Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 678. Menyelesaikan Penyerapan Ingatan


__ADS_3

Di dalam dimensi pewarisan ingatan, sosok Weng Lou berdiri di atas gunung.


Tangan kirinya terangkat dan bola hitam tercipta.


Bola hitam itu mengitari gunung dengan kecepatan luar biasa, yang kemudian segera menghancurkannya berkeping-keping menjadi debu.


Debu kemudian berubah menjadi hitam dan membentuk pedang raksasa berwarna hitam dalam sekejap mata.


*Shuuu!!!*


Pedang terayun cepat dan memotong sepuluh gunung. Gunung-gunung itu meledak seketika dan mengeluarkan asap hitam. Asap hitam itu kemudian bergerak sangat dan menyatu pada pedang hitam raksasa dan membuat wujudkan menjadi berkali-kali lebih besar.


Ketika semua asap itu telah bergabung dengan pedang, pedang raksasa itu tiba-tiba terbelah menjadi dua dan menjadi dua pedang dengan satu sisi tajam.


Hanya dalam dua detik kemudian, kedua pedang berubah sekali lagi dan menjadi sepasang sayap yang berwarna hitam pekat. Di antara kedua sayap itu, ada Weng Lou yang menjadi pusatnya.


*Whusshhh.....* Sayap dikepakkan. Badai berwarna hitam langsung menyapu seluruh dimensi dan menghancurkan semua gunung yang ada dalam waktu sekejap mata saja.


"Oke, itu cukup." Kehidupan kesembilan puluh sembilan berbicara.


Kedua sayap Weng Lou segera berubah kembali menjadi asap hitam yang kemudian masuk kembali ke dalam tubuhnya. Dia mengangkat tangan kanannya dan badai yang mengamuk di dalam dimensi pewarisan ingatan segera berhenti.


Dengan satu ayunan tangan, semua gunung yang telah hancur kini kembali seperti semula, seakan tidak pernah mengalami kerusakan atau kehancuran sebelumnya.


*Tap.....*


Weng Lou mendarat di atas salah satu gunung yang baru saja dia ciptakan.


Sembilan kehidupan terdahulunya muncul di hadapannya. Kehidupan pertama berjalan maju dan berdiri di paling depan dari delapan yang lain.


Dia menatap sosok Weng Lou kehidupan sekarang untuk sesaat dan senyum tipis muncul di wajahnya saat dia mengangguk pelan. Anggukan itu mungkin tidak akan terlalu berarti bagi Weng Lou sembilan tahun yang lalu, tapi sekarang, dia merasa anggukan itu adalah pengakuan akan dirinya sendiri.


"Kau sudah menguasai sembilan teknik beladiri kami, kini tiba saatnya untuk menyerap ingatan delapan kehidupan terdahulu mu," katanya dengan tenang.


Perkataannya dibalas anggukan oleh tujuh kehidupan terdahulu Weng Lou, hanya kehidupan kesembilan puluh sembilan yang tetap diam di tempatnya.

__ADS_1


Dia adalah satu-satunya yang merupakan klon dan masih tetap hidup. Dia tidak bisa membuat Weng Lou kehidupan sekarang menyerap ingatan miliknya. Kepingan jiwa di Pulau Pasir Hitam adalah yang harus diserap oleh Weng Lou.


"Kalau begitu, mari kita mulai dari diriku," kata kehidupan ketujuh puluh tiga.


Diantara yang lain dia memang yang terlemah. Bahkan sebenarnya dia masuk dalam kategori sepuluh kehidupan terlemah Weng Lou. Tapi karena dia berhasil menciptakan teknik beladiri tingkat Absolut membuat Weng Lou tidak bisa menyerap ingatannya begitu saja.


Weng Lou berdiri tegak di tempatnya. Dia tidak duduk atau pun bermeditasi. Dia hanya dengan tenang menatap pada kehidupan ketujuh puluh tiganya.


Kehidupan ketujuh puluh tiga balas menatap pada Weng Lou. Dia tersenyum. Perlahan tubuhnya berubah menjadi berkas-berkas cahaya keemasan. Mulai dari ujung kakinya, hingga kemudian mencapai lehernya.


Tak sampai satu menit, seluruh tubuhnya kini telah berubah menjadi berkas-berkas cahaya keemasan yang bergerak masuk ke dalam tubuh Weng Lou. Weng Lou hanya diam ketika berkas-berkas cahaya masuk dalam tubuhnya, kilatan ingatan kehidupan ketujuh puluh tiga dimainkan di dalam kepalanya.


Setengah jam kemudian, dia membuka kembali kedua matanya dan menatap pada kehidupan terdahulunya yang lain. Dia telah selesai menyerap ingatan kehidupan ketujuh puluh tiga.


Kecepatan penyerapan ingatan ini sangat jauh berbeda dibandingkan ketika terakhir kali dia menyerap ingatan kehidupan terdahulunya yang lain. Weng Lou yang kini telah berada di ranah Absolute bisa melakukan penyerapan ingatan kehidupannya terdahulunya hanya dalam beberapa detik saja, namun karena dia menghormati setiap kehidupan terdahulunya, dia memilih untuk menonton semuanya dari awal hingga akhir.


Weng Lou bisa merasakan bahwa bagian dari jiwanya menjadi lebih lengkap setelah selesai menyerap kehidupan ketujuh puluh tiga. Ini adalah perasaan dimana bagian jiwanya yang telah lama hilang, kini bersatu kembali dengan dirinya.


Melihat Weng Lou telah selesai menyerap ingatan ketujuh puluh tiga, kehidupan keempat puluh tujuh segera berjalan maju. Dia menatap Weng Lou sejenak sebelum kemudian mengangguk kecil pada Weng Lou. Perlahan tubuhnya berubah menjadi berkas-berkas cahaya.


Tanpa disangka, kehidupan pertama Weng Lou berjalan maju lebih dulu dibandingkan kehidupan kelima puluh satu. Seharusnya hal ini cukup mengejutkan untuk membuat Weng Lou kebingungan, tapi saat ini dia tidak merasa seperti itu.


Meski belum menyerap ingatan keduanya, mereka berdua sudah sering bercerita pada Weng Lou ketika dia sibuk dalam pelatihannya.


Kehidupan kelima puluh satu ternyata telah mencapai ranah Absolute dan berhasil menjadi salah satu Absolute terkuat kala itu, menyamai kekuatan Zhi Juan waktu itu. Sebenarnya kehidupan pertama juga telah mencapai tingkat kekuatan itu juga, tapi yang membedakan keduanya adalah, kehidupan kelima puluh satu memiliki lebih banyak informasi seputar pembasmian kedua ras yang dilakukan The Beginning dan juga dia pernah melakukan pertarungan satu lawan satu dengan Unknown God yang membuatnya memiliki keunggulan dibandingkan kehidupan pertamanya.


"Hei.......jangan lupa untuk mencari ayah dan ibu. Keduanya seharusnya berhasil bereinkarnasi di kehidupan mu saat ini setelah pecahan jiwa mereka dipulihkan oleh Zhi Juan." Kehidupan pertama berbicara sambil tersenyum pada Weng Lou.


Dia menoleh pada kehidupan kesembilan puluh sembilan dan berbicara padanya, "Beritahu Zhi Juan, hutangnya sekarang harus dibayar. Keluarga Weng Seluruh Alam sudah mendanai penelitiannya selama ini, jadi dia harus melakukan yang terbaik untuk membantu kita."


Kehidupan kesembilan puluh sembilan balas tersenyum padanya, "Jangan khawatir, Keluarga Weng Seluruh Alam di Dimensi Weng sudah berusaha sekeras mungkin memberikan bantuan penelitian pada Zhi Juan, dia tidak mungkin tidak membayar perbuatan baik kita ini."


"Hahahaha......baguslah. Aku selalu ingin memukul Zhi Juan, tolong berikan satu pukulan di wajah orang tua tak tau umur itu jika kau bertemunya lagi lain kali," kata kehidupan pertama yang kini telah menatap Weng Lou kehidupan sekarang.


Setelah mengatakan itu, seluruh tubuh tubuhnya mendadak berubah menjadi berkas cahaya. Namun berkas cahaya itu tidak mengalir pada Weng Lou, melainkan pada tanah yang dipijaknya.

__ADS_1


Secara mengejutkan, seluruh Dimensi bergetar hebat saat gunung-gunung yang sebelumnya diciptakan oleh Weng Lou kini hancur berantakan dan menyisakan tanah lapang sejauh mata memandang.


Tak berapa lama, beberapa bagian tanah kini mengeluarkan cahaya emas yang perlahan mulai menyebar. Kini seluruh tanah berubah menjadi berkas-berkas cahaya yang kemudian bergerak masuk ke dalam tubuh Weng Lou kehidupan sekarang.


Berbeda dari sebelumnya, kini Weng Lou memejamkan matanya. Dia berkonsentrasi pada tiap berkas cahaya yang masuk ke dalam tubuhnya.


Setelah beberapa waktu berlalu, tanah di dalam dimensi pewarisan ingatan kini hanya tersisa seperampatnya saja. Saat seluruh tanah menghilang sepenuhnya, kehidupan kesembilan puluh sembilan segera menciptakan tanah baru untuk dipijak oleh Weng Lou tiga kehidupan yang berbeda.


Pewarisan ingatan kehidupan pertama selesai setelah satu jam penuh. Weng Lou langsung menghela napas panjang dan membuka kedua matanya.


Dia menoleh pada kehidupan kelima puluh satu.


"Kalahkan monster itu, dan atasi rintangan terakhir kita yang sebenarnya. Bunuh The Beginning! Dapatkan kembali tanah kita, bawa kembali Ras Ilahi ke kejayaannya seperti di masa lalu," kata kehidupan kelima puluh satu Weng Lou.


"Tentu saja, tujuan utama kita adalah membunuh The Beginning. Unknown God hanyalah batu loncatan bagi kita," balas Weng Lou.


"Hahaha......kau benar, Unknown God sebenarnya tidak ada apa-apanya dibandingkan The Beginning. Dia hanya seekor makhluk tua yang tidak mau membuka mata bahwa dirinya tidak bisa menjadi makhluk yang sempurna seutuhnya, bahkan The Beginning memiliki banyak kekurangan. Sekarang, serap ingatan ku. Setelah itu, ketika kau tiba di dunia luar, temui klon ku di Desa Fenmu. Dia akan membantumu membuka segel makhluk itu, sehingga kau bisa bertarung melawannya di dimensi yang terpisah. Dengan begitu kerusakan yang terjadi dalam pertarungan kalian tidak akan mempengaruhi Dimensi Asal Mula."


Weng Lou mengangguk mendengar penjelasannya. Menarik napas. Kehidupan kelima puluh satu pun akhirnya berubah menjadi berkas-berkas cahaya, sama seperti tujuh kehidupan terdahulu sebelumnya.


Berkas-berkas cahaya itu diserap oleh tubuh Weng Lou. Dia sekali lagi memejamkan matanya saat berusaha menyerap ingatan kehidupan kelima puluh satu.


Dia melihat kilasan kehidupan kelima puluh satu dari bayi. Saat dia dibawah oleh ayahnya menuju Gurun Pemakan Kehidupan. Dirinya ketika berusia delapan belas tahun yang pergi menjelajahi dunia luar untuk pertama kalinya. Pertemuannya dengan Li Mei. Cara dia membuat namanya menjadi sangat terkenal di seluruh Daratan Utama. Serta saat dirinya menjadi yang terkuat di Dunia Asal Mula.


Semua itu membuat Weng Lou tersenyum. Dia percaya seluruh makhluk hidup mengalami siklus reinkarnasi yang sama seperti dirinya. Hanya saja apakah orang itu bisa membuka kembali ingatan kehidupannya yang sebelumnya atau tidak tergantung pada orang-orang itulah sendiri.


Dari sembilan puluh lebih ingatan kehidupannya, dia sudah melihat lebih dari sepuluh orang yang dia yakini memiliki siklus reinkarnasi seperti dirinya.


Akhir ingatan kehidupan kelima puluh satu adalah saat dia selesai memperkuat segel milik Unknown God menggunakan sisa-sisa kekuatan hidupnya sendiri.


Sebelum melakukan pengorbanan itu, dia melakukan pertempuran hidup dan mati melawan Unknown God. Sebuah pertempuran yang tidak pernah dilakukan oleh seluruh kehidupan terdahulu Weng Lou yang lainnya.


Weng Lou membuka kedua matanya dan menerawang ke kejauhan. Dia pasti akan mengalahkan Unknown God kali ini. Tidak, dia pasti mengalahkannya!


"Sudah saatnya bagi diriku untuk kembali dan melihat kondisi dunia luar setelah tiga tahun lamanya."

__ADS_1


__ADS_2