Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 354. Aku Bisa Melakukannya Juga


__ADS_3

Dengan pedang di tangan kanannya, dan lima buah pedang dari Qi di hadapannya, Weng Lou menatap Du Bishou dan Siwang Hua yang ada dihadapannya sambil tersenyum tipis.


Memutar pedang itu satu kali, Weng Lou kemudian menebaskan pedang itu satu kali ke arah mereka berdua dan mengakibatkan sebuah sayatan energi yang melesat cepat ke arah keduanya.


Du Bishou dan Siwang Hua melompat ke samping, menghindari serangan tersebut.


Bum!


Tap...tap....


Dengan ringan keduanya mendarat di tanah dan langsung memasang posisi siap menyerang.


Sepersekian detik kemudian, sosok Du Bishou menghilang, dan muncul tepat di belakang Weng Lou dengan salah satu pisaunya yang siap menusuk ke arah tengkuk Weng Lou. Namun kemudian, lapisan pelindung dari Qi muncul dan menghalangi serangan itu tanpa Weng Lou berbalik sedikit pun.


Du Bishou tak berhenti begitu saja, dia langsung melancarkan serangan tebasan dan tusukan pada tubuh Weng Lou, tapi seperti sebelumnya, pelindung dari Qi kembali muncul dan menghalangi semua serangan yang ia kerahkan.


Tang! Klang!


Mendecakan lidahnya, Du Bishou pun melompat mundur kembali.


Dirinya merasa bahwa Weng Lou lah yang berada di Ranah Pembersihan Jiwa tahap 9 sedangkan dia berada di tahap 6 karena nyatanya dia bahkan tak sanggup menggores sedikit pun pelindung milik Weng Lou.


Siwang Hua yang menyaksikan itu pun mengeluarkan sepasang sabit dari cincin penyimpanan miliknya dan mengalirkan Qi miliknya kedalam kedua senjata itu.


"Jika tidak bisa mengalahkan mu dengan berduel, maka kami hanya tinggal membunuh mu dengan bekerja sama," ucap Siwang Hua yang kemudian melesat ke arah Weng Lou sambil melemparkan sabit di tangan kirinya yang kemudian tercipta rantai dari Qi yang mengikat ujungnya.


Sabit itu mengarah lurus ke arah Weng Lou dengan kecepatan yang tetap tanpa berubah sedikit pun.


Weng Lou pun mengangkat kembali pedang di tangan nya dan memadatkan Qi yang melapisinya.


TRANGG!!!! KRACK!!!!


Kedua mata Weng Lou melebar begitu melihat bahwa pedang di tangannya patah begitu saja menerima tabrakan dari sabit itu.


Tanpa peringatan sama sekali, Du Bishou pun ikut menyerang ke arah Weng Lou dengan posisi yang meluruskan tangan kirinya dan menusuk ke arah pinggang Weng Lou.

__ADS_1


"Pedang ini memang tidak terlalu bagus..." gumam Weng Lou yang kemudian memperlihatkan telapak tangan kirinya yang tampak memancarkan cahaya keperakan dan kemudian menahan sabit yang masih terarah padanya.


BANG!!!!!


Tapak dan sabit saling beradu, dan kemudian sabit itu pun terpental kembali ke arah Siwang Hua.


Tack!


Sabit itu berhasil ditangkap dengan baik olehnya sambil tersenyum lebar begitu melihat jarak antara pisau Du Bishou dan pinggang Weng Lou hanya terpisah beberapa centimeter saja.


"Hm? Kau masih kurang cepat untuk membuat Pernapasan Kedua ku ini tidak bisa berkutik....."


Tangan kanan Weng Lou mulai memancarkan cahaya keemasan cukup terang dan sepersekian detik kemudian, sebuah pisau yang bentuknya sama seperti yang dipakai oleh Du Bishou tercipta di tangannya dan kembali menangkis serangan darinya.


"Sekarang!!!" Du Bishou mendadak berseru nyaring, dan bersama itu bola kecil dengan diameter tidak sampai sepuluh centimeter dilemparkan oleh Siwang Hua ke arah Weng Lou.


Dahi Weng Lou mengerut, dia mengenali bola-bola kecil itu.


Ketika ia ingin melakukan sesuatu, bola-bola kecil pun meledak dan mengeluarkan asap hitam yang sangat tebal dan membuat pandangan Weng Lou menjadi terbatas. Tidak hanya itu, deteksi Weng Lou akan Qi lawannya langsung lenyap seketika karena gangguan yang diakibatkan oleh asap hitam yang keluar sari dalam bola-bola kecil itu.


Dia menciptakan pelindung tipis di bawah kakinya dan menjadikannya sebagai pijakan agar tak turun ke bawah kembali dan mulai menelusuri asap tebal itu, mencari keberadaan Du Bishou dan Siwang Hua.


Ketika ia sedang sibuk mencari dua lawannya itu, mendadak lebih dari sepuluh pisau sebesar Pisau Pencabut Nyawa milik Weng Lou berterbangan dari dalam kabut dan mengarah tepat kepadanya.


"Taktik yang cukup bagus, tapi sayangnya...."


Shaa.....


"Aku juga bisa melakukan hal yang sama...."


Dalam satu sapuan tangan, tepat di atas Weng Lou, puluhan pisau terbuat dari Qi tercipta lalu dengan sedikit gerakan tangannya, pisau-pisau itu pun langsung menghujani ke arah asap hitam dan menabrak pisau-pisau yang mengarah padanya.


Tang! Pang! Klang!


Begitu semua pisau itu habis, pisau-pisau Qi ciptaan Weng Lou pun menghujani apa saja yang ada di dalam asap hitam tebal itu.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian, tidak ada suara jeritan yang muncul dari dalam asap dan membuat menghela napasnya.


Dia berbalik badan dan melihat sebuah bola energi berwarna hitam keunguan terbang ke arahnya dalam kecepatan yang cukup cepat.


Weng Lou berniat untuk menangkis bola energi itu dengan menggunakan tangannya namun kemudian suara Ye Lao dan Qian Yu bergema di dalam kepalanya.


"*Hindari itu!!"


"Jangan sampai mengenai mu*!!!"


Keduanya berseru nyaring dan membuat Weng Lou menjadi terkejut. Dia pun memilih untuk menghindarinya namun tidak berhasil menghindar dengan sempurna karena jaraknya dengan bola energi kehitaman itu sudah sangat dekat dengannya.


PSSHHHH......


Punggung tangan kanan Weng Lou terkena bola energi itu dan langsung meninggalkan sebuah luka yang cukup serius. Kulitnya seperti terkupas begitu saja ketika terkena ujung bola energi itu.


"Serangan asam!!" seru Weng Lou dalam hatinya.


Itu hampir saja, jika Qian Yu dan Ye Lao tidak memperingatkannya, kemungkinan dia akan menangkis bola energi itu menggunakan tangan kosong.


Sudut mata Weng Lou kemudian menatap sosok pelaku dari serangan bola energi itu yang ternyata adalah Siwang Hua.


Terlihat sebuah bekas luka pada telapak tangannya yang menjadi tanda bahwa dia yang mengeluarkan serangan bola energi asam tadi padanya.


Dari banyaknya jenis elemen yang di miliki oleh manusia melalui Dantian nya, Asam adalah salah satu yang sangat langka, sama seperti Dantian Es Murni seperti milik Weng Ning.


Namun meski begitu, Dantian Asam ini merupakan Dantian terburuk kedua, menurut orang-orang. Hal ini diakibatkan karena jumlah penyimpanan tenaga dalam pada Dantian berunsur asam sangatlah kecil sehingga orang-orang yang berada di tingkat praktik yang sama akan memiliki jumlah tenaga dalam atau pun Qi yang jauh lebih besar dari pemilik Dantian berunsur asam.


Akan tetapi, tidak banyak orang mengetahui bahwa mereka yang terlahir dan memiliki Dantian berunsur asam adalah mereka yang terlahir dengan bakat menjadi seorang pembunuh handal.


Asam memiliki sifat merusak yang lebih parah dari api karena sanggup menyebar jika terkena tubuh. Dan juga, asam sanggup menjadi racun yang jika sudah masuk kedalam tubuh manusia atau pun makhluk hidup pasti akan membunuhnya secara perlahan jika tidak segera diobati.


Contohnya adalah Siwang Hua. Serangannya yang tampak biasa saja, ternyata adalah serangan yang sanggup melukai Weng Lou dengan sangat mudahnya.


Dari punggung tangan Weng Lou, dirinya bisa merasakan rasa perih dan juga memar disaat bersamaan. Dia pun menyadari bahwa serangan barusan mengandung racun tingkat tinggi.

__ADS_1


Tanpa mengalihkan pandangannya, Weng Lou pun menggunakan Qi miliknya untuk menyembuhkan lukanya dan juga menetralisir kan racun yang masuk kedalam tubuhnya, sementara Du Bishou terlihat di belakang Weng Lou melancarkan serangannya kepadanya.


__ADS_2