu, ruangan itu kini telah sepi, dan suara-suara yang sebelumnya dihasilkan oleh serangan yang dilancarkan oleh Weng Lou kini telah menghilang digantikan dengan suara ketukan yang terdengar setiap beberapa detik sekali.


Saat ini, Weng Lou berbaring dengan pasrah di lantai, dan mengetuk-ngetuk pintu besar yang menutupnya dengan tangannya.


"Ahhh...sialan.....untuk berpikir aku malah terperangkap seperti ini setelah mendapatkan Kalung Spasial yang sangat berharga, nasib ku benar-benar sial....." ucapnya tanpa semangat sama sekali.


Selama dua jam di dalam ruangan ini, dia telah melakukan berbagai cara untuk keluar. Mulai dari mencoba menggambarkan pintu besar ini, mencari pintu tersembunyi, dan bahkan mencoba menghancurkan dinding, lantai bahkan langit-langit untuk dapat keluar. Namun seakan ruangan ini tidak bisa dihancurkan sama sekali, Weng Lou berakhir dengan pasrah dan menunggu keajaiban.


Bahkan kekuatan jiwanya tidak bisa menembus sama sekali ruanganan ini, dan semakin membuatnya merasa tertekan.


*Tak....*


Tangan Weng Lou mengetuk pintubitu sekali lagi.


"Argh! Aku sudah tidak tahan lagi!" Weng Lou segera menarik napas dalam dan mulai mengalirkan Qi ke dalam pita suaranya.


"YE LAOOO!!!!! GUURUUUU!!!!! TOLONG BANTU AKUUU!!!!" Weng Lou berseru nyaring, berharap suaranya itu keluar dan bisa di dengar oleh Ye Lao dan Qian Yu yang saat ini ada di atas.


Namun kemudian, Weng Lou segera menyesali tindakannya ini. Suaranya tidak hanya tidak bisa keluar, tetapi juga memantul di dalam ruangan dna membuat telinganya sakit sendiri.


Sepertinya ruangan ini memiliki penghalang khusus yang bisa menahan segala macam bentuk kekuatan agar tidak masuk dan keluar dengan mudah. Pada kondisi normal, Weng Lou akan mengagumi ruangan ini, tapi saat ini dia malah mengutuk keras orang yang sudah menyatakan ruangan yang membuat dia terkunci ini.


"Haaahhh.....haaahhh....sial! Apa aku benar-benar tidak bisa keluar dari sini?! Seandainya saja kekuatan ku cukup kuat untuk menghancurkan pintunya...." Weng Lou mengeluh dengan menyedihkan.


Jika orang yang mengenal Weng Lou melihat kondisinya saat ini, mereka tidak akan percaya bahwa dia adalah Weng Lou yang mereka kenal. Weng Lou selalu bersikap positif di depan banyak orang dan jarang terlihat kesulitan, sehingga membuat dirinya seakan terlihat sempurna.


Namun Weng Lou, Ye Lao, dan Qian Yu sangat paham bahwa itu hanyalah omong kosong.

__ADS_1


Weng Lou hanyalah seorang anak remaja yang belum menginjak usia dewasa. Emosi dan sikapnya masih terus berkembang dan sangat jauh dari kata dewasa. Qian Yu sebagai guru yang mengajari Weng Lou banyak hal juga akan mengatakan bahwa Weng Lou belum dewasa sedikitpun dari segala aspek.


Walau terlihat dewasa, sikap Weng Lou ini sebenarnya karena dia sibuk mengobrol dengan Ye Lao dan Qian Yu, yang membuat dirinya terkesan seperti orang yang pendiam dan bisa membaca situasi apapun. Namun kenyataannya, dirinya terlalu bergantung pada Ye Lao dan kemampuan Kitab Keabadian nya, serta saran dan arahan dari Qian Yu.


Jika ingin mengatakan siapa yang paling tidak dewasa diantara Weng Lou dan teman-temannya, maka Weng Lou jawabannya.


"Hahahaha!!! Lihatlah ekspresi itu! Aku akhirnya melihatnya lagi setelah sekian lama!"


Saat Weng Lou masih sibuk berbaring pasrah di tanah, mendadak suara orang yang sangat dikenalnya terdengar menggema di ruangan itu dan membuat Weng Lou segera bangkit berdiri dan menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari orang yang berbicara itu tapi tidak menemukannya.


"Kau benar-benar sudah berlebihan, Weng Lou! Aku selama ini selalu mengawasi mu bukan karena menginginkan sesuatu dari mu! Tapi karena aku melindungi mu dari dirimu sendiri. Apa kau sadar dengan sikap mu yang semakin hari semakin berubah drastis?" suara itu kembali terdengar menggema di ruangan dan sosok yang berbicara masih tidak terlihat.


"ZHI JUAN!!! AKU TAU KAU DALANGNYA! SIALAN!!!! BUKA PINTU INI! BIARKAN AKU KELUAR!!!"


Weng Lou meraung marah. Asap hitam menjalar keluar dari dalam tubuhnya, dan memenuhi seluruh ruangan itu.


"Kau bahkan dengan bodohnya membuka segel pertama mu tanpa sepengetahuan ku. Kau sepertinya memang cari mati!" Begitu ucapan itu terdengar, semua asap hitam yang di keluarkan oleh Weng Lou menghilang begitu saja, dan sebuah tangan muncul di depannya dan mencekiknya lalu membanting tubuhnya ke atas tanah dengan keras.


*Buk!!*


Suara keras dari benturan lantai dengan punggung Weng Lou membuat suara nyaring, namun lantai itu tidak mengalami kerusakan sama sekali.


Pada saat ini, sosok pemuda yang dikenali oleh Weng Lou telah muncul dan mencekik dengan keras leher Weng Lou hingga membuatnya tidak bisa bergerak sedikitpun.


"Kagh! Lepaskan.....sialan!!" Dengan tangan kanannya, Weng Lou mencengkram lengan pemuda yang mencekiknya itu. Semua kekuatannya dilepaskannya namun pemuda itu tidak bereaksi sama sekali.


"Weng Lou.....kalau bukan karena aku sudah berjanji pada ayah mu, kau tidak akan mau membawa mu ke dimensi ini, dan membiarkan mu selamat bersama Liu Ning dan adik mu. Pada awalnya kontrak yang aku buat dengan ayahmu hanyalah agar aku menyelamatkan adikmu, tapi karena dia memohon dengan menyedihkan kepadaku, aku akhirnya menerima untuk menyelamatkan mu. Kau tau apa artinya itu?"


"Aku tidak peduli yang kau katakan.....cepat lepaskan aku!" Weng Lou tidak mendengarkan Zhi Juan sama sekali, dan secara tiba-tiba asap hitam kembali keluar dari dalam tubuhnya dan membentuk sebuah sosok hitam perkasa.


Sosok itu segera menyerang Zhi Juan, tapi kemudian dengan satu tatapan matanya, sosok hitam itu segera hancur berkeping-keping dan Weng Lou langsung memuntahkan darah dalam jumlah besar.


"Apa kau mau tau sesuatu Weng Lou? Ras Ilahi adalah ras paling buruk yang pernah tercipta di alam semesta ini. Kalian adalah ras yang paling serakah dan tidak berhati diantara semua ras yang ada di alam semesta. Semua ras lainnya membenci kalian, dan takut kepada kalian semua.


Kau mau tau kenapa? Itu karena keegoisan ras kalian! Kalian dengan tidak tau malu menghancurkan apa saja yang mereka tidak sukai, dan mengambil apapun yang mereka inginkan. Bahkan Ras Phoenix Pemusnah jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang sudah kalian perbuat selama jutaan tahun peradaban!


Sifat ras kalian sudah mendarah daging semenjak kalian membangkitkan garis darah keturunan kalian, sehingga membuat kalian tampak semua tampak buruk. Kontrak yang aku tandatangani dengan ayahmu adalah karena adikmu belum membangkitkan kekuatan garis darah keturunan iblis kalian! Lalu kau? Meskipun kau juga belum membangkitkan garis darahmu waktu itu, tapi kau adalah pusat dari semua permasalahan yang terjadi kepada Ras Ilahi kalian!"


Zhi Juan menatap jijik kepada Weng Lou dan melemparkan dirinya ke pintu yang masih tertutup rapat.


Napas Weng Lou tersengal-sengal dan dia menatap ke arah Zhi Juan dengan acuh tak acuh, "Omong.....kosong....aku akan menghabisi semua Absolute yang ada, dan memenggal kepala The Beginning seorang diri meski tanpa bantuan dari mu...."


"Begitukah? Meski pada kenyataannya kau bahkan tidak pernah bisa bertemu dengan adikmu walau sudah seratus tahun kehidupan reinkarnasi yang kau jalani? Tidakkah kau sadar alasan kenapa kau tidak pernah berhasil sampai sekarang?" Zhi Juan bertanya dengan tatapan mengerikan dari wajahnya.


Weng Lou diam dan menatap kedua matanya tanpa rasa takut sedikitpun. Selang beberapa detik kemudian, dia segera mengerti dan dengan semua tenaga yang dia punya, dia kembali bangkit berdiri dan menyerang ke arah Zhi Juan.


"UAAARGG!!! KAU BAJINGAN SIALAN!!!! KAU DALANGNYA!!! KAU YANG MENCIPTAKAN SEGALA MACAM RINTANGAN OMONG KOSONG ITU!!!! KAU!!! KAAUUUU!!!!"


Emosi Weng Lou meledak, Qi pada tubuhnya segera dialirkannya pada tangannya, dan asap hitam segera menyelimuti tangan kanannya dan membentuk simbol-simbol berwarna merah terang.

__ADS_1


Melihat serangan itu, Zhi Juan hanya mencibir pelan, dan kemudian menjentikkan jarinya. Seketika itu juga, semua Qi, dan asap hitam yang ada pada Weng Lou menghilang dan dirinya pun terjatuh kembali ke atas tanah dengan tam berdaya.


"Tu-Tubuhku?! A-Apa yang kau lakukan pada tubuhku?!"


"Semua kekuatan itu bukanlah hasil usahamu, satu-satunya hasil usaha mu adalah kekuatan fisikmu itu, sedangkan Qi dan kemampuan garis darah keturunan mu? Itu tidak lebih dari hadiah karena kebaikhatian ku padamu. Pada awalnya kau lahir tanpa Dantian sama sekali, tapi saat kau mendapatkan Kitab Keabadian, kau mendapatkan Dantian tanpa unsur dari Ye Lao."


Tangan Zhi Juan memegang bola putih seukuran kepala orang dewasa di tangannya dan menghancurkannya hingga berkeping-keping.


"Karena kau mengatakan, bahwa kau akan mengalahkan The Beginning tanpa bantuan ku, maka aku akan mengambil apa yang aku berikan pada mu." Zhi Juan berbicara tanpa emosi, tangannya segera memunculkan Kitab Keabadian dan juga Pedang Naga Malam yang seketika membuat Weng Lou menjadi terkejut.


Sosoknya Zhi Juan kemudian menatap Weng Lou selama beberapa saat sebelum akhirnya menghilang begitu saja.


Begitu sosok Zhi Juan menghilang, Weng Lou yang kini tidak memiliki Qi sama sekali pada tubuhnya hanya bisa mengkertakkan giginya dengan keras.


"Bajingan....."


Mata Weng Lou pun tertutup dan dia segera tak sadarkan diri.


Sementara itu, di istana. Sosok Zhi Juan yang menghilang dari tempat Weng Lou mendadak muncul di atas istana dan melayang di atas langit.


Sosoknya ini tidak disadari oleh semua orang, kecuali dua pemuda yang saat ini sedang sibuk menghajar para prajurit istana.


"Kalian berdua seperti nya sedang bersenang-senang, huh?" Zhi Juan berbicara dengan suara dingin dan membuat kedua tubuh kedua pemuda itu menggigil bukan main.


"Zhi Juan!" Ye Lao berseru kaget, begitu juga dengan Qian Yu.


"Kau seperti nya mulai berani dengan ku Ye Lao. Kau memanfaatkan anak itu untuk bisa menciptakan tubuh manusiamu dan bahkan tidak memberikan laporan kepadaku saat segel pelacak pada Kitab Keabadian dan Weng Lou menghilang. Apa ada yang kau ingin katakan kepadaku?" Suara Zhi Juan terdengar sangat dingin dan membuat Ye Lao hanya bisa diam dan tidak berani menatapnya.


"Dan kau Qian Yu.....aku tau kau ingin memaksimalkan perkembangan bocah itu, tapi tidakkah menurutmu cara yang kau pakai salah? Kau menutup sebelah mata pada perubahan emosi dan pola pikir anak itu dan hanya melihat perkembangannya saja, apa menurut mu aku hanya ingin melihat perkembangan kekuatannya saja?"


Qian Yu juga diam tidak berani berbicara apapun. Sekuat-kuatnya mereka berdua, sama sekali bukanlah tandingan Zhi Juan yang bahkan berhasil mengalahkan Ye Lao saat masih seorang Absolute.


"Kalian berdua bukannya membantu perkembangan dia, tetapi malah membuatnya semakin hancur. Kalian akan ikut bersama ku, dan membiarkan anak itu berkembang seorang diri. Aku sudah terlalu sabar melihat kalian mengajarinya." Begitu dia selesai berbicara, sosok Zhi Juan pun kembali menghilang, begitu juga dengan Ye Lao dan Qian Yu.


Di sebuah ruangan putih di dimensi khusus milik Zhi Juan. Zhi Juan muncul dan menatap sosok yang menyerupai Weng Lou yang terlihat jauh lebih tua dan mendengus kepadanya.


"Tidak perlu menatapku seperti itu, lagi pula ini salahnya karena tidak mau mendengarkan ucapanku. Perkembangannya terlalu cepat, dan membuat garis darah keturunan nya itu menjadi tidak stabil dan dengan cepat mempengaruhi pikirannya," ucap Zhi Juan sambil memijit kepalanya yang terasa sakit.


"Kau memang benar, yang kau lakukan itu sudah betul. Setelah pemeriksaan yang panjang, kita sudah menemukan penyebab kerusakan pikiran yang aku alami, dan itu adalah perkembangan kekuatan yang tidak selaras dengan pertumbuhan kekuatan garis keturunan. Hanya saja, mengurungnya di ruangan itu bukannya sedikit keterlaluan?" tanya sosok seperti Weng Lou itu pada Zhi Juan.


"Tidak perlu khawatir, aku sudah mengatur batas serangan yang bisa diterima oleh ruangan itu. Selama bocah itu tidak menyerah, dia seharusnya bisa keluar dari ruangan itu dalam beberapa hari," balas Zhi Juan acuh tak acuh.


"Beberapa hari? Kau pikir dia bisa bertahan berapa lama tidak makan tanpa bantuan Qi nya?"


Pertanyaan itu segera membuat Zhi Juan terdiam dan baru menyadari sesuatu, "Kau tenang saja! Dia pasti bisa!"


Zhi Juan segera menghindari tatapan sosok itu dan segera meninggalkannya sambil membawa Ye Lao dan Qian Yu yang tak sadarkan diri di tangannya.


Sosok itu tersenyum masam mendengar jawaban Zhi Juan dan menatap sebuah layar yang menunjukkan sosok Weng Lou yang sedang tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Haaah....kalau dipikir-pikir, Kalung Spasial itu menjadi tidak berguna sama sekali. Aku hanya bisa berharap kau bisa terus berkembang tanpa masalah sama sekali."


__ADS_2